cover
Contact Name
Khoirul Jazilah
Contact Email
khoirul@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6285850536455
Journal Mail Official
amyta.amaliyatutadris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto KM. 4. No. 10 Mojokerto.
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Amaliyatu Tadris (AMYTA)
ISSN : -     EISSN : 29649226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Amaliyatu Tadris meliputi :1. Metodologi Pembelajaran, 2. Strategi Pembelajaran, 3. Penelitian Tindakan Kelas, 4. Literasi Media Pembelajaran. 6. Pengembangan Kurikulum, 7. Evaluasi Pembelajaran, 8. Pengembangan Profesi Guru, 9. Integrasi Teknologi dalam Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2026): Februari" : 10 Documents clear
Bimbingan Konseling Islami melalui kegiatan ceramah mini untuk mengatasi kenakalan remaja di SMKN 1 Dlanggu tahun 2025 Nur Hakim, Muhammad; khoirul rozikin, Ahmad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/vgmqzs95

Abstract

Bimbingan konseling Islami merupakan proses bantuan sistematis yang berbasis nilai-nilai Islam untuk membantu siswa mengenal diri, mengatasi persoalan hidup, dan mengoptimalkan potensi melalui iman dan akhlak. Di SMKN 1 Dlanggu, pendekatan ini diimplementasikan melalui kegiatan ceramah mini sebagai sarana efektif membangun kesadaran spiritual dan moral siswa, khususnya dalam mengatasi kenakalan remaja seperti bolos, pergaulan bebas, dan kurang disiplin. Secara umum, bimbingan konseling meliputi aspek preventif, kuratif, dan pengembangan, dengan fokus pada self-awareness, pengembangan keterampilan psikologis, serta perencanaan masa depan. Dalam kerangka Islami, proses ini menekankan dasar wahyu Al-Qur’an dan Hadis, kesadaran spiritual (taqwa dan iman), integrasi akhlak mulia, pendekatan holistik, serta pencegahan dan pengobatan spiritual. Tujuan utamanya adalah menguatkan hubungan dengan Allah SWT, membentuk karakter akhlak mulia, mencegah perilaku menyimpang, mengatasi masalah pribadi-sosial, mengembangkan potensi seimbang, memperkuat kesejahteraan mental-emosional, dan membangun kesadaran sosial harmonis. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, antusiasme siswa, kerja sama dengan tokoh agama, serta fasilitas sekolah. Sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, minimnya kompetensi konselor, kurang disiplin siswa, dan metode ceramah yang monoton. Keterkaitan ceramah mini dengan pengendalian kenakalan remaja di SMKN 1 Dlanggu menekankan integrasi dalam agenda sekolah, pemilihan topik relevan, pelibatan aktif siswa, dan inovasi metode interaktif untuk meningkatkan efektivitas pembinaan karakter Islami secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah perilaku, tetapi juga membangun keutuhan spiritual dan moral siswa kejuruan
pengaruh metode PBL dan FGD terhadap hasil belajar PAI kelas X RPL di SMKN 1 Dlanggu Listyawati, Mukhlisatun; Nizar Al-Ajis, Muhammad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ztncmt15

Abstract

This study aims to determine the effect of Problem Based Learning (PBL) and Focus Group Discussion (FGD) methods on student learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) class X RPL at SMKN 1 Dlanggu. This study used a quantitative quasi-experimental method with two groups, namely the experimental class using the PBL model with FGD and the control class using the conventional learning model. The research instrument was an essay test consisting of 5 questions given in the pretest and posttest. The results showed that the initial abilities of both classes were equal, with an average pretest score of 46.79 for the PBL class and 47.31 for the conventional class. After being given treatment, the posttest results showed an average score of 81.14 for the conventional class, higher than the PBL class with FGD which obtained an average score of 76.98. Nevertheless, both methods proved effective in improving student learning outcomes significantly, with an increase of 30.19 points in the PBL class and 33.83 points in the conventional class. This research provides implications that the selection of learning methods must be adapted to student characteristics, learning materials, and implementation context, not only based on the novelty or popularity of the method.
Hubungan Disiplin Kelas dan Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran Aulia Afifayanti, Nada; Nasruddin, Nasruddin; Sitatul Mar’ah, Azmi; Zulihi, Zulihi; Maryati, Sulis; Kahfi, Sahibul
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/fcgmtf02

Abstract

Tujuan kajian ini adalah menganalisis peran motivasi dan disiplin belajar dalam mengatasi hambatan perilaku peserta didik guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka terhadap buku dan jurnal ilmiah terbitan sepuluh tahun terakhir dengan mensinergikan temuan empiris serta teori Maslow. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Disiplin berfungsi sebagai regulator perilaku dan kontrol diri siswa; (2) Motivasi berperan sebagai motor penggerak (internal drive) yang menentukan intensitas keterlibatan akademik; (3) Terdapat hubungan timbal balik (reciprocal) di mana motivasi memicu kedisiplinan, sementara disiplin menjaga stabilitas motivasi. Sinergi keduanya terbukti secara signifikan meningkatkan hasil belajar.  The purpose of this study is to analyze the role of motivation and learning discipline in overcoming students’ behavioral barriers in order to improve the quality of learning. This research employs a descriptive–analytical qualitative method based on a literature review of books and scientific journals published over the last ten years, integrating empirical findings with Maslow’s theory. The results indicate that: (1) discipline functions as a regulator of behavior and a mechanism of students’ self-control; (2) motivation acts as a driving force (internal drive) that determines the intensity of academic engagement; and (3) there is a reciprocal relationship in which motivation stimulates discipline, while discipline maintains the stability of motivation. The synergy between the two is proven to significantly enhance learning outcomes.  
Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Ontologi: Integrasi Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib Irmawansah, Ika; mariatus solikah, Dewi
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/hva0x186

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) is currently facing a paradigmatic crisis due to the dominance of pragmatism and technocratism in modern education. These paradigms reduce PAI learning to an instrumental activity oriented toward cognitive achievement, administrative indicators, and procedural efficiency, thereby neglecting the reflective, ethical, and spiritual dimensions that constitute the core of Islamic education. This article aims to reconstruct the methodology of PAI learning by grounding it in the ontological foundation of Islamic education through the integration of the concepts of tarbiyah, ta‘lim, and ta’dib. This study employs a qualitative approach using library research and is analyzed through a philosophical-critical perspective. The findings indicate that the dominance of pragmatism and technocratism is rooted in an immanent and reductionistic ontology that marginalizes the inner and transcendent dimensions of the human being. As an alternative, the ontology of Islamic education positions humans as moral and spiritual subjects who develop holistically. The integration of tarbiyah as a process of nurturing human potential, ta‘lim as the development of reflective reasoning and Islamic literacy, and ta’dib as an ethical orientation toward the formation of adab, constructs a dialogical, reflective, and emancipatory methodological framework for PAI learning. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi krisis paradigmatik akibat dominasi pragmatisme dan teknokratisme pendidikan modern. Kedua paradigma tersebut mereduksi pembelajaran PAI menjadi aktivitas instrumental yang berorientasi pada capaian kognitif, indikator administratif, dan efisiensi prosedural, sehingga mengabaikan dimensi reflektif, etis, dan spiritual yang merupakan inti pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan merekonstruksi metodologi pembelajaran PAI dengan bertolak dari landasan ontologis pendidikan Islam melalui integrasi konsep tarbiyah, ta‘lim, dan ta’dib. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan dianalisis menggunakan pendekatan filosofis-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi pragmatisme dan teknokratisme berakar pada ontologi imanen dan reduksionistik yang menyingkirkan dimensi batin dan transenden manusia. Sebagai alternatif, ontologi pendidikan Islam menempatkan manusia sebagai subjek moral dan spiritual yang berkembang secara holistik. Integrasi tarbiyah sebagai proses penumbuhan potensi insani, ta‘lim sebagai pengembangan nalar dan literasi keislaman yang reflektif, serta ta’dib sebagai orientasi etis pembentukan adab, membentuk kerangka metodologis pembelajaran PAI yang dialogis, reflektif, dan emansipatoris.
Implementasi Pendidikan Agama Islam Bagi Peserta Didik Non Muslim di SMKS YPKP TIK Sentani Iriani, Nur
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/c7n7cd17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, hambatan, serta dampak pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik non muslim di SMKS YPKP TIK Sentani. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, peserta didik non muslim, dan manajemen sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI diwajibkan bagi seluruh peserta didik tanpa memandang agama, sesuai kebijakan yayasan. Guru berupaya berhati-hati dalam penyampaian materi, namun proses pembelajaran masih cenderung eksklusif pada standar teologis Islam (rukun iman, fiqh) tanpa adaptasi signifikan bagi kebutuhan non muslim. Akibatnya, peserta didik non muslim cenderung pasif, mengalami keterputusan psikologis, dan kebingungan identitas agama. Penelitian ini mengidentifikasi kurangnya pelatihan pedagogi multikultural bagi guru dan kurikulum yang kaku sebagai hambatan utama. Direkomendasikan adanya rekonstruksi kurikulum menuju pedagogi lintas iman (interfaith pedagogy) yang menekankan nilai universal untuk membangun toleransi yang autentik. This study aims to analyze the implementation, challenges, and impacts of Islamic Religious Education (PAI) learning for non-Muslim students at SMKS YPKP TIK Sentani. Employing a descriptive qualitative approach with a field research design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation study. The research subjects included PAI teachers, non-Muslim students, and school management. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that PAI is mandatory for all students regardless of religious background, in accordance with the foundation’s policy. Teachers attempt to exercise caution in delivering the material; however, the learning process remains predominantly exclusive to Islamic theological standards (such as the pillars of faith and fiqh) without significant adaptation to the needs of non-Muslim students. As a result, non-Muslim students tend to be passive, experience psychological disengagement, and face religious identity confusion.The study identifies the lack of multicultural pedagogical training for teachers and a rigid curriculum as the main obstacles. It recommends curriculum reconstruction toward an interfaith pedagogy that emphasizes universal values to foster authentic tolerance
Strategi Pembinaan Kecerdasan Spiritual dan Moral melalui Program Ekstrakurikuler Keagamaan di Sekolah Kejuruan Nilam Cahyati, Zairin Dwi; Nisfah, Nazilatun; Sirulubab, Muchamad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/9yrc8c03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan serta dampaknya dalam meningkatkan kecerdasan spiritual dan moral siswa di SMKN 1 Dlanggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dan terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan di sekolah.Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMKN 1 Dlanggu—seperti tilawah Al-Qur’an, kajian keislaman, program pesantren, serta peringatan hari besar Islam—dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berperan penting dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, yang tercermin dari meningkatnya religiusitas, kesadaran beribadah, dan kemampuan pengendalian diri. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan moral siswa, seperti sikap jujur, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMKN 1 Dlanggu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral siswa di lingkungan sekolah kejuruan. This study aims to describe the implementation of religious extracurricular activities and their impact on improving students’ spiritual and moral intelligence at SMKN 1 Dlanggu. This research employed a qualitative descriptive approach, in which the researcher acted as the main instrument and directly participated in the school’s religious activities. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that religious extracurricular activities at SMKN 1 Dlanggu—such as Qur’an recitation, religious studies, Islamic boarding programs, and Islamic holiday celebrations—were implemented in a structured and continuous manner. These activities play an important role in developing students’ spiritual intelligence, reflected in increased religiosity, worship awareness, and self-control. Moreover, the activities positively influence students’ moral development, including honesty, responsibility, and social awareness. Therefore, the implementation of religious extracurricular activities at SMKN 1 Dlanggu significantly contributes to strengthening students’ spiritual and moral values within the vocational school environment
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Vidio terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam di SMKN Wahyu Robbany, Achmad Fadhli; Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Umi Hawa, Elfira Nur; Shobiri, Muhammad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/hmp29r59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 1 DLANGGU, serta untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah true experimental design dengan pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Kelas eksperimen menggunakan media video sebagai alat pembelajaran, sedangkan kelas kontrol tidak. Data dikumpulkan dengan angket dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji t dan regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media video terhadap peningkatan minat belajar dan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata minat dan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Selain itu, terdapat hubungan positif yang erat antara minat belajar dan hasil belajar, dengan kontribusi minat terhadap hasil belajar sebesar 75%. Penelitian ini menyarankan sekolah untuk melengkapi media pembelajaran seperti video dan memotivasi guru agar kreatif dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar siswa secara efektif. This study aimed to determine the effect of video media use on the interest and learning outcomes of eleventh-grade students in Islamic Religious Education (PAI)SMKN 1 DLANGGU, and to examine the relationship between learning interest and learning outcomes. The method used was a true experimental design with a pretest-posttest control group design and a cluster random sampling technique. The experimental class used video media as a learning tool, while the control class did not. Data were collected using questionnaires and learning achievement tests, then analyzed using t-tests and simple regression.The results showed a significant effect of video media use on improving student learning interest and learning outcomes. The average interest and learning outcomes scores in the experimental class were higher than those in the control class. Furthermore, there was a strong positive relationship between learning interest and learning outcomes, with interest contributing 75% to learning outcomes. This study recommends schools to supplement learning media such as videos and motivate teachers to be creative in their teaching, thereby effectively improving the quality of student learning
Identifikasi Kesulitan Belajar Tajwid dan Intervensi Guru PAI dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Menengah Kejuruan Jazilah, Khoirul; Hasanah, Uswatun; Mukarromah, Luk Luatul; Al Mumtaza, Najhan Hilman
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/8mz69v28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa SMKN 1 Dlanggu serta merumuskan solusi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 30% siswa memiliki kemampuan membaca yang baik dengan penguasaan tajwid dan kelancaran yang cukup. Sebanyak 30% berada pada tingkat sedang, di mana mereka masih sering melakukan kesalahan dalam pelafalan huruf dan penerapan hukum tajwid. Sementara itu, 40% siswa memiliki kemampuan rendah, yaitu mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah dan menyusun kata dengan benar. Tantangan utama dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMKN 1 Dlanggu meliputi rendahnya motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi guru, serta penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat meningkat secara signifikan dan lebih efektif dalam jangka panjang This study aims to identify the factors inhibiting the ability to read the Qur'an among students of SMKN 1 Dlanggu and formulate effective solutions. The research method used is a qualitative study with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that of the 50 students who participated in the study, 30% of the students had good reading ability with sufficient mastery of tajweed and fluency, 30% were at a moderate level where they still often made mistakes in the pronunciation of letters and the application of tajweed laws and 40% of the students had low ability, having difficulty in recognizing hijaiyah letters and composing words correctly. The main challenges in learning to read the Qur'an at SMKN 1 Dlanggu are lack of student motivation, less varied learning methods, and lack of parental involvement, and limited learning facilities. To improve students' ability to read the Qur'an is done by using more interactive learning methods, utilizing digital technology, increasing teacher competence and increasing learning facilities. With these efforts, it is expected that students' ability to read the Quran can improve significantly and more effectively in the long run.  
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Terhadap Motivasi Belajar Di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Wahyudi, Imam; M. Ilmiah, Maulida; Khodijah, Nadya Nur
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/rtwc1216

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya partisipasi siswa dan kejenuhan dengan sistem pembelajaran yang monoton sehingga siswa kurang dalam semangat saat pelajaran PAI yang membosankan dan monoton di SMKN 1 DLANGGU, terkhusus kelas X yang berjumlah 35 orang siswa. Dari permasalahan tersebut dapat diketahui bahwa penyebabnya yaitu kurangnya motivasi belajar. Sehingga perlu mengembangkan model-model pembelajaran, salah satunya model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menjadikan siswa sebagai narasumber. Observasi dan penyebaran angket yang dilakukan untuk mendapatkan hasil tentang metode TGT yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif jenis TGT (Team Games Tournamnet) ini membuktian dengan adanya metode ini pemahaman materi dan motivasi belajar siswa meningkat dengan pesat, 1) siswa lebih faham materi karena guru mudah menjelaskan materi sebelum melakukan games, 2) siswa dapat belajar lebih menyenangkan dan terhibur, 3)menumbuhkan rasa saling menghormati dan bertanggung jawab. Dengan metode ini dapat mendorong kemajuan kualitas pendidikan dan meningkatkan pemahaman materi dan motivasi belajar siswa dalam dunia pendidikan. The background of this study is the lack of student participation and boredom caused by a monotonous learning system, which results in low enthusiasm among students during Islamic Religious Education (PAI) lessons at SMKN 1 Dlanggu, especially in Grade X consisting of 35 students. From this problem, it can be identified that the main cause is the lack of learning motivation. Therefore, it is necessary to develop innovative learning models, one of which is the cooperative learning model of the TGT (Teams Games Tournament) type. The type of research used is qualitative research. In this study, students were selected as the primary informants. Observations and questionnaires were conducted to obtain data regarding the implementation of the TGT method aimed at improving students’ learning motivation.The cooperative learning model of the TGT (Teams Games Tournament) type proves that its implementation significantly improves students’ understanding of the material and their learning motivation, as evidenced by: (1) students better understand the material because the teacher explains the lesson clearly before conducting the games; (2) students experience a more enjoyable and engaging learning process; and (3) the method fosters mutual respect and a sense of responsibility among students. This method can encourage improvements in the quality of education and enhance both students’ understanding of learning materials and their motivation to learn in the educational environment
Implementasi Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Pada Siswa Kelas V MI Tanwirul Mubtadi’in Pendil Banyuanyar Probolinggo Satap, Siti Maryam; Fawaid, Alvian
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/0p8gph35

Abstract

Media digital merupakan alat bantu bagi pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran, salah satunya melalui kombinasi audio dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media audio-visual dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada siswa kelas V MI Tanwirul Mubtadi'in Pendil Banyuanyar Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio-visual dapat mempermudah proses pembelajaran. Penerapan media audio-visual membantu siswa menjadi lebih peka terhadap diri sendiri serta memberikan motivasi untuk belajar. Faktor pendukung dalam penerapan media audio-visual meliputi ketersediaan bahan, motivasi belajar siswa, serta kemudahan dan kecepatan guru dalam menyajikan materi pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, waktu, tenaga pendidik, serta tidak semua materi SKI dapat disajikan melalui media ini. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas serta pelatihan bagi guru dalam mengembangkan media audio-visual yang lebih kreatif dan interaktif. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas media audio-visual dengan berbagai model pembelajaran inovatif untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI Digital media is a teaching aid for educators in delivering learning materials, one of which is through a combination of audio and visual. This study aims to describe the implementation of audio-visual media in learning Islamic Cultural History (SKI) in grade V students of MI Tanwirul Mubtadi'in Pendil Banyuanyar Probolinggo. This research used a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that audio visual media facilitated the learning process. The application of audio visual media can help students be more sensitive to themselves and provide motivation to learn. Supporting factors in the application of audio visual media include the availability of materials, student learning motivation, and the ease and speed of teachers in presenting learning materials. Meanwhile, the inhibiting factors are infrastructure, time, teaching staff, and not all SKI material can be presented with this media. For this reason, it is necessary to improve facilities and training for teachers in developing audio-visual media that are more creative and interactive. In addition, further research can explore the effectiveness of audio visual media with various innovative learning models to optimize student learning outcomes in SKI subjects.

Page 1 of 1 | Total Record : 10