cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 Apr (2011)" : 11 Documents clear
Pemanfaatan Media Pendingin Udara Bertekanan Pada Proses Pembubutan Plastik Polystirene (PS) Di Mesin CNC TU-2A Syaharuddin Rasyid; Abram Tangkemanda
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas permukaan produk bahan plastik polystirene, mengetahui variabel tekanan udara dan variabel pemesinan yang paling berpengaruh terhadap kekasaran permukaan, mengetahui hubungan (korelasi) antar setiap variabel tekanan udara dan variabel pemesinan, menentukan tekanan udara dan variabel pemesinan yang dapat menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang rendah. Metode pengujian yang dilakukan adalah pengukuran kekasaran permukaan dengan beberapa variabel tekanan udara ( 1, 4, 5, 6, 7 Bar),  variabel putaran mesin (800, 1000, 1200, 1400, dan 1600 rpm), variabel kecepatan pemakanan (60, 80, 100, dan 120 mm/menit), analisa data dengan metode statistik, dan uji validitas data. Kualitas permukaan produk hasil pembubutan telah meningkat setelah menggunakan media pendingin udara bertekanan. Nilai kekasaran permukaan rata-rata yang telah dicapai antara 2,12mm dan 2,28mm, dan nilai kekasaran permukaan rata-rata tanpa menggunakan media pendingin udara bertekanan adalah 3,8 mm. Parameter yang paling dominan berpengaruh dalam pengujian ini untuk plastik polystirene adalah tekanan udara (X3) dengan nilai 0,325 kemudian parameter kecepatan pemakanan (X2) dengan nilai 0,00894 dan terakhir adalah parameter kecepatan potong atau putaran mesin dengan nilai 0,000796. Pemberian tekanan udara pada proses pembubutan  plastik polystirene sangat berpengaruh meningkatkan kualitas permukaan bahan atau menurunkan kekasaran permukaan. Nilai kekasaran terendah terjadi pada tekanan 4 bar, putaran mesin 1200 rpm, dan kecepatan pemakanan 100 mm/menit dengan nilai 1,33 mm. Kata kunci : Pendingin Udara, Plastik polystirene, Kekasaran Permukaan.
Perancangan dan Pembuatan Alat Mesin Mixer Beton Untuk Rumah Tangga Muhammad Agung
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan perancangan dan pembuatan alat mesin mixer beton ini adalah untuk menghasilkan alat mesin mixer beton untuk rumah tangga yang ekonomis dan berdaya guna serta dapat menghasilkan campuran beton yang berkualitas bagus. Setelah melalui tahapan perancangan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan alat dengan ukuran yang sebenarnya maka dihasilkan peralatan mesin mixer beton yang dapat beroperasi dengan baik dan ekonomis serta dapat dioperasikan dengan cukup 1 pekerja. Adapun hasil pengujian dari alat ini adalah dengan 2 cara yakni sebagai berikut. Cara pertama pasir, semen, dan kerikil terlebih dahulu dimasukkan pada silinder pencampur dengan batasan tidak melampaui setengah dari level silinder pencampur, kemudian mesin pemutar dinyalakan sembari menuangkan air hingga terjadi pencampuran yang merata antar setiap komponen. Waktu yang dibutuhkan dari awal penyalaan mesin pemutar hingga didapatkan adonan beton yang merata adalah 7 menit. Cara kedua, dengan volume yang sama untuk semua komponen diatas dilakukan urutan yang berbeda yakni dengan memasukkan terlebih dahulu air kemudian pasir dan dalam kondisi tersebut mesin pemutar dinyalakan sambil menuangkan semen dan kerikil secara bertahap hingga didapatkan hasil adonan beton yang merata. Waktu yang dibutuhkan adalah 5 menit yang berarti 2 menit lebih cepat dari cara pertama. Dari analisis hasil dari adonan beton tersebut didapatkan kualitas pencampuran yang bagus sesuai standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: Alat Mesin Mixer Beton
Modifikasi Poros Propeller Mesin Perahu Katinting Sebagai Alat Transportasi Di Danau Tempe Saharuna .
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh para nelayan sekaitan dengan mesin penggerak perahu adalah seringnya terjadi banjir pada sistem bahan bakar dan panas mesin yang berlebihan dan bahkan banyak pula yang pecah silinder bloknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemakaian bahan bakar  pada mesin motor katinting yang sebelum perubahan/dimodifikasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan model matematik. Motor yang digunakan  oleh para nelayan di Danau Tempe sebagai penggerak perahu nelayan adalah motor bensin pembakaran dalam yang mereka sebut mesin katinting, artinya pembakaran yang menyebabkan daya usaha kimia bahan bakar diubah menjadi daya usaha tenaga mekanik terjadi di dalam silinder. Unit perlakuan (eksperimen) adalah mesin motor katinting dengan merek Honda GX 150 Satu selinder berbahan bakar premium yang diberikan renggang waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit serta 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pemakaian bahan bakar pada mesin perahu katinting sebelum dan sesudah modifikasi. Kata kunci : Poros profeller, pemakaian bahan bakar
Analisis Perbandingan Elektroda Rb-26 dan Rd-260 Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las Kampuh V Kadirman .
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat komparasi yang bertujuan untuk membandingkan kekuatan sambungan las dengan menggunakan elektroda jenis RB-26 diameter 2,6 mm dan RD-260 diameter 2,6 mm hasil pengelasan baja lunak (mild steel) ST 37 dimana dalam pengelasan ini kampuh yang digunakan adalah kampuh V. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 10 buah yang dibagi dalam kelompok, kelompok pertama sebanyak 5 buah dilas dengan elektroda jenis RB-26 diameter 2,6 mm, kelompok kedua dilas dengan elektroda jenis RD-260 diameter 2,6 mm. Sampel benda uji ditarik menggunakan mesin uji tarik untuk mengetahui nilai kekuatan tarik sambungan las dari masing-masing sampel dengan cara memberikan beban atau gaya secara perlahan-lahan sampai benda uji putus. Hasil pengujian kekuatan tarik sambungan las dari masing-masing sampel benda uji menunjukkan adanya kesamaan data hasil pengujian tarik sambungan las yaitu distribusi normal dan kesamaan varians. Bedasarjkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa besarnya kekuatan tarik sambungan las kampuh V dengan menggunakan elektroda RB-26 diameter 2,6 mm dan elektroda RD-260 diameter 2,6 mm pada pengelasan baja lunak ST 37 tidak ada perbedaan. Kata Kunci: Kekuatan Tarik, Sambungan Las
Analisis Hasil Pengelasan Kampuh I Pada Baja Carbon Rendah ST 35 Ismail, Rusli
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat-sifat dari mekanis dari bahan terdapat beban tarik, lenturan, puntiran geseran , tekanan, goresan dan gesekan, untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari suatu bahan tersebut maka perlu diadakan pengujian mekanis antara lain uji tarik, uji pukul takik, uji perataan dan uji kekerasan. Sambungan las merupakan suatu proses ikatan metalurgi pada sebagian logam dalam bentuk cair atau lumer perlakuan semacam ini merupakan hal mutlak dalam setiap konstruksi yang ringan. Titik proporsional atau batas perbandingan luas yang diartikan tegangan tertinggi . dari hasil diperoleh : st = 14,934 kg/mm2, et = 2,083 %, ss = 15,246 kg/mm2 dan et = 0,283 %. Kekuatan baja ST 35 yang telah mengalami proses penyambungan dapat memberikan informasi kepada masayrakat bahwa kekuatabn tergantung bentuk kampuh dan jenis media pendingin. Dalam menganalisa kekuatan tarik memberikan hasil kekuatan las yang paling efektif efektif adalah penyambungan las kampu V dengan media pendingin air dengan jarak pengelasan 2-3 mm. Tingkat keuletan dari baja ST 35 terdapat pada sambungan las kampuh I dengan jarak pengelesan pada setiap media pendingin. Kata kunci : Pengelasan, Baja,  ST 35
Analisis Kinerja Mesin Diesel Yanmar L-40-E-DT Terhadap Kandungan Karbon Monoksida (CO) pada Emisi Gas Buang Muhammad Yusuf Baso
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembakaran bahan bakar akan menghasilkan gas buang (emisi). Atmosfer yang bisa disebut udara yang terdiri dari gas utama, yaitu Oksigen (O2) sebanyak kurang lebih 21% volume dan Nitrogen (N2) sebanyak kira-kira 78% dari bagian atmosfer. Sisa 1% lainnya dari berbagai gas, yaitu Argon (Ar) sebanyak 0,94%, sisanya 0,06% terdiri dari CO2, CO, HC, NOx, SOx, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kinerja mesin mesin diesel Yanmar  L-40-E-DT terhadap kandungan karbon monoksida (CO) pada emisi gas buang. Pada pengujian ini dilakukan variasi pembebanan yaitu 750,1000 dan 1250 gram pada putaran mesin konstan 3000 rpm.  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Semakin besar pembebanan  pemakaian bahan bakar kadar carbon monoksid naik dari 0 sampai 0,1 %. Perubahan Efisiensi thermal sangat mempengaruhi penurunan dan kenaikan unsur- unsur kimia yang terkandung didalam gas buang, Efisiensi Thermal 16,66 – 24,33%, menghasilkan carbon monoksid sebesar 0,1 %. Carbonmonksid yang dihasilkan oleh gas  buang Mesin Diesel Yanmar L 40 sebesar 0,1% lebih kecil dari 0,3% masih dalam kondisi  yang diizinkan, layak untuk dioperasikan. Kata kunci: Kinerja mesin, Emisi gas buang CO
Perencanaan Sistem Pendingin Gedung Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Fiskia Rera Baharuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan Pengkondisian udara (Air Conditioning). Pengkondisian udara memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya beban pendingin guna menentukan daya AC yang akan dipasang pada ruang Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil perhitungan beban pendingin diperoleh nilai rata-rata total beban pendingin tiap hari pada perpustakaan sebesar 2716,3 W atau 2,7163 kW. Jadi sebenarnya perlu dipasang 2 buah AC masing-masing 1 buah untuk AC 1 PK dan 1 buah untuk AC ½ PK untuk setiap AC. Kata kunci : Sistem Pendingin, Beban Kalor
Modifikasi Poros Propeller Mesin Perahu Katinting Sebagai Alat Transportasi Di Danau Tempe Saharuna -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh para nelayan sekaitan dengan mesin penggerak perahu adalah seringnya terjadi banjir pada sistem bahan bakar dan panas mesin yang berlebihan dan bahkan banyak pula yang pecah silinder bloknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemakaian bahan bakar pada mesin motor katinting yang sebelum perubahan/dimodifikasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan model matematik. Motor yang digunakan oleh para nelayan di Danau Tempe sebagai penggerak perahu nelayan adalah motor bensin pembakaran dalam yang mereka sebut mesin katinting, artinya pembakaran yang menyebabkan daya usaha kimia bahan bakar diubah menjadi daya usaha tenaga mekanik terjadi di dalam silinder. Unit perlakuan (eksperimen) adalah mesin motor katinting dengan merek Honda GX 150 Satu selinder berbahan bakar premium yang diberikan renggang waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit serta 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pemakaian bahan bakar pada mesin perahu katinting sebelum dan sesudah modifikasi.
Analisis Hasil Pengelasan Kampuh I Pada Baja Carbon Rendah ST 35 Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat-sifat dari mekanis dari bahan terdapat beban tarik, lenturan, puntiran geseran , tekanan, goresan dan gesekan, untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari suatu bahan tersebut maka perlu diadakan pengujian mekanis antara lain uji tarik, uji pukul takik, uji perataan dan uji kekerasan. Sambungan las merupakan suatu proses ikatan metalurgi pada sebagian logam dalam bentuk cair atau lumer perlakuan semacam ini merupakan hal mutlak dalam setiap konstruksi yang ringan. Titik proporsional atau batas perbandingan luas yang diartikan tegangan tertinggi . dari hasil diperoleh : σt = 14,934 kg/mm2 , εt = 2,083 %, σs = 15,246 kg/mm2 dan εt = 0,283 %. Kekuatan baja ST 35 yang telah mengalami proses penyambungan dapat memberikan informasi kepada masayrakat bahwa kekuatabn tergantung bentuk kampuh dan jenis media pendingin. Dalam menganalisa kekuatan tarik memberikan hasil kekuatan las yang paling efektif efektif adalah penyambungan las kampu V dengan media pendingin air dengan jarak pengelasan 2-3 mm. Tingkat keuletan dari baja ST 35 terdapat pada sambungan las kampuh I dengan jarak pengelesan pada setiap media pendingin.
Perencanaan Sistem Pendingin Gedung Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Fiskia Rera Baharuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan Pengkondisian udara (Air Conditioning). Pengkondisian udara memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya beban pendingin guna menentukan daya AC yang akan dipasang pada ruang Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil perhitungan beban pendingin diperoleh nilai rata-rata total beban pendingin tiap hari pada perpustakaan sebesar 2716,3 W atau 2,7163 kW. Jadi sebenarnya perlu dipasang 2 buah AC masing-masing 1 buah untuk AC 1 PK dan 1 buah untuk AC ½ PK untuk setiap AC.

Page 1 of 2 | Total Record : 11