cover
Contact Name
Gunawan Ikhtiono
Contact Email
gunawan@fai.uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gunawan@fai.uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25991671     EISSN : 2599168X     DOI : https://doi.org/10.32832/fikrah
Core Subject : Education,
Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education in the world. This journal is published by the Islamic Education Department, Faculty of Islamic Studies, Ibn Khaldun University, Bogor, Indonesia, in partnership with ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic Education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KISAH ALQUR’AN DAN KEHIDUPAN EMPIRIK Fahrurrozi, Aziz
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20528

Abstract

Pendidikan di Indonesia dalam pandangan Asep Saefuddin dalam The Dancing Leader adalah pendidikan bernuansa pelatihan. Ada hal mendasar yang memperkuat argument dari pandangannya yaitu seharusnya pendidikan di Indonesia merupakan dasar bagi pembangunan bangsa bukan subsektor dari pembangunan itu sendiri. Ini berarti bahwa makna pendidikan telah direduksi dari yang seharusnya menjadi dasar pembangunan manusia Indonesia seutuhnya menjadi subsector pembangunan.( Asep: 2011: 197). Contoh produk pelatihan sangat banyak sekali misalnya; pengemudi yang lulus mendapat sim masih tetap hoby melanggar lalu lintas karena produk pelatihan yang dipentingkan adalah keterampilan tetapi mengabaikan bahaya kemanusiaan atas pelanggarannya itu. Apalagi yang hanya mendapat sim tembak tidak procedural. Demikian pula oknun petugas pajak sangat lihai menghitung berapa baesaran wajib pajak yang harus dibayar, namun penyimpangan atas pajak demikian merajarela. Karena pendidikan kita sangat bernuansa pelatihan dan hanya menguji kecerdasan seperti alat uji dengan memberlakukan UN, hasilnya hanya melatih siswa cerdas memilik soal-soal obyektif tes yang lemah membekali analisis problem. Dalam konteks di atas maka jika ada upaya-upaya mata pelajaran agama juga digiring untuk di UN kan hanya karena alasan agar mendapat perhatian pembelajarar dalam kegiatan proses. Ini pertanda makin menunjukkan kegagalan orientasi pendidikan agama yang harusnya membentuk moral dan karakter menjadi terampil menjawab soal-soal yang isinya menguji berbagai tentang; tentang shalat, tentang wudhu, tentang rasa hormat, tentang iman dll. Semuanya dibelajarkan dengan nihil nilai keberagamaan dan nihil moral, karena yang dikembangkan bukan potensi spiritual melainkan hanya wilayah kognitif semata. Kegagalan ini menurut hemat penulis jangan berjustifikasi atas nama UN sebagai solusi kegagalan, melainkan harus dievaluasi ulang, mulai dari cara membelajarkan, materi bahan ajar yang sudah terlalu tidak up to date untuk kepentingan kekinian baik kontennya maupun penjelasan dan contoh-contohnya termasuk juga pendekatan yang ditawarkan. Lihat satndar isi PAI baik di Sekolah maupun Madrasah.
URGENSI MEDIA CERITA GAMBAR BERSERI DALAM MENSTIMULASI PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA DINI Pratiwi, Eka; Dhieni, Nurbiana; Supena, Asep
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20529

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Selama masa tumbuh kembang anak, salah satu hal yang perlu dibangun ialah karakter. Karakter yang tertanam dalam diri anak akan mempengaruhi ketahanmalangan hingga usia dewasa. Salah satu karakteryang perlu dibangun sejak dini adalah perilaku disiplin. Aspek disiplin yang dapat diterapkan untuk anak meliputi, ketertiban. Adapun kegiatan yang dapat dilaksanakan patuh terhadap peraturan yang berlaku, menyelesaikan tugas yang diberikan, meletakkan kembali benda pada tempatnya, dan sabar menunggu giliran selama kegiatan. Guru dapat menggunakan media yang menarik untuk menstimulasi disiplin anak. Pengunaan media dapat membangun interaksi kepada anak. Salah satu media yang dapat menstimulasi perilaku disiplin adalah media cerita gambar berseri.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER USIA DINI PADA SEKOLAH SEMAI BENIH BANGSA – AULIA ALKHANSA CIBINONG – BOGOR Herliana, Khotimah
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20530

Abstract

Dunia pendidikan sampai saat ini masih dipercaya masyarakat menempati ladang strategis untuk mengubah nilai peradaban sebuah bangsa. Pendidikan Usia Dini merupakan Pendidikan dasar konsep pengetahuan-pengetahuan dasar, dimana pada Pendidikan usia ini merupakan peletakan semua dasar-dasar pengetahuan menuju tahapan pada pengetahuan pertumbuhan dan perkembangan pada jenjang selanjutnya. Karenanya usia dini merupakan masa kritis pembentukan karakter seseorang. pada masa ini anak sedang peka untuk menerima rangsangan atau stimulus. Jika rangsangan yang diberikan berupa hal yang positif, berupa keteladanan yang baik dalam bersikap, bertindak dan bertingkah laku, maka anak akan menyerap apa yang ia lihat, alami dan ia rasakan. Hal ini memberikan pengaruh fundamental bagi pembentukan karakter. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan Teknik pengambilan data yaitu menggunakan Teknik studi pustaka, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan gambaran bahwa metode pembelajaran yang dilakukan di sekolah karakter Semai Benih Bangsa Aula al-Khansa Cibinong. Pendidikan karakter secara sistematis dilakukan setiap hari selama dua puluh (20) menit, dengan menanamkan Sembilan (9) pilar karakter, yakni nilai-nilai luhur universal yaitu sebagai berikut: 1). Cinta Allah dan segenap ciptaan-Nya, 2). Kemandirian dan tanggungjawab. Dan kesimpulan dari hasil pembahasannya sebagai berikut: 1) Pendidikan karakter sebagai salah satu alternative mengatasi berbagai persoalan degradasi moral yang marak akhir-akhir ini menerpa moral bangsa kita perlu dipandang sangat penting diadakan pendidikan sejak usia dini. 2) Metode penanaman nilai-nilai karakter dan implementasinya pada sekolah Semai Benih Bangsa Aulia Alkhansa Cibinong – Bogor ini membawa danpak positif, dimana para siswa dibiasakan dengan model Sembilan (9) pilar yang kemudian diimplementasikan pada tiap sentra kegiatan serta langsung dapat diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
FUNGSI BUDAYA MONARKI DALAM PEMBELAJARAN PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL: TINJAUAN JEPANG DAN INDONESIA Sa’diyah, Maemunah; Rofiah, Rofiah
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20531

Abstract

Penelitian ini mengungkap manfaat budaya monarki dalam upaya penguatan identitas nasional melalui fungsi simbolisasi raja. Menggunakan studi kasus monarki di Indonesia dan Jepang, menggali bagaimana raja-raja menjalankan perannya ditengahmasyarakatnya menunjukan bahwa keberadaan raja sebagai symbol utama suatu budaya monarki dapat memperkuat pengaruh nilai-nilai budaya dalam memandu dan menjaga kehidup masyarakat budaya tersebut. Hal ini dapat menjadi suatu strategi pembelajaran dalam upaya penguatan identitas nasional. Perbandingan peran raja di Indonesia dan jepang menunjukan bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan dalam pengupayaan penguatan identitas nasional. Oleh karena itu saling mempelajari kelebihan dan kekurangan dari kedua Negara dapat memperbaiki dan mengembangkan makna dan implementasi identitas nasional yang lebih berdaya guna bagi eksistensi Negara.
INTEGRASI KEILMUAN UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DOKTER MUSLIM Rasi’in, Rasi’in
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20532

Abstract

Artikel ini membahas konsep integrasi keilmuan dan keislaman serta penerapanya secara kelembagaan pada Fakultas “Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ada tiga masalah utama yang menjadi kajian secara komprehensif, yaitu; Konsep Integrasi Keilmuan, Model Kurikulum, dan Pembentukan karakter dokter muslim Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan diperkuat dengan pendekatan kuantitatif (Mix Method). Pendekatan kualitatif secara khusus memberikan teknik untuk memperoleh jawaban atau informasi mendalam tentang pendapat atau perasaan seseorang. Penelitian kuantitatif dilaksanakan setelah mendapatkan informasi dari data kualitatif yang dilaksankan pada unsur pengelola, dosen dan peserta didik. Melalui data ini dikembangkan instrument yang memotret gambaran pelaksanaan integrasi keislaman dan kedokteran untuk menghasilkan standar dokter muslim. Beberapa hasil pembahasan analisis antara lain: Pertama, konsep integrasi keilmuan dan keislaman pada Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwujudkan dan diterapkan dalam bentuk Modul Dokter Muslim atau Integrated Moslem Doctor and Bioathics (IMDB) dan pengintegrasian konsep serta nilai-nilai keislaman pada setiap modul kedokteran. Kedua, Upaya-upaya pelaksanaan pembentukan karakter dokter muslim telah dilakukan dengan baik, meskipun belum mencapai hasil maksimal karena adanya beberapa kendala diantaranya; 1) terbatasnya jumlah SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang kedokteran sekaligus menguasai bidang keislaman, 2) terbatasnya sarana dan prasarana penunjang yang mendukung pembentukan karakter dokter muslim. 3) Semakin ketatnya aturan-aturan administratif yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran tenaga pendidik sehingga kurang konsentrasi dalam pelaksanaan tugas akademik. 4) Semakin berkurangnya input calon mahasiswa yang berasal dari kalangan pesantren. Dapat disimpulkan bahwa, Perlu adanya Pedoman integrasi keilmuan dan keislaman yang lebih implementatif, praktis, jelas dan tegas yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelenggara dan pengelola di fakultas, khususnya Fakultas Kedokteran. kemudian modul Dokter Muslim sebagai bagian dari komponen kurikulum kedokteran perlu dikembangkan lebih lanjut dan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaannya. selanjutnya perlu adanya Kurikulum Kedokteran Integratif dalam Pembentukan Karakter Dokter Muslim di FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
PENDEKATAN RASIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) ISLAMI DENGAN TERAPI AL-QUR'ĀN Hasan, Wadhu Ali; Rahman, Imas Kania; Alim, Akhmad
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20533

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy in reducing online game addiction. The design of this study was pre experiment with one group pretest-posttest design model. The participants of this study were grade XI vocational high school students who indicated online game addiction disorders, had low or high addiction level scores according to the size of the teenage level at the Geo Informatika Vocational School Bogor, which was Muslim. The level of addiction was measured using a Likert scale questionnaire number of 13 questions that have been tested for validity and reliability. The quantitative analysis test was conducted using the Microsoft Office Excel 2016 program, while the approach techniques in the form of observation, therapy and interviews were used to obtain additional qualitative data. Quantitative data were analyzed using paired sample t-tests. The results showed that there was a very significant difference in the level of online game addiction before and after being given therapy in the form of Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with a value of t = 3.26047 (p = 0.00087; p <0.05). The results of quantitative data analysis show that the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy can reduce the level of online game addiction.

Page 1 of 1 | Total Record : 6