cover
Contact Name
Desti Verani, S.Pd
Contact Email
desti@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
CHI JOURNAL OF Community Health Issues
ISSN : 28092511     EISSN : 28092724     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan komunitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok. Penelitian sesuai tren terbaru dalam kesehatan komunitas ditinjau dari berbagai aspek pada budaya masyarakat yang tinggal di benua Asia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024" : 5 Documents clear
Pengalaman siswi di SMK Kesehatan mengalami body shaming Rusyda, Asmi Yasyfa; Imelisa, Rahmi; Bolla, Ibrahim Noch
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1145

Abstract

Background: Body shaming is an act of comparing, criticizing, or insulting a person's physical appearance, or self- image by others or oneself that will cause feelings of shame. This is a type of bullying. This phenomenon could occur because of a person’s physical condition did not meet with one’s and surrounding’s expectations. This action have a negative impact to the victim if didnt prevented or handled properly. The act of body shaming was common in women, and this related to the self ideal of teenagers or early adults who experience many changes in their physical appearance. Purpose: This research aimed to explore the experiences of SMK Kesehatan students who experience body shaming. Methods:This research used a qualitative methods and phenomenological approach. There were 5 participants selected by purposive sampling technique. Data collected through in-depth interview and data analysis used the Collaizi’s method. Results:This study resulted 4 themes, namely : the incidence of body shaming in school, the causes of body shaming, the impact of body shaming, and the response of body shaming’s victim. Suggenstion: It was suggested that this research could be a basis to develop a prevention and control program for body shaming and bullying in general. Keywords : Body Shaming; Female Student; Experience; Phenomenology.   Pendahuluan: Body shaming merupakan tindakan membandingkan, mengkritik, atau menghina fisik, penampilan, atau citra diri seseorang yang dilakukan oleh orang lain ataupun diri sendiri yang akan menimbulkan perasaan malu. Tindakan body shaming merupakan salah satu tindakan bullying. Fenomena body shaming dapat terjadi karena ketidaksesuaian kondisi fisik seseorang dengan harapan diri sendiri maupun harapan dari lingkungan sekitar. Tindakan ini dapat berdampak negatif pada korbannya, jika tidak dicegah atau diatasi dengan baik. Tindakan body shaming lebih banyak terjadi pada perempuan, hal ini dapat berkaitan dengan ideal diri remaja/dewasa awal yang sedang mengalami banyak perubahan pada fisiknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman siswi SMK Kesehatan yang mengalami body shaming. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskiptif. Terdapat 5 partisipan yang terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis data menggunakan metode Collaizi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu: kejadian body shaming di sekolah, penyebab body shaming, dampak body shaming, respon korban body shaming. Simpulan: Perasaan malu sebagai dampak ketika seseorang mengalami tindakan body shaming. Dilakukan oleh teman-teman dan keluarga sendiri yang mengakibatkan kurangnya percaya diri. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pencegahan dan penanggulangan body shaming dan bullying pada umumnya. Kata kunci : Body Shaming; Siswi; Pengalaman; Fenomenologi.
Hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja Saputra, Ahmad Diki; Hernanda , Rice
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1147

Abstract

Background: The phenomenon of smoking in everyday life is often found in various places, including government institutions, public places and also schools and universities. According to the Central Statistics Agency, in 2022, 28.62% of the Indonesian population aged 15 years and over smoked, this percentage increased by 0.36% points from last year which was 28.26%. Based on gender, the percentage of men in the country who smoke reaches 56.36%. Meanwhile, only 1.06% of Indonesian women smoke. Factors causing smoking behavior in adolescents are knowledge, attitudes, ease of obtaining cigarettes, peer influence, and family communication patterns. Family communication patterns can be seen from how families, especially parents, form models for teenagers to smoke. Purpose: To analyze the relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Methods: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is family communication patterns and smoking behavior. The research subjects were teenagers at Darusy Syafa`Ah Vocational School, Gajah City, Lampung. The number of samples in the research was 52 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: A total of 52 respondents were known to have the highest family communication patterns, namely 34 respondents (65.4%) in the functional communication category and the highest smoking behavior was 29 respondents (55.8%) in the negative smoking behavior category. The statistical results of the Chi square test obtained a p-value = 0.000 < 0.05, meaning that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents. Conclusion: Statistical analysis using the chi-square method shows that there is a significant relationship between family communication patterns and smoking behavior in adolescents, with a p-value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that good family communication patterns can be a protective factor in preventing smoking behavior in adolescents. Keywords: Communication Patterns; Smoking Behavior; Teenager Pendahuluan: Fenomena merokok dalam kehidupan sehari-hari sering sekali ditemukan diberbagai tempat, diantaranya lembaga pemerintahan maupun di tempat umum dan juga disekolah maupun universitas. Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2022 penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 28,62% persentase tersebut meningkat 0,36% poin dari tahun lalu yang sebesar 28,26%. Berdasarkan jenis kelaminnya, persentase laki-laki di dalam negeri yang merokok mencapai 56,36%. Sementara, hanya 1,06% perempuan Indonesia yang merokok. Faktor penyebab terjadinya perilaku merokok pada remaja adalah pengetahuan, sikap, kemudahan mendapatkan rokok, pengaruh teman sebaya, dan pola komunikasi keluarga. Pola komunikasi keluarga bisa dilihat dari bagaimana keluarga terutama orang tua membentuk model bagi remaja untuk merokok. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok. Subyek penelitiannya adalah Remaja di SMK Darusy Syafa`Ah Kota Gajah Lampung. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 52 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Sebanyak 52 responden diketahui pola komunikasi keluarga tertinggi yaitu 34 responden (65.4%) pada kategori komunikasi fungsional dan perilaku merokok tertinggi sebanyak 29 responden (55.8%) pada kategori perilaku merokok negatif. Hasil statistik uji Chi square diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 artinya terrdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja. Simpulan: Analisis statistik dengan metode chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dan perilaku merokok pada remaja, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang mengindikasikan bahwa pola komunikasi keluarga yang baik dapat menjadi faktor protektif dalam mencegah perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci : Perilaku Merokok; Pola Komunikasi; Remaja
Hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat Hernanda, Rice; Masruroh, Siti
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1148

Abstract

Background: Gouty arthritis is a substance resulting from purine metabolism which is normally excreted in the urine. According to WHO, the prevalence of gout arthritis in the world is 34.2% and the prevalence in Lampung Province is 23,352. High uric acid levels can cause severe joint pain. The external factors that influence high uric acid levels are family knowledge and attitudes which can influence a person's response to the causes and treatment of illnesses and diseases suffered and influence achieving optimal health. Purpose: To determine the relationship between family knowledge and attitudes and the care of family members suffering from gout. Method: Quantitative research with analytical survey research design and cross sectional approach. The object of the research is the knowledge and attitudes of families regarding the care of family members who suffer from gout. The research subjects were families of gout patients in the working area of ​​the Waylima Inner City Health Center. The number of samples in the research was 95 respondents. The method used for sampling was the random sampling method. This research uses the chi square statistical test. Results: The research obtained results from 95 respondents, it was found that the highest knowledge was 41 respondents (43.2%) in the sufficient category, the highest attitude was 60 respondents (63.2%) in the positive category and the highest care for family members was 48 respondents (50.5%) in the sufficient category and the statistical results of the Chi square test Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and caring for family members with a p-value of 0.003 and family attitudes and caring for family members suffering from gout with a p-value = 0.001. Keywords: Attitude; Family Member Care; Gout Atritis; Knowledge Pendahuluan: Arthritis gout merupakan suatu zat hasil metabolisme purin yang normalnya dibuang melalui urin. Menurut WHO Prevalensi gout arthritis di dunia sebanyak 34,2% dan prevelansi Provinsi Lampung 23.352. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan nyeri sendi hebat. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi kadar asam urat tinggi yaitu pengetahuan dan sikap keluarga yang dimana dapat mempengaruhi respon seseorang tentang penyebab serta penanganan terhadap sakit dan penyakit yang diderita serta mempengaruhi dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah pengetahuan dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat. Subyek penelitiannya adalah keluarga pasien asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Waylima. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 95 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji stastitik chi square. Hasil: Penelitian memperoleh hasil dari 95 responden didapatkan pengetahuan tertinggi sebanyak 41 responden (43.2%) pada kategori cukup, sikap tertinggi sebanyak 60 responden (63.2%) pada kategori positif dan perawatan anggota keluarga tertinggi sebanyak 48 responden (50.5%) pada kategori cukup dan hasil statistik uji Chi square Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perawatan anggota keluarga dengan nilai p-value 0,003 dan sikap keluarga dengan perawatan anggota keluarga yang menderita asam urat dengan nilai p-value = 0,001. Kata Kunci : Gout Atritis; Pengetahuan; Sikap; Perawatan Anggota Keluarga
Hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia Nusaibah, Nusaibah; Suryani, Suratini
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1149

Abstract

Backgorund: Hypertension is known as the "silent killer" because it often presents without symptoms but can lead to fatal complications such as stroke, heart attack, and kidney failure. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2023, hypertension is the fourth leading cause of death in Indonesia, accounting for 10.2% of total deaths. The elderly are the most vulnerable group to hypertension, especially in rural areas. One contributing factor to the increasing incidence of hypertension among the elderly is a low level of physical activity, which negatively affects cardiovascular and metabolic function. Purpose: To determine the relationship between physical activity and the incidence of hypertension among the elderly in Dadapbong Village, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Method: This was a quantitative study using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of elderly individuals in Dadapbong Village, with a sample of 81 people selected through random sampling. Data were collected using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and a sphygmomanometer to measure respondents' blood pressure. Data analysis was conducted using the non-parametric Kendall Tau test. Results: The statistical analysis showed a p-value < 0.05, specifically 0.000 for the relationship between physical activity and hypertension. Conclusion: indicating a significant relationship between physical activity and the incidence of hypertension among the elderly in Dadapbong Village, Sendangsari, Pajangan, Bantul. It is recommended that the elderly maintain regular physical activity, and those who are less active are encouraged to gradually increase their activity levels according to their ability to reduce the risk of hypertension and improve overall health. Keywords: Physical Activity; Hypertension Incidence; Elderly Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak bergejala namun dapat menimbulkan komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyebab kematian keempat tertinggi di Indonesia, menyumbang 10,2% dari total kematian. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap hipertensi, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi pada lansia adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik, yang berdampak negatif terhadap fungsi kardiovaskular dan metabolisme tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif Kolerasi menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul, sampel di ambil dengan Teknik sampel random sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 81 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (GPAQ) Global Physical Activity Questionnaire dan juga sphygmomanometer untuk mengetahui tekanan darah resonden. Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Kendall Tau. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Kendall Tau menunjukan p-value < 0,05, yaitu 0,000 untuk uji aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul. Disarankan lansia untuk menjaga rutinitas aktivitas fisik, dan bagi yang kurang aktif, dianjurkan meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan untuk menurunkan risiko hipertensi dan meningkatkan kesehatan. Kata kunci: Aktivitas Fisik; Kejadian Hipertensi; Lansia
Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia Utami, Endang Sri; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1150

Abstract

Background: Sleep disturbance is a common problem in the elderly and can be influenced by psychological factors such as anxiety. Poor sleep quality in the elderly has an impact on functional, physical, mental and social decline. Purpose: This study aims to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly at the panuntun elderly posyandu Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Method: This study used quantitative methods with descriptive correlation design and cross-sectional approach. The sample was 70 elderly people selected by total sampling technique. The instruments used were the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality. Data analysis using Kendall's Tau test_b Results: The results showed that most respondents experienced anxiety in the moderate category as many as 43 respondents (61.4%) and had poor sleep quality as many as 45 respondents (64.3%). The results of Kendall's Tau_b test showed that there was no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly with a p-value of 0.961 (p> 0.05) and a correlation coefficient of -0.006. Conclusion: There is no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly. This shows that sleep quality in the elderly is more influenced by other factors such as physical condition, comorbidities, environment, and other psychosocial factors. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Elderly. Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan. Kualitas tidur yang buruk pada lansia berdampak pada penurunan fungsi, fisik, mental dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau_b Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan pada kategori sedang sebanyak 43 responden (61,4%) dan memiliki kualitas tidur cukup buruk sebanyak 45 responden (64,3%). Hasil uji Kendall’s Tau_b menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia dengan nilai p-value sebesar 0,961 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,006. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur pada lansia lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik, penyakit penyerta, lingkungan, dan faktor psikososial lainnya. Kata Kunci : Kecemasan, Kualitas Tidur, Lansia

Page 1 of 1 | Total Record : 5