cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 279 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Spodoptera litura Bintang Wahyu Syah; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.653 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20528

Abstract

Belimbing wuluh merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti tanin, saponin, flavonoid dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap mortalitas dan perkembangan larva Spodoptera litura. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode maserasi. Parameter yang diamati adalah mortalitas, kandungan antifeedant, serta perkembangan pembentukan pupa. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%,70%, 80%, dan 90%. Larva uji yang digunakan sebanyak 20 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi ekstrak daunbelimbing wuluh yang efektif untuk membunuh larva S. liturayaitu antara 80-90% dimana hasil analisis probit nilai LC50 terdapat pada konsentrasi 84% (LC50 – 84,2%).
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Varietas Grobogan Pada Perlakuan Cekaman Genangan Eka Afiyanti Rohmah; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.241 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20529

Abstract

Tanaman Kedelai (Glycine max. L) adalah tanaman pangan yang penting terkait kandungan nutrisinya, terutama kandungan protein yang tinggi. Kebutuhan yang meningkat tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya. Salah satunya karena pengaruh faktor cekaman genangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh cekaman genangan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dan profil protein pada kondisi stres genangan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial pada taraf kepercayaan 95% untuk analisis kuantitatif, berupa pengamatan pertumbuhan yang meliputi parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, berat basah dan berat kering, panjang akar tanaman dan jumlah akar adventif. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa cekaman genangan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan pada beberapa parameter pertumbuhan. Penurunan paling signifikan terjadi pada perlakuan cekaman genangan dengan konsentrasi genangan 200%. Secara berturut-turut, untuk parameter luas daun, berat basah dan berat kering serta panjang akar tanaman sebesar 15.99 cm2, 3.16 g, 0.59 g, 15.38 cm. Parameter akar adventif mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi cekaman. Peningkatan jumlah akar adventif tertinggi terjadi pada genangan 200% dengan nilai tertinggi 18,00
Pengaruh Limbah Lumpur Aktif PT.Sarihusada terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L) Dan Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill) Chintya Putri; Sri Nurhatika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20530

Abstract

Pengolahan limbah dengan aerobic activated sludge merupakan proses biologis menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi bahan-bahan organik yang terkandung dalam limbah cair. Endapan lumpur yang dihasilkan dari proses aerobic inilah yang mempunyai potensi untuk digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik apabila mengandung bahan organik seperti N, P, dan K. Berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan N 3.82% P1.03% K0.06%. Tujuan penelitian ini adalah menguji untuk mengetahui pengaruh limbah susu yang berupa lumpur aktif terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) dan tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang akar, diameter batang, jumlah daun dan berat kering tanaman sebagai parameter ukur pertumbuhan. Hasil dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa limbah susu lumpur aktif PT. Sarihusada tidak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) dan tomat (Lycopersicon esculentum Mill)baik tinggi (cm), diameter batang (mm), jumlah daun, panjang akar (cm).
Uji Potensi Fermentasi Etanol Yeast Tanah yang Diisolasi dari Metode Budidaya SDN di Daerah Batu, Jawa Timur Dwi Yanuar Rakhma Sari; Triono Bagus Saputro; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.871 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20601

Abstract

Yeast merupakan salah satu mikroorganisme tanah yang banyak ditemukan di daerah rhizosfer. Salah satu kemampuan yeast adalah fermentasi. Budidaya SDN merupakan metode budidaya tanaman yang bertujuan memperbaiki area rhizosfer sehingga nutrisi tesimpan dengan baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fermentasi etanol dan tingkat kadar produksi etanol pada isolat genus yeast Candida (1), Candida (2), Lindnera, Saccharomyces, Saccharomycopsis dengan menggunakan konsetrasi glukosa yang berbeda. Metode utama penelitian ini meliputi subkultur yeast tanah, uji fermentasi gula, uji fermentasi substrat glukosa, pengukuran kadar gula reduksi dan pengukuran kadar etanol. Fermentasi substrat glukosa dilakukan menggunakan berbagai konsentrasi yaitu 10%, 20% dan 30% dengan lama fermentasi 24 jam. Isolat yang mampu tumbuh pada subkultur medium YMEA adalah yeast Saccharomyces dan Lindnera. Hasil uji fermentasi menunjukkan bahwa isolat yeast Lindnera dan Saccharomyces berpotensi menghasilkan etanol dengan kadar etanol tertinggi pada konsentrasi substrat glukosa 30 % sebesar 60,7% pada isolat Lindnera dan 69,5% pada isolat Saccharomyces
Pengaruh Kombinasi Media Pembawa Pupuk Hayati Bakteri Penambat Nitrogen Tehadap pH dan Unsur Hara Nitrogen dalam Tanah Nuzulul Rohmah; Wirdhatul Muslihatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.91 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20629

Abstract

Pupuk hayati merupakan inokulum berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu. Media pembawa diperlukan dalam pupuk hayati untuk menumbuhkan dan menyimpan suatu mikrobia hasil isolasi dari habitat asli dan memudahkan inokulum tersebut untuk digunakan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi media pembawa bakteri penambat nitrogen terhadap pH tanah dan unsur hara nitrogen dalam tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi peremajaan isolat Azotobacter sp, pembuatan pupuk hayati, perhitungan TPC (Total Plate Count), penanaman kacang tanah, dan  pengukuran  pH dan unsur hara nitrogen dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi media pembawa pupuk hayati  dapat meningkatkan unsur hara nitrogen dalam tanah dan mampu menetralkan pH sehingga sesuai dengan pertumbuhan optimum bakteri dan ketrsedian nitrogen dalam tanah.
Uji Potensi Fermentasi Etanol Beberapa Yeast yang Diisolasi dari Daerah Malang, Jawa Timur dengan Metode SDN (Soil Drive Nutrient) Sabrina Firrar Rahmana; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.485 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20630

Abstract

Eksplorasi yeast sebagai agen biofermentor masih sangat kurang padahal yeast memiliki potensi yang amat baik dalam mengubah glukosa menjadi etanol. Yeast tanah merupakan salah satu jenis yeast yang berpotensi tinggi sebagai agen biofermentor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat yeast tanah yang telah diisolasi menggunakan metode SDN (Soil Drive Nutrient) dari Malang, Jawa Timur dan untuk mengetahui konsentrasi glukosa terbaik dalam memproduksi etanol. Konsentrasi glukosa yang digunakan ialah 10%, 15% dan 20%. Terdapat 5 isolat yeast yang akan digunakan yaitu Candida sp. 1., Candida sp.2., Lindnera, Kloeckera sp dan Debaryomyces sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat yang berpotensi dalam memproduksi etanol ialah Kloeckera sp. dan Debaryomyces sp.. Pada isolat Kloeckera sp. optimum dalam menghasilkan etanol pada konsentrasi glukosa 20% yakni sebesar 30,75% pada jam ke-72. Sedangkan isolat Debaryomyces sp. mampu menghasilkan etanol secara optimum pada konsentrasi glukosa 15% yakni sebesar 22,95% pada jam ke 24-48.
Pengaruh Kombinasi Media Pembawa Pupuk Hayati Bakteri Pelarut Fosfat Tehadap pH dan Unsur Hara Fosfor dalam Tanah Nailul Firdausi; Wirdhatul Muslihatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.148 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20634

Abstract

Kandungan fosfor di dalam tanah sangat rendah tersedia untuk tanaman karena terikat oleh koloid tanah. Pemberian pupuk hayati mampu melarutkan fosfat dalam tanah sehingga tersedia untuk tanaman. Pembuatan pupuk hayati memerlukan media pembawa untuk meningkatkan viabilitas bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi media pembawa bakteri pelarut fosfat terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi peremajaan isolat Bacillus sp, pembuatan pupuk hayati, perhitungan TPC (Total Plate Count), penanaman kacang tanah, dan  pengukuran  pH dan unsur hara P dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan unsur hara Fosfor (P) tersedia untuk tanaman. Perlakuan B1, B2, dan B5 terjadi peningkatan secara signifikan unsur hara P dibandingkan sebelum tanam. Perlakuan B3, B4, dan B6 terjadi peningkatan unsur hara P sangat rendah. Sedangkan pH menunjukkan kisaran netral antara 6,5-7,2. Kisaran pH ini termasuk sesuai dengan pertumbuhan optimum bakteri dan ketersediaan P dalam tanah
Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) Verietas Manding terhadap Cekaman Salinitas (NaCl) secara In Vitro Nur Fadlilatus Sholihah; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20678

Abstract

Kebutuhan Zea mays setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut akan sulit dipenuhi mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian akibat konversi lahan pertanian menjadi area perumahan. Saat ini, hal tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan lahan salin. Salah satu masalah dalam penggunaan lahan salin adalah adanya kandungan salinitas yang tinggi yang berdampak buruk bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sehingga, perlu dilakukan uji ketahanan Z. mays varietas lokal Indonesia terhadap cekaman salinitas secara in vitro. Pada penelitian ini, menggunakan varietas Manding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon dan tingkat ketahanan kalus Z. mays varietas Manding terhadap cekaman salinitas (NaCl). Kalus diinduksi pada medium MS0 + 2,4-D 3 ppm selama 28 hari. Setelah itu, kalus diberi perlakuan dengan menambahkan NaCl (0, 2500, 5000, 7500 ppm) pada medium MS0 + 2,4-D 3 ppm dan diinkubasi selama 28 hari. Selanjutnya, dilakukan pengamatan morfologi kalus, perhitungan persentase kalus hidup serta pertambahan berat kalus yang mampu bertahan. Hasil yang diperoleh yakni terjadi perubahan morfologi terhadap warna kalus, semakin tinggi konsentrasi NaCl menunjukkan terjadinya browning. Persentase kalus hidup menunjukkan bahwa kalus varietas Manding mampu bertahan di setiap tingkat konsentrasi. Dan pada pertambahan berat kalus menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat kalus seiring dengan meningkatnya konsentrasi NaCl pada medium
Pengomposan Daun Menggunakan Konsorsium Azotobacter Rosidah Kumalasari; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20679

Abstract

Kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dari degradasi bahan organik. Sampah daun adalah sampah organik sehingga dapat dikomposkan oleh mikroorganisme termasuk bakteri. Salah satu mikroorganisme tersebut adalah Azotobacter. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah konsorsium Azotobacter dapat digunakan sebagai pengomposan sampah daun. Konsorsium yang digunakan untuk pengomposan adalah isolat Azotobacter A1b, A3, A6, A9 dan A10. Pengomposan dilakukan dengan mencampur konsorsium dan sampah daun, kemudian diinkubasi sampai ± 8 minggu. Pengamatan maturasi kompos terdiri dari tekstur, warna, bau, dan suhu. Kompos terbentuk setelah 4 minggu inkubasi dengan tekstur remah, warna coklat kehitaman, dan berbau tanah dengan suhu ± 32ºC
Prevalensi dan Intensitas Endoparasit pada Ikan Gabus (Channa striata) dari Budidaya dan Alam Sabila Ghassani; Dewi Hidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.774 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20683

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan prevalensi dan intensitas endoparasit pada usus ikan Gabus (Channa striata) budidaya air tawar dan tangkapan alam. Usus didapatkan dari 20 ekor Ikan Gabus budidaya air tawar dan 20 ekor dari alam (panjang total 25±3 cm) yang diambil dan diawetkan dengan buffer formalin 0,5%, kemudian diamati menggunakan mikroskop stereo dan compound yang terhubung dengan kamera fotomikroskop OptiLab. Identifikasi endoparasit mengacu pada studi referensi. Prevalensi (prev.), dan intensitas (I) endoparasit dihitung berdasarkan jumlah endoparasit yang ditemukan di dalam usus ikan. Hasil menunjukkan bahwa jumlah endoparasit, prevalensi, dan intensitas pada ikan Gabus dari alam memiliki nilai yang lebih tinggi, yaitu Pallisentis sp. (prev=65%; I= 34.3 ind. per ikan dan Camallanus sp. (prev=35%; I=6.1 ind. per ikan) dibandingkan dengan ikan Gabus budidaya air tawar yang terinfeksi Pallisentis sp. saja (prev=30%; I=10. ind. per ikan).