cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 63 Documents clear
Failure Analysis of NbVC Coating Formation onto AISI D2 Tool Steel during Thermo Reactive Diffusion by Pack Method Izdada Rotaal Khamda; Fahmi Mubarok
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.213 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41474

Abstract

Threads of metal fasteners can be created by thread rolling process using specific thread dies. The quality of the thread rolling die is determined by their wear-resistant and hardness properties. In order to increase the hardness and the wear resistance of the dies, thermo reactive diffusion can be applied. The TRD process is carried out by powder-pack method in a sealed steel container containing powder mixture of niobium and vanadium as master alloy, alumina (Al2O3) as inert filler and ammonium chloride (NH4Cl) as activator. The samples were covered with powder mixture and then heated in the electric resistance furnace at temperature of 950, 1000 and 1050 ˚C for 6 hours. Upon finishing the process, the sample is allowed to cool in the open air. The coating cross section was analyzed using optical microscope. The hardness measurement also performed on the same sample. XRD was utilized to investigate the coating chemical composition. The wear of the coatings are assessed using revolving tribological test under dry sliding condition. The XRD and microstructure test results did not find any niobium-vanadium carbide coating on AISI D2 substrate. In untreated and untreated specimens found chromium carbide (Cr7C3). Untreated specimen has hardness number of 277.8 HV. After TRD treatment, the hardness number is increase. For heating temperature variation of 950°C, 1000°C, and 1050°C have hardness number of 798.21HV, 787.3HV, 774.2HV respectively. The value of hardness rises due to the hardening of the AISI D2 specimen. The highest wear resistance owned by temperature variation of 950°C and the lowest wear resistance owned by the untreated specimen.
Studi Pemilihan Proses Pabrik Gliserol Monostearat Delyana Ratnasari; Sahara Tulaini; Heru Setyawan; Ni Made Intan Putri Suari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2442.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41477

Abstract

Surfaktan berfungsi menjaga kestabilan suatu emulsi agar tetap homogen, dengan cara menurunkan tegangan permukaan. Saat ini, industri yang memproduksi surfaktan di Indonesia masih menggunakan bahan baku yang berasal dari minyak bumi tak terbarukan (surfaktan sintetis). Gliserol monostearat (GMS) merupakan jenis surfaktan yang sering digunakan dan hingga saat ini belum ada pabrik gliserol monostearat yang didirikan di Indonesia. Kegunaan gliserol monostearat dalam industri misalnya sebagai pearlizing agent, emulsifier dan dispersan. Pemilihan proses untuk memproduksi gliserol monostearat perlu dianalisis agar produksi yang dihasilkan lebih optimal. Gliserol monostearat dapat diproduksi melalui dua macam proses, yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Pada proses esterifikasi, digunakan bahan baku berupa gliserol dan asam stearat menggunakan katalis asam atau basa. Sedangkan pada proses trans-esterifikasi (gliserolisis), bahan baku yang digunakan yakni trigliserida berupa tristearat dan gliserol menggunakan katalis basa. Dari studi yang telah dilakukan, proses esterifikasi lebih dipilih karena ditinjau dari aspek teknis, aspek operasi dan aspek lingkungan, proses esterifikasi lebih baik daripada proses transesterifikasi.  
Pra Desain Pabrik Refined Bleached Deodorized (RBD) Olein dari Crude Palm Oil (Oil) Zelika Nidya Damarani; Latifah Maratis Sholihah; Siti Zullaikah; M Rachimoellah
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.952 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41671

Abstract

Refined, Bleached, Deodorized (RBD) Olein ialah produk hasil rafinasi dan fraksinasi Crude Palm Oil (CPO) yang digunakan sebagai minyak goreng. Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Pada umumnya, minyak goreng berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih, menambah nilai gizi dan kalori dalam makanan. Karena konsumsi dalam negeri yang cukup besar dan dengan mempertimbangkan kapasitas produksi pabrik RBD Olein skala kecil dan menengah yang sudah ada, pra desain pabrik ini didesain untuk memproduksi minyak goreng dari CPO sebagai bahan baku dengan menggunakan proses pemisahan secara fisika yaitu dengan distilasi uap yang dilakukan pada suhu tinggi dilanjutkan pemurnian dengan proses fraksinasi kering. Secara umum, proses pemurnian RBD Olein terbagi menjadi dua proses yaitu secara fisika dan kimia. Proses secara kimia melibatkan reaksi netralisasi dengan penambahan larutan soda kaustik (NaOH). Proses pemurnian terbagi menjadi proses dry, detergent dan solvent fractionation. Proses dry memiliki keunggulan biaya yang dikeluarkan lebih ekonomis, namun yield yang dihasilkan hanya 75%. Pada proses detergent dan solvent, yield yang dihasilkan lebih besar dari 80% tetapi memerlukan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pada pra desain pabrik ini dipilih proses physical refinery dengan dry fractionation karena dapat memberikan biaya yang lebih murah serta ramah lingkungan. Pada proses ini akan dihasilkan produk berupa RBD Olein, dimana produk RBD Olein bila diturunkan dapat digunakan pula sebagai shortenings dan margarin. Pabrik RBD Olein dari CPO akan didirikan di kawasan industri Maloy, Kalimantan Timur, dengan estimasi waktu produksi pada tahun 2021. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas 120.000 ton/tahun, diperlukan biaya produksi sebesar Rp 2.346.355.959.311,68 dan akan dihasilkan keuntungan rata-rata pertahunnya sebesar Rp. 1.083.337.130.934,00 dengan harga penjualan RBD Olein sebesar Rp 12.579/liter. Dari keuntungan yang diperoleh dapat dihitung laju pengembalian modal (IRR) pabrik sebesar 20,16 % pada tingkat suku bunga per tahun 12,5 %.