cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2009)" : 7 Documents clear
Visualisasi Hukum Perbandingan Volume dan Hipotesis Avogadro dengan Menggunakan Barang Bekas untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Kelas XA SMAN 1 Bantaeng Sumiati S.
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.413 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.427

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XA SMA Negeri 1 Bantaeng semester 1 tahun pelajaran 2007/2008. dengan jumlah siswa 35 orang yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memudahkan siswa dalam mempelajarai konsep  kimia pada kompetensi Hukum Perbandingan Volume dan Hipotesis Avogadro; (2) untuk meningkatkan  aktif dan kreatifitas siswa  dalam belajar kimia (Hukum Perbandingan Volume dan Hipotesis Avogadro). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa:(1) pada siklus I terlihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan Charta belum menunjukkan hasil yang maksimal, dan belum mampu membuat siswa aktif dan kreatif. (2) pada siklus II. menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dengan teknik visualisasi dengan alat peraga molymod sederhana dari barang bekas dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas siswa. Kata Kunci: hipotesis Avogadro, barang bekas, aktivitas hasil belajar ABSTRACT This study is a classroom action research and as a subject is the students of class XA SMA N 1 Bantang 1th semester in academic year 2007/2008. the total students is 35 that consist of the 20 students male and 15 students female. This research consist of two cycles that aimed to; (1) mak the student easier to learning the chemistry concepts in competence of volume proportion low and  hypothesisAvogadro, (2) increasing the activity and creativity in learning the volume proportion low and hypothesisAvogadro. The results of the resesrch show that; (1) in the first cycle hasn’t yet indicate learning result, activity and creativity of students maximum. (2) in the second cycle by using visualization technique with molymod from reusing things can increase achievement, activity and creativity of the students Key word: volume comparison law, Avogadro hypothesis, reusing things, and activity and learning result of students
Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia, Lamk) terhadap Pertumbuhan Eschericia coli Maria Tumbel
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.45 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.432

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian “Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia, Lamk) Terhadap Pertumbuhan Eschericia coli”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mikrobiologis tentang daya hambat ekstrak metanol daun Jati Belanda terhadap pertumbuhan Eschericia coli penyebab diare. Daun Jati Belanda diekstraksi dengan cara maserasi dalam pelarut metanol selama 5 hari. Ekstrak daun Jati Belanda yang diperoleh kemudian disuspensikan ke dalam larutan Na CMC 1% sehingga diperoleh konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 20% b/v sedangkan larutan Na CMC 1% sebagai kontrol, kemudian dilakukan uji daya hambat pertumbuhan Eschericia coli dengan metode difusi dengan menggunakan medium Nutrient Agar (NA) dan pencadang, kemudian diinkubasi pada suhu 37º C selama 1 x 24 jam. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik RAL menunjukkan ada perbedaan efek yang nyata pada taraf signifikan α = 0,05. Pengujian lanjutan dengan uji rentang Newman Keuls menunjukkan ada perbedaan nyata antara pemberian ekstrak metanol daun Jati Belanda 5%, 10%, dan 20% dengan kontrol, juga konsentrasi 5% dengan 20% sedang pada konsentrasi ekstrak metanol daun Jati Belanda 5% dengan 10% dan konsentrasi 10% dengan 20% memperlihatkan hasil yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun Jati Belanda memiliki daya hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan Eschericia coli. Diameter zona hambatan rata-rata yang dihasilkan oleh ekstrak metanol daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia, Lamk) dengan konsentrasi 20% adalah 12,67 mm, untuk konsentrasi 10% adalah 11 mm dan untuk konsentrasi 5% adalah 9,67 mm. Kata Kunci : Ekstrak Metanol daun Jati Belanda, uji daya hambat, Eschericia coli. ABSTRACT A research on “Inhibition Assay of  extract methanol of Cedar Leaves to The Growth of Eschericia coli” has been done. The purpose of this research is to obtain microbiological data of bioactivity in Cedar leaves. The cedar leaves are extracted by maceration in methanol for five days. The methanol cedar leaves extract then is suspended into  1% Na CMC Solution.The inhibition assay to the growth of Eschericia coli using diffusion method, consist of three variation concentrates of extract methanol of Cedar leaves, those are 5% w/v, 10% w/v, and 20% w/v in 1% Na CMC solution. Solution of Na CMC 1% without extract methanol of Cedar leaves as control negative Eschericia coli growth at medium Nutrient Agar (NA) and then incubated at 37° C within 24 hours. The result of this research showed that the extract methanol of Cedar leaves have inhibited the growth of Eschericia coli by incubated within 24 hours with diameter inhibition zone of 20% extract was 12,67 mm, 10% extract was 11 mm, and 5% was 9,67 mm. By the statistic analysis of Completed Randomed Design (CRD) method followed by Newman Keuls range test showed that between concentrate 5% and control, 10% and control, 20% and control also between 5% and 20% have showed the real difference but between concentrate 5% and 10%, also between concentrate 10% and 20% was not showing the real difference. The conclusion of the result is the methanol extract of Cedar leaves could inhibit the growth of Eschericia coli. Keyword : methanol Extract of Cedar leaves, inhibition assay, Eschericia coli,.
Pengembangan Paket Teknologi Pengolahan untuk Menghasilkan Ikan Kering dan Ikan Asap yang Bermutu di Kabupaten Takalar Muh. Yunus; Muhammad Danial; Nurlaela .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.414 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.430

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengembangan teknologi pengolahan ikan dengan tujuan; 1) diperoleh model prototif alat pengering dan pengasapan ikan yang tepat guna, 2) data tentang besarnya distribusi suhu (Tin dan Tout) yang efektif untuk alat, 3) kapasitas alat, 4) efektifitas penukar panas (kalor) alat, 5) kadar zat gizi, organoleptis dan umur simpan produk ikan olahan. Teknologi yang dikembangkan adalah alat pengeringan dan pengasapan ikan. Alat pengering mekanis ini berbentuk lemari segi empat yang dibuat dari plat besi yang berbentuk segi empat yang terdiri dari 3 bagian yaitu unit pemanas, ruang pengering, ruang Blower. Sedangkan alat pengasapan ikan yang dikembangkan adalah alat pengasapan ikan mekanis dengan menggunakan bahan bakar arang. Metode yang digunakan adalah mendesain prototif alat, uji spesifikasi alat, uji zat gizi, sifat oragnoleptis, dan umur simpan produk ikan olahan, selanjutnya diterapkan pada masyarakat nelayan pesisir Kab. Takalar. Hasil penelitian yaitu berupa prototif dan spesifikasi alat sebagai berikut: 1) Alat pengeringan ikan berbentuk segi empat dengan ukuran 175x60x50 cm, suhu masuk 65oC, suhu keluar 60oC, kapasitas 30 Kg, efektifitas alat (rata-rata 55,13%), lama pengeringan 4 jam, volume bahan bakar minyak tanah yang diperlukan 3 liter. Spesifikasi produk ikan kering yang diperoleh cita rasa  dengan kategori suka dan bergizi yang tinggi, 2) Alat pengasapan ikan berbentuk segi empat dengan ukuran 160x60x50 cm, suhu masuk 60­oC, suhu keluar 55 oC, kapasitas alat 30 kg, efektifitas alat (rata-rata 33,50%), lama pengasapan 3 jam, volume bahan bakar 7 kg. Spesifikasi produk ikan asap diperoleh cita rasa dengan kategori sangat disukai, bergizi, dan memiliki umur simpan 4-5 hari. Kata Kunci: Teknologi, ikan, kemiskinan, pesisir pantai. ABSTRACT The research is done for developing of fish process technology that aimed to: 1) find prototype model of fish drying and fumigator, 2) find data of effective temperature distribution (Tin and Tout), 3) capacity of equipment, 4) the heat exchange effectiveness of equipment, and 5) know nutrient content, organoleptics value, and long time preserver. The technology that developed is fish dryer and fumigator equipments. This mechanic dryer equipment is quadrangular that made from iron plate and consist of three sides those are heating unit, dyer part, and blower part. While fish smoker equipment that is developed using charcoal. Furthermore, the technology is applied of fisherman peoples in coastal area at kab. Takalar as efforts to overcome destitution. The research results are obtained prototype and qualification of equipment namely: 1) Dryer equipment performance are quadrangular (175x60x50 cm), Tin 65oC, Tout 60oC, equipment capacity 30 kg, effectively 55,13%, time of drying 4 hours, fuel volume 3 liter. 2) Fumigator equipment performance are quadrangular (165x60x50 cm), Tin 60oC, Tout 55oC, equipment capacity 30 kg, effectively 33,50%, time of drying 3 hours, fuel (charcoal) volume 7 kg. Keywords: Technology of dried and smoke fish, destitution, coastal area
Pengaruh Konsentrasi Cd, Pb dan Lama Penanaman Terhadap Penyerapan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sugiarti .; Eda Lolo Allo
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.008 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.425

Abstract

ABSTRAK Pencemaran logam berat Cd (kadmium) dan Pb (Plumbum) menimbulkan masalah bagi lingkungan. Upaya penanggulangannya sudah dilakukan tetapi memerlukan biaya yang tinggi dalam pengoperasiannya sehingga diperlukan cara lain yang lebih murah yaitu dengan menggunakan eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi Cd, Pb dan lama penanaman terhadap penyerapan eceng gondok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan obyek penelitian eceng gondok yang diambil di jalan Perintis kemerdekaan dan jalan Landak baru yang mempunyai tinggi rata-rata 20-25cm dan berat rata-rata 46-65g. Penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut: penanaman sampel, pemanenan dan pengeringan, destruksi dan pengukuran menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Pengumpulan data dengan mengukur deret larutan baku yang disiapkan kemudian diukur dengan SSA. Data dianalisis secara inferensial dengan menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneyrapan Pb oleh eceng gondok pada media yang berisi Pb optimum pada hari ketiga, penyerapan Cd oleh eceng gondok pada media yang berisi Cd optimum pada hari keenam dan penyerapan logam Pb oleg eceng gondok pada media campuran Cd+Pb optimum pada hari pertama sedangkan Cd pada hari keenam. Semakin tinggi konsentrasi logam berat pada media tanam, semakin besar konsentrasi lgam bera (Cd+Pb) yang terserap oleh eceng gondok.  Penyerapan logam berat Cd dan Pb oleh eceng gondok mulai menurun pada hari kesepuluh. Kata Kunci: Konsentras Cd dan Pb, Eceng Gondok ABSRTACT The pollution of heavy metal Cd and Pb caused problems to environment. The efforts to cope it was be done, but it’s need muchs money. From this case, it’s need the other chippers way. There is by water hyacinth plant. This research aimed to know the effect of Cd, Pb concntration and the long planting to adsorp of water hyacinth plant. This reserach is experiment metode with water hyacinth plants as object which was taken at Perintis Kemerdekaan Street and Landak baru street which this high average between 20-25cm and this weight average as 45-65g. This research was done by sample below steps, the planting of the sample and drying, destruction and measurement with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The data was collected with measurming the rows of standard solution and measured by AAS. The data was analyzed by infrential statistical method in correlation technique. The result showed is the adsorption Pb of water hyacinth at medium which contain optimum Pb at third days, and adsorption Cd of water hyacinth at medium which contain optimum of Cd at sixth days and at the mixing medium Cd+Pb optimum at first day whereas for Cd at sixth days. The higher concentration of heavy metal engage medium, as bigger as concentration Cd and Pb which adsorb by water hyacinth. The adsorption of Cd and Pb water hyacinth where getting down  at tenth days. Key Words: Cd and Pb Concenrtation, Eichhornia Crassipes
Pengaruh Konsentrasi HCl Terhadap Kadar Etanol pada Fermentasi Tepung Sagu (Metroxylon sagu) Netty Heriawaty; Andi Asdar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.886 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.431

Abstract

ABSTRAK Palem Sagu mengandung karbohidrat berupa sagu (pati) dan serat yang merupakan karbohidrat potensial sebagai substrat fermentasi alkohol, asam laktat dan lain-lain. Pati sagu memiliki kadar karbohidrat 94 %. Hasil hidrolisis berupa hidrolisat yang mengandung gula pereduksi akan mudah difermentasi menjadi etanol. Penelitian ini melibatkan tepung sagu sebanyak 50 g telah dihidrolisis menggunakan asam klorida yang dipanaskan pada suhu 120oC. HCl yang digunakan adalah HCl 1 M, 2 M, 3 M ,4 M, dan 5 M yang diulang 3 kali. Hasil hidrolisis difermentasi dengan ragi roti selama tiga hari dan kadar etanolnya diukur dengan menggunakan piknometer dan dicocokkan pada tabel bobot jenis Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Untuk menguji hipotesis penelitian, digunakan uji F pada taraf signifikansi α = 0,05 yang dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hidrolisis tepung sagu menjadi gula pereduksi yang optimum didapatkan dengan HCl 4M dengan rata-rata kadar eatanol 7,47%  sedangkan kadar etanol terendah dihasilkan pana konsentrasi HCl 1M dengan rata-rata kadar etanol 4,20%. Konsentrasi asam klorida berpengaruh secara signifikan terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Kata Kunci: sagu (metroxylon sagu), hidrolisis, fermentasi,  etanol ABSTRACT Sago palm is included a plant of palma Family having bark cointains carbohidrate such as Sago (amylum) and fiber. Sago and fiber are the potential carbohydrate as fermentation subtract of alcohol, lactate acid, etc, those are so cheap and easy found.  The amylum of sago has 94% carbohydrate content. The high carbohydrate content indicates that the amylum of sago can be prepared as the raw material of ethanol trough acid hydrolysis and fermentation process. This research involves 50 g powder of sago chemically by using chloride acid with heating at 120 oC temperature. HCl that has been used are HCl 1 M, 2 M, 3 M, 4 M, and 5 M by three times repeated. The hydrolysis result was fermentated by bread jeast and the ethanol content was measured by pycnometer that was sautéed to the specific weight table. Data was analyzed descriptively and inferentially and for testing the hypothesis is used F test on significant level, α=0,05 then continued to the smallest differentiated significant test. The optimum hydrolysis of sago powder to be reductor sugar was on HCl 4 M with the 7.4% average of ethanol, while the lowest is result on HCl 1M with the 4.2% average of ethanol. The chloride acid concentration is significantly effected of the production of ethanol. Key Words: Sago (Metroxylon sago), hydrolysis, fermentation, ethanol
Strategi Sintesis Total Senyawa Epotilon: Suatu Senyawa Aktif Baru Yang Potensial Sebagai Anti-Kanker Muharram .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.153 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.429

Abstract

ABSTRAK Epotilon adalah suatu makrosiklik lakton kelas baru yang menarik oleh karena daya aktivitasnya sebagai zat anti kanker. Senyawa makrolida ini diisolasi pertama kali oleh  kelompok Höfle dari Myxobacterium Sorangium cellulosum strain 90 yang diambil dari Sungai Zambezi Afrika Selatan. Berbagai uji biokimia mengunkapkan bahwa epotilon lebih potensial dibandingkan taksol dengan efek samping lebih kecil.   Setelah konfigurasi absolut epotilon A (I) dan B (2) dipublikasikan oleh Höfle, dan kawan-kawan, total sintesis epotilon dan turunanya secara intensif telah dilakukan. Publikasi pertama sintetis epotilon total oleh  Danishefsky dan kawan-kawan, diikuti oleh Nicolou dan kawan-kawan,  dan Shinzer dan kawan-kawan. Meskipun masing-masing kelompok mempunyai strategi tersendiri, ketiga kelompok tersebut menggunakan reaksi-reaksi olefin-metatesis, makrolaktonisasi, dan aldol sebagai reaksi-reaksi penyambung. Key words: Epothilone, totalsynthesis, olefin-Metatesis, macrolactonisation, aldol reaction ABSRACT Epothilone is a new class of macrocyclic lactones, which has drawn because of its powerful activity as anticancer agent. This macrolide compound was first isolated by Höfle’s group from the myxobacterium Sorangium cellulosum strain 90 that were harvested off the shores of the Zambezi River in South Africa. In various biochemical assays have revealed that the epothilones are more potent than taxol with less undesired side effect. After the absolute configuration of epothilone A (I) and B (2) were published by Höfle, et al, the total synthesis of epothilone and its derivate was intensively conducted. The first total synthesis of epothilone was published by Danishefsky et al, shortly followed by independent routes from Nicolou, et al. and Shinzer et al. Even though each group has own strategie, the three groups used olefin-methatesis,, macrolactonisation, and aldol reaction as coupling reactions. Key words: Epothilone, totalsynthesis, olefin-Metatesis, macrolactonisation, aldol reaction
Lempung Aktif Sebagai Adsorben Ion Fosfat Dalam Air Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.43 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.424

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi Lempung aktif  terhadap ion fosfat. Penelitian ini  dilaksanakan di Laboratorium  Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar. Sampel lempung  diambil dari  Kabupaten Barru dan diaktivasi secara fisika pada suhu 350 oC selama 3 jam. Kapasitas Adsorpsi lempung aktif ditentukan berdasarkan penentuan waktu kontak optimum pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, 8, 9, 10 dan 11 jam dengan variasi konsentrasi awal fosfat  10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Konsentrasi fosfat yang teradsorpsi  pada  lempung aktif  ditentukan dengan metode asam askorbat yang diukur dengan  spektrofotometer Uv-Vis pada  l  890 nm. Prinsip dasar  metode ini adalah  senyawa ortofosfat direaksikan dengan ammonium  molibdat dengan kalium antimonil tartrat dalam suasana asam. Asam fosfomolibdat yang dihasilkan kemudian direduksi  dengan  asam askorbat  menjadi kompleks molibdenium yang berwarna biru. Intensitas warna biru dari senyawa molibdenium ini sebanding dengan konsentrasi fosfat yang tidak teradsorpsi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi lempung aktif  0,8197  mg/g  yang mengikuti pola isoterm  Langmuir dengan nilai  R2 =  0,861. Kata Kunci:  Lempung Aktif, Kapasitas Adsorpsi, Ion Fosfat ABSTRACT The research of activated clay as adsorber on phosphate ions has done in chemistry  Laboratory of  Faculty of Mathematics  and Natural Sciences, State University of Makassar. This research is aimed to know  the adsorption capacity of activated clay to phosphate ions.  The clay sample  was taked from Barru regency and activated phisically at 350 oC during three hours. The capacity of activated clay  adsorption was determined based on the establish  of  optimum contact time at various time of 1, 3, 7, 8, 9, 10, and 11 hours with  the initial variations concentration of phosphate 10, 20, 30, 40, and 50 ppm.  The concentration  of phosphate  which adsorpted  in activeted  clay  was determined  by ascorbic acid method  which  measured  with UV-Vis  spectrophotometer of at l 890 nm.  The  principle  of this method  is the reaction of ortophosphate, ammonium molibdat and potassium antimonil tartrat in acid condition. The phosphomolibdat  acid was reduced  with ascorbic  acid to molibdenium complexes which blue color. The blue color intensity of molibdenium  compound is equal to phosphate concentration  tha is not adsorbed. The measuring result shown that the adsorption capacity of activeted clay is 0.8197 mg/g which  behaves like  the Langmuir  isoterm with R2 0.861. Key  word: Activated Clay,  The Adsorption Capacity,  and Phoshate Ion

Page 1 of 1 | Total Record : 7