cover
Contact Name
Julina BR Sembiring
Contact Email
azkatepu@gmail.com
Phone
+6282162165553
Journal Mail Official
rekammedic@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekam Medic
ISSN : -     EISSN : 26146398     DOI : 10.33085
Jurnal Rekam Medic dikelola oleh Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal mencakup tema yang fokus pada bidang administrasi dan layanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Terbitan ini berisi artikel bidang berkaitan dengan Kebijakan Pelayanan, Admnistrasi dan Rekam Medik. Jurnal Rekam Medic diterbitkan berkala 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Artikel yang diserahkan ke jurnal ini akan ditinjau oleh editor dan reviewer. Naskah artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Rekam Medic mencakup ranah penelitian, penerapan, atau konseptual. JRM tersedia online dan akses terbuka, sehingga penulis dan peneliti dapat lebih mudah mengakses hasil penelitian yang telah dipublikasikan di JRM.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus" : 6 Documents clear
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Rawat Jalan UPTD Puskesmas Langsa Kota Miranda, Cut Adelina
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4884

Abstract

Penilaian kepuasan pasien penting untuk dilakukan karena merupakan bagian dari mutu pelayanan, berhubungan dengan pemasaran, dan prioritas peningkatan pelayanan.Desain penelitian menggunakan rancangan crossectionaldengan tujuanuntuk Menganalisis Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Rawat Jalan UPTD Puskesmas Langsa Kota.Populasi  sebanyak 96 orang. Sampel penelitian berjumlah 96 respondendengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwadari Uji bivariate menunjukkan bahwa seluruh variabel mempunyai hubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan karena nilai p value 0.05.Uji Hipotesis dengan bahwa waktu penyelesaian dan sarana prasarana mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien dikarenakan p-value (Sig)0.05.sedangkan 8 (delapan) variabel lainnya tidak mempunyai pengaruh dikarenakan p-value (Sig)0.05. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,446 yang berarti mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen yaitu kepuasan pasiensebesar 44,6%. Kesimpulan dari semua variabel tersebut ternyata Uji bivariate menunjukkan bahwa seluruh variabel mempunyai hubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan karena nilai p value 0.05.Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota sebaiknya lebih meningkatkan pengawasan dalam kelengkapan pencatatan rekam medik pasien supaya terjaga kelangsungan pelayanan.
Faktor yang Memengaruhi Pelaksanaan K3 pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak Yusmadar, Yusmadar
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4881

Abstract

Pendahuluan, standar dan peraturan merupakan suatu yang harus dipahami oleh setiap perusahaan dan telah lama ditetapkan namun penerapan K3 belum maksimal. Data laporan temuan K3 RSU. Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak menunjukkan sebanyak 28 petugas pelaksana mengalami KAK sepanjang tahun 2016-2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap RSU. Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak tahun 2018.Metode, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 orang dan sampel yang diambil dengan cara total populasi yaitu sebanyak 62 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi linear berganda.Hasil, hasil penelitian menunjukkan persepsi memiliki Sig 0,029 0,05 terhadap pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap, pengetahuan Sig 0,037 0,05 memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap, tindakan Sig 0,019 0,05 memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap, kebijakan Sig 0,028 0,05 memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap dan SPO Sig 0,021 0,05 memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan K3 di Ruang Rawat Inap.Saran, disarankan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen RSU, khususnya pimpinan rumah sakit, kepala instalasi/bagian akan pentingnya pelaksanaan K3 oleh seluruh petugas pelaksana secara optimal.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Ruang Penyakit Dalam di RSUD Dr. Fauziah Bireuen Agusdiana, Agusdiana
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4879

Abstract

Pendahuluan : Penilaian terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang baik tidak terbatas pada kesembuhan penyakit secara fisik, tetapi juga terhadap sikap, pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam memberikan pelayanan, komunikasi, informasi, sopan santun, tepat waktu, tanggap dan tersedianya sarana serta lingkungan fisik yang memadai. Tujuan : Untuk menganalisisPengaruh Kualitas pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Ruang Penyakit Dalam di RSUD dr. Fauziah Bireuen  . Metode :Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan design cross sectional yang dilakukan di RSUD dr. Fauziah Bireuen dengan tujuan untuk menganalisisPengaruh Kualitas pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Ruang Penyakit Dalam di RSUD dr. Fauziah Bireuen  . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Ruang Penyakit Dalam sebanyak 180 orang dengan sampel dalam penelitian sebanyak 124 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel kompetensi teknis dengan nilai p= 0,000 ; variabel efesiensi  nilai  p= 0,000 ; keselamatan pasien dengan nilai p= 0,000 dan hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel kompetensi teknis koefisien B= 4.080 dengan sig= 0.000; variabel efisiensi koefisien B=2.834 dengan sig= 0.000; pada variabel keselamatan pasien koefisien B= 1,996 dengan sig= 0.007. Kesimpulan:Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa kompetensi teknis, efesiensi, dan keselamatan pasien berpengaruh dengan kepuasan pasien dan variabel yang paling besar pengaruh nya terhadap kepuasan pasien adalah kompetensi teknis. Disarankan agar pihak rumah sakit senantiasa meningkatkan kompetensi teknis dengan cara memberikan kesempatan kepada petugas untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan berkelanjutan,pelatihan dan seminar.
Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Inap Ruang Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue Rosmawiya, Rosmawiya
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4883

Abstract

Pendahuluan :kesehatan adalah pelayanan publik yang bersifat mutlak dan erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.Untuk semua pelayanan yang bersifat mutlak, negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan layanan yang bermutu dan mudah didapatkan setiap saat. Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan pasien yang dirasakan dan timbul sebagai akibat dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas dan diperoleh pasien, kemudian pasien dapat membandingkan dengan apa yang diharapkannya.Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Simeulue. Metode : jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan  cross sectional, yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue pada bulan januari sampai Agustus 2018.Teknik pengumpulan data menggunakan data primer, sekunder dan tersier, dengan menggunakan analisa data univariat, bivariat dan multivariat.Hasil : penelitian menunjukkan ada hubungan bukti fisik dengan p value 0,000, kehandalan dengan nilai p value = 0,000, daya tanggap dengan p value = 0,000, jaminan  dengan p value = 0,003 dan empati dengan p value = 0,000 terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit umum Simeulue, dan faktor yang lebih dominan memengaruhi kepuasan adalah bukti fisik dengan nilai p value 0,000.Kesimpulan :dari penelitian ini bahwa Pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan masih kurang baik dan belum dapat membuat pasien merasa puas.     
Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Instalasi Rekam Medis Di Rsud Aceh Singkil Marzia, Ennyl; Nur, Fauziah; Tarigan, Andini Mentari
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4889

Abstract

Salah satu sektor industri yang perlu mendapat perhatian khusus dalam hal beban kerja SDM adalah rumah sakit. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di RSUD Aceh Singkil, diketahui bahwa dalam pembagian tugas di instalasi rekam medis petugas yang berprofesi rekam medis mendapat tugas yang lebih banyak dari petugas non rekam medis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode pendekatan studi kasus untuk mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada instalasi rekam medis di RSUD Aceh Singkil tahun 2019 yang dilaksanakan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2019. Informan penelitian ini berjumlah enam orang yang diperoleh dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan uraian tugas rekam medis masih tumpang tindih. Beban kerja di Instalasi Rekam Medis tidak merata. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanan uraian tugas rekam medis masih tumpang tindih. Beban kerja rekam medis mempengaruhi kinerja pegawai.
Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Klinik VCT di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo Purba, Sarah
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 2 (2019): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i2.4872

Abstract

Pendahuluan ; Pemanfaatan pelayanan klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) sangat penting dan strategis sebagai pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan penderita HIV. Data laporan cakupan kunjungan klinik VCT Puskesmas Kabanjahe mengalami peningkatan mencapai dari 11% tahun 2015 dan meningkat menjadi 24,5%. Penderita HIV lebih banyak lelaki dalam usia produktif, tamatan SMA dan sudah menikah. Mereka tidak memanfaatkan klinik VCT diduga disebabkan kurangnya pengetahuan, rendahnya dukungan keluarga, persepsi yang keliru bahwa HIV tidak dapat diobati, kurang puas terhadap layanan petugas VCT/konselor. Tujuan; penelitian adalah menganalisis faktor predisposisi (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan persepsi) dan faktor pemungkin (dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan) yang memengaruhi pemanfaatan Klinik VCT. Metode; Metode penelitian adalah survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita HIV yang terdaftar di Klinik VCT Puskesmas Kabanjahe sebanyak 266 orang dan jumlah sampel sebanyak 160 orang  Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi-square dan multivariat menggunakan analisis uji regresi logistik berganda pada taraf kemaknaan 5%. Hasil ; penelitian menunjukkan faktor predisposisi yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan klinik VCT, tetapi pekerjaan, pengetahuan dan persepsi berpengaruh terhadap pemanfaatan klinik VCT. Faktor  pemungkin yaitu dukungan keluarga/teman berpengaruh terhadap pemanfaatan klinik VCT, tetapi dukungan tenaga kesehatan tidak berpengaruh. Keseimpulan ; pimpinan Puskesmas Kabanjahe dan tenaga kesehatan melakukan evaluasi dan monitoring dalam meningkatkan cakupan kunjungan klinik VCT dengan memberdayakan LSM dan kader dan melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS.  Penderita HIV yang aktif dan keluarga dapat dijadikan sebagai pendamping, pengawas dan pemantau dalam proses pengobatan dan perawatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6