cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 279 Documents clear
Sinergisme Antar Isolat Azotobacter Yang Dikonsorsiumkan Anindya Citra Asri; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.223 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20693

Abstract

Konsorsium mikroorganisme merupakan campuran populasi mikroba dalam bentuk komunitas yang mempunyai hubungan kooperatif,  komensal, dan mutualistik. Secara alamiah, bakteri mampu berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Hubungan antar bakteri dapat mempunyai hubungan sinergis jika substrat cukup dan antara bakteri tidak saling menghambat pertumbuhan. Pada penelitian ini akan dikonsorsiumkan isolat Azotobacter A1b, A3, A6, A9, dan A10 yang diisolasi dari Lahan Eco Urban Farming ITS. Apakah kelima isolat tersebut dapat bersinergi satu dengan yang lainnya. Uji sinergisme menggunakan teknik streak plate pada media Azotobacter agar. Masing-masing isolat digoreskan secara bersinggungan. Diinkubasi 24 jam dan diamati pertumbuhannya. Semua isolat yang diuji sinergisme terhadap isolat yang lain tidak menunjukkan adanya zona hambat pada persinggungan antar isolat. Artinya masing-masing isolat dapat bersinergi satu dengan yang lainnya.
Respon Karakter Fisiologis Kedelai (Glycine max L.) Verietas Grobogan terhadap Cekaman Genangan Vita Siti Fatimah; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.882 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20709

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) mempunyai arti penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam rangka perbaikan gizi masyarakat, karena  kandungan nutrisinya yang banyak dan merupakan sumber protein nabati yang ekonomis. Kendala dalam produksi kedelai adalah faktor lingkungan, salah satunya adalah curah hujan. Curah hujan dapat mengakibatkan genangan (waterlogging). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon karakter fisiologis kedelai varietas Grobogan dan toleransinya terhadap genangan. Penelitian cekaman genangan dilakukan pada stadia vegetatif dengan taraf genangan 100%, 150%, 200% dan kontrol sebagai pembanding. Berdasarkan data didapatkan hasil bahwa nitrogen daun tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol dengan 2,45% dan menurun seiring dengan peningkatan taraf genangan. Kadar klorofil, berat basah dan berat kering juga mengalami penurunan. Penurunan berat kering mencapai 60,41%. Tanaman kontrol dan perlakuan genangan mengalami perbedaan dalam alokasi fotosintat. Perlakuan genangan lebih tinggi rasio akarnya dibandingkan dengan tajuk, sebaliknya pada perlakuan genangan rasio tajuk lebih tinggi dibandingkan dengan akar. Konsentrasi etilen akar  mengalami peningkatan pada konsentrasi genangan 200% yaitu mencapai 14,878 ppm
Pelarutan Fosfat oleh Konsorsium Azotobacter Riska Irawan; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.985 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20716

Abstract

Fosfat merupakan makronutrien yang dibutuhkan oleh tanaman dan berperanan penting dalam metabolisme tanaman. Fosfat di tanah cukup melimpah tetapi sulit diserap tanaman karena dalam bentuk tidak terlarut. Bakteri pelarut fosfat merupakan salah satu alternatif untuk mengubah fosfat tidak larut menjadi bentuk terlarut. Isolat Azotobacter dari lahan Eco Urban Farming ITS secara individual dapat melarutkan fosfat, tetapi penelitian pelarutan fosfat menggunakan konsorsium Azotobacter belum dilakukan. Konsorsium menggunakan isolat A1b, A3, A6, A9 dan A10. Umur perlakuan ditentukan dengan kurva pertumbuhan. Uji pelarutan fosfat menggunakan medium Pikovskaya dengan sumber fosfat Ca3[PO4]. Fosfat terlarut diukur setelah 7 hari inkubasi dengan metode spektrofotometri dengan panjang gelombang (λ) 690 nm. Setelah 7 hari inkubasi, fosfat terlarut  yang dihasilkan konsorsium relatif tidak berbeda dengan isolat tunggal A1b yaitu 67,59 dan 67,52 ppm, namun keduanya lebih tinggi dibandingkan dengan isolat A3, A6, A9, dan A10.
Isolasi Bakteri Resisten Antibiotik dari Kawasan Mangrove Wonorejo Surabaya Lericka Mei Permadi; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20792

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut. Keanekaragaman bakteri pada ekosistem mangrove sangat bervariasi termasuk resisten terhadap antibiotik. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah isolat bakteri yang diisolasi dari kawasan mangrove Wonorejo Surabaya resisten terhadap antibiotik. Isolasi bakteri menggunakan metode komposit tanah daerah pasang surut, isolat ditumbuhkan pada medium nutrient agar dengan metode pour plate. Uji resistensi antibiotik menggunakan antibiotik kloramfenikol, tetrasiklin, dan ampisilin (30 µg). Berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran koloni didapatkan 11 isolat bakteri. Seluruh isolat bakteri resisten terhadap 30 µg antibiotik kloramfenikol, tetrasiklin, dan ampisilin, kecuali pada isolat BW 10 bersifat susceptible terhadap tetrasiklin.  
Imobilisasi Enzim Ligninolitik Kapang Tanah pada Bentonit Dian Dwiyanti; N. Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.116 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20793

Abstract

Limbah cair industri kertas mengandung lignin dalam konsentrasi tinggi. Polimer organik tersebut sulit didegradasi di lingkungan. Lignin dapat didegradasi oleh enzim ligninolitik yang merupakan enzim pendegradasi  lignin. Degradasi limbah cair kertas oleh enzim ligninolitik ini akan lebih efisien jika dilakukan imobilisasi terlebih dahulu terhadap enzim ligninolitik yang digunakan. Imobilisasi enzim ligninolitik dengan menggunakan bentonit  akan dilakukan pada penelitian ini untuk melihat pengaruhnya terhadap aktivitas enzim ligninolitik dari konsorsium kapang Gliomastix sp. dan Mycelia sterilia. Teknik imobilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah adsorpsi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil aktivitas tertinggi enzim ligninolitik terimobilisasi bentonit yaitu laccase 849,54 U/ml, LiP 1227,6 U/ml dan MnP 199,72 U/ml.
Desain Interior I-Club dan Jiero Wedangan Berkonsep Industrial dengan Nuansa Etnik Jawa Fitra Anindya Putri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17368

Abstract

Dewasa ini pusat kebugaran tidak hanya menjadi sarana olahraga saja. Pusat kebugaran telah menjadi tren gaya hidup sehat dan bagian gaya hidup kaum urban. Hal ini yang mendasari pusat kebugaran seperti I-Club Madiun menambah fasilitas kafe dengan nama I-Café dan Jiero Wedangan sebagai penunjang sarana masyarakat. Kafe merupakan suatu tempat yang digunakan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama rekan dalam waktu yang cukup lama, sehingga konsep desain interior pada kafe harus diperhatikan sesuai dengan karakter pengunjung. Konsep desain interior industrial sangat sesuai dengan karakter pengunjung I-Café dan Jiero Wedangan yang mayoritas merupakan remaja. Sedangkan konsep etnik jawa ditambahkan sebagai sarana untuk mengangkat dan memperkenalkan budaya lokal kepada remaja. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Survey dan observasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi secara riil I-Club dan aktivitas yang dilakukan didalamnya. Selain itu, wawancara kepada karyawan dan pengambilan sampel dengan kuesioner dilakukan kepada pengunjung untuk mengetahui desain interior I-Club yang diharapkan. Sedangkan studi pustaka mengenai konsep desain industrial dan etnik jawa merupakan cara untuk mendapatkan data tentang standar perancangan, data pembanding dan referensi tentang objek yang diperlukan. Dari data yang didapatkan akan diolah dan dianalisa terhadap elemen-elemen pembentuk ruang pada interiornya, sehingga didapatkan sebuah konsep. Hasil yang didapatkan dari desain ini adalah perancangan desain interior I-Club berkonsep Industrial bernuansa etnik jawa dengan perbandingan sebanyak 40% konsep industrial dan 60% etnik jawa untuk memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung yang mayoritas adalah remaja. Konsep Industrial diaplikasikan melalui efek finishing pada elemen-elemen interior seperti pada lantai plester, dinding dan plafon ekspose untuk memperoleh kesan tegas dan industrial. Selain pada efek finishing, konsep Industrial diperkuat melalui pemakaian material-material logam yang diunfinish pada furnitur dan juga warna-warna gelap yang diaplikasikan pada furnitur dan beberapa bagian ruangan seperti warna hitam, abu-abu dan coklat. Sedangkan nuansa Jawa mataram diaplikasikan dalam transformasi bentuk ragam hias Jawa pada elemen estetis seperti transformasi bentuk kebenan pada lampu railing, batik motif kawung pada elemen estetis dinding dan lis jendela, gerobak angkringan pada area saji, bentuk wayang gunungan dan keris pada table number, kukusan bambu pada lampu gantung serta penggunaan gebyok pada sudut ruang. Selain transformasi bentuk pada elemen estetis dan furniture, konsep jawa juga diaplikasikan melalui warna yang diadaptasi dari warna-warna pada keraton Yogyakarta maupun Surakarta berupa warna hitam, merah, biru, hijau, dan kuning atau emas. Konsep Jawa tidak hanya diaplikasikan pada desain interiornya tetapi juga melalui fasilitas tambahan berupa permainan tradisional seperti dakon, bekel dan lain-lain.
Desain Interior Malang Eye Center sebagai Pusat Kesehatan yang Bersahabat Huwaida Labibah; Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.108 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18268

Abstract

Mata merupakan bagian tubuh yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari, karena berperan sebagai indera pengelihatan. Namun dewasa ini, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dirasa masih kurang, sehingga perlu adanya sarana penyuluhan untuk menjaga kesehatan mata dan membantu penyembuhan masyarakat terhadap kasus kesehatan mata. Klinik mata merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang khusus menangani organ mata. Malang Eye Center adalah sebuah badan pelayanan kesehatan mata yang merupakan sarana bagi masyarakat Kota Malang yang memerlukan tindakan khusus dalam penyembuhan mata. Desain interior pada Malang Eye Center menerapkan konsep desain yang mewujudkan citra Malang Eye Center sebagai pusat kesehatan mata yang memberikan pelayanan yang bersahabat dengan fasiltas yang memadai untuk perawatan pasien. Selain itu, suasana yang bersahabat juga diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan dan kenyamanan, meliputi interaksi karyawan dengan pasien, pasien dengan pasien, dan pasien dengan lingkungan.
Interior Design with The Bali Village Nuances At Facility Area in The Ubud Village Resort Aiko Ishii; Adi Wardoyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.563 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18446

Abstract

Along with the modernization, many works of region cultural were forgotten but improve and innovate the technology especially in the design and buildings construction. Characteristic of Balinese buildings has changes since before and after the influence of Majapahit Hinduism came to Bali. The building character before the influence was mostly built by bamboos. Bamboo building in Bali can be seen in various places such as facilities areas like resort. Departing from the name of the resort is The Ubud Village Resort, the writer will optimize the interior in the resort facility area with the concept of "Kampung Bali". The design is expected to take advantage of innovations in a more modern while still preserving the culture of Bali. The Concept that were presented at this resort is to describe a village in Bali during the traditional era with the natural impression, but more dynamic and add some innovations to the art of Balinese building in order to face a period of modernization.  
Pengaruh Tema Laut Pada Interior Lantai Fasilitas Apartemen Voila Terhadap Kenyamanan Penghuni Yearika Permata Dewi; R. Adi Wardoyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18530

Abstract

Pemilihan tema untuk setiap interior suatu ruang sangatlah penting karena masalah tersebut berhubungan dengan penciptaan  suasana dan kenyamanan bagi pengguna. Ruang yang baik adalah ruang yang dapat memberikan efek pengaruh psikis dan kenyaman untuk pengguna sehingga mendukung atau mendorong terjadinya suatu kreatifitas bagi penghuni dan pengguna. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yang berarti memaparkan mengenai kaitan penggunaan tema tertentu pada interior ruang, dalam hal ini adalah tema laut, terhadap efek karakter ruang dan psikologis penghuni atau penggunanya.  Analisis adalah menggunakan data yang diperoleh penulis untuk dibandingkan dengan teori-teori kemudian berusaha untuk memberikan solusi. Dalam hal ini datadata lapangan mengenai konsep tema interior desain pada ruang yang diperoleh akan dibandingkan dengan teori teori mengenai konsep pada interior desain. Deskriptif adalah menggambarkan dan melukiskan keadaan atau kondisi obyek berdasarkan fakta-fakta. Dari hasil proses analisis data diperoleh hasil suatu tema dalam interior desain dapat diciptakan dari berbagai unsur /elemen dekorasi ruang, tetapi tema yang dipilih ditentukan dari suatu keinginan penciptaaan suasana ruang dan mendukung kegiatan atau aktifitas yang terjadi pada suatu ruang dengan memperhatikan unsur – unsur desain (pola, keseimbangan dan proporsi). Sedangkan bahan atau material merupakan hal pendukung atau penunjang dalam penciptaan suasana yang akan dibuat. 
Desain Interior Insumo Palace Hotel And Resort Kediri Untuk Pengunjung Keluarga Bertema Modern dengan Sentuhan Aplikasi Motif Batik Brantas Mulya Khas Kediri Chrysan Adi Putri; Mahendra Wardhana; Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.122 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18806

Abstract

Hotel merupakan suatu tempat umum yang menyediakan kamar untuk disewakan per harinya dengan ruangan tambahan seperti restoran, fasilitas olahraga, ruang rapat sebagai fasilitas penunjang.  Semakin berkembangnya jaman, perkembangan pariwisata tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya namun juga di kota-kota kecil. Kota Kediri merupakan salah satu kota dengan pilihan pariwisata mulai dari wisata sejarah hingga wisata religi. Salah satu wisata yang terkenal di Kota Kediri adalah Kawasan Wisata Goa Selomangkleng. Saat ini kegiatan berwisata tidak hanya menjadi hiburan semata melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah wisatawan domestik pada tahun 2014 mencapai 251 juta orang (berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata), dimana  angka tersebut mengatakan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan wisata jumlahnya hampir mendekati jumlah penduduk Indonesia. Namun dengan adanya peningkatan tersebut, tidak banyak hotel yang menyediakan fasilitas ataupun dekorasi yang variatif dan  menarik bagi pengunjung khususnya untuk pengunjung keluarga. Metode pengambilan data yang digunakan untuk proses desain hotel ini meliputi pengumpulan data baik secara langsung ke lapangan maupun tidak langsung. Pengumpulan data mengenai Insumo Palace Hotel and Resort dilakukan dengan metode observasi lapangan guna mengetahui keadaan terkini desain hotel dan obervasi tidak langsung untuk mengumpulkan data-data tentang hotel melalui website hotel. Wawancara dengan beberapa narasumber yang pernah menginap di hotel tersebut untuk mengetahui bagaimana kesan dan kenyamanan pengunjung terhadap desain dan fasilitas hotel. Sedangkan studi pustaka tentang standar hotel bintang tiga dan tema modern dilakukan dengan mengumpulkan beberapa informasi baik dari literatur buku, jurnal hingga blog internet. Pengumpulan data digunakan untuk mengetahui standar desain yang digunakan, pembanding dan referensi yang diperlukan berkaitan dengan objek desain. Sehingga dari hasil proses desain didapatkan bahwa tema modern yang menampilkan kesan kekinian pada ruangan merupakan tema yang cocok untuk desain ruangan dengan pengunjung keluarga dan dengan sentuhan aplikasi motif batik brantas mulya khas kediri akan memberikan nuansa berbeda sekaligus memberikan identitas Kota Kediri di dalam ruangan.