cover
Contact Name
Malida Fatimah
Contact Email
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+62881023174907
Journal Mail Official
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/JurnalDinamikaPsikologi/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis
ISSN : -     EISSN : 30638216     DOI : https://doi.org/10.26486/jdp.v1i1.3883
Core Subject : Science,
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah Jurnal akses terbuka untuk penyebaran informasi review metaanalisa, referensi keilmuwan, dan pengembangan empiris dalam beberapa macam aspek psikologi, dengan minat khusus pengembangan kekhasan pemahaman dinamika psikologi dalam ilmu perilaku di konteks masing-masing subjek dan lingkungan penelitian. Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Dinamika Psikologis menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fokus dan Scope Jurnal psikologi mengundang manuskrip di bidang : Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Kognitif Psikologi Sosial Psikologi Klinis Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Proses Peer Review
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025" : 4 Documents clear
ANALISIS TEKNIK TIME OUT DALAM MENGONTROL EMOSI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD): STUDI KASUS DI RUMAH LAYANAN AUTISM KOTA SEMARANG El-Fikri, Dewi Nabela Sofya; Tri Wahyuni Timurwati; Lucky Ade Sessiani; Wening Wihartati; Tri Hening Asgyantini
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i2.4649

Abstract

Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan regulasi emosi yang menampakkan diri dalam perilaku agresif, sehingga diperlukan intervensi behavioral yang tepat seperti teknik time out. Penelitian studi kasus ini menganalisis efektivitas teknik time out dalam mengontrol emosi anak ASD di Rumah Layanan Autis Kota Semarang. Partisipan adalah anak laki-laki berusia 8 tahun 5 bulan dengan diagnosis ASD. Data dikumpulkan melalui observasi, anamnesis, dan psikotes dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil asesmen dengan menggunakan alat ukur CARS menunjukkan skor 34 (autis tingkat sedang). Penerapan teknik time out berhasil menurunkan frekuensi perilaku agresif secara signifikan seperti memukul meja atau membanting barang dari 5-6 kali menjadi 2-3 kali per sesi, dan memukul orang sekitar dari 4-5 kali menjadi 1-2 kali per sesi. Klien juga menunjukkan perkembangan komunikasi dengan memahami kosakata baru dalam bahasa Indonesia. Kombinasi non-exclusionary time out untuk perilaku agresif ringan-sedang dan isolation time out untuk perilaku berbahaya terbukti efektif dalam memberikan struktur pembelajaran dan mengontrol emosi pada anak ASD dengan komorbiditas epilepsi. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder, Teknik time out, Emosi
DIBESARKAN DALAM KEKANGAN, TUMBUH DENGAN KECEMASAN: STUDI TENTANG POLA ASUH OTORITER DAN KECEMASAN SOSIAL PADA MASA DEWASA AWAL Husnul Khatimah; Santi Esterlita Purnamasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i2.4848

Abstract

Individu pada fase dewasa awal (18–25 tahun) kerap menghadapi tantangan dalam berinteraksi sosial yang dapat memicu munculnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan sosial pada individu dalam fase tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi spearman dari Charles Spearman. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 168 individu yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala psikologis dengan model Likert untuk mengukur pola asuh otoriter dan kecemasan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan sosial. Hal ini berarti semakin tinggi pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu mengalami kecemasan sosial. Meskipun kekuatan hubungan yang ditemukan berada pada kategori lemah, temuan ini menegaskan bahwa pola asuh otoriter memiliki kontribusi terhadap munculnya kecemasan sosial pada dewasa awal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pentingnya pola asuh yang lebih mendukung, terbuka, dan responsif untuk membangun komunikasi yang sehat dan memperkuat kelekatan emosional sejak dini guna mendukung perkembangan kepercayaan diri dan keterampilan sosial anak di kemudian hari agar dapat mengurangi potensi munculnya kecemasan sosial dan membantu individu dalam fase transisi menuju dewasa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang sehat. Kata Kunci : pola asuh otoriter, kecemasan sosial, dewasa awal  
TRAIT KEPRIBADIAN OPENNES TO EXPERIENCE DAN DIGITAL CITIZENSHIP PADA FRESH GRADUATE Andriani, Ika Noviana; Ricca Angreini Munthe; Harmaini; Putri Miftahul Jannah
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital kerap kali menuntut individu untuk memiliki kemampuan digital citizenship yang memadai, terutama bagi para fresh graduate yang sedang memasuki dunia karier dan kehidupan sosial yang lebih kompleks. Namun, masih banyak fresh graduate yang belum bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik, yang menandakan rendahnya digital citizenship. Digital citizenship dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah trait kepribadian openness to experience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan openness to experience dengan digital citizenship pada fresh graduate di Indonesia. Sampel penelitian diambil dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 300 partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu skala digital citizenship (27 item, α = 0,913) dan skala openness to experience dari IPIP-BFM-50 versi Indonesia (10 item, α = 0,768). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien r = 0,399 dengan p < 0,01, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara openness to experience dan digital citizenship. Variabel openness to experience berkontribusi sebesar 15,9% terhadap variasi digital citizenship, sementara 84,1% dijelaskan oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa karakteristik kepribadian openness to experience berperan penting dalam meningkatkan kemampuan digital citizenship fresh graduate. Kata Kunci : digital citizenship, fresh graduate, trait openness to experience Abstract The development of digital technology often requires individuals to have adequate digital citizenship skills, especially for new graduates entering a more complex career and social life. However, there are still many new graduates who are unable to utilize digital technology properly, indicating a low level of digital citizenship. Digital citizenship is influenced by several factors, one of which is the personality trait of openness to experience. This study aims to determine the relationship between openness to experience and digital citizenship among new graduates in Indonesia. The research sample was taken using the snowball sampling method and involved 300 participants. The measuring instruments used were the digital citizenship scale (27 items, α = 0.913) and the openness to experience scale from the Indonesian version of IPIP-BFM-50 (10 items, α = 0.768). The results of Pearson's correlation analysis showed a coefficient of r = 0.399 with p < 0.01, meaning that there was a significant positive relationship between openness to experience and digital citizenship. The variable of openness to experience contributed 15.9% to the variation in digital citizenship, while 84.1% was explained by other factors. This study provides empirical evidence that the personality characteristic of openness to experience plays an important role in improving the digital citizenship skills of new graduates. Keywords : digital citizenship, fresh graduate, trait openness to experience
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN Supriyani, Ani; Astuti, Kamsih
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku cyberloafing karyawan dalam perspektif teori psikologis kognitif Albert Bandura. Perilaku cyberloafing merupakan tantangan nyata dalam organisasi modern yang memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan menggunakan systematic literature review (SLR) untukmerangkum hasil-hasl penelitian yang relevan, mengidentifikasi faktor dan dampak perilaku cyberloafing karyawan, dan menyoroti pentingnya praktik manajemen sumber daya yang responsif. Data base yang digunakan meliputi google scholar, sciencedirect, researchgate, dan indeks lainnya. Hasil artikel yang ditemukan berjumlah 150 artikel dalam rentang publikasi tahun 2019-2025. Berdasarkan pendekatan psikologis kognitif dari Albert Bandura, perilaku ini tidak semata-mata disebabkan oleh kemalasan atau niat buruk karyawan, namun merupakan hasil dari interaksi dinamis antara kognisi individu, perilaku, dan lingkungan kerja (reciprocal determinism cyberloafing. Faktor pemicu utama cyberloafing dalam kerangka Bandura meliputi observasi terhadap model perilaku, modeling sosial, reiforcement, self-efficacy tinggi, lemahnya kontrol lingkungan, dan justifikasi moral. Kerangka teori Bandura menciptakan efek pembelajaran sosial negatif yang menurunkan produktivitas, membentuk budaya permisif, dan melemahkan moral kerja melalui proses observasi, modeling, dan reinforcement berulang. Solusi strategis tidak cukup hanya bersifat teknis atau hukuman, namun perlu mencakup penguatan kognisi positif, pembelajaran sosial yang konstruktif, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung regulasi diri. Pendekatan ini lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dan menciptakan budaya kerja yang sehat. Kata Kunci:cyberloafing, kinerja karyawan, psikologis kognitif. Abstract This study examines employee cyberloafing behavior from the perspective of Albert Bandura's cognitive psychology theory. Cyberloafing behavior is a real challenge in modern organizations that utilize digital technology. This study employed a systematic literature review (SLR) approach to summarize relevant research findings, identify the factors and impacts of employee cyberloafing behavior, and highlight the importance of responsive human resource management practices. The databases used included Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and other indexes. The results found 150 articles published between 2019 and 2025. Based on Albert Bandura's cognitive psychology approach, this behavior is not solely caused by employee laziness or bad intentions, but rather the result of a dynamic interaction between individual cognition, behavior, and the work environment (reciprocal determinism cyberloafing). The main triggers for cyberloafing in Bandura's framework include observing behavioral models, social modeling, reinforcement, high self-efficacy, weak environmental control, and moral justification. Bandura's theoretical framework creates a negative social learning effect that reduces productivity, forms a permissive culture, and weakens work morale through repeated observation, modeling, and reinforcement. Strategic solutions are not simply technical or punitive; they need to include strengthening positive cognitions, constructive social learning, and creating a work environment that supports self-regulation. This approach is more effective in encouraging sustainable behavioral change and creating a healthy work culture. Keywords:cognitive psychology, cyberloafing, employee performance.

Page 1 of 1 | Total Record : 4