cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
STUDI DEKSKRIPTIF KEKERASAN PADA LANSIA DALAM KELUARGA DI DESA TANDANG KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG Fahri Rismanda
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.833 KB)

Abstract

Secara biologis usia lanjut adalah individu yang mengalami suatu proses perubahan. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduran kesehatan fisik dan mental pada usia lanjut. Sehingga usia lanjut rentan mengalami tindak kekerasan atau tindak pengabaian. Menurunnya fungsi fisik dan psikis dari usia lanjut juga akan lebih mudah memberikan peluang untuk terjadinya tindak kekerasan atau pengabaian dari pihak keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tindak kekerasan pada usia lanjut di dalam keluarga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sample. Hasil penelitian didapatkan tindak kekerasan pengabaian fisik dengan nilai mean 35,50, pengabaian ekonomi dengan nilai mean 16,82 , pengabaian psikis dengan nilai mean 17,03. Sebagai orang terdekat dan dipercaya oleh usia lanjut keluarga sangatlah berperan penting terhadap setiap aktifitas dan dan perkembangan kesehatan fisik maupun mental pada usia lanjut. Keluarga diharapkan lebih dapat mengerti tentang kesehatan usia lanjut dan hal-hal yang beresiko untuk terjadinya tindak kekerasan pada usia lanjut. Diharapkan ada penelitian lebih lanjut tentang pengetahuan keluarga terhadap tindak kekerasan pada usia lanjut.Kata Kunci : Kekerasan Pada Usia Lanjut
GAMBARAN RESPON PSIKOLOGIS REMAJA YANG MENDAPAT LABELING DI SMK PERDANA KOTA SEMARANG Nunung Hidayatul Khoisiyah
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.777 KB)

Abstract

Istilah labeling merupakan pemberian julukan kepada seseorang atau kelompok atas ciri-ciri yang melekat pada diri individu. Ciri-ciri tersebut dapat berasal dari ciri fisik, penyakit yang diderita, karakter, orientasi seksual, ciri kolektif ras, etnik dan golongan. Pemberian label tersebut biasanya didapat dari hasil interaksi sosial. Individu yang diberi label biasanya mengikuti label yang telah ditetapkan kepada dirinya dan akan menjadi dasar untuk beradaptasi sepanjang hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran respon psikologis remaja yang mendapat labeling di SMK Perdana Kota Semarang. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X dari SMK Perdana Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek kognitif, umumnya remaja yang mendapat labeling tetap konsentrasi dan memperoleh hasil belajar yang baik tetapi ada pula responden yang sulit memahami dan tidak fokus dalam belajar. Secara umum perasaan remaja yang muncul akibat labeling adalah rasa tidak percaya diri, marah, sedih, dan khawatir. Perilaku sosial responden sejauh ini dapat diterima di lingkungannya sehingga hubungan terjalin baik. Ada pula responden yang menjadi enggan berbicara dengan teman ketika suasana hatinya tidak baik sehingga cenderung menghindar ketika terjadi pelabelan. Responden menginginkan untuk dipanggil dengan namanya sendiri. Bahkan, adapula responden yang menjadikan pelabelan pada dirinya sebagai motivasi untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat, institusi pendidikan, guru dan orang tua untuk bekerja sama melakukan penyuluhan, pengawasan dan bimbingan pada perkembangan psikologis remaja khususnya agar tidak melakukan pelabelan kepada siapapun.Kata Kunci : Labeling, Respon Psikologis, Remaja
HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Ati Tyaa Hastuti
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.352 KB)

Abstract

Latar belakang : Supervisi adalah salah satu fungsi manajerial yang harus dijalankan oleh kepala ruangan. Supervisi yang tepat akan membantu pihak manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana khususnya dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan uraian tugas perawat pelaksana. Untuk itu sebagai seorang supervisor kepala ruang harus siap dalam menjalankan supervisi dengan di bekali kompetensi dan keterampilan yang cukup. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi perawat pelaksana tentang kemampuan supervisi kepala ruangan mempengaruhi kinerja perawat pelaksana di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang pada tahun 2013. Metode : penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 orang. Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi perawat pelaksana tentang kemampuan supervisi kepala ruang di instalasi rawat inap rumah sakit umum daerah kota semarang tahun 2013 yaitu sebesar ( 76.5 %) dalam kategori baik dan kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian keperawatan yaitu sebesar (64.7 %) dalam kategori baik. Analisis persepsi perawat pelaksana tentang kemampuan supervisi kepala ruang dengan kinerja perawar dilakukan menggunakan Rank Spearman, p value 0.00 (<0.05). Sehingga kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara persepsi perawat pelaksana tentang kemampuan supervisi kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana khususnya kinerja dalam pendokumentasian keperawatan. Saran: untuk meningkatkan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai dokumentsai asuhan keperawatan sekaligus kemampuan kepala ruang dalam supervisi secara bersama-sama.Kata kunci : kinerja perawat, supervisi
PENGATURAN KECEPATAN ALIRAN DARAH (QUICK OF BLOOD) TERHADAP RASIO REDUKSI UREUM PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI UNIT HEMODIALISIS RSUD KOTA SEMARANG Imam Hadi Yuwono
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.872 KB)

Abstract

Pasien PGK stadium akhir memerlukan terapi pengganti ginjal salah satunya dengan hemodialisis, yang bertujuan mengeluarkan sisa metabolisme, kelebihan air dan mengatur keseimbangan asam basa. Hemodialisis disebut adekuat bila mencapai RRU sebesar 65%. QB adalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil RRU. Kecepatan aliran darah dari tubuh pasien ke mesin digambarkan dengan quick of blood . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaturan QB terhadap RRU. Desain penelitian menggunakan pendekatan croos-sectional dengan membedakan RRU dari QB 150 ml/menit, 175 ml/menit dan 200 ml/menit. Hasil uji paired-samples T-test menunjukkan ada perbedaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis yang signifikan pada setiap kelompok QB. Rata-rata hasil RRU dari QB 150 ml/menit adalah 52,0%, QB 175 ml/menit adalah 64,2% dan QB 200 ml/menit sebesar 66,3%. Uji one way anova menunjukkan hasil antara QB 150 ml/menit dengan QB 175 ml/menit dan 200 ml/menit mempunyai pengaruh yang signifikan (sig < 0,000) atau sig < 0,05. QB 175 ml/menit dengan 200 ml/menit tidak mempunyai pengaruh yang signifikan (sig = 0,666) atau sig > 0,05. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pengaturan QB harus disesuaikan dengan berat badan predialisis. Perawat dialisis mengatur QB sesuai dengan berat badan dan harus mempertimbangkan kecepatan aliran darah pada akses vaskuler.Kata kunci : PGK, hemodialisis, quick of blood dan RRU
EFEKTIFITAS EFFLEURAGE DAN ABDOMINAL LIFTING DENGAN RELAKSASI NAFAS TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I DI KLINIK BIDAN INDRIANI SEMARANG Dhina Noor Faradilah
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.069 KB)

Abstract

Selama persalinan ibu mengalami nyeri. Nyeri yang dialami yaitu nyeri pada kala I sampai kala IV. Dalam hal ini pemberi pelayanan sangat penting untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu dengan tehnik Effleurage dan Abdominal Lifting dan relaksasi nafas dalam untuk meningkatkan kenyamanan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas pemberian Effleurage dan Abdominal Lifting dengan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I di Klinik Bidan Indriani Semarang.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin di Klinik Bidan Indri Semarang yang ditetapkan secara purposive random sampling. Jumlah sampel ada 54 responden yang dibagi 2 kelompok yaitu 27 responden tehnik Effleurage dan Abdominal Lifting dan 27 responden tehnik relaksasi nafas dalam. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dengan skala nyeri numerik.Hasil analisis uji statistic dengan menggunakan uji Mann- Whitney didapatkan hasil untuk nilai ? = 0,031 < ? 0,05. Artinya kedua upaya penurunan nyeri tersebut sama- sama efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala I tetapi diantara keduanya lebih efektif relaksasi nafas dalam dibandingkan Effleurage dan Abdominal Lifting dengan hasil mean 4,85> 4,30.Disarankan dapat membantu memenuhi kebutuhan rasa nyaman dalam mengontrol nyeri secara non farmakologis dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang manajemen nyeri persalinanan pada saat ANC.Kata kunci : Effleurage dan Abdominal Lifting, relaksasi nafas , nyeri kala IDaftar Pustaka : 38 (1998-2010)
DESKRIPTIF TENTANG KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG BERISIKO TERJADINYA JATUH PADA LANSIA DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Lisa Agustina
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.518 KB)

Abstract

Jatuh merupakan masalah fisik yang sering terjadi pada lansia. Dengan bertambahnya lansia kondisi fisik, mental dan fungsi tubuh menurun. Penyebab jatuh pada lansia dapat disebabkan oleh banyak faktor, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (lantai yang licin dan tidak merata, tersandung oleh benda-benda, kursi roda yang tidak terkunci, penglihatan kurang dan penerangan cahaya yang kurang terang cenderung gampang terpeleset atau tersandung sehingga dapat memperbesar resiko jatuh pada lansia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lingkungan yang berisiko terjadinya jatuh pada lansia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Jumlah sampel yang di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 120 responden, hasil penelitian didapatkan lantai rumah dengan nilai mean 12,35, kondisi penerangan dengan nilai mean 6,08, keberadaan tangga dengan nilai mean 1,08 dan penggunaan alat-alat di rumah dengan nilai mean 0,98. Sebagai keluarga yang mempunyai lansia dengan usia 60-85 tahun diharapkan dapat megurangi resiko terjadinya jatuh pada lansia dengan menjaga dan memelihara lingkungan sekitar.Kata kunci : karakteristik lingkungan yang beresiko jatuhDaftar Pustaka : 22 (2001-2012)
TINGKAT PENGETAHUAN GURU SEKOLAH DASAR TENTANG PERKEMBANGAN EMOSI DAN SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH KELAS 1DI KECAMATAN TEGAL TIMUR KOTA TEGAL Angga Mardiyantoro
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.392 KB)

Abstract

Meningkatnya angka kekerasan terhadap anak khususnya anak usia sekolah yang terjadi di sekolah yang dilakukan oleh guru akhir-akhir ini memberikan dampak negative terhadap perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru sekolah dasar tentang perkembangan emosi dan sosial anak usia sekolah kelas 1 di kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Metode : Penelitian bersifat deskriptif menggunakan SPSS 16 uji univariat distribusi frekuensi, tendensi sentral (mean, median, modus) dan nilai penyebaran data (standar deviasi, variasi, range, minimum, maksimum).Populasi seluruh guru sekolah dasar kelas 1 sebanyak 43 responden.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden.Pengambilan sampel dengan teknik sample jenuh.Analisis data secara dekriptifterhadap tingkat pengetahuan perkembangan emosi dan tingkat pengetahuan perkembangan sosial. Hasil : tingkat pengetahuan emosi kategori kurang terdapat 18 responden, cukup 14 responden, baik 11 responden, rata-rata 18,06,minimum 11, maksimum 34, dan standart deviasi 4,35. Tingkat pengetahuan sosial kategori kurang terdapat 10 responden, cukup 18 responden, baik 15 responden, rata-rata 13,23 ,minimum 8, maksimum 17, dan standart deviasi 2,34. Berdasarkan hasil tersebut tingkat pengetahuan guru sekolah dasar tentang perkembangan emosi kurang dan tingkat pengetahuan guru tentang perkembangan sosial baik.Kata kunci : perkembangan emosi dan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7