cover
Contact Name
Dina Mariani
Contact Email
dinamariani@unimus.ac.id
Phone
+6285299398663
Journal Mail Official
mediaelektrika@unimus.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Semarang FT-FMIPA Building, 7nd Floor. Department of Electrical Engineering Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah, Indonesia 50273 Phone: 085299398663 Email: mediaelektrika@unimus.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA ELEKTRIKA
ISSN : 19797451     EISSN : 2579972X     DOI : 10.26714/me.14.2.2021.62-75
Media Elektrika is an electrical engineering journal that gives concerns on sciences related to electrical engineering. It includes the following fields: Electrical power engineering Electronics Telecommunication Control Informatics and computer technology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA" : 5 Documents clear
PENDETEKSIAN GELOMBANG ABNORMAL PADA HASIL REKAMAN ELEKTROENSEFALOGRAFI KASUS EPILEPSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPECTROGRAM Siswandari Noertjahjani
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.947 KB) | DOI: 10.26714/me.6.2.2013.%p

Abstract

The application of a digital signal processing to EEG waves is to acquire the shapes of the respective autocorrelation and power spectral density functions, as well as to find the parameters values of the associated specific waves understood as “spikes” and “sharps”. Based on a sufficiently large number of patients with a variety of symptoms, we expect to draw some consistent and distinct relations between the specific forms of the autocorrelations as well as the power spectral densities and their associated diagnostic aspects. The acquired parameters values of the “spikes” and “sharps” are intended to establish a procedure to determine or classify the respective phenomena, automatically with a computer. The research carried out so far was to find the prospect of this digital signal processing on EEG waves to support the doctors’ work in this field.
EVALUASI METODE PENGUKURAN KONDISI ISOLATOR DALAM KEADAAN BERTEGANGAN JARINGAN 500 KV PENGHANTAR UNGARAN – MANDIRANCAN II TOWER 470 M. Toni Prasetyo; Novan Nur Hidayah
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.742 KB) | DOI: 10.26714/me.6.2.2013.%p

Abstract

Sistem transmisi menghantarkan energi listrik dalam tegangan yang sangat tinggi untuk jarak yang sangat jauh. Tegangan yang sangat tinggi dengan arus beban yang besar pula, menyebabkan semakin besar kemungkinan isolator yang menahan besarnya beban mekanis dan pejanan elektris terus menerus untuk mengalami kerusakan. Hal ini ditambah lagi dengan pengaruh alam dan lingkungan disekitarnya. Saat ini, pemeliharaan dan penggantian isolator dapat dilakukan dalam jaringan tanpa padam, tetapi sebelum memulai pelaksaannya, integritas mekanis dan elektris dari isolator perlu dikonfirmasikan terlebih dahulu. Melalui inspeksi secara visual dapat diketahui kerusakan fisik dari isolator tetapi tidak dengan integritasnya secara elektris. Untuk keperluan ini, telah banyak dikembangkan berbagai perangkat pengukuran yang mampu mengukur kondisi isolator dalam kondisi jaringan tanpa padam (energize). Beberapa diantaranya dapat digunakan hingga tegangan 765 kV. Ada dua macam perangkat pengukuran yang secara umum telah digunakan di Indonesia dengan dua macam metode kerja yang berbeda, antara lain Isolometer dan Positron Insulator Tester. Isolometer bekerja berdasarkan metode pengukuran beda potensial yang melintasi sebuah isolator, sedangkan Positron Insulator Tester bekerja berdasarkan pengukuran medan listrik pada sebuah isolator. Evaluasi disini untuk mengetahui perangkat pengukuran dan metode yang paling tepat dan paling efektif untuk digunakan di lapangan, terutama pada jaringan Ttransmisi Tegangan Tinggi 500 kV.
OPTIMASI JADWAL OPERASI DAN PEMELIHARAAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Achmad Solichan; Moh Toni Prasetyo
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.867 KB) | DOI: 10.26714/me.6.2.2013.%p

Abstract

Kemajuan teknologi dan konsumsienergi listrik yang meningkat dengan cepat menuntut adanya peningkatan kualitas keandalan sistem tenaga listrik. Untuk mendapat kuantitas daya sistem diperlukan pengoperasian unit pembangkit sebanyak mungkin sedangkan untuk mendapat kualitas daya sistem diperlukan pemeliharaan unit pembangkit sebaik mungkin. Jadwal operasi dan pemeliharaan pembangkit yang tepat menghasilkan keandalan sistem yang optimal antara kuantitas dan kualitas. Kendala yang dihadapi yaitu kesulitan untuk mendapatkan jadwal yang paling tepat karena pengaturan jadwal dilakukan secara manual. Masalah penjadwalan bersifat kombinatorial dan probabilistik sangat tepat diselesaikan dengan sistem optimasi menggunakan kecerdasan buatan algoritma genetika. Penelitian ini bertujuan membuat rancang bangun sistem optimasi penjadwalan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit tenaga listrik. Metode optimasi yang digunakan yaitu algoritma genetika dan fungsi objektif berupa LOLE minimal, operator yang dipakai yaitu crossover (0,6), mutasi (0,001) dan elitisme (1). Hasil penelitian menunjukkan metode algoritma genetika dapat menyelesaikan masalah optimasi penjadwalan pemeliharaan dan operasi sistem tenaga listrik.
PROTOTIPE ALAT PENGUKUR SUHU PANAS (HOT POINT) PADA PERALATAN GARDU INDUK PLN SECARA WIRELESS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Angger Raharjanto; Bambang Supradono; Aris Kiswanto
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.373 KB) | DOI: 10.26714/me.6.2.2013.%p

Abstract

Lately, the problem of hot point on substation equipment in PLN be an interesting thing to say. Mainly about heat problem which is uncontrolled and unable to be checked continually, this issue deals with the system’s safety and reliability that happens in the substation To overcome this issue, study on the solution which is by making a prototype device to measure real time temperature or hot point continually and by using wireless has been held. This device uses ATMEGA 8535 and heat sensor TPA 81 then it sends the data bay FM signal and later on, this data can be shown and save in computer Using the prototype, the problem that PLN faces these days can be solved, because this prototype device can monitor the hot point change continually and real time
EFEKTIFITAS PEMAKAIAN REAKTOR SHUNT GITET UNGARAN DALAM MENGKOMPENSIR DAYA REAKTIF SUTET 500 KV UNGARAN – BANDUNG SELATAN M.Toni Prasetyo; Andika Akhmad
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 2 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.533 KB) | DOI: 10.26714/me.6.2.2013.%p

Abstract

Operasi sub jaringan tegangan ekstra tinggi Jawa Bali pada saluran panjang tanpa pembangkit yaitu Ungaran - Bandung Selatan dalam keadaan tanpa beban / beban rendah akan timbul arus pengisian relatif tinggi karena pengaruh adanya kapasitansi saluran ke tanah. Arus pangisian yang tinggi mengakibatkan terjadinya daya reaktif kapasitif (Mvar) yang besar. Daya reaktif yang dibangkitkan oleh SUTET 500 KV adalah kurang lebih 1 (satu) Mvar per kms, jadi jika jarak Ungaran - Bandung Selatan adalah 342,847 Kms maka daya reaktif yang dibangkitkan kurang lebih 343 Mvar. Akibatnya tegangan sisi terima akan lebih tinggi dari tegangan sisi kirim, melebihi batas toleransi yang diijinkan oleh PT PLN (Persero) yaitu > 5% diatas tegangan nominal 500 KV. Karena tegangan 500 KV lebih tinggi dari tegangan nominalnya maka direspon pula oleh tegangan kerja dibawahnya yaitu 150 KV dan 20 KV akan lebih tinggi juga yang pada akhirnya berpengaruh terhadap sistem kelistrikan Jawa Bali termasuk konsumen / beban. Untuk mengatasi adanya gejala kenaikan tegangan sisi terima lebih tinggi dari sisi kirim (terutama saluran panjang) perlu dipasang alat kompensasi berupa reaktor shunt pada kedua ujung, sisi terima maupun sisi kirim.

Page 1 of 1 | Total Record : 5