cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2" : 2 Documents clear
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Rancangan Sambas Islamic Centre di Kabupaten Sambas Amalia Saliha Saliha
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 10, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v%vi%i.7405

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai budaya dengan keanekaragaman. Salah satu budaya yang dimiliki Indonesia, yaitu rumah adat. Di Kalimantan Barat terdapat rumah adat Suku Dayak yang bernama Rumah Radakng. Namun, di zaman sekarang, rumah adat yang memiliki gaya arsitektur vernakular mulai tenggelam dikarenakan masyarakat yang lebih tertarik oleh bentuk yang lebih modern. Maka dari itu, bangunan Sambas Islamic Centre ini akan menerapkan tema Neo Vernakular pada bangunan. Arsitektur Neo Vernakular sendiri adalah penggabungan gaya arsitektur vernakular dan arsitektur modern. Bentuk bangunan ini nantinya akan mengadopsi bentuk rumah adat Kalimantan Barat, yaitu Rumah Radakng yang akan dimodifikasi menjadi bentuk vernakular yang lebih modern dengan material modern. Dengan material yang mencerminkan Arsitektur Neo Vernakular akan diterapkan pada bagian eksterior bangunan, interior bangunan, dan ornamen-ornamen. Penggunaan tema ini dapat menghasilkan sebuah desain bangunan yang memiliki ciri khas budaya setempat dengan unsur vernakular yang dapat bersaing di zaman ini dengan adanya unsur modern pada desain bangunan.
Penerapan Tema Arsitektur Biomimikri pada Rancangan Museum Arkeologi Kawasan Goa Pawon Bandung Barat Bagaskara, M; Kustianingrum, Dwi
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 10, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v10i2.7473

Abstract

ABSTRAKMuseum sebagai alat yang ampuh untuk mendukung proses penelitian atau pembelajaran, karena memberikan bukti nyata yang dapat kita saksikan secara langsung untuk memajukan pemahaman kita tentang bentuk-bentuk gambar kuno untuk melengkapi pemahaman kita. Bandung Barat saat ini sedang berada di tahap pengembangan kawasan salah satunya kawasan Goa Pawon yang penuh dengan sejarah arkeolog. Saat ini, sedang dilakukan pengembangan terhadap Cagar Budaya guna meningkatkan kualitas perkembangan Kawasan Goa Pawon dan juga Bandung Barat. Kegiatan ini yang menjadi dasar pemilihan lokasi perancangan Museum Arkeolog. Perancangan Museum di Kawasan Cagar Budaya dapat mempengaruhi aspek perkembangan sarana prasaran dalam informasi, edukasi, dan komunikasi, yang dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Pada kawasan ini dilengkapi fasilitas lain sebagai penunjang museum seperti, visitor center, amphitheater, dan guest house. Bangunan mengusung tema Arsitektur Biomimikri yang merupakan sebuah konsep arsitektur yang meniru bentuk, proses, dan sistem yang terinspirasi dari makhluk hidup. Desain bangunan Museum meniru bentuk dari kura-kura dan diterapkan pada bentuk massa, fasad, penataan ruang dalam, skylight pada atap, dan juga pada tatanan ruang luarnya.Kata kunci: Eco Haritage, Goa Pawon, Biomimikri, Edukasi, Arsitektur  ABSTRACTMuseums as a powerful tool to support the research or learning process, because they provide tangible evidence that we can see firsthand to advance our understanding of ancient image forms to complement our understanding. West Bandung is currently in the development stage of the area, one of which is the Pawon Cave area which is full of archeological history. Currently, the development of the Cultural Conservation is being carried out to improve the quality of the development of the Goa Pawon area and also West Bandung. This activity is the basis for choosing the location for the design of the Archaeological Museum. The design of the Museum in the Cultural Conservation Area can affect aspects of the development of infrastructure facilities in information, education, and communication, which can be useful for future generations. This area is equipped with other facilities to support the museum, such as a visitor center, amphitheater, and guest house. The building carries the theme of Biomimicry Architecture which is an architectural concept that imitates forms, processes, and systems inspired by living things. The design of the Museum building imitates the shape of a turtle and is applied to the shape of the mass, the facade, the arrangement of the interior space, the skylights on the roof, and also to the layout of the outer space. Keywords: Eco Haritage, Goa Pawon, Biomimikri, Education, Architecture

Page 1 of 1 | Total Record : 2