cover
Contact Name
Fajri Ashfi Rayhan
Contact Email
fajri.ar@upnvj.ac.id
Phone
+6287884077360
Journal Mail Official
fajri.ar@upnvj.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Limo Kecamatan Limo Kota Depok 16515
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Applied Science Technology in Naval Engineering (ASTNE)
ISSN : 30318866     EISSN : 30318866     DOI : https://doi.org/10.54378/astne.v3i2
Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE) is open-access journal related to Naval engineering. It is open to all students, engineers, architectures, scientists, researchers, practitioners and other scholars to publish scientific paper in ASTNE. ASTNE cover the following topics: Hydrodynamics and Stability Marine Engineering Design and Ship Optimization Maritime Technology Ocean Renewable Energy Coastal and Offshore Marine Transportation ISSN: 3031-8866 SINTA Accreditation: In Progress PUBLICATION FREQUENCY Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE) will publish two times of issues per year in February and August.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)" : 5 Documents clear
Analisis Perbandingan Hambatan Kapal Terhadap Trimaran Conventional Side Hull Dengan Swath Side Hull Sukmawardana, Happy Nabila
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami perkembanganan jumlah armada kapal hingga Agustus 2022 terdapat 4.906 kapal penumpang, 50.419 kapal ikan dan 44.645 kapal barang dibandingkan pada tahun 2017 jumlah armada hanya 27.567 kapal, tahun 2018 jumlah armada 29.928 dan meningkat menjadi 32.587. Dengan ini, para naval engineer melakukan inovasi salah satunya multi-hull seperti SWATH dan Trimaran. Penelitian ini bertujuan salah satu inovasi untuk mengetahui perbandingan hambatan trimaran conventional dengan kapal trimaran SWATH. Model kapal yaitu kapal dari penelitian dari jurnal validasi yang nanti akan divariasikan menjadi SWATH. Analisis hambatan dan perhitungan model ini menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan bantuan bantuan software ANSYS. Analisis perbandingan hambatan ini dilakukan terhadap hambatan total, hambatan gesek, hambatan viskositas, hambatan gelombang dan hambatan residu dengan kecepatan pada fr 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 0.9. Dari hasil yang didapatkan pada CFD, bahwa koefisien hambatan total (CT) dengan rata – rata selisih trimaran conventional side hull dengan SWATH side hull sebesar 11%, CF mendapat selisih nilai dengan rata – rata sebesar 8,4%, CW mendapat selisih nilai dengan rata – rata sebesar 2,3%, CV mendapat selisih nilai dengan rata – rata sebesar 1,3%. Hasil dari contour gelombang yang di dapat dari CFD menunjukkan bahwa trimaran SWATH memiliki bentuk contour gelombang lebih teratur dibandingkan trimaran conventional side hull, hal ini disebabkan dengan WSA (Wetted Surface Area) yang lebih kecil. Interferensi yang dihasilkan menunjukan perbandingan sebesar 0,07% yang dimana nilai terendah -0,0088.
Pengaruh Variasi Bentuk Bulbous Bow Terhadap Komponen Hambatan Chantika, Shelfira Priti
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi pembuatan kapal mulai menunjukkan kepada arah yang lebih baik, kapal sebagai alat transportasiangkutan laut pilihan utama pengguna jasa dalam mengangkut kapasitas yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan hambatan kapal Roro pada bulbous bow dengan metode CFD dan variasi yang sudah dibuat dengan hambatan dipengaruhi oleh komponen gaya gesek, tekanan, daya ombak, dan kepadatan cairan. Model yang digunakanadalah cargo vehicle Roro yang sudah ditambahkan bulbous bow. Analisis hambatan kapal menggunakan metode Computational Fluid Dynamics dengan variasi kecepatan 13,5 knot ; 14,5 knot ; 15,5 knot; 16,5 knot; 17,5 knot, dan kecepatan tinggi pada fn 0,6; 0,8 ; dan 1,0. Penelitian ini diperoleh keefektifan pada model variasi bulbous bow dengan panjang 2 meter yang memiliki nilai komponen hambatan lebih kecil dibandingkan 3 model lainnya. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan pemahaman mengenai hambatan kapal dengan variasi bulbous bow.
Evaluasi Perubahan Bentuk Lambung dengan Variasi Sudut terhadap Respon Hambatan dan Karakteristik Stabilitas Laut menggunakan Simulasi Dinamika Fluida Komputasional (CFD). Alfiansyah, Mochammad
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stepped planing hull atau step hull adalah sebuah modifikasi lambung kapal yang berprinsip mengurangi daerah permukaan basah. Jenis lambung ini masih jarang digunakan walaupun beberapa kapal yang menggunakan jenis lambung ini telah membuktikan keefektifannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh antara variasi sudut step hull dengan non-step hullterhadap hambatan dan mengidentifikasi Response of Amplitude Operator (RAO) pada kapal step hull maupun non-step hull.Penelitian ini menggunakan metode CFD dan terdapat 3 model konfigurasi lambung di setiap perubahan sudut step hull dari 180º, 210º, 240º dan 270º. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa model step hull 270º adalah model lambung dengan rata-rata hambatan total terendah dengan penurunan hambatan sebesar 45.2% dibandingkan lambung non-step. Namun, untuk olah gerak kapal model ini mengalami kenaikan respon pada gerakan pitch, roll, dan yaw. Sementara itu model yang memiliki respons kapal terbaik dengan konfigurasi yang sama ialah model dengan sudut step hull 240º dengan rata-rata penurunan hambatan senilai 40.7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenaikan sudut step hull sejalan dengan pengurangan hambatan. Tetapi berbanding terbalik dengan respons yang diterima kapal. Dengan demikian, Penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang lambung step dan menjadi bahan dalam pengembangan lambung step.
Pemasangan dan Perbandingan Model Ducktail Pada Kapal Untuk Mengurangi Hambatan da Rosta, Tiara asya
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, moda transportasi dalam sejarah manusia semakin canggih dikarenakan semakin banyak teknologi yang menghasilkan software yang berkualitas untuk mendukung berkembangnya transportasi, termasuk kapal sebagai transportasi di lautan. Ducktail merupakan sebuah inovasi terbarukan untuk pengurangan hambatan. Ducktail adalah sebuah konstruksi tambahan pada kapal yang terletak di buritan tepatnya pada transom kapal. Ducktail bisa dikombinasikan dengan plat strip sebagai penurun hambatan, dikarenakan plat strip termasuk salah satu material yang sering berada pada konstruksi kapal. Pada dasarnya plat strip juga termasuk salah satu property yang multifungsi, bisa digunakan juga pada properti rumah. Penggunaan plat strip sebagai bahan dasar ducktail kemudian diperhitungkan dan disimulasikan pada sofware, yaitu CFD (Computational Fluid Dynamics). CFD mendukung perkembangan teknologi dikarenakan CFD mensimulasikan suatu proyek dengan akurasi yang bisa dibilang hampir sempurna.
Analisis Course Stability Index pada Kapal di Perairan Dangkal Achbar, Kanaya Salsabila
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 1 No 1 (2023): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan Course Stability Index (CSI) merupakan salah satu parameter penting untuk mengevaluasi kemampuan manuver kapal saat berlayar dalam menghindari gangguan di laut sehingga dapat meningkatkan keamanannya. CSI dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: sarat air kapal, kedalaman air, loading condition, bentuk lambung, kecepatan, dan kondisi trim/sink. Perbedaan loading condition (full load, half load, ballast) ditinjau untuk mengetahui kemampuan manuver kapal di berbagai kondisi karena kapal tidak selalu beroperasi dalam keadaan penuh. Objek penelitian menggunakan Kapal LCT (Landing Craft Tank) dengan LPP 53 m, B 13.50 m, d 2.90 m, dan Cb 0.802 yang disimulasikan pada perairan dalam dan perairan dangkal. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik dengan model matematika. CSI dianggap stabil apabila hasil perhitungan negatif (−), sebaliknya jika hasil perhitungan positif (+), maka CSI dianggap tidak stabil. Hasil perhitungan menunjukkan kemampuan manuverkapal di perairan dalam pada kondisi full load 0.011958, half load 0.010709 dan ballast 0.009389. Sedangkan untuk kemampuan manuver kapal di perairan dangkal, didapatkan hasil pada kondisi full load − 0.019056, half load 0.009990, dan ballast 0.019647. Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan manuver Kapal LCT hanya stabil saat kondisi full load di perairan dangkal, yaitu sebesar −0.019056, sedangkan untuk 2 kondisi lainnya pada perairan dalam dan perairan dangkal, kapal kurang stabil

Page 1 of 1 | Total Record : 5