cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4: Desember 2018" : 24 Documents clear
Kajian Karakteristik Beton Memadat Sendiri yang Menggunakan Serat Ijuk Iis Nurjamilah; Abinhot Sihotang
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.54

Abstract

ABSTRAKKajian karakteristik beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk merupakan sebuah kajian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap karakteristik beton memadat sendiri (SCC). Beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk (PFSCC) didesain memiliki campuran yang encer, bermutu tinggi (= 40 MPa) dan memiliki persentase kekuatan lentur yang lebih baik. PFSCC  didapatkan dari hasil pencampuran antara semen sebanyak 85%, fly ash 15%, superplastizicer 1,5%, serat ijuk 0%, 0,5%; 1%; 1,5%; 2% dan 3% dari berat binder (semen + fly ash), kadar air 190 kg/m3, agregat kasar 552,47 kg/m3 dan pasir 1.063 kg/m3. Semakin banyak persentase penambahan serat ijuk ke dalam campuran berdampak terhadap menurunnya workability beton segar. Penambahan serat ijuk yang paling baik adalah sebanyak 1%, penambahan tersebut dapat meningkatkan kekuatan tekan beton sebesar 13% dan lentur sebesar 1,8%.Kata kunci: beton memadat sendiri (SCC), beton berserat, beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk (PFSCC), serat ijuk ABSTRACTThe study of characteristics self compacting concrete using palm fibers is a study conducted to determine the effect of adding palm fibers to characteristics of self compacting concrete (SCC). palm fibers self compacting concrete (PFSCC) is designed to have a dilute mixture, high strength (= 40 MPa), and have better precentage flexural strength. PFSCC was obtained from mixing of 85% cement, 15% fly ash, 1.5% superplastizicer, 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 3% palm fibers from the weight of binder  (cement + fly ash), water content 190 kg/m3, coarse aggregate 552.47 kg/m3 and sand 1,063 kg/m3. The more persentage palm fibers content added to the mixture makes workability of fresh concrete decreases. The best addition of palm fiber is 1%, this addition can increases the compressive strength 13% and flexural strength 1.8%.Keywords: self compacting concrete (SCC), fiber concrete, Palm fiber self compacting concrete (PFSCC), palm fiber
Studi Mengenai Batasan Maksimum Kadar Volume Pasir dalam Campuran Beton Cara SNI Gugum Gunawan; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.109

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui batasan maksimum volume pasir yang harus ditingkatkan agar kuat tekan beton tercapai tanpa merubah rentang kelecakan pada cara SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar maksimum volume pasir untuk  0,40, slump 30 mm – 60 mm adalah 0,143 m3 untuk modulus kehalusan pasir (FM) 1,5; 0,169 m3 untuk FM 2,0; 0,201 m3 untuk FM 2,50; 0,253 m3 untuk FM 3,0; 0,304 m3 untuk FM 3,50; untuk slump 60 mm – 180 mm adalah 0,281 m3 untuk FM 1,50; 0,282 m3 untuk FM 2,0; 0,313 m3 untuk FM 2,50; 0,316 m3 untuk FM 3,0; 0,376 m3 untuk FM 3,50. Untuk w/c 0,50, slump 30 mm-60 mm adalah 0,163 m3 untuk FM 1,5; 0,184 m3 untuk FM 2,0; 0,224 m3 untuk FM 2,50; 0,278 m3 untuk FM 3,0; 0,332 m3 untuk FM 3,50; untuk slump 60 mm – 180 mm adalah 0,289 m3 untuk FM 1,50; 0,321 m3 untuk FM 2,0; 0,321 m3 untuk FM 2,50; 0,322 m3 untuk FM 3,0; 0,386 m3 untuk FM 3,50.Kata kunci: volume pasir, SNI, FM ABSTRACTThis research is performed to know maximum sand volume may be increased in other that the strength of concrete is achieved without changing range of workability in concrete mix. The results of tests showed that maximum sand volume  for  0,40 and 30 mm – 60 mm slump are 0,143 m3 to finess modulus (FM) 1,5; 0,169 m3 to FM 2,0; 0,201 m3 to FM 2,50; 0,253 m3 to FM 3,0; 0,304 m3 to FM 3,50; and 60 mm – 180 mm slump are 0,281 m3 to FM 1,50; 0,282 m3 to FM 2,0; 0,313 m3 to FM 2,50; 0,316 m3 to FM 3,0; 0,376 m3 to FM 3,50. For   0,50, 30 mm – 60 mm slump are 0,163 m3 to FM 1,5; 0,184 m3 to FM 2,0; 0,224 m3 to FM 2,50; 0,278 m3  FM 3,0; 0,332 m3 to FM 3,50; and 60 mm – 180 mm slump are 0,289 m3 to FM 1,50; 0,321 m3 to FM 2,0; 0,321 m3 to FM 2,50; 0,322 m3 to FM 3,0; 0,386 m3 to FM 3,50.Keywords: volume of sand, SNI, FM
Bus Sekolah sebagai Pilihan Moda Transportasi di Kota Bandung dari Sisi Preferensi Pelajar sebagai Pengguna Byna Kameswara; Husen Wiratomo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.1

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk perkotaan yang tinggi dan masyarakat yang konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor menjadi faktor timbulnya permasalahan transportasi perkotaan salah satunya adalah kemacetan. Di Kota Bandung secara khusus salah satu penyebab timbulnya kemacetan di beberapa titik adalah tingginya jam operasional kendaraan pada pagi hari khususnya pada kendaraan pribadi. Para pelajar SD, SMP, dan SMA yang berangkat pagi hari dan sore hari ke sekolah banyak yang menggunakan kendaraan pribadi yang disebabkan oleh banyak hal, diantaranya kurang memadainya fasilitas angkutan umum saat ini. Sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan yang disebabkan oleh kendaraan pribadi yang digunakan oleh para pelajar tersebut, pihak Pemerintah Kota Bandung meluncurkan bus sekolah gratis bagi para pelajar. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik survey primer dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa/i tingkat SD, SMP, SMA di Kota Bandung dengan Penentuan sampel berdasarkan metode Slovin. Data-data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer yang merupakan hasil penyebaran kuesioner serta data sekunder yang diperoleh dari studi literatur atau penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif serta Cross Tab (Tabulasi Silang).Kata kunci: bus sekolah, kemacetan, pelajar ABSTRACTThe high urban population growth and the consumptive society towards the use of motorized vehicles is a factor in the emergence of urban transportation problems, one of which is congestion. In the city of Bandung specifically one of the causes of congestion at some point is the high operating hours of vehicles in the morning, especially in private vehicles. Elementary, junior and senior high school students who leave in the morning and evening go to school many use private vehicles caused by many things, including inadequate public transport facilities at present. As one of the efforts to overcome congestion caused by private vehicles used by the students, the Bandung City Government launched a free school bus for students. In this study the data collection techniques used were through primary survey techniques by distributing questionnaires to students at the elementary, middle and high school level in the city of Bandung with sample determination based on Slovin method. The data used in this study are primary data which is the result of questionnaires and secondary data obtained from literature studies or similar studies that have been conducted before. The analytical method used in this study is quantitative descriptive and Cross Tabulation.Keywords: school bus, congestion, students
Studi Evaluasi Hubungan Defleksi Jembatan Akibat Perubahan Jenis Kabel dan Bentang pada Jembatan Suspension Infira Kamiliana Firdausi; Bernardinus Herbudiman; Gatot Sukmara
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.66

Abstract

ABSTRAKStruktur kabel pada jembatan suspension berperan sebagai pemikul utama beban pada jembatan. Perbedaan jenis kabel akan memengaruhi nilai defleksi, tegangan kabel, dan tegangan pada gelagar. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan studi evaluasi terhadap nilai defleksi jembatan berdasarkan variasi jenis kabel dan variasi panjang bentang. Jenis kabel yang digunakan adalah IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, dan Locked-coil Rope dengan bentang 80 meter, 160 meter, dan 200 meter. Sistem pembebanan pada model struktur mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010. Analisis struktur menggunakan program aplikasi SAP2000 versi 14. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang ≤ 80 meter tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga jenis kabel. Pada bentang 80 meter hingga 160 meter jenis kabel Spiral Strand dan Locked-coil mampu memberikan hasil defleksi yang lebih kecil daripada kabel IWRC 6×36. Sedangkan pada bentang 160 meter hingga lebih dari 200 meter jenis kabel yang paling efektif untuk digunakan adalah jenis kabel Locked-coil.Kata kunci: jembatan pejalan kaki, jembatan suspension, defleksi, jenis kabel ABSTRACTCable structure on suspension bridge act as the main support of the load on the bridge. The difference in the type of cable will affect the value of deflection, tension of cable, and the tension of girder. Due to that condition, then an evaluation study of bridge deflection value based on variation of cable type and span length was performed. Type of cables used are IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, and Locked-coil Rope, while the variation of the span are 80 meters, 160 meters, and 200 meters. The load system on the bridge structure model referring to “Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010”. The analysis using 14th version of SAP 2000 aplication. The result of analysis shows that in the span less than 80 meters there are no such a significant  differences between the three types of cable. In the span of 80 meters to 160 meters, Spiral Strand and Locked-coil profide smaller deflection. While in the span of 160 meters to more than 200 meters, the most effective cable is Locked-coil cable.Keywords: pedestrian bridge, suspension bridge, deflection, cable type

Page 3 of 3 | Total Record : 24