Articles
279 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
279 Documents
clear
Pengaruh Studi Bayangan Matahari sebagai Salah Satu Penentu Orientasi Fasad Objek dan Konsep Penataan Massa terhadap Pemilihan Tipe Tanaman dalam Vertical Urban Farming Company
Hamida Kurniawati;
Rullan Nirwansjah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.147 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17653
Vertical Urban Farming sebagai solusi pertanian yang tidak lagi mendatar, yang menggunakan ruang cukup dengan tetap menjaga kualitas produk menggunakan teknologi dan life cycle pada energi dan unsur lain, mencoba menjadi satu oase kesegaran baru ditengah hiruk pikuk kota. Jalan Tunjungan sebagai kawasan yang strategis dengan segala potensi menjadi lokasi yang tepat yang berada dipusat kesibukan kota, namun lokasi lahan yang berada pada pertengahan dua kontradiksi konteks yang berbeda, Kota Lama di lingkungan sekitar objek dan kemodernisan objek itu sendiri yang akan menjadi bangunan hijau futuristic dengan banyak unsur teknologi di dalamnya. Namun tidak hanya itu, beberapa bangunan tinggi juga berdiri tegak di sekitar objek. Hal ini membuat objek menjadi sulit dalam menentukan orientasi yang tepat agar mendapatkan sinar yang cukup mengingat objek adalah model pertanian vertikal yang masih membutuhkan banyak cahaya matahari agar proses tumbuh di dalam objek bisa bekerja dengan maksimal.. Sehingga dengan menganalisa beberapa kemungkinan yang terjadi, dengan menggunakan metode desain proses diharapkan objek dapat terbangun dengan posisi dan orientasi yang tepat.
Arsitektur Untuk Membantu Menyembuhkan Kerusakan Psikis Pada Manusia (Kekerasan Pada Anak)
Ulfa Mazaya;
Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.862 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17660
Kekerasan terhadap anak di dalam kehidupan berumah tangga seakin meningkat setiap tahunnya. Sering sekali penyelesain masalah terhenti pada tahapan pengobatan fisik saja tanpa mempertimbangkan segi psikis anak selaku korban. Oleh karena itu, terjadi perputaran dari korban terdahulu menjadi pelaku di masa depannya dikarenakan tidak adanya penanganan psikis. Untuk itu diperlukan rehabilitasi untuk anak menyembuhkan masalah psikis dampak kekerasan yang dialaminya. Selain memberikan terapi penyembuhan, tingkat kenyamanan sangat diperlukan untuk menunjang penyembuhan anak. Tingkat privasi anak juga mempengaruhi proses penyembuhan sang anak. Dengan menggabungkan beberapa unsur arsitektural maka terciptalah suatu desain yang dapat membantu memenuhi kebutuhan anak akan kenyamanan. Unsur yang dipilih memiliki kemampuan healing dan menenangkan dari segi psikis untuk anak, beserta pengguna lainnya, disela kegiatan terapi. Dengan menggunakan metode desain Scientific Problem Solving.
Redevelopment Permukiman Informal untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Sosial
Angelina Nina Arini Putri;
Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (667.878 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17661
Permukiman informal berkaitan erat dengan permasalahan penurunan kualitas lingkungan, baik fisik maupun sosial. Permasalahan yang timbul antara lain RTH yang semakin berkurang, kaburnya batas moral baik danburuk, dan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Olehkarena itu, dibutuhkan penyelesaian yang tepat dan menempatkan pemukim informal sebagai bagian dalam perkotaan. Konsep redevelopment yang mengacu kepada kampung merupakan sebuah konsep yang tepat sehingga penghuni permukiman tidak harus pindah dari tempat mereka berasal. Konsep redevelopment tersebut diwujudkan dalam obyek rancangan berupa Kampung City Block. Metode yang digunakan adalah cybernatics. Metode ini mengaitkan berbagai fenomena yang mempengaruhi hubungan antara manusia dan lingkungannya, termasuk lingkungan fisik dan sosial.
Pengolahan Siklus Energi: Near Zero-Net Energy Apartment
Edelyn Elpetina Ibrahim;
Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.924 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17667
Fenomena krisis energi merupakan suatu hal yang tak terhidarkan dewasa ini yang dikarenakan penggunaan dan pengolahan energi yang kurang efektif. Perlu adanya penanganan dan perubahan yang dilakukan terhadap pengkonsumsian energi yaitu dengan cara membenahi dan menciptakan sebuah sistem siklus energi baru yang lebih efektif yang memberi keuntungan bagi manusa maupun alam. Respon arsitektur yang menjawab fenomena tersebut ialah bangunan yang menerapkan near zero-net energy. Dengan menggunakan metode yang berbasis riset, penentuan objek dan konsep desain merupakan respon dari pengolahan energi yang kurang efektif. Tujuan yang ingin dicapai dari obyek yang diusulkan adalah untuk memperbaiki sistem siklus energi yang dirasa kurang efektif dalam pengolahannya. Obyek diharapkan dapat menjadi pemicu bagi bangunan lainnya untuk dapat menerapkan hal yang sama perihal pengolahan energi, sehingga energi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
Arsitektur Dan Teori Multiple Intelligences Sebagai Pemicu Kreativitas
Bernadette Hesty Prameswari;
Defry Agatha Ardianta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1121.765 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17669
Kreativitas merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, terutama demi kelangsungan hidup yang lebih maksimal. Tidak hanya aktivitas atau pekerjaan yang berhubungan dengan seni saja yang membutuhkannya, namun seluruh aktivitas yang ada, jika didasari dengan kreativitas akan membuahkan hasil yang lebih maksimal. Menumbuhkan dan memelihata kreativitas dalam diri seseorang sangatlah penting, mulai dari usia dini hingga usia lanjut. Upaya dalam meningkatkan kreativitas dapat dilakukan dengan banyak cara, yaitu dari faktor internal dan juga faktor eksternal. Peranan arsitektur pada dasarnya adalah memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas manusia. Melalui peranan arsitektur, dengan pendekatan teori Multiple Intelligences, karya yang berupa rancangan sekolah ini adalah upaya merancang arsitektur yang dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas dari faktor eksternal, terhadap penggunanya. Teori Multiple Intelligences tersebut akan diterapkan pada penataan massa dan sirkulasi.
Pendekatan Vernakular Kontemporer dalam Desain Pasar Wisata Apung Surabaya di Area Mangrove Wonorejo
Annisa Nur Ramadhani;
Muhammad Faqih
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.438 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17850
Surabaya merupakan kota yang kaya akan potensi perdagangan mikro dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya program bertemakan pengembangan ekonomi kerakyatan yang diprakarsai pemerintah Kota Surabaya. Diantaranya adalah penyediaan sentra PKL, pengembangan dan pembinaan UMKM, sampai tambahan suntikan modal bagi pelaku bisnis mikro. Namun dibalik banyaknya potensi tersebut, tersimpan banyak ancaman terhadap perkembangan perekonomian kerakyatan di Surabaya. Mulai dari kurangnya akses pasar untuk produk-produk mereka, persaingan dengan sektor ekonomi makro, sampai tantangan pasar global dan MEA. Dalam hal ini diperlukan fasilitas pasar yang dapat menjadi wadah dan sarana pedagang bagi pelaku ekonomi mikro sekaligus fungsi wisata sehingga dapat menarik minat pengunjung. Pendekatan vernakular kontemporer digunakan dalam desain pasar wisata ini, dengan tujuan menggali eksotisme lokalitas budaya yang dipadu dengan selera kontemporer masa kini, sehingga desain dapat menjadi destinasi wisata belanja khas Kota Surabaya. Penggunaan material lokal pada bangunan seperti bambu, kayu, batu-bata, dipadukan dengan elemen konstruksi kontemporer seperti beton dan baja juga membuat aksen tersendiri dalam desain bangunan. Selain lokalitas, pendekatan vernakular kontemporer memiliki nilai responsif dan adaptif terhadap lingkungan eksisting, sehingga desain bangunan sejauh mungkin meminimalisir kerusakan pada lingkungan eksisting dan memaksimalkan penggalian potensi tapak eksisting dalam desain yang ada. Hal ini sesuai dengan tapak terpilih yang berlokasi di area Mangrove Wonorejo. Bangunan didesain dengan struktur panggung sehingga meminimalisir kerusakan site eksisting yang berupa bozem atau waduk mangrove. Elemen ekosistim mangrove pun dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai elemen pendukung yang mengintervensi desain bangunan.
Superimposisi Tiga Pemaknaan Ruang Sebagai Pemicu Interaksi pada Ruang Publik
Arabela Grania Chaniago;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (990.729 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17861
Arsitektur pada hakikatnya selalu hadir karena adanya kebutuhan manusia yang lekat oleh fungsi waktu. Dengan demikian merupakan suatu hal yang umum jika ketika arsitektur tersebut tidak lagi berfungsi sesuai dengan kebutuhan pada zaman nya, arsitektur akan menghilang, digantikan dan membusuk seiring berjalanya waktu. Munculah pertanyaan besar manusia akan persepsi dari makna arsitektur bagi pengguna nya, selayaknya waktu, mungkinkah arsitektur abadi?. Untuk mencapai kualitas tersebut, Arsitektur sebagai variabel tempat hendaknya memberikan kesempatan pada user untuk berinterpretasi dan memberikan persepsi baru terhadap fungsi dan pengalaman arsitektur dalam suatu konteks. Pendekatan desain production of space oleh Henri Levebfre yang diarahkan kepada metoda desain superimposisi, menumpukkan ketiga layer dari pemahaman atau pemaknaan ruang oleh manusia [conceived, perceived, lived] akan mempengaruhi konsep desain sehingga ruang yang di produksi secara tiga dimensional dapat memicu interaksi
Penerapan Metode Open Building pada Transformasi Bangunan Evakuasi Akhir Menjadi Bangunan Penginapan
Nurista Rizky Sagita;
Vincentius Totok Nurwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (871.986 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17915
Bangunan evakuasi akhir dapat mengalami kerusakan fasilitas akibat tidak adanya aktivitas pada bangunan dan fungsi lain dari bangunan tersebut selain sebagai bangunan evakuasi akhir. Bangunan evakuasi akhir membutuhkan suatu kemudahan dalam transformasi ruang sehingga bangunan dapat bersifat fleksibel. Fungsi bangunan kemudian tidak hanya sigap sebagai tempat evakuasi akhir, namun dapat berubah menjadi bangunan komersil dan publik yang dapat digunakan oleh penduduk setempat ketika tidak terjadi bencana alam gempa bumi tektonik dan tsunami. Dalam mencapai tujuan bangunan yang bersifat fleksibel dan mudah bertransformasi tersebut adalah dengan menggunakan metoda open building sebagai metode desain. Melalui metode open building, dapat ditemukan kemudahan struktur box dari kontainer dalam menciptakan konsep transformasi ruang.
Alam sebagai Fasilitator Perilaku Anak
Dita Pranditya Putri;
Collinthia Erwindi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1005.784 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17991
Dewasa ini semakin marak perilaku buruk yang muncul pada anak, diakibatkan oleh menurunnya perhatian dari orang tua akibat orang tua sibuk bekerja. Banyaknya sikap destruktif yang muncul pada anak perlu diwaspadai dan dikontrol dengan cara memberi perlakuan atau respon tertentu yang dapat dilakukan oleh lingkungan terdekat anak, baik dari lingkungan orang tua, keluarga, teman, dan alam sekitar. Melalui pendekatan psikologis dan perilaku, maka pemilihan kegiatan juga desain dari objek diharapkan dapat meminimalisir perilaku buruk yang ada pada diri anak. Objek dirancang untuk menghadirkan suasana yang berbeda kepada pengguna, supaya tersampaikan pengalaman yang berbeda pula, sehingga memunculkan respon tertentu. Suasana alam dihadirkan dengan tujuan memberi penyegaran dari suasana perkotaan. Pemilihan kegiatan didasarkan dari sifat atau sikap yang ingin direspon dari pengguna, dan yang memberi dampak positif tertentu sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dengan menggunakan metode merancang Aritektur Organik , penataan massa juga pembentukan objek merespon lingkungan eksisting pada lahan, sehingga diharapkan objek dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan baik.
Arsitektur dalam Konservasi Lingkungan dan Masyarakat
Kadek Hendra Robiawan;
Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.87 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18023
Lingkungan merupakan suatu hal yang mudah berubah di mana manusia memiliki andil yang besar dalam perubahan lingkungan tersebut. Salah satu contohnya adalah terumbu karang. Karena berbagai alasan, terumbu karang tersebut dirusak sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di laut. Namun, belakangan ini usaha pelestarian terumbu karang mulai digalakkan. Bagaimana peran arsitektur dalam hal ini? Arsitektur bukan hanya untuk manusia saja, tapi juga bagi lingkungan tempatnya berada. Arsitektur di sini berperan mewadahi usaha pelestarian terumbu karang yang muncul karena kepedulian terhadap keseimbangan alam. Metode yang digunakan adalah Inquiry by Design. Mengembangkan desain terus-menerus sehingga bisa memenuhi apa yang dibutuhkan. Dengan demikian, fasilitas ini bisa memberikan opsi bagi masyarakat agar beralih dari kegiatan penambangan karang. Selain itu, obyek juga menyajikan sebuah wisata yang bersifat edukatif. Melalui objek rancangan ini, masyarakat setempat dan para wisatawan diajak untuk lebih peduli terhadap terumbu karang dan perannya terhadap ekosistem. Arsitektur di sini memiliki peran dalam kegiatan konservasi, baik terhadap alam maupun kehidupan masyarakat tempatnya berada