cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 18 Documents clear
Ketercapaian Sasaran 4K dalam Pelaksanaan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di PDAM Tirta Dharma Kota Malang SHANTY, DEWI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.482 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.112-120

Abstract

AbstrakPDAM Kota Malang sebagai sarana penyedia air minum di Kota Malang, diharapkan mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu akses terhadap air minum mencapai 100% di tahun 2019. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu melalui Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), dengan memperhatikan sasaran aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan). Sasaran 4K tersebut, yaitu K1 sebagai acuan air minum yang layak dikonsumsi, K2 sebagai jumlah air minimum yang dikonsumsi masyarakat dengan memperhitungkan kehilangan air, K3 sebagai acuan pengaliran tak terputus selama 24 jam, dan K4 sebagai kesanggupan masyarakat untuk membayar harga air sesuai dengan tarif air yang telah diberlakukanberdasarkan peraturan yang dipersyaratkan. Hasil evaluasi menunjukkan PDAM Kota Malang telah mencapai sasaran 4K dan mampu melaksanakan RPAM. Hal tersebut didukung oleh sistem online yang telah dikembangkan untuk menjamin keamanan pendistribusian air minum kepada masyarakat.Kata kunci: PDAM Kota Malang, RPAM, Sasaran 4K  AbstractPDAM Kota Malang as a drinking water supply in Malang City, is expected to reach the target of National Medium Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019, that is access to drinking water reaches 100% in 2019. The efforts that can be conducted to achieve the target through the Drinking Water Security Plan (RPAM), by focusing on 4K aspects(quality, quantity, continuity and affordability). The 4K aspects, such as K1 as a reference for drinking water that is suitable for consumption, K2 as the minimum amount of water consumed by the community taking into water losses, K3 as a reference for uninterrupted for 24 hours, and K4 as the ability of the community to pay the price of water based on the regulations required. The evaluation results show that PDAM Kota Malang reached the 4K aspects and be able to implement RPAM. This is supported by an online system that has been developed to safe the distribution of drinking water to the public.Keywords: PDAM Kota Malang, RPAM, 4K Aspects
Ketercapaian Sasaran 4K dalam Pelaksanaan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di PDAM Tirta Dharma Kota Malang SHANTY, DEWI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.482 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.112-120

Abstract

AbstrakPDAM Kota Malang sebagai sarana penyedia air minum di Kota Malang, diharapkan mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu akses terhadap air minum mencapai 100% di tahun 2019. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu melalui Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), dengan memperhatikan sasaran aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan). Sasaran 4K tersebut, yaitu K1 sebagai acuan air minum yang layak dikonsumsi, K2 sebagai jumlah air minimum yang dikonsumsi masyarakat dengan memperhitungkan kehilangan air, K3 sebagai acuan pengaliran tak terputus selama 24 jam, dan K4 sebagai kesanggupan masyarakat untuk membayar harga air sesuai dengan tarif air yang telah diberlakukanberdasarkan peraturan yang dipersyaratkan. Hasil evaluasi menunjukkan PDAM Kota Malang telah mencapai sasaran 4K dan mampu melaksanakan RPAM. Hal tersebut didukung oleh sistem online yang telah dikembangkan untuk menjamin keamanan pendistribusian air minum kepada masyarakat.Kata kunci: PDAM Kota Malang, RPAM, Sasaran 4K  AbstractPDAM Kota Malang as a drinking water supply in Malang City, is expected to reach the target of National Medium Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019, that is access to drinking water reaches 100% in 2019. The efforts that can be conducted to achieve the target through the Drinking Water Security Plan (RPAM), by focusing on 4K aspects(quality, quantity, continuity and affordability). The 4K aspects, such as K1 as a reference for drinking water that is suitable for consumption, K2 as the minimum amount of water consumed by the community taking into water losses, K3 as a reference for uninterrupted for 24 hours, and K4 as the ability of the community to pay the price of water based on the regulations required. The evaluation results show that PDAM Kota Malang reached the 4K aspects and be able to implement RPAM. This is supported by an online system that has been developed to safe the distribution of drinking water to the public.Keywords: PDAM Kota Malang, RPAM, 4K Aspects
Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) HASAN, NIA YUNIARTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.257 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77

Abstract

AbstrakPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa bersifat karsinogenik atau mutagenik, terutama benzo[a]pyrene. PAHs tersebar  melalui proses dispersi atmosfer, sehingga dapat ditemukan di daerah yang jauh dari sumbernya. Sumber PAHs antara lain emisi batu bara, produksi aluminium, pemanas rumah, kegiatan memasak, kendaraan bermotor, kebakaran hutan, pembangkit listrik batubara dan pembakaran sampah. Deposisi kering, deposisi basah dan penguapan dari air serta tanah merupakan  proses pertukaran PAHs udara, air, udara dan tanah. Paparan PAHs pada manusia terjadi melalui pernafasan, mulut dan penyerapan kulit. PAHs pada partikel-partikel udara kurang dari 10 µm (PM10) dapat terhirup dan selanjutnya terakumulasi pada sistem pernapasan manusia, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Baku mutu udara ambien senyawa toksik PAHs perlu ditetapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: benzo[a]pyrene, karsinogenik, deposisi AbstractPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are a group of carcinogenic or mutagenic compounds, especially benzo[a]pyrene. PAHs are dispersed by atmospheric processes and found in the receptor area far from their sources. Coal emissions, aluminum production, home heating, cooking activities, motor vehicles, forest fires, coal-fired power plants and waste burning generate PAH emission. Meanwhile, PAHs exchanging process in air, water and soil occurs due to dry deposition, wet deposition and evaporation of water and soil.  PAHs exposure to human body have several pathways  through inhalation, ingestion and skin contact. PAHs in airborne particles of less than 10 µm (PM10) can be inhaled, subsequently accumulated in the human respiratory system, and cause human health problems. Ambient air quality standards for PAHs toxic compounds have to be established to protect public health.Keywords: benzo[a]pyrene, carcinogenic, deposition
Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) HASAN, NIA YUNIARTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.257 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77

Abstract

AbstrakPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa bersifat karsinogenik atau mutagenik, terutama benzo[a]pyrene. PAHs tersebar  melalui proses dispersi atmosfer, sehingga dapat ditemukan di daerah yang jauh dari sumbernya. Sumber PAHs antara lain emisi batu bara, produksi aluminium, pemanas rumah, kegiatan memasak, kendaraan bermotor, kebakaran hutan, pembangkit listrik batubara dan pembakaran sampah. Deposisi kering, deposisi basah dan penguapan dari air serta tanah merupakan  proses pertukaran PAHs udara, air, udara dan tanah. Paparan PAHs pada manusia terjadi melalui pernafasan, mulut dan penyerapan kulit. PAHs pada partikel-partikel udara kurang dari 10 µm (PM10) dapat terhirup dan selanjutnya terakumulasi pada sistem pernapasan manusia, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Baku mutu udara ambien senyawa toksik PAHs perlu ditetapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: benzo[a]pyrene, karsinogenik, deposisi AbstractPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are a group of carcinogenic or mutagenic compounds, especially benzo[a]pyrene. PAHs are dispersed by atmospheric processes and found in the receptor area far from their sources. Coal emissions, aluminum production, home heating, cooking activities, motor vehicles, forest fires, coal-fired power plants and waste burning generate PAH emission. Meanwhile, PAHs exchanging process in air, water and soil occurs due to dry deposition, wet deposition and evaporation of water and soil.  PAHs exposure to human body have several pathways  through inhalation, ingestion and skin contact. PAHs in airborne particles of less than 10 µm (PM10) can be inhaled, subsequently accumulated in the human respiratory system, and cause human health problems. Ambient air quality standards for PAHs toxic compounds have to be established to protect public health.Keywords: benzo[a]pyrene, carcinogenic, deposition
Pengembangan Indeks Penilaian Bank Sampah Skala Kota Studi Kasus Kota Bandung dan Kota Cimahi PRANADITYA, MEGA; JUWANA, IWAN; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.739 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.121-133

Abstract

AbstrakBank sampah skala kota adalah aplikasi pengelolaan sampah untuk mengurangi sampah suatu kota yang akan dibuang ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan indeks sebelumnya. Dengan meninjau indikator sebelumnya melalui tinjauan pustaka, yang kemudian akan divalidasi dengan metode AHP untuk menentukan pembobotan. Terdapat 4 kategori responden yaitu, professional expert, akademisi, instansi dan pihak bank sampah. Kajian ini menghasilkan tiga komponen, tiga belas indikator dan enam puluh satu sub-indikator teridentifikasi. Berdasarkan hasil AHP, bobot dari masing-masing komponen adalah Sistem Manajemen (40%), Sistem Operasional  (30%) dan Fasilitas Bank Sampah (30%). Jumlah indikator dari masing-masing komponen berkisar 4-5 indikator dengan bobot 15%-35%. Adapun sub indikator memiliki jumlah berkisar 2-8 dengan bobot 10%-50%.  Kata Kunci : Bank Sampah, Indeks, Metode AHP, Komponen, Indikator, Sub-IndikatorAbstractWaste bank is one application of waste management by utilizing waste that is considered having re-sellvalues, which at the end can be used to reduce the waste dumped into landfill. Thus, a tool to assess the readiness of a waste bank to function at a city-scale is needed.This study aims to refine the previous index. This was done by first, reviewing previous indicator through literature review, which was then verified by the application of the AHP method which was usedwas also used to determine the weights for each indicator. The respondents for AHP applications were selected from four categories which were garbage expert, academics, intitutions and management representatives of waste bank. At the end of the study, three components, thirteen indicators and sixty one sub-indicators were identified. The name of the components and their respective weights are Management System (55%), Operating System (25%) and Waste Bank Facility (20%). The number of indicators from each components ranged from 4 to 5 indicators with the weights range from 15% to 35%. As for the sub indicators, they range from 2 to 8 sub indicators with the weights between 10% to 50%.  Kata Kunci : Waste Bank, Index, AHP Method, Components, Indicators, Sub-Indicators
Pengembangan Indeks Penilaian Bank Sampah Skala Kota Studi Kasus Kota Bandung dan Kota Cimahi PRANADITYA, MEGA; JUWANA, IWAN; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.739 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.121-133

Abstract

AbstrakBank sampah skala kota adalah aplikasi pengelolaan sampah untuk mengurangi sampah suatu kota yang akan dibuang ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan indeks sebelumnya. Dengan meninjau indikator sebelumnya melalui tinjauan pustaka, yang kemudian akan divalidasi dengan metode AHP untuk menentukan pembobotan. Terdapat 4 kategori responden yaitu, professional expert, akademisi, instansi dan pihak bank sampah. Kajian ini menghasilkan tiga komponen, tiga belas indikator dan enam puluh satu sub-indikator teridentifikasi. Berdasarkan hasil AHP, bobot dari masing-masing komponen adalah Sistem Manajemen (40%), Sistem Operasional  (30%) dan Fasilitas Bank Sampah (30%). Jumlah indikator dari masing-masing komponen berkisar 4-5 indikator dengan bobot 15%-35%. Adapun sub indikator memiliki jumlah berkisar 2-8 dengan bobot 10%-50%.  Kata Kunci : Bank Sampah, Indeks, Metode AHP, Komponen, Indikator, Sub-IndikatorAbstractWaste bank is one application of waste management by utilizing waste that is considered having re-sellvalues, which at the end can be used to reduce the waste dumped into landfill. Thus, a tool to assess the readiness of a waste bank to function at a city-scale is needed.This study aims to refine the previous index. This was done by first, reviewing previous indicator through literature review, which was then verified by the application of the AHP method which was usedwas also used to determine the weights for each indicator. The respondents for AHP applications were selected from four categories which were garbage expert, academics, intitutions and management representatives of waste bank. At the end of the study, three components, thirteen indicators and sixty one sub-indicators were identified. The name of the components and their respective weights are Management System (55%), Operating System (25%) and Waste Bank Facility (20%). The number of indicators from each components ranged from 4 to 5 indicators with the weights range from 15% to 35%. As for the sub indicators, they range from 2 to 8 sub indicators with the weights between 10% to 50%.  Kata Kunci : Waste Bank, Index, AHP Method, Components, Indicators, Sub-Indicators
Efisiensi Penyisihan Logam Fe Dengan Menggunakan Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) AGRIANI, SEPTI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.831 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.78-89

Abstract

AbstrakLindi berasal dari proses dekomposisi sampah yang mengandung materi tersuspensi, terlarut, dan terekstraksi, sehingga kandungan lindi sangat berbahaya. Pada penelitian ini akan diteliti logam Fe yang terdapat dalam lindi TPA Sarimukti serta parameter pendukung, seperti pH, suhu, DO, kekeruhan dan TSS. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan reaktor Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) secara semi kontinu dengan kombinasi antara anaerob dan aerob. Waktu detensi yang digunakan, yaitu 31,33 jam yang didapatkan dari tracer test. Proses seeding dan aklimatisasi dilakukan menggunakan bakteri fakultatif, dengan dua media lekat, yaitu kaldness dan bioball. Berdasarkan dari karakteristik awal didapatkan beberapa parameter yang tidak memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, yaitu BOD5 sebesar 1.071,55-1.593,29 mg/l, COD sebesar 4.800-6.400 mg/l dan TSS sebesar 470-556 mg/l.  Berdasarkan hasil penelitian, IPLC mampu menyisihkan Fe sebesar 53,87% dari konsentrasi awal. Kata kunci: Air Lindi, Logam Berat, IPL Compact, SarimuktiAbstract Leachate originates from waste decomposition process which contains suspended, dissolved, and extracted material, so that leachate content is considered as hazardous. In this research, leachate was obtained from municipal solid waste (TPA) Sarimukti. Parameters to be studied is heavy metals Fe which contained in the leachate from TPA Sarimukti. In addition several supporting parameters, such as pH, temperature, DO, turbidity and TSS are studied. The treatment was carried out using a pilot plant scale reactor of Leachate Compact Processing Plant (IPLC), operated semi-continuously using biological, physical and chemical processing systems as well as anaerobic-aerobic configurations. The detention time used were 31,33 hours which was obtained from the tracer test. The seeding and acclimatization process was carried out using facultative bacteria, with two sticky media, caldness and bioball. Based on the results, IPLC was able to eliminate Fe by 53,87% from the initial concentration. Keywords: Leachate, Heavy Metal, IPL Compact, Sarimukti
Efisiensi Penyisihan Logam Fe Dengan Menggunakan Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) AGRIANI, SEPTI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.831 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.78-89

Abstract

AbstrakLindi berasal dari proses dekomposisi sampah yang mengandung materi tersuspensi, terlarut, dan terekstraksi, sehingga kandungan lindi sangat berbahaya. Pada penelitian ini akan diteliti logam Fe yang terdapat dalam lindi TPA Sarimukti serta parameter pendukung, seperti pH, suhu, DO, kekeruhan dan TSS. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan reaktor Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) secara semi kontinu dengan kombinasi antara anaerob dan aerob. Waktu detensi yang digunakan, yaitu 31,33 jam yang didapatkan dari tracer test. Proses seeding dan aklimatisasi dilakukan menggunakan bakteri fakultatif, dengan dua media lekat, yaitu kaldness dan bioball. Berdasarkan dari karakteristik awal didapatkan beberapa parameter yang tidak memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, yaitu BOD5 sebesar 1.071,55-1.593,29 mg/l, COD sebesar 4.800-6.400 mg/l dan TSS sebesar 470-556 mg/l.  Berdasarkan hasil penelitian, IPLC mampu menyisihkan Fe sebesar 53,87% dari konsentrasi awal. Kata kunci: Air Lindi, Logam Berat, IPL Compact, SarimuktiAbstract Leachate originates from waste decomposition process which contains suspended, dissolved, and extracted material, so that leachate content is considered as hazardous. In this research, leachate was obtained from municipal solid waste (TPA) Sarimukti. Parameters to be studied is heavy metals Fe which contained in the leachate from TPA Sarimukti. In addition several supporting parameters, such as pH, temperature, DO, turbidity and TSS are studied. The treatment was carried out using a pilot plant scale reactor of Leachate Compact Processing Plant (IPLC), operated semi-continuously using biological, physical and chemical processing systems as well as anaerobic-aerobic configurations. The detention time used were 31,33 hours which was obtained from the tracer test. The seeding and acclimatization process was carried out using facultative bacteria, with two sticky media, caldness and bioball. Based on the results, IPLC was able to eliminate Fe by 53,87% from the initial concentration. Keywords: Leachate, Heavy Metal, IPL Compact, Sarimukti
Evaluasi Perencanaan Sistem Penyaluran Drainase di Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda Kota Tangerang FURQON MULYA, MIRZA KHOERUN; WARDHANI, EKA; KRAMAWIJAYA, AGUNG GHANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.628 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.90-100

Abstract

AbstrakBerdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 6 Tahun 2012 Tentang RTRW, Kelurahan Jurumudi termasuk dalam kawasan rawan banjir. Terdapat dua titik banjir yaitu Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan. Evaluasi dilakukan dengan membandingan dimensi saluran eksisting dan rencana. Tahapan perencanaan meliputi analisis CHHM dengan Metode Gumbel, Log Pearson III, dan Iwai Kedoya. Analisis intensitas hujan dilakukan dengan Metode Van Breen, Bell-Tanimoto, dan Hasper der Weduwen melalui pendekatan matematis persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Perhitungan debit rencana dilakukan dengan metode rasional. Perhitungan dimensi saluran dilakukan berdasarkan persamaan Manning. Hasil dari perencanaan dimensi rencana yaitu 50x30 cm – 240x80 cm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa saluran pada Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan tidak memadai karena saluran drainase eksiting kurang dari rencana.Kata kunci: Banjir, Dimensi Saluran, Kelurahan JurumudiAbstractAccording to Tangerang City Regional Regulation number 6 of 2012 about Regional Spatial Planning, Kelurahan Jurumudi is categorized as flood-prone areas. There are two flooding points which are Permata Bandara Street and Pergudangan Street. Evaluation is done by comparing the existing dimensions and dimensions of planning results. The steps include Flood Frequency Analysis with Gumbel, Log Pearson III, and Iwai Kedoya methods. Rain intensity analysis is carried out by the Van Breen, Bell-Tanimoto, and Hasper der Weduwen methods through a mathematical approach of Talbot, Sherman, and Ishiguro equations. Flowrate calculation plan is done with rational method. Calculation of channel dimensions is done based on the Manning equation. The planning result shows 50x30 cm – 240x80 cm of dimensions. The evaluation result shows that the channels on Permata Bandara Street and Pergudangan Street are inadequate because the existing drainage channels are less than what has been planned.Kata kunci: Flood, Channels Dimension, Kelurahan Jurumudi
Evaluasi Perencanaan Sistem Penyaluran Drainase di Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda Kota Tangerang FURQON MULYA, MIRZA KHOERUN; WARDHANI, EKA; KRAMAWIJAYA, AGUNG GHANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.628 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.90-100

Abstract

AbstrakBerdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 6 Tahun 2012 Tentang RTRW, Kelurahan Jurumudi termasuk dalam kawasan rawan banjir. Terdapat dua titik banjir yaitu Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan. Evaluasi dilakukan dengan membandingan dimensi saluran eksisting dan rencana. Tahapan perencanaan meliputi analisis CHHM dengan Metode Gumbel, Log Pearson III, dan Iwai Kedoya. Analisis intensitas hujan dilakukan dengan Metode Van Breen, Bell-Tanimoto, dan Hasper der Weduwen melalui pendekatan matematis persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Perhitungan debit rencana dilakukan dengan metode rasional. Perhitungan dimensi saluran dilakukan berdasarkan persamaan Manning. Hasil dari perencanaan dimensi rencana yaitu 50x30 cm – 240x80 cm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa saluran pada Jalan Permata Bandara dan Jalan Pergudangan tidak memadai karena saluran drainase eksiting kurang dari rencana.Kata kunci: Banjir, Dimensi Saluran, Kelurahan JurumudiAbstractAccording to Tangerang City Regional Regulation number 6 of 2012 about Regional Spatial Planning, Kelurahan Jurumudi is categorized as flood-prone areas. There are two flooding points which are Permata Bandara Street and Pergudangan Street. Evaluation is done by comparing the existing dimensions and dimensions of planning results. The steps include Flood Frequency Analysis with Gumbel, Log Pearson III, and Iwai Kedoya methods. Rain intensity analysis is carried out by the Van Breen, Bell-Tanimoto, and Hasper der Weduwen methods through a mathematical approach of Talbot, Sherman, and Ishiguro equations. Flowrate calculation plan is done with rational method. Calculation of channel dimensions is done based on the Manning equation. The planning result shows 50x30 cm – 240x80 cm of dimensions. The evaluation result shows that the channels on Permata Bandara Street and Pergudangan Street are inadequate because the existing drainage channels are less than what has been planned.Kata kunci: Flood, Channels Dimension, Kelurahan Jurumudi

Page 1 of 2 | Total Record : 18