Articles
PENGEMBANGAN PRODUK ROTAN (BANK DESAIN ROTAN) UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL, ESTETIKA, DAN KUALITAS PRODUK BAGI UKM DI SULAWESI TENGGARA
Rucitra, Anggra A yu;
Kristianto, Thomas Ari;
Anggreni, Lea Kristina;
Ari, Caesario
Dimensi Interior Vol 14, No 2 (2016): DECEMBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1222.6 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.14.2.100-106
rdasarkan MOU antara Gubernur Sulawesi Tenggara dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Naskah Kerjasama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Surabaya nomor: 530/490 dan nomor 1196/IT2.11/KS.00.03/2014 Tentang Pengembangan Industri Rotan, terdapat perjanjian kerjasama dalam pengembangan potensi Industri Rotan di Sulawesi Tenggara. Salah satu upaya pengembangan industri rotan adalah dengan melakukan penguatan inovasi dalam pengembangan desain produk ? produk rotan. Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya rotan dan kayu yang melimpah. Kajian ini diawali dengan studi lapangan, analisis kondisi eksiting produk rotan di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan studi tersebut diperoleh variable kekuatan, kemudahan pembuatan, kenyamanan, kharakter daerah Sulawesi Tenggara dan estetika. Pada proses pengembangan desain dilakukan kajian analogi terhadap identitas Sultra. Perumusan bentuk khas yang membedakan dengan daerah lain. Pengembangan desain tersebut diturunkan kedalam 30 sketsa dan modelling produk rotan. Sentra industri kecil rotan dan inkubator diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan desain untuk memajukan usahanya. Hasil akhirnya adalah bank desain yang berisi desain dan dimensi produk sebagai panduan bagi IKM, inkubator industri dan pelaku usaha rotan Sulawesi Tenggara.
Perancangan Interior Kantor Pusat PT Pelindo 3 (Persero) dengan Penerapan Konsep Seni Nusantara untuk Peningkatan Efisiensi dan Produktifitas Kerja
Thomas Ari Kristianto;
Caesario Ari Budianto;
Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Desain Interior Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.065 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1472
Peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja adalah kebutuhan setiap perusahaan, tak terkecuali PTPelindo 3 (Persero). Tantangan kerja yang semakin besar membutuhkan penyeimbang agar seluruh karyawan dapat mengoptimalkan diri dengan resiko stress yang lebih rendah. Desain interior kantor yang mengakomodasi kebutuhan kerja kantor modern dan menerapkan konsep seni dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Penerapan seni diharapkan menyentuh sisi emosi sehingga memberikan efek relaksasi.Metode perancangan menggunakan pendekatan user oriented dengan karyawan dari jajaran staf kerja hingga tingkatan senior manajer PTPelindo 3 (Persero) sebagai user perancangan desain interior. Penggalian data desain dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan lapangan langsung. Data yang didapatkan diolah dan dijadikan pertimbangan pada proses desain yang dilaporkan secara berkala. Hasil perancangan selanjutnya di-review menggunakan literatur-literatur ilmiah terkait untuk mengukur tingkat keberhasilan perancangan.Dari hasil pengumpulan data pra-desain didapatkan masalah utama perancangan adalah layout yang belum sesuai alur kerja, kebutuhan penyimpanan berkas, pengembangan kantor dan elemen estetika. Perancangan interior kantor difokuskan pada penyelesain masalah utama tersebut. Hasil perancangan adalah perbaikan layout, desain area kerja dan penyimpanan pada area kerja staf. Selain itu diberikan tambahan ruang baru sesuai kebutuhan terkini perusahaan dan pemberian elemen seni rupa pada banyak bagian interior kantor. Elemen seni rupa dipilih untuk diterapkan pada interior dengan pertimbangan efek visual dapat dengan mudah diapresiasi oleh seluruh tingkat karyawan perusahaan. ABSTRACTIncreased efficiency and productivity of work are the needs of every company, not least PT. Pelindo 3 (Persero). The greater challenge of working that require a counterweight so that all employees can optimize itself with a lower risk of stress. Office interior design that accommodates the needs of modern office work and apply the concept of art can be a solution to these problems. Implementation is expected to touch the emotional side of art so as to provide a relaxing effect.The design method uses user oriented approach with employees from the ranks of the working staff up to senior level managers PT.Pelindo 3 (Persero) as the user of the interior design. Excavation of design data by interview and direct field observations. The data obtained were processed and taken into consideration in the design process are reported regularly. The next design results were reviewed using relevant scientific literature to measure the success rate design.From the results of pre-designed data collection obtained main problem is the layout design that does not meet the workflow, file storage needs, the development of office and aesthetic elements. Interior design office focused on completion of the main problems. The results of the design is an improved layout, design work and storage areas on the staff work area. Additionally provided additional new space according the company's current needs and providing elements of art in many parts of the interior of the office. Elements of art have to be applied to the interior with consideration of visual effects can be easily appreciated by all levels of employees.Keywords : Art, Efficiency, Office
Representasi Desain Indisch Trophic dalam Desain Interior Museum Pendidikan Dokter Indonesia di Surabaya
Thomas Ari Kristianto;
Caesario Ari Budianto;
Prasetyo Wahyudie
Jurnal Desain Interior Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1170.046 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1912
Mendesain interior museum dengan memanfaatkan bangunan yang sudah ada memerlukan metode yang khas. Terlebih lagi bila bangunan yang digunakan adalah bangunan lama dengan status cagar budaya. Selain aspek konservasi, konsep desain interior museum ini diarahkan untuk menghargai kondisi arsitektur asal. Dalam perjalanan proses desain, ditemukan bahwa gubahan representasi dari arsitektur asal bergaya “indisch tropic” dapat mewadahi konsep-konsep kurasional pajang museum, bahkan menghadirkan suasana penuh kenangan yang artistik dalam sajian modern.
Evaluasi Media Presentasi Perancangan Interior Rumah Air Surabaya Berbasis Virtual Tour sebagai Usaha Penerapan Building Information Modelling pada Perancangan Interior
Okta Putra Setio Ardianto;
Thomas Ari Kristianto;
Caesario Ari Budianto;
Anggra Ayu Rucitra;
Adi Wardoyo
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1052.294 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5271
Di era revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini, terjadi banyak perubahan yang dipicu integrasi teknologi jaringan internet di bidang industri baik yang berbasis produk maupun jasa. Pada bidang konstruksi, fenomena tersebut menghasilkan Building Information Modelling (BIM) sebagai efek yang dihasilkan integrasi dari teknologi jaringan internet dan proses konstruksi. BIM diartikan alir kerja konstruksi di mana terjadi integrasi data di antara banyak pihak dan di berbagai tahapan kerja berbasis data digital melalui jaringan internet. Saat ini BIM telah banyak diadopsi di proses kontruksi mulai tahap perencanaan, pembangunan hingga operasional terutama pada pekerjaan konstruksi yang rumit seperti bangunan sektor infrastruktur. Selain telah banyak digunakan, aplikasi BIM memiliki beberapa tingkatan dari sebagai visualisasi perencenaan, integrasi perencanaan dan waktu pelaksanaan hingga integrasi produksi komponen konstruksi serta pemeliharaannya. Di masa depan, BIM akan diperkirakan akan makin banyak diterapkan sebagai standar kerja di banyak sektor industri konstruksi seiring dengan makin matang serta pesatnya efek revolusi industri 4.0.Studi ini menggunakan metode studi kasus media presentasi hasil perancangan interior Rumah Air Surabaya berbasis Virtual Tour. Tujuan dari studi adalah mengetahui sejauh mana teknik tersebut mengaplikasikan prinsip alir kerja BIM. Metode analisa menggunakan evaluasi heuristik untuk menganalisa sampel dengan dukungan studi literatur mengenai BIM. Hasil dari studi menunjukkan bahwa teknik Virtual Tour dapat dikategorikan sebagai penerapan alir kerja BIM tahap 3D yaitu mampu mewujudkan virtualisasi hasil perancangan interior yang interaktif. Berbeda dengan presentasi menggunakan 3D render yang statis, teknik Virtual Tour memberikan kesempatan pada perancang untuk mampu membangun interaksi dan pemahaman yang lebih pada klien sehingga dapat mempermudah proses finalisasi desain. Terdapat kekurangan yaitu terbatasnya interaksi karena Virtual Tour memiliki titik-titik lokasi dan kemampuan kendali interaktif yang terbatas. Disarankan, untuk selanjutnya kekurangan tersebut dapat diatasi dengan teknik 3D render menggunakan teknik realtime rendering menggunakan game engine.
Interior Pencerita, Kolaborasi Grafis Visual dan Desain Interior pada Perancangan Interior Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya
Thomas Ari Kristianto;
Okta Putra Setio Ardianto;
Caesario Ari Budianto;
Silvy Rahayu
Jurnal Desain Interior Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.325 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4596
Museum dalam perkembangannya memiliki setidaknya tiga fungsi, yaitu sebagai konservasi benda bersejarah, edukasi dan rekreasi bagi pengunjungnya. Sebagai wahana yang terbuka untuk publik, museum berkembang dengan berbagai tema. Museum menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat untuk mengetahui hal-hal yang sangat khusus. Atas dasar perkembangan situasi tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya sebagai perusahaan jasa penyedia dan pengelola air bersih Surabaya yang memiliki sejarah panjang memutuskan untuk membangun Museum “Rumah Air”. Museum ini dibangun bertujuan sebagai sarana konservasi benda-benda bersejarah mengenai perusahaan sekaligus sebagai sarana edukasi tentang air bersih bagi masyarakat.Studi ini menggunakan metode evaluasi desain dengan analisa deskriptif kualitatif yang mengkaji mengenai perancangan dan hasil pelaksanaan interior Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya. Tujuan dari studi adalah menjelaskan peran kolaborasi perancangan interior dan visual grafis dalam konteks mendukung tujuan museum untuk “bercerita” mengenai perusahaan dan air bersih kepada masyarakat.Hasil dari studi menunjukkan bahwa kolaborasi perancangan interior dan visual grafis pada Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya dapat menghadirkan “cerita” dalam 4 bagian, yaitu bagian pentingnya air, air di era kolonial, air di era sekarang dan air di masa depan. Seluruh bagian yang direncanakan dapat memberikan pengetahuan dan kesan yang utuh sehingga tercapai tujuan museum yaitu mengkomunikasikan sejarah perusahaan dan edukasi mengenai air bersih. Kolaborasi tersebut juga mampu menghadirkan citra museum yang memiliki semangat kebaruan walaupun penerapannya dilakukan pada bangunan dari masa kolonial tanpa harus melakukan banyak gubahan.Kata kunci: desain interior; visual grafis; museum; air bersih ABSTRACT Museum in its development has at least three functions, namely as the conservation of historic objects, education and recreation for its visitors. As a learning medium that is free and accessible voluntarily by the visitors, the museum developed a variety of themes. On the basis of the development of the situation, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya as a service provider and clean water company Surabaya has a long history of deciding to build "Rumah Air" Museum. Aims as a means of conservation of the history of the objects as well as a means of education about clean water for the public.This study uses descriptive qualitative methods that examine the design and results of the interior of "Rumah Air" Museum PDAM Surya Sembada Surabaya. The purpose of the study is to explain the role of interior design and graphic design collaboration in the context of supporting the museum's goal of "telling stories" about companies and clean water to the public. The results of the study show that the collaboration of interior design and visual graphics at Surya Sembada Surabaya Water House Museum can present "story" in 4 parts, namely the importance of water, the water in the colonial era, the water in the present era and the water in the future. All parts of the planned can provide the knowledge and the impression intact so that achieved the goal of the museum is to communicate the company's history and education about clean water. That collaboration is also able to present the image of a museum that has a spirit of novelty even implemented in buildings from the colonial period without having to make many compositions.Keyword: interior design; visual graphic; museum; clean water
Studi Sistem Pencahayaan Buatan Adaptif untuk Selasar Aktivitas Gedung Baru Departemen Desain Interior ITS
Caesario Ari Budianto;
Adi Wardoyo;
Thomas Ari Kristianto;
Anggra Ayu Rucitra;
Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.383 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5263
Pada umumnya, selasar memiliki fungsi tunggal sebagai jalur sirkulasi. Dalam pembangunan gedung baru Departemen Desain Interior ITS, inovasi diberikan dengan menghadirkan konsep multifungsi yang disebut selasar aktivitas. Konsep multifungsi ini menambahkan fasilitas area diskusi asistensi dan galeri karya pada area selasar yang bertujuan mewadahi kebutuhan aktivitas mahasiswa. Untuk menunjang konsep tersebut, faktor yang harus diperhatikan adalah pencahayaan, baik sebagai penerangan umum maupun sebagai elemen pendukung agar kebutuhan mahasiswa dapat terpenuhi dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan hubungan antara objek penelitian dengan sistem pencahayaan buatan, dengan teknik eksperimental berupa simulasi menggunakan software DIALux. Data yang dikumpulkan meliputi dokumen perencanaan gedung baru Departemen Desain Interior ITS dan standar perancangan pencahayaan bangunan. Hasil dari studi ini yaitu perlunya penambahan lampu pada area selasar berupa accent lighting dan task lighting dengan ukuran lux tertentu untuk menunjang kebutuhan mahasiswa sewaktu-waktu. Temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi perencanaan tata pencahayaan di selasar gedung baru Departemen Desain Interior ITS.Kata kunci: Selasar Aktivitas, Kebutuhan Mahasiswa, Pencahayaan Buatan
Desain Interior Malang Eye Center sebagai Pusat Kesehatan yang Bersahabat
Huwaida Labibah;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.108 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18268
Mata merupakan bagian tubuh yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari, karena berperan sebagai indera pengelihatan. Namun dewasa ini, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dirasa masih kurang, sehingga perlu adanya sarana penyuluhan untuk menjaga kesehatan mata dan membantu penyembuhan masyarakat terhadap kasus kesehatan mata. Klinik mata merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang khusus menangani organ mata. Malang Eye Center adalah sebuah badan pelayanan kesehatan mata yang merupakan sarana bagi masyarakat Kota Malang yang memerlukan tindakan khusus dalam penyembuhan mata. Desain interior pada Malang Eye Center menerapkan konsep desain yang mewujudkan citra Malang Eye Center sebagai pusat kesehatan mata yang memberikan pelayanan yang bersahabat dengan fasiltas yang memadai untuk perawatan pasien. Selain itu, suasana yang bersahabat juga diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan dan kenyamanan, meliputi interaksi karyawan dengan pasien, pasien dengan pasien, dan pasien dengan lingkungan.
Desain Interior Fasilitas Pendidikan Yayasan Pembinaan Anak Cacat Di Semolowaru dengan Tema Modern Menggunakan Ide Bentuk Catur
Megawati Susanto;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.753 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18947
Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semolowaru, Surabaya adalah sebuah Yayasan yang menangani pendidikan dan fasilitas terapi untuk para penyandang disabilitas, yang mayoritas masih anak-anak. Dalam kasus ini disabilitas yang dimaksud adalah penyandang cerebral palsy, autism, down syndrome, dan Retardasi Mental. Kelemahan dari penyandang disabilitas adalah kurang bisanya mereka untuk terus berkonsentrasi pada satu hal yang sama. Diperlukan sebuah desain yang mampu menciptakan suasana nyaman yang dapat mempengaruhi keadaan psikologis peserta didik, supaya tetap semangat dalam mengikuti proses belajar-mengajar maupun proses terapi. Tema desain yang diambil adalah tema modern, sebagai tema yang paling bisa mendukung standar-standar sarana dan prasarana yayasan untuk anak berkebutuhan khusus sesuai dalam studi literatur. Bentukan desain, mengambil ide bentuk dari karakter ‘catur’. Citra catur sebagai sebuah permainan yang mampu digunakan sebagai pengasah otak, melatih konsentrasi, dan direncanakan dapat membantu siswa untuk lebih mudah belajar
Redesain Interior Gedung Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif Sebagai Sarana Riset dan Edukasi Dengan Konsep Futuristik
Agista Maulidiya Rochmah;
Mahendra Wardhana;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.256 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21722
PUI-SKO (Pusat Unggulan Iptek bidang Sistem Kontrol Otomotif) merupakan pusat riset dan inovasi yang memfokuskan pada topik efisiensi energi kendaraan konvensional dan pengembangan teknologi pada kendaraan listrik. Pada tanggal 14 Desember 2015 Pusat Studi Energi ITS ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek bidang Sistem dan Kontrol Otomotif berdasarkan SK Menristekdikti Nomor: 553/M/Kp/XXI/2015 tentang litbang yang dibina sebagai Pusat Unggulan Iptek tahun 2016 – 2018 [1] dengan syarat pemenuhan kondisi pada eksisting sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI) dari Pusat Unggulan Iptek. Dalam hal ini perancangan ulang interior dapat membantu meningkatkan Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan untuk menjadi lembaga riset bertaraf internasional yang dimiliki oleh ITS - Indonesia. Perancangan ulang interior PUI - SKO yaitu pada 3 area (Showroom & Lobby, Ruang Prototype & Lab Komputer, Office). Tahapan pengumpulan data dimulai dari observasi objek desain, wawancara kepala pusat riset / anggota pusat riset, dan analisa melalui kuisioner. Berdasarkan metodologi desain diatas, hasil yang diperoleh untuk perancangan ulang interior PUI - SKO berupa penambahan sarana edukasi dan konsep langgam futuristik. Sarana edukasi merupakan fasilitas yang memiliki tujuan untuk dapat menyampaikan informasi dari PUI-SKO kepada masyarakat secara mudah melalui desain. Penyampaian edukasi menggunakan media furniture hingga elemen estetis yang interaktif dan teknologi untuk meningkatkan semangat pengunjung dalam memperoleh informasi otomotif dari PUI - SKO. Konsep futuristik merupakan suatu langgam desain yang mencerminkan simbol teknologi, yang selalu berkembang ke masa depan. Pengaplikasian bentuk dari futuristik yang menarik menjadi poin utama pada area yang dilalui oleh pengunjung, dan dapat memberikan semangat baru pada tim PUI-SKO. Dengan konsep perancangan ulang Interior PUI – SKO diatas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pusat riset menjadi unggul di Indonesia, dan mendapat perhatian masyarakat mengenai produk ramah lingkungan yang diciptakan oleh anak bangsa Indonesia.
Desain Interior Nahdlatul Ulama Jombang dengan Konsep Therapeutic Environment
Miftah Ayu Rahmati;
Anggra Ayu Rucitra;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (894.575 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21743
Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang merupakan rumah sakit swasta kelas D yang didirikan oleh organisasi Nahdlatul Ulama di kota Jombang, Jawa Timur. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama merupakan satu dari sekian banyak fasilitas kesehatan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan. Tujuan utama rumah sakit adalah untuk mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan [1]. Dalam hal ini Nahdlatul Ulama ingin memasukkan pandangan islam terhadap praktek kesehatan dalam rumah sakit. Desain interior dari rumah sakit ini mengusung konsep therapeutic environment yang diharapkan dapat menciptakan efek yang baik bagi tubuh dan pikiran dalam proses penyembuhan penyakit. Konsep ini bertujuan untuk menunjang visi misi dari rumah sakit untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional dan islami. konsep therapeutic environment memiliki hubungan erat dengan psikologis manusia sebagaimana pengaruh sisi spiritual seseorang dalam proses penyembuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan konsep desain yang akan dipilih ialah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan melakukan pengamatan di lokasi objek terpilih yaitu Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang dan melakukan tanya jawab dengan beberapa orang yang memiliki kepentingan. Sedangkan metode kuantitatif dilaksanakan melalui kuisioner untuk mengukur tingkat harapan dan kepuasan pengguna terhadap objek desain. Pencapaian dari konsep therapeutic environment ini adalah ketika para pengguna merasa lebih nyaman dan tidak mengganggu bahkan menghambat proses pemulihan dan aktivitas lain yang dilakukan dalam rumah sakit. Selanjutnya pengguna akan memiliki tingkat kepercayaan terhadap pelayanan rumah sakit sehingga akan menggunakan jasanya dikemudian hari.