cover
Contact Name
Malida Fatimah
Contact Email
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+62881023174907
Journal Mail Official
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/JurnalDinamikaPsikologi/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis
ISSN : -     EISSN : 30638216     DOI : https://doi.org/10.26486/jdp.v1i1.3883
Core Subject : Science,
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah Jurnal akses terbuka untuk penyebaran informasi review metaanalisa, referensi keilmuwan, dan pengembangan empiris dalam beberapa macam aspek psikologi, dengan minat khusus pengembangan kekhasan pemahaman dinamika psikologi dalam ilmu perilaku di konteks masing-masing subjek dan lingkungan penelitian. Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Dinamika Psikologis menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fokus dan Scope Jurnal psikologi mengundang manuskrip di bidang : Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Kognitif Psikologi Sosial Psikologi Klinis Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Proses Peer Review
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025" : 5 Documents clear
Meta-Synthesis Prinsip Energi Bebas: Implikasi Pada psikopatologi Ramdhani, Mohamad Rachmat
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4257

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur untuk mengeksplorasi Prinsip Energi Bebas (Free Energy Principle/FEP) yang dikembangkan oleh Karl Friston, terutama dalam kaitannya dengan gangguan mental seperti skizofrenia, depresi, dan kecemasan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran FEP dalam mendorong pergeseran paradigma pemahaman psikopatologi dengan meninjau dan menyatukan temuan dari berbagai penelitian empiris. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini mengacu pada pendekatan meta-sintesis kualitatif, berfokus pada artikel yang mengaplikasikan FEP dalam konteks psikologi klinis dan neurobiologi, serta mengecualikan studi teoretis tanpa data empiris atau yang kurang relevan dengan psikologi klinis. Desain penelitian ini mengikuti pendekatan kualitatif untuk menggantikan analisis statistik pada gejala psikopatologi, dengan kriteria inklusi yang mencakup penelitian empiris mengenai aplikasi FEP pada gangguan mental, serta eksklusi pada studi teoretis yang tidak menyertakan data empiris. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana Prinsip Energi Bebas dapat menghasilkan pemahaman baru tentang mekanisme gangguan mental dibandingkan teori psikopatologi tradisional. Hasil menunjukkan bahwa FEP menyediakan kerangka teoritis yang lebih adaptif dalam menjelaskan disfungsi kognitif pada gangguan mental, terutama dalam hal kegagalan otak memperbarui model prediksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FEP memiliki potensi untuk mendorong pergeseran paradigma dalam psikologi klinis, sehingga dapat membuka jalan bagi pendekatan terapi yang lebih terarah dan adaptif untuk kondisi kesehatan mental. Kata Kunci: Prinsip Energi Bebas, Skizofrenia, Depresi, Kecemasan, Pergeseran Paradigma, Psikopatologi, Inferensi Aktif, Karl Friston, Psikologi Klinis. Abstract: This study employs a literature analysis method to explore the Free Energy Principle (FEP), developed by Karl Friston, particularly in relation to mental disorders such as schizophrenia, depression, and anxiety. The aim is to identify the role of FEP in driving a paradigm shift in understanding psychopathology by reviewing and synthesizing findings from various empirical studies. To achieve this, the study applies a qualitative meta-synthesis approach, focusing on articles that apply FEP in the context of clinical psychology and neurobiology, while excluding theoretical studies that lack empirical data or are less relevant to clinical psychology. The research design follows a qualitative approach to replace statistical analysis on psychopathological symptoms, with inclusion criteria encompassing empirical studies on the application of FEP in mental disorders, and exclusion criteria for theoretical studies without empirical data. The main research question addressed is how the Free Energy Principle can provide a novel understanding of the mechanisms of mental disorders compared to traditional theories of psychopathology. The findings reveal that FEP offers a more adaptive theoretical framework for explaining cognitive dysfunction in mental disorders, particularly highlighting the brain's failure to update predictive models. This study concludes that FEP has the potential to drive a paradigm shift in clinical psychology, paving the way for more targeted and adaptive therapeutic approaches for mental health conditions. Keywords: Free Energy Principle, Schizophrenia, Depression, Anxiety, Paradigm Shift, Psychopathology, Active Inference, Karl Friston, Clinical Psychology.
PERSEPSI KEAMANAN MAHASISWA PERANTAUAN TERHADAP KRIMINALITAS DI BANDA ACEH Cindy Pratiwi; Intan Mutia; Fayza Ramulan; Muhammad Syah Reza; Ningsih, Ayu Cahya; Irin Riamanda
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4261

Abstract

Abstrak: Mahasiswa perantauan seringkali menghadapi tantangan unik terkait keamanan di lingkungan baru, seperti adaptasi dengan dinamika keamanan setempat, ancaman kejahatan jalanan, dan kekhawatiran tentang keamanan pribadi. Melihat fenomena kriminalitas di Banda Aceh dan dampaknya terhadap persepsi keamanan, penting untuk memahami bagaimana mahasiswa perantauan menginterpretasikan persepsi keamanan mereka di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa perantauan dalam menghadapi kriminalitas di lingkungan baru mereka dan bagaimana mereka menafsirkan keamanan di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Prosedur pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan lima orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara (indepth interview) kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis naratif oleh Creswell (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam pengalaman dan persepsi keamanan terhadap kriminalitas di Banda Aceh. Terdapat perbedaan dalam pengalaman tinggal sendiri di antara narasumber, namun penilaian risiko mereka cenderung sama, yaitu menganggap Banda Aceh lebih aman dibandingkan wilayah lain yang pernah mereka kunjungi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai persepsi keamanan mahasiswa terhadap kriminalitas di Banda Aceh dan menjadi bahan evaluasi bagi aparat setempat untuk mempertahankan serta meningkatkan jaminan keamanan kota Banda Aceh. Kata kunci: Persepsi keamanan, kriminalitas, mahasiswa perantauan, Banda Aceh Abstract: Overseas students often face unique security-related challenges in a new environment, such as adaptation to local security dynamics, the threat of street crime, and concerns about personal safety. Given the phenomenon of criminality in Banda Aceh and its impact on perceptions of security, it is important to understand how overseas students interpret their perceptions of security in the city. This study aims to explore the experiences of overseas students in dealing with criminality in their new environment and how they interpret security in Banda Aceh. This research used a qualitative approach with a narrative method. The procedure for selecting respondents used a purposive sampling technique with a total of five participants. The research data were collected through interviews (in depth interviews) and then analyzed using narrative analysis techniques by Creswell (2023). The results showed that there were variations in experiences and perceptions of security against crime in Banda Aceh. There were differences in the experience of living alone among the interviewees, but their risk assessment tended to be the same, which considered Banda Aceh safer than other areas they had visited. The results of this study are expected to provide information about student security perceptions of crime in Banda Aceh and become an evaluation material for local officials to maintain and improve the security guarantee of the city of Banda Aceh. Keywords: Perceived security, crime, students, overseas, Banda Aceh
HOPELESSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR Devi Helmalia Putri; Santi Esterlita Purnamasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4756

Abstract

Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir banyak mengalami hambatan yang dapat memicu kondisi terpuruk, namun harus segera bangkit karena tugas akhir harus diselesaikan untuk menyelesaikan pendidikannya. Bangkit dari keterpurukan disebut dengan resiliensi dan untuk berhasilnya hal tersebut maka dibutuhkan hopelessness yang rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara hopelessness dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. harapannya dari hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui secara pasti bagaimana hubungan hopelessness dengan resiliensi. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negative.  Partisipan terdiri dari 214 mahasiswa berusia 18-25 tahun dari beberapa program studi dan universitas di Indonesia, dengan 84,6% Perempuan dan 15,4% laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (Resilience Quotient (RQ)) dengan reliabilitas sebesar 0,856 dan skala hopelessness (Beck Hopelessness Scale) dengan reliabilitas sebesar 0,855. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistic korelasi product moment yang hasilnya Hasil menunjukkan antara hubungan negative dan signifikan dengan resiliensi (rxy=-0,725 (p<0,01)),artinya  bahwa  semakin tinggi tingkat hopelessness maka cenderung semakin rendah tingkat resiliensi mahasiswa, sebaliknya jika semakin rendah resiliensi maka cenderung semakin tinggi hopelessness pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.   Kata Kunci: Hopelessness, Mahasiswa, Resiliensi   Abstract Final year students who are preparing their final assignments often face obstacles that can trigger a depressed state, but they must immediately recover because the final assignment must be completed to complete their education. Rising from adversity is called resilience, and to succeed, low hopelessness is needed. The purpose of this study is to examine the relationship between hopelessness and resilience in students who are working on their final assignments. It is hoped that the results of the study can be known precisely how hopelessness relates to resilience. Based on this description, the proposed hypothesis is that there is a negative relationship. Participants consisted of 214 students aged 18-25 years from several study programs and universities in Indonesia, with 84.6% female and 15.4% male. The data collection technique used a resilience scale (Resilience Quentient (RQ))) with a reliability of 0.856 and a hopelessness scale (Beck Hopelessness Scale) with a reliability of 0.855. Hypothesis testing in this study used the product moment correlation statistical analysis method, the results of which showed a negative and significant relationship with resilience (rxy = -0.725 (p <0.01)), meaning that the higher the level of hopelessness, the lower the level of student resilience, conversely, the lower the resilience, the higher the hopelessness in students who are working on their final assignment. Keywords: : Hopelessness, Students, Resilience
KESEIMBANGAN PEKERJAAN-KELUARGA DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI BEKERJA Salsabila, Syifa; Maya Khairani; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4723

Abstract

Istri yang bekerja menjadi salah satu isu dalam rumah tangga yang berpotensi menimbulkan konflik dan dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam pernikahan. Oleh karena itu dibutuhkan strategi dalam menyeimbangkan karier dan keluarga agar terbentuk keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Penelitian korelasional ini menggunakan Work-Family Balance Scale dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk mengumpulkan data. Sebanyak 101 istri yang bekerja terlibat dalam penelitian dengan kriteria berstatus menikah, berusia 20-40 tahun, memiliki anak, bekerja lima hari dalam satu minggu dan delapan jam dalam sehari. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik pemilihan sampel purposif. Data kemudian dianalisis dengan teknik korelasi Spearman Rho melalui aplikasi JASP 0.16.4.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Kata Kunci: keseimbangan pekerjaan-keluarga, kepuasan pernikahan, istri yang bekerja
KESEPIAN DAN IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA BROKEN HOME Agustin Yulistiyah, Eka; Verasari, Metty
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4798

Abstract

Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami permasalahan yang beragam, baik pada kehidupan maupun pada bidang akademik. Risiko dari permasalahan tersebut menyebabkan mahasiswa broken home sering merasa kesepian dan memerlukan perhatian lebih, dikarenakan adanya risiko permasalahan yang dapat berujung pada depresi hingga ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Menggunakan subjek penelitian yaitu 107 mahasiswa broken home dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Skala yang digunakan adalah Scale for Suicide Ideation (SSI) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3). Menggunakan teknik analisis data korelasi product moment dengan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,303 dengan p = 0,002 (p = < 0,050) yang diartikan bahwa hipotesis yang dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Didapatkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,092 yang berarti variabel kesepian berkontribusi sebesar 9,2% terhadap ide bunuh diri dan sisanya sebesar 90,8% dipengaruhi variabel eksternal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat ide bunuh diri dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kesehatan mental pada mahasiswa broken home, serta digunakan oleh tenaga profesional dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendampingan dan intervensi yang tepat guna mencegah risiko tersebut. Kata kunci: Mahasiswa broken home, kesepian, ide bunuh diri

Page 1 of 1 | Total Record : 5