cover
Contact Name
LA ODE ISMAIL DJABARU
Contact Email
ismaildjabaru@gmail.com
Phone
+6282123686708
Journal Mail Official
ldismaildjabaru@unidayan.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No.43, Wale, Kec. Wolio, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara 93711. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL BARATA INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 30483476     DOI : https://doi.org/10.55340/jbi.v2i1.1805
Core Subject : Education, Social,
Barata Indonesia Journal (JBI) publishes scientific research findings and analytical studies in the field of Public Administration and Public Policy. The journal is periodically published by the Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), twice a year under Research and Innovation Institute (LeRIn), part of Dayanu Ikhsanuddin University. Barata Indonesia Journal (JBI) specifically focuses on issues and topics relevant to the development of public administration and public policy at both national and regional levels. These include the Development of Bureaucracy and State Governance; Management of Service Governance and Public Policy; Development Administration; Civil Service; Regional Autonomy; Political Economy of Development Policy; Fiscal Policy; and Administration and Public Health Services.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 2, September 2024" : 5 Documents clear
Strategi Peningkatan Promosi Benteng Keraton Buton Sebagai Objek Pariwisata Kota Baubau Nurhartati, Nurhartati; Asmiddin, Asmiddin; Majid, Abdul
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1796

Abstract

Benteng Keraton Buton, terletak di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merupakan situs bersejarah dengan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya. Diakui sebagai benteng terluas di dunia oleh Guinness World Records dan MURI, kawasan ini tidak hanya menawarkan nilai sejarah dan keunikan budaya, tetapi juga panorama alam yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi promosi berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna mengoptimalkan daya tarik Benteng Keraton Buton. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama benteng ini meliputi arsitektur yang kokoh, nilai simbolis budaya, dan pengakuan internasional. Namun, kelemahan seperti keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas memadai, dan rendahnya promosi menjadi tantangan yang perlu diatasi. Peluang yang dapat dimanfaatkan mencakup dukungan pemerintah untuk pengembangan wisata budaya dan tren wisata budaya yang meningkat, sementara ancaman meliputi persaingan dengan objek wisata lain serta kurangnya kesadaran masyarakat lokal terhadap pelestarian benteng. Strategi promosi yang diusulkan meliputi pemanfaatan media sosial dan digital untuk promosi kreatif, penyelenggaraan event budaya, serta peningkatan infrastruktur ramah lingkungan. Selain itu, pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata dan pelaku ekonomi kreatif menjadi elemen kunci keberhasilan. Dengan mengadopsi strategi ini, Benteng Keraton Buton dapat menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang mendukung pelestarian budaya lokal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.
Strategi Pengembangan Objek Wisata Pulau Matahora Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Reliyani, Reliyani; Majid, Abdul; B, Jasir
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1797

Abstract

Pulau Matahora di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti minimnya infrastruktur, keterbatasan promosi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Pulau Matahora dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Matahora memiliki keindahan alam yang masih alami sebagai kekuatan utama, tetapi pengelolaannya belum optimal. Peluang pengembangan dapat dilakukan melalui peningkatan fasilitas wisata, pemanfaatan promosi digital, serta pengembangan konsep ekowisata berbasis komunitas. Di sisi lain, tantangan seperti keterbatasan akses dan persaingan dengan destinasi wisata lain perlu diatasi dengan strategi yang berkelanjutan dan kolaboratif. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan daya tarik wisata serta memastikan manfaat ekonomi bagi penduduk lokal. Dengan penerapan strategi yang tepat, Pulau Matahora berpotensi menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Kelurahan Bataraguru Kota Baubau Amir, Andini; La, Didi; Wa Ode, Arsyiah
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Kelurahan Bataraguru Kota Baubau. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Kelurahan Bataraguru yang dikaji melalui 5 dimensi yaitu Berwujud, Kehandalan, Ketanggapan, Jaminan dan Empati. Dari segi Berwujud dilihat dari ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki belum memadai karena kurangnya penyediaan tempat duduk (kursi) di loket pelayanan, alat printer dan fasilitas pendingin ruangan serta dari kebersihan bangunan kantor dan toilet kantor yang membuat masyarakat tidak nyaman. Kehandalan salah satu pegawai kantor kelurahan ditempatkan tidak sesuai dengan tupoksi khususnya dibidang IT belum mampu mengoperasikan komputer. Ketanggapan dilihat dari sikap pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan pelayanan yang masyarakat inginkan yaitu seperti pembuatan KTP, dll serta memberikan informasi tentang kepengurusan. Jaminan dilihat dari kemampuan pegawai dalam berkomunikasi kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa nyaman saat memberikan pertanyaan. Empati dilihat dari perhatian pegawai cukup peka dalam memberikan layanan khususnya kepada para lansia, masyarakat yang berkebutuhan khusus sesuai dengan permintaan pelayanan yang diharapkan. Kesimpulan bahwa indikator yang maksimal adalah ketanggapan pegawai dalam memberikan pelayanan, jaminan pegawai dalam berkomunikasi dengan baik dan empati yang diberikan pegawai saat pelayanan. Sedangkan indikator yang belum maksimal adalah berwujud karena masih kurangnya fasilitas dalam pelayanan, dan kehandalan karena penempatan kerja pegawai yang tidak mampu bekerja pada jabatan tersebut. Batasan penelitian ini hanya mengkaji pada kualitas pelayanan publik yang berhubungan dengan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Efektivitas Pelayanan Kartu Tanda Pencari Kerja Di Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau Nugraha, Asri Amalia; Wa Ode, Arsyiah; Ilham, Ilham
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Efektivitas Pelayanan Kartu Tanda Pencari Kerja yang dilakukan di Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Pelayanan Kartu Tanda Pencari Kerja Di Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau dilihat dari: (1) Faktor Waktu cukup maksimal yang dikaji dari: a) ketepatan pemberian pelayanan telah tepat waktu dalam memberikan pelayanan, b) kecepatan pemberian pelayanan bergantung pada ketersediaan pegawai yang berwenang didalam pengesahan, c) kehadiran pegawai yang selalu mempersiapkan terlebih dahulu sebelum jam pelayanan. (2) Faktor kecermatan sudah maksimal dikaji dari: a) ketelitian dalam pelayanan terlihat pegawai teliti dalam memberikan pelayanan, b) keahlian dan kompetensi pegawai, terlihat pegawai telah ahli dalam memberikan pelayanan karena merupakan tugas dan tanggung jawab saat adanya pelayanan, dan c) penilaian masyarakat mengenai pelayanan, sampai saat ini belum ada kritik mengenai pelayanan yang telah diberikan padahal telah disediakan kotak saran. (3) Faktor gaya pemberian pelayanan sudah maksimal dikaji dari: a) daya tanggap dilihat dari pelayanan yang langsung diberikan sehingga tidak ada penumpukan antrian, b) tanggung jawab pegawai dilihat dari pemeriksaan kelengkapan data secara mendetail, c) sopan santun dilihat dari sikap dan tingkah laku pegawai yang baik dengan menerapkan 3S (senyum, sapa dan salam) didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan d) keramahan pegawai yang menjelaskan dengan baik kepada masyarakat sehingga mudah dipahami.
Efektivitas Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Lapandewa Kabupaten Buton Selatan nurhayati, nurhayati; Alimullah, Ulda
Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik Volume 1, Nomor 2, September 2024
Publisher : LeRin - UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jbi.v1i2.1800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah meningkatkan pelayanan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yaitu dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data meliputi reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peserta BPJS menilai prosedur pemberian layanan Puskesmas Lapandewa sudah baik, tetapi masih terdapat beberapa kendala seperti keterlambatan petugas yang dapat mengurangi efektivitas program. Fasilitas kesehatan Puskesmas Lapandewa sudah hampir memenuhi standar, tetapi masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Tenaga medis Puskesmas Lapandewa dinilai dapat diandalkan dalam menegakkan diagnosis dan memberikan pelayanan sesuai standar. Meskipun Puskesmas Lapandewa sudah tampak tanggap terhadap kebutuhan pasien, namun masih perlu ditingkatkan lagi baik dari segi kapasitas maupun kenyamanan ruangan. Dengan mempertimbangkan berbagai hal, Puskesmas Lapandewa memiliki landasan yang kokoh dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat. Harapannya, Puskesmas Lapandewa dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam hal memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan ramah dengan terus melakukan inovasi dan perbaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5