Articles
142 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2015)"
:
142 Documents
clear
Penentuan Kandungan Likopen dalam Ragi Rhodotorula mucilaginosa NBRC 0001
Christine Dyta;
Refdinal Nafwa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13980
Abstrak— Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kandungan likopen yang terdapat dalam Rhodotorula mucilaginosa NBRC 0001, dengan cara ekstraksi lipid total dan kemudian dicuci dengan metanol. Lipid total didapatkan dengan proses ekstraksi menggunakan campuran perlarut kloroform : metanol (2:1). Hasil lipid total ini diidentifikasi dengan kromatografi cair – spektroskopi massa. Hasil senyawa setelah pencucian dengan metanol diidentifikasi dengan spektrofotometer UV-Vis dan FT-IR. Kadar lipid total ragi R. mucilaginosa yang didapatkan sebesar 0,165 g/g sel kering (16,5%). Kadar likopen dari R. mucilaginosa terhadap lipid total sebesar 0,01g/g (1%) dan terhadap biomassa kering sebesar 0,0016 g/g (0,16%).
Senyawa Lipid Spons Haliclona cymaeformis sebagai Biomarka dan Aktivitasnya terhadap Mikroba
Ridho Herdhiansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2806.969 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14011
Perairan Pulau Talango Madura merupakan habitat bagi berbagai invertebrata laut. Spons Haliclona cymaeformis adalah salah satu spesies invertebrata laut yang dapat ditemukan di perairan tersebut. Spons Haliclona cymaeformis biasanya ditemukan dalam hubungan simbiosis dengan makroalga Ceratodictyon spongiosum. Analisis data kromatogram dan spektra massa pada setiap fraksi menunjukkan adanya senyawa lipid golongan fosfolipid dan glikolipid. Senyawa asam fosfatidat (3:0/18:3(6Z,9Z,12Z)) dan fosfatidiletanolamina (2:0/22:5(4Z,7Z, 10Z,13Z,16Z)) berpotensi sebagai biomarka. Ekstrak metanol dari spons Haliclona cymaeformis menunjukkan potensi aktivitas inhibitor pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Resistensi Bacillus Endogenik Kalimas Surabaya Terhadap Logam Besi (Fe)
Septa Tri Farisna;
Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.78 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14050
Besi merupakan logam yang dibutuhkan oleh organisme untuk metabolismenya, namun dalam konsentrasi tinggi besi dapat membahayakan organisme dan lingkungan. Beberapa bakteri resisten terhadap logam besi, salah satu genus bakteri resisten besi adalah Bacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat Bacillus yang resisten terhadap logam besi dan viabilitasnya saat terpapar logam besi. Uji resistensi Fe dilakukan di medium nutrient agar-FeCl3.6H2O 0,1 mg/L dan dilanjutkan sampai dengan konsentrasi yang mampu ditoleransi isolat. Uji viabilitas isolat Bacillus dilakukan dengan menumbuhkan isolat pada medium nutrient broth-FeCl3.6H2O dengan tingkat konsentrasi di bawah konsentrasi maksimum yang dapat ditoleransi isolat. Viabilitas divisualisasi dengan pola kurva pertumbuhan. Hasil dari penelitian isolat Bacillus A6, DA11, S6, dan SS19 resisten terhadap logam besi (Fe) pada medium nutrient agar-Fe sampai dengan 300 mg/L. Semua isolat mempunyai viabilitas terhadap pemaparan logam Fe dengan pola pertumbuhan isolat lebih tinggi daripada tanpa penambahan logam besi (Fe). Isolat Bacillus yang memiliki kemampuan viabilitas baik dalam medium terpapar Fe adalah Bacillus A6, DA11, dan SS19.
Viabilitas Azotobacter A1a, A3, dan A9 pada Medium yang Terpapar Logam Cadmium (Cd)
Denaya Andrya Prasidya;
Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.6 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14056
Kadmium adalah salah satu logam berat yang beracun walaupun dalam konsentrasi yang rendah. Beberapa bakteri genus Azotobacter resisten terhadap logam kadmium. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan genus Azotobacter yang resisten terhadap CdCl2. Uji resistensi menggunakan medium Nutrient Agar (NA) yang mengandung CdCl2 10-50 mg/L. Uji viabilitas Azotobacter dilakukan pada 3 isolat yang dipilih dari uji resistensi. Isolat tersebut dikategorikan lebih resisten dari isolat yang lain. Uji viabilitas dilakukan pada medium Nutrient Broth (NB) yang mengandung CdCl2 10, 20, dan 30 mg/L. Kepadatan sel diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600 nm selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan isolat Azotobacter A1a, A1b, A2, A3, A5, A6, A7, A8, A9, A10 resisten pada medium Nutrient Agar (NA) yang mengandung CdCl2 sampai dengan konsentrasi 50 mg/L. Kurva pertumbuhan isolat Azotobacter yang tercekam CdCl2 relatif lebih rendah dibandingkan isolat Azotobacter yang tidak tercekam CdCl2.
Resistensi dan Viabilitas Bacillus S1, SS19 dan DA11 pada Medium yang Terpapar Logam Kadmium (Cd)
Trio Verdian;
Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.818 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14055
Abstrak— Keberadaan logam berat di lingkungan memiliki efek toksik. Upaya untuk mengurangi efek toksik di lingkungan salah satunya menggunakan mikroorganisme yang resisten logam berat. Bacillus S1, SS19 dan DA11 resisten logam kadmium, apakah isolat Bacillus tersebut juga mempunyai viabilitas yang tinggi pada media yang terpapar logam Cd. Uji rekonfirmasi untuk resistensi genus Bacillus S1, SS19 dan DA11 menggunakan media nutrient agar yang mengandung CdCl2 dengan konsentrasi 10, 20 mg/L dan seterusnya sampai konsentrasi yang dapat ditoleransi isolat. Uji viabilitas dilakukan pada media nutrient broth yang dipapar CdCl2 dengan konsentrasi 10, 20 dan 30 mg/L. Viabilitas divisualisasi dengan bentuk kurva pertumbuhan Semua isolat Bacillus S1, SS19 dan DA11resisten pada media nutrient agar yang mengandung CdCl2 sampai dengan konsentrasi 30 mg/L.
PENGARUH EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Culex sp.
Ifa 'Ahdiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.153 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10804
Nyamuk genus Culex dikenal sebagai vektor penular arbovirus, dan demam kaki gajah. Pengendalian nyamuk dengan insektisida alami merupakan pengendalian alternatif yang relatif aman bagi lingkungan dengan memanfaatkan tanaman yang terdapat di kampus ITS sebagai pestisida nabati, yaitu tanaman mangkokan. Daun mangkokan mengandung senyawa alkaloid, tannin, saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mangkokan terhadap mortalitas nyamuk Culex sp.. Ekstrak mangkokan dengan metode maserasi etanol 96% diaplikasikan pada 20 larva Culex sp. instar 3 dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3%. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, LC50 dan pembentukan pupa. Nilai LC50 dianalisis dengan Probit. Data hasil pengamatan mortalitas dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut Tukey. Data pembentukan pupa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mangkokan memberikan pengaruh terhadap mortalitas nyamuk Culex sp.. Semakin tinggi nilai konsentrasi, semakin meningkat jumlah mortalitas larva nyamuk. Nilai LC50 diperoleh pada konsentrasi 1,338%. Ekstrak daun mangkokan memberikan pengaruh terhadap gagalnya pembentukan pupa nyamuk Culex sp
Pengaruh Ekstrak Buah Cabe Jamu (Piper retrofractum Vahl.) terhadap Perkembangan Larva Grayak (Spodoptera litura F.)
Layniyatul Umami;
Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.329 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11496
Piper retrofractum merupakan salah satu tanaman yang mempunyai karakteristik sebagai insektisida nabati karena mengandung beberapa senyawa kimia seperti piperin, kavisin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak buah P. retrofractum yang berada di Kabupaten Pamekasan, Madura terhadap perkembangan larva grayak. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Pengujian dilakukan dengan pengolesan daun pakan pada masing-masing konsentrasi ekstrak buah P. retrofractum, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setiap perlakuan menggunakan larva grayak instar 3 sebanyak 20 ekor dengan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah P. retrofactum berpengaruh terhadap perkembangan larva grayak, yaitu pada konsentrasi ekstrak buah cabe jamu 5-30% menyebabkan pembentukan pupa terhambat.
Potensi Isolat Bakteri Pseudomonas Sebagai Pendegradasi Plastik
Atik Sriningsih;
Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.214 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13495
Plastik adalah salah satu polimer sintetik atau buatan manusia yang merupakan rantai panjang molekul polimer. Plastik yang terakumulasi menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi untuk menangani adanya masalah lingkungan ini adalah dengan biodegradasi dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat Pseudomonas L1 dalam mendegradasi plastik. Plastik warna hitam, putih dan transparan dengan ukuran 10x3 cm diinkubasi selama 3 bulan didalam botol uji yang berisi 300 gram plastik steril, 315 medium MSM dan 35 ml isolat Pseudomonas L1. Biodegradasi plastik dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan setelah 3 bulan masa inkubasi dengan interval waktu pengukuran setiap 3 minggu sekali. Isolat Pseudomonas L1 terbukti mampu mendegradasi plastik hitam dengan rata-rata degradasi sebesar 2,7%, plastik putih sebesar 3,3% dan plastik transparan sebesar 4,5% selama 3 bulan masa inkubasi. Kerapatan sel isolat Pseudomonas L1 uji terdeteksi dengan mengukur kekeruhan isolat pada OD dengan panjang gelombang 600 nm. Isolat Pseudomonas L1 lebih cenderung membentuk biofilm dibandingkan hidup bebas pada kolom air. Kepadatan sel pada biofilm plastik hitam relatif lebih tinggi daripada 2 plastik yang lain. Pada plastik hitam OD biofilm yang terdeteksi dengan panjang gelombang 600 nm sebesar 0,038, sedangkan pada plastik putih sebesar 0,026 dan plastik transparan sebesar 0,029.
Isolat Bacillus Pelarut Fosfat dari Kalimas Surabaya
Nadia Ulfiyati;
Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.716 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14049
Ketersediaan fosfat terlarut di dalam tanah sangat terbatas karena kecenderungannya terikat dengan mineral tanah membentuk fosfat kompleks. Bakteri pelarut fosfat, salah satunya adalah Bacillus, dapat digunakan untuk membantu ketersediaan fosfat terlarut di dalam tanah sehingga dapat menggantikan pupuk fosfat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi isolat Bacillus spp. koleksi laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Biologi ITS Surabaya dalam melarutkan fosfat. Potensi pelarutan fosfat dilihat dari kemampuannya membentuk zona bening pada medium Pikovskaya. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus S1, Bacillus SS19, dan Bacillus DA11 mampu melarutkan fosfat secara kualitatif dengan nilai IPF secara berurutan 2,44; 2,34; dan 2,42. Berdasarkan nilai IPFnya, Bacillus S1 memiliki kemampuan melarutkan fosfat tertinggi dibanding isolat Bacillus SS19 dan Bacillus DA11.
Potensi Mikroorganisme Air Sampah Mangrove untuk Mendegradasi Plastik Hitam
Neneng Uswatun Hasanah;
Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.287 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13191
Plastik telah menjadi salah satu bahan industri utama karena sifat fisiknya yang unggul sehingga banyak digunakan untuk menghasilkan produk. Namun jumlah plastik yang dikonsumsi tiap tahunnya semakin meningkat secara signifikan dan menimbulkan dampak pada jumlah plastik yang dibuang ke lingkungan. Upaya pengelolaan sampah plastik telah banyak dilakukan salah satunya adalah biodegradasi menggunakan aktivitas mikroorganisme. Penelitian terdahulu oleh Ainiyah dan Shovitri (2014), menunjukkan bahwa inokulum dari tanah sampah mampu mendegradasi plastik. Sebagai upaya eksplorasi mikroorganisme pendegradasi plastik, pada penelitian ini inokulum yang digunakan adalah inokulum dari air sampah mangrove (M), karena beberapa jenis mikroorganisme di substrat mangrove berpotensi untuk mendegradasi plastik (Wang et al., 2003); isolat yeast Debaryomyces R1.10 (Y) ; dan inokulum I dari penelitian plastik terdahulu (Ainiyah dan Shovitri, 2014). Penelitian ini menggunakan metode inkubasi dalam pasir steril selama 3 bulan untuk mengetahui potensi ketiga inokulum di atas untuk mendegradasi kantong plastik belanja warna hitam. Parameter yang diamati adalah kehilangan berat kering plastik (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis inokulum memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendegradasi plastik. Inokulum tunggal yeast Debaryomyces R1.10 memiliki kemampuan tertinggi dalam mendegradasi plastik hitam sebesar 10,4%.