cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
Perencanaan Unit Pengolahan Air Bersih di Kecamatan Sumedang Selatan Andini, Dita
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.862 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAK Pasokan air minum berkualitas di Kecamatan Sumedang Selatan hingga saat ini masih kurang. Hal ini berbanding terbalik dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk pertahunnya. Sehingga perlu adanya pemenuhan air minum baik kualitas maupun kuantitasnya. Pemenuhan kualitas yang dimaksud dilakukan dengan membangun unit pengolahan air minum yang baru dengan periode perencanaan selama 20 tahun (2015–2035). Sedangkan pemenuhan kuantitas yaitu dengan memanfaatkan dua sumber yang dapat digunakan yaitu Mata Air Ciguling (40 Lt/det) sebagai sumber eksisting dan Sungai Citekin (195,97 Lt/det) sebagai sumber perencanaan. Dari hasil proyeksi, jumlah penduduk pada tahun 2035 sebanyak 117.758 penduduk, dengan kebutuhan maksimum per hari 177,11 Lt/det. Debit yang akan diolah pada perencanaan ini sebanyak 137,11 Lt/det dari Sungai Citekin karena adanya pengurangan dari Qmin 40 Lt/det di Mata Air Ciguling. Kualitas air Sungai Citekin terdapat 5 parameter yang melebihi standar baku mutu yaitu Total Suspended Solid (TSS), kekeruhan, besi, mangan dan fecal coli. Hasil analisis ditentukan unit pengolahan pada alternatif 1 dengan menggunakan metode Weight Rating Technique (WRT) yaitu intake, koagulasi, flokulasi dengan dosis PAC 40 mg/lt, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi dengan RAB yang diperlukan sebesar Rp 4.500.000.000. Kata kunci: proyeksi penduduk, proyeksi kebutuhan air, desain unit pengolahan
Tindakan Pengendalian untuk mengamankan resiko pada Spam Pdam Kota Denpasar dengan Rpam Operator JULIARBA, MUHAMMAD
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.066 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAK RPAM adalah upaya pengamanan pasokan air minum baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan yang akan diterapkan PDAM Kota Denpasar dengan sumber air tanah. Tujuan penelitian agar dapat mengidentifikasi kejadian bahaya yang akan menimbulkan resiko pada PDAM Kota Denpasar dan merekomendasikan tindakan pengendalian yang tepat untuk memenuhi target RPJMN 2019 yaitu 100% masyarakat terlayani air bersih. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 42 kejadian yang berisiko menjadi masalah bagi SPAM PDAM Kota Denpasar. Identifikasi dilakukan dengan melihat data inventaris PDAM, pengaduan masyarakat baik dari media sosial maupun media cetak dan survey langsung ke lokasi sumur bor. Resiko yang telah diidentifikasi akan disusun berdasarkan skala prioritas, dengan menggunakan metode skoring berdasarkan tingkat keparahan dan peluang kejadiannya. Resiko yang memiliki skor tertinggi adalah pengambilan air tanah secara berlebihan oleh masyarakat atau perusahaan dengan perolehan skor adalah 15. langkah selanjutnya yaitu menentukan rencana perbaikan yang tepat dari resiko tersebut dengan menganalisa berdasarkan literatur. Berdasarkan analisa, diperoleh 21 tindakan pengendalian. Diharapkan dengan 21 tindakan pengendalian tersebut dapat mengamankan 42 kejadian bahaya. Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Denpasar, Air Tanah
Tipikal Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Air Permukaan PUTRI, INNIKE DWI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.238 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Air merupakan sumber daya mutlak yang harus ada bagi kehidupan, sehingga diperlukan upaya untuk memastikan secara konsisten keamanan suplai air minum. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisa dan manajemen resiko dari sumber hingga ke konsumen. Pendekatan ini disebut Water Safety Plan (WSP), kemudian diadopsi Indonesia menjadi Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) yang dikeluarkan oleh Kementerian PU. Mengacu pada manual tersebut, langkah awal untuk mengelola sumber daya air ini adalah membuat rantai pasok, sehingga dapat mempermudah dalam mengidentifikasi resiko dan kejadian bahaya. Dikarenakan mayoritas PDAM di Indonesia memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air bakunya, maka pada perencanaan bentuk tipikal ini dilakukan pada air permukaan. Tujuan dari dibentuknya tipikal rantai pasok ini agar dapat digunakan sebagai acuan oleh semua PDAM yang memanfaatkan air permukaan sebagai air bakunya dalam pembuatan dokumen RPAM-Operator. Pembuatan tipikal rantai pasok dilakukan dengan mengkompilasi dan melakukan penelaahan terhadap bentuk rantai pasok yang dibuat oleh PDAM Kota Banjarmasin, PDAM Kota Bandung, PDAM Kota Denpasar serta PDAM Kabupaten Bandung di dalam dokumen RPAM-nya. Pada akhirnya, dihasilkan empat bentuk tipikal rantai pasok berdasarkan dari bentuk topografi dan daerah pelayanan. ke empat rantai pasok ini terdiri dari rantai pasok untuk daerah dataran, daerah berbukit, daerah cekungan dan untuk daerah landai. Kata kunci: RPAM, Rantai Pasok, Air Permukaan.
Perencanaanpengembangan Sistem Distribusi Air Minum di Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enimprovinsi Sumatera Selatan Alatas, Andes
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.962 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim oleh PDAM Lematang Enim, yang disebabkan semakin meningkatnya permintaan akan air minum di Kecamatan Muara Enimsangat dibutuhan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. PDAM Kecamatan Muara Enim merupakan institusi yang bertanggung jawab dalam penyediaan air minum bagi penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Muara Enim. Namun saat ini pelayanan PDAM masih 50% dari jumlah penduduk. Evaluasi sistem distribusi air minum serta perencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim ini dilakukan dengan menggunakan program Epanet versi 2.0 dan mengacu pada Peraturan PU untuk mencapai target 100% akses air minum,serta pertimbangan dari aspek teknis dan ekonomis dengan menggunakan metode Weighted Ranking Technique (WRT), diperoleh alternatif terpilih dengan metode gabungan (cabang dan loop). Pengembangan sistem distribusi ini dibuat untuk jangka waktu 20 tahun.Dilakukan penambahan dan penggantian pipa distribusi. Pembuatan reservoar baru serta perluasan jaringan distribusi guna peningkatan pelayanan dari 50% pada tahun 2013 menjadi 100% pada tahun 2033. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim Rp 3.299.946.200.,- Kata Kunci : air minum,  alternatif jalur distribusi , alternatif terpilih , Muara Enim,  model proyeksi
Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) di Air Permukaan dan Sedimen: Studi Kasus Waduk Saguling Jawa Barat PARAMITA, RINDU WAHYU
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.319 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Pembuangan limbah industri di sekitar Sungai Citarum dan Waduk Saguling menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan perairan. Dampak negatif ini disebabkanoleh kandungan logam berat dalam limbah,yaitu logam berat Cd dengan toksisitas tinggi, dan Cr dengan toksisitas sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cr pada air, dan sedimen  menggunakan metode pengukuran Inductively Couple Plasma (ICP). Analisis dilakukan antara hubungan kandungan logam berat di air, dan sedimen  terhadap parameter fisika, dan kimia air, serta jenis sedimen. Berdasarkan hasil penelitian,parameter fisika, dan kimia air permukaaan masih memenuhi standar baku mutuberdasarkan Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2001, kecuali nilai TSS (batas maksimum: 50 mg/L) di stasiun 1A sebesar 94 mg/L dan nilai DO (batas minimum: 4 mg/L) di stasiun 1A, 1B, 6, 7, 8, 10A, dan 10B, yaitu 1,8-3,5 mg/L. Parameter fisika, dan kimia tersebut dapat mempengaruhi tingkat kelarutan logam berat di dalam perairan Waduk Saguling. Parameter logam berat Cd (batas maksimum: 0,01 mg/L), dan Cr (tidak ada baku mutu) dalam air, serta Cr (batas maksimum: 80 mg/kg)dalam sedimen masih memenuhi standar baku mutu berdasarkan Australian, and New Zealand Environment and Conservation Council (ANZECC) tahun 2000. Namun, terjadi akumulasi di dalam sedimen , karena kadar logam berat Cd (batas maksimum: 1,5 mg/kg)dalam sedimen  di seluruh stasiun tidak memenuhi standar baku mutu. Kata kunci: logam berat, Waduk Saguling, sedimen , Cd, Cr
Perencanaan Unit Pengolahan Air Bersih di Kecamatan Sumedang Selatan Dita Andini; Rachmawati S.DJ; Siti A
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAKPasokan air minum berkualitas di Kecamatan Sumedang Selatan hingga saat ini masih kurang. Hal ini berbanding terbalik dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk pertahunnya. Sehingga perlu adanya pemenuhan air minum baik kualitas maupun kuantitasnya. Pemenuhan kualitas yang dimaksud dilakukan dengan membangun unit pengolahan air minum yang baru dengan periode perencanaan selama 20 tahun (2015–2035). Sedangkan pemenuhan kuantitas yaitu dengan memanfaatkan dua sumber yang dapat digunakan yaitu Mata Air Ciguling (40 Lt/det) sebagai sumber eksisting dan Sungai Citekin (195,97 Lt/det) sebagai sumber perencanaan. Dari hasil proyeksi, jumlah penduduk pada tahun 2035 sebanyak 117.758 penduduk, dengan kebutuhan maksimum per hari 177,11 Lt/det. Debit yang akan diolah pada perencanaan ini sebanyak 137,11 Lt/det dari Sungai Citekin karena adanya pengurangan dari Qmin 40 Lt/det di Mata Air Ciguling. Kualitas air Sungai Citekin terdapat 5 parameter yang melebihi standar baku mutu yaitu Total Suspended Solid (TSS), kekeruhan, besi, mangan dan fecal coli. Hasil analisis ditentukan unit pengolahan pada alternatif 1 dengan menggunakan metode Weight Rating Technique (WRT) yaitu intake, koagulasi, flokulasi dengan dosis PAC 40 mg/lt, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi dengan RAB yang diperlukan sebesar Rp 4.500.000.000.Kata kunci: proyeksi penduduk, proyeksi kebutuhan air, desain unit pengolahan
Tindakan Pengendalian untuk mengamankan resiko pada Spam Pdam Kota Denpasar dengan Rpam Operator MUHAMMAD J; Rachmawati S.DJ; Dyah AH
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAKRPAM adalah upaya pengamanan pasokan air minum baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan yang akan diterapkan PDAM Kota Denpasar dengan sumber air tanah. Tujuan penelitian agar dapat mengidentifikasi kejadian bahaya yang akan menimbulkan resiko pada PDAM Kota Denpasar dan merekomendasikan tindakan pengendalian yang tepat untuk memenuhi target RPJMN 2019 yaitu 100% masyarakat terlayani air bersih. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 42 kejadian yang berisiko menjadi masalah bagi SPAM PDAM Kota Denpasar. Identifikasi dilakukan dengan melihat data inventaris PDAM, pengaduan masyarakat baik dari media sosial maupun media cetak dan survey langsung ke lokasi sumur bor. Resiko yang telah diidentifikasi akan disusun berdasarkan skala prioritas, dengan menggunakan metode skoring berdasarkan tingkat keparahan dan peluang kejadiannya. Resiko yang memiliki skor tertinggi adalah pengambilan air tanah secara berlebihan oleh masyarakat atau perusahaan dengan perolehan skor adalah 15. langkah selanjutnya yaitu menentukan rencana perbaikan yang tepat dari resiko tersebut dengan menganalisa berdasarkan literatur. Berdasarkan analisa, diperoleh 21 tindakan pengendalian. Diharapkan dengan 21 tindakan pengendalian tersebut dapat mengamankan 42 kejadian bahaya. Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Denpasar, Air Tanah
Tipikal Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Air Permukaan INNIKE DWI PUTRI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Air merupakan sumber daya mutlak yang harus ada bagi kehidupan, sehingga diperlukan upaya untuk memastikan secara konsisten keamanan suplai air minum. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisa dan manajemen resiko dari sumber hingga ke konsumen. Pendekatan ini disebut Water Safety Plan (WSP), kemudian diadopsi Indonesia menjadi Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) yang dikeluarkan oleh Kementerian PU. Mengacu pada manual tersebut, langkah awal untuk mengelola sumber daya air ini adalah membuat rantai pasok, sehingga dapat mempermudah dalam mengidentifikasi resiko dan kejadian bahaya. Dikarenakan mayoritas PDAM di Indonesia memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air bakunya, maka pada perencanaan bentuk tipikal ini dilakukan pada air permukaan. Tujuan dari dibentuknya tipikal rantai pasok ini agar dapat digunakan sebagai acuan oleh semua PDAM yang memanfaatkan air permukaan sebagai air bakunya dalam pembuatan dokumen RPAM-Operator. Pembuatan tipikal rantai pasok dilakukan dengan mengkompilasi dan melakukan penelaahan terhadap bentuk rantai pasok yang dibuat oleh PDAM Kota Banjarmasin, PDAM Kota Bandung, PDAM Kota Denpasar serta PDAM Kabupaten Bandung di dalam dokumen RPAM-nya. Pada akhirnya, dihasilkan empat bentuk tipikal rantai pasok berdasarkan dari bentuk topografi dan daerah pelayanan. ke empat rantai pasok ini terdiri dari rantai pasok untuk daerah dataran, daerah berbukit, daerah cekungan dan untuk daerah landai. Kata kunci: RPAM, Rantai Pasok, Air Permukaan.
Perencanaanpengembangan Sistem Distribusi Air Minum di Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enimprovinsi Sumatera Selatan Andes Alatas
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim oleh PDAM Lematang Enim, yang disebabkan semakin meningkatnya permintaan akan air minum di Kecamatan Muara Enimsangat dibutuhan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. PDAM Kecamatan Muara Enim merupakan institusi yang bertanggung jawab dalam penyediaan air minum bagi penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Muara Enim. Namun saat ini pelayanan PDAM masih 50% dari jumlah penduduk. Evaluasi sistem distribusi air minum serta perencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim ini dilakukan dengan menggunakan program Epanet versi 2.0 dan mengacu pada Peraturan PU untuk mencapai target 100% akses air minum,serta pertimbangan dari aspek teknis dan ekonomis dengan menggunakan metode Weighted Ranking Technique (WRT), diperoleh alternatif terpilih dengan metode gabungan (cabang dan loop). Pengembangan sistem distribusi ini dibuat untuk jangka waktu 20 tahun.Dilakukan penambahan dan penggantian pipa distribusi. Pembuatan reservoar baru serta perluasan jaringan distribusi guna peningkatan pelayanan dari 50% pada tahun 2013 menjadi 100% pada tahun 2033. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim Rp 3.299.946.200.,- Kata Kunci : air minum,  alternatif jalur distribusi , alternatif terpilih , Muara Enim,  model proyeksi
Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) di Air Permukaan dan Sedimen: Studi Kasus Waduk Saguling Jawa Barat RINDU WAHYU PARAMITA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Pembuangan limbah industri di sekitar Sungai Citarum dan Waduk Saguling menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan perairan. Dampak negatif ini disebabkanoleh kandungan logam berat dalam limbah,yaitu logam berat Cd dengan toksisitas tinggi, dan Cr dengan toksisitas sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cr pada air, dan sedimen  menggunakan metode pengukuran Inductively Couple Plasma (ICP). Analisis dilakukan antara hubungan kandungan logam berat di air, dan sedimen  terhadap parameter fisika, dan kimia air, serta jenis sedimen. Berdasarkan hasil penelitian,parameter fisika, dan kimia air permukaaan masih memenuhi standar baku mutuberdasarkan Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2001, kecuali nilai TSS (batas maksimum: 50 mg/L) di stasiun 1A sebesar 94 mg/L dan nilai DO (batas minimum: 4 mg/L) di stasiun 1A, 1B, 6, 7, 8, 10A, dan 10B, yaitu 1,8-3,5 mg/L. Parameter fisika, dan kimia tersebut dapat mempengaruhi tingkat kelarutan logam berat di dalam perairan Waduk Saguling. Parameter logam berat Cd (batas maksimum: 0,01 mg/L), dan Cr (tidak ada baku mutu) dalam air, serta Cr (batas maksimum: 80 mg/kg)dalam sedimen masih memenuhi standar baku mutu berdasarkan Australian, and New Zealand Environment and Conservation Council (ANZECC) tahun 2000. Namun, terjadi akumulasi di dalam sedimen , karena kadar logam berat Cd (batas maksimum: 1,5 mg/kg)dalam sedimen  di seluruh stasiun tidak memenuhi standar baku mutu. Kata kunci: logam berat, Waduk Saguling, sedimen , Cd, Cr

Page 1 of 1 | Total Record : 10