cover
Contact Name
Budi Tri Santosa
Contact Email
btsantosa@unimus.ac.id
Phone
+6281358266662
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama II, R. 306, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya
ISSN : 20866100     EISSN : 2503328X     DOI : 10.26714/lensa
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF TASK-BASED LEARNING IN TEACHING RECOUNT TEXT WRITING FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Mei Setya Chairena
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.37 KB)

Abstract

Penelitian ini menelaah cara guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis tugas dalam pengajaran menulis melalui beberapa langkah dan menjelaskan bagaimana kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif karena hasil data dianalisis dan dideskripsikan dalam bentuk kata- kata, kalimat, dan ujaran. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan tulisan siswa. Analisis data dilakukan melalui kategorisasi, displai data dan pengambilan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah seorang guru Bahasa Inggris dan tiga puluh siswa kelas 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis tugas memiliki banyak kelemahan dalam beberapa aspek, diantaranya adalah tidak lengkapnya langkah- langkah dalam pelaksanaan pada saat penerapan, kekurangan waktu pada saat mengerjakan tugas dan juga penggunaan bahasa ibu dan bukannya bahasa target oleh siswa yang membuat penerapan pembelajaran berbasis tugas tidak berhasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa saran diajukan. Guru Bahasa Inggris seharusnya menggunakan dan mendesain tugas yang tidak memakan waktu lama dalam pengerjaannya, sehingga langkah- langkah dalam pembelajaran berbasis tugas ini dapat terlaksana dalam satu pertemuan. Para siswa harus berbicara menggunakan bahasa target ketika pembelajaran berbasis tugas ini diterapkan agar tujuan pendekatan ini dapat tercapai.
ETIKA BERBAHASA DALAM PELAYANAN PUBLIK Suhartono Suhartono; Enny Dwi Lestariningsih
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.115 KB)

Abstract

Services in the bureaucracy are still complained by the public. It means that the service within the bureaucracy still needs to be improved. Society calls for excellent service. Excellent service is a service to meet the expectations and needs of the community/customer. Bureaucracy in serving the public needs to consider the principles of the excellent service, which is the principle (1) ability, (2) attitude, (3) appearance, (4) attention, (5) action, and (6) accounttability, (7)"Human Relations", (8) reliability, (9) responsiveness, and (10) assurance. These principles are communicated with language. Without language, it is difficult to communicate. The use of language in excellent service must be ethical. Speaking ethics in excellent service are implemented in all forms of service, is when greeting customers. When talking on the phone, and when inscribed. Speaking ethics are constructed by watching the attitude and choice of words. Choice of words is determined by the elements of the communication, namely the speaker and listener, talking material, place, time, and communication media. Without ethics in speaking, the public impression of the apparatus on an institution would be bad or unpleasant.
THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING STAD IN TEACHING VOCABULARY OF RECOUNT TEXT IN EIGHT GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL Milawati Milawati
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.035 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penerapan pengajaran kosakata recount text dengan menggunakan STAD. STAD adalah sebuah metode untuk memperkenalkan kosakata bahasa Inggris kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Studi ini fokus pada penerapan pembelajaran kooperatif STAD dalam pengajaran kosakata dalam recount text kepada siswa kelas VIII SMP serta untuk mengungkap kemampuan para siswa tersebut dalam menggunakan kosakata setelah menerapkan STAD dalam pengajaran kosakata dalam recount text. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan para siswa kelas VIII (34 siswa). Observasi dilakukan dengan menggunakan checklist pengamatan, catatan lapangan (field notes), tugas, serta kuis. Di dalam penelitian ini, peneliti menjadi instrumen kunci di dalam melakukan investigasi kualitatif, sedangkan data utama dari penelitian ini diperoleh melalui observasi (catatan lapangan) dan dokumentasi. Observasi dilakukan di kelas selama proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh mengungkapkan bahwa pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan metode STAD berhasil dalam membuat para siswa paham dan mudah memahami kosakata baru. Hal tersebut tidak hanya efektif dalam membuat para siswa merasa lebih tertarik dan menikmati aktivitas di dalam kelas, namun juga dapat memberikan para siswa kesempatan untuk aktif dalam belajar kosakata bahasa Inggris. Sejalan dengan hal tersebut, lingkungan yang tanpa tekanan membuat para siswa paham dan termotivasi dalam belajar bahasa Inggris. Di dalam evaluasi akhir, terungkap bahwa dampak positif dari STAD dapat dianggap sebagai sebuah alat alternatif untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, khususnya bagi para pelajar muda, terkait dengan aktivitas-aktivitasnya yang dinamis dan menarik. Namun, di dalam mempelajari kosakata menggunakan STAD, terdapat beberapa dampak negatif yang salah satunya adalah para siswa cenderung berbicara dengan rekan satu tim di luar pokok bahasan. Dalam hal ini, peran guru sangat berpengaruh, untuk menbuat tujuan-tujuan pembelajaran dapat dicapai.
INCORPORATING LOCAL WISDOM INTO CREATIVE WRITING: EXPLORING THE STUDENTS PERCEPTION TOWARDS THE SIGNIFICANCE OF CULTURAL IDENTITY Muhammad Rozin; Sri Herminingrum
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.419 KB)

Abstract

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, secara umum, telah banyak bergeser dan bahkan cenderung tergerus. Dalam banyak hal, globalisasi menggeser persepsi para agen budaya masa kini atas pentingnya warisan nilai-nilai budaya yang luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan posisi kearifan lokal dalam persepsi mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris Universitas Brawijaya Malang. Hal ini dimaksudkan untuk melacak bagaimana mahasiswa mempersepsi pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dan sejauh mana mereka meresapi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari konsepsi diri mereka, khususnya dalam konteks menulis kreatif. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method), yaitu gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data kuantitatif dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 88 mahasiswa semester 5. Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan cara observasi kelas dan mencermati materi ajar dalam kelas creative writing. Meskipun sebagian besar mahasiswa sadar akan pentingnya nilai- nilai kearifan lokal, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada jarak (gap) antara kesadaran mahasiswa akan pentingnya pengetahuan kearifan lokal dalam menulis, dan akses mereka terhadap kearifan lokal itu sendiri. Bagi mereka, nilai-nilai kearifan lokal kurang cukup terjangkau (inaccessible). Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa penting kiranya untuk memasukkan materi tentang kearifan lokal ke dalam mata kuliah creative writing.
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) TO TEACH SPOKEN RECOUNTS IN SENIOR HIGH SCHOOL Eri Rusnawati
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.382 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan metode Communicative Language Teaching/CLT untuk pembelajaran spoken recount. Penelitian ini menelaah data yang kualitatif. Penelitian ini mengambarkan fenomena yang terjadi di dalam kelas. Data studi ini adalah perilaku dan respon para siswa dalam pembelajaran spoken recount dengan menggunakan metode CLT. Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuaro yang terdiri dari 34 siswa. Observasi dan wawancara dilakukan dalam rangka untuk mengumpulkan data dalam mengajarkan spoken recount melalui tiga aktivitas (presentasi, bermain-peran, serta melakukan prosedur). Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal antara lain bahwa CLT meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran recount. Berdasarkan pada grafik peningkatan, disimpulkan bahwa tata bahasa, kosakata, pengucapan, kefasihan, serta performa siswa mengalami peningkatan. Ini berarti bahwa performa spoken recount dari para siswa meningkat. Andaikata presentasi ditempatkan di bagian akhir dari langkah-langkah aktivitas, peforma spoken recount para siswa bahkan akan lebih baik lagi. Kesimpulannya adalah bahwa implementasi metode CLT beserta tiga praktiknya berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbicara para siswa dalam pembelajaran recount dan bahkan metode CLT mengarahkan mereka untuk memiliki keberanian dalam mengonstruksi komunikasi yang bermakna dengan percaya diri.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SISWA KELAS IX SMP NEGERI I BRINGIN DENGAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK BERBASIS MEDIA MASSA Sukardi Ks; Bambang WR; Indah Sugiyarti
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.468 KB)

Abstract

The research aimed at knowing to what extent (1) the effectiveness of Mass Media Based Scientific Approachas to improve the ability to write popular scientific articles, (2) the improvement ofNinth Junior High students? activity, enthusiasm, concentration and creativityin the learning process, and (3) the improvement of Ninth Junior High students? achievement in writing popular scientific article at Negeri 1 Bringin Semarang District after the implementation of mass media based scientific approach. It was a classroom action research (PTK), consisting of components of planning, implementation, observation, and reflection. It included two cycles. The first cycle was implenting scientific approach by utilizing the video "Fighting Student" printed media based. The second cycle was by utilizing the video song entitled "Mirassantika" internet-media based. The subjects of the research were ninth-grade students of SMPN 1 Beringin Semarang in the academic year of 2015/2016. The data of the study consisted of primary data, which were the ninth-grade students, and the secondary data, consisting of the teachers in the classroom, the researcher, fellow teacher of Indonesian, and staf members of UPBJJ-UT Semarang. The results showed that (1) learning to write a scientific article by implenting mass media-based scientific approach could enhance the activity, vigor, enthusiasm, and creativity into learning, (2) enabling to create a condusive atmosphere of effective, interesting, and fun learning, in which up to the end of second cycle 43.75% of students were having happy expression when they were learning and 56.25% of students stated enjoying to follow the lesson: Bahasa Indonesia. Then, 9.38% of the students expressed their creativity greatly increased, 87.56,% of students stated their creativity increased as well. Moreover, 37.5% of students stated that their creativity were improved, also 62.5% of students stated the same idea. Additionally, 46.88% of students stated that they were very attracted to learn bahasa Indonesia and 17.53% of students gained high interest of learning bahasa Indonesia, and (3) improve the number of students who were able to write popular scientific articles with minimal score 78. By the end of second cycle of the number of students who gained score 78 or more were 31 students or if it was calculated in percentage was 96.87%. Thus, it is concluded that the indicators of research have been reached.

Page 1 of 1 | Total Record : 6