cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 4 (2011)" : 12 Documents clear
Staphylococcus aureus pada Komunitas Lebih Resisten terhadap Ampisilin dibandingkan Isolat Rumah Sakit Santosaningsih, Dewi; Zuhriyah, Lilik; P, Martha Nurani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.687 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.4

Abstract

Staphylococcus aureus (S.aureus) merupakan penyebab penting infeksi serius di rumah sakit maupun komunitas di seluruh dunia. Pengobatan infeksi S.aureus menjadi semakin kompleks karena munculnya strain methicillin-resistant S.aureus (MRSA) strain. Meskipun begitu, ampisilin masih direkomendasikan sebagai antibiotik pada terapi infeksi S.aureus di rumah sakit Malang. Sementara itu ampisilin dapat dikonsumsi secara bebas di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektifitas ampisilin terhadap isolat S. aureus dari rumah sakit dan komunitas. Tes sensitivitas dilakukan dengan tube dilution method untuk mengukur kadar hambat minimum (KHM) pada setiap isolat dengan berbagai konsentrasi yaitu 0 µg/ml, 1,25 µg/ml, 2,5 µg/ml, 5 µg/ml, 10 µg/ml, 20 µg/ml, dan 40 µg/ml. Hasil menunjukkan bahwa KHM pada isolat rumah sakit lebih rendah (≥2,5 µg/ml) dibandingkan isolate komunitas (≥20 µg/ml). Hasil uji regresi linier menunjukkan hubungan yang lemah antara peningkatan dosis ampisilin dan pertumbuhan koloni S. aureus baik pada isolat rumah sakit (r=-0,651, p<0,05) maupun komunitas (r=-0,489, p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa S.aureus di rumah sakit dan komunitas resisten dengan ampisilin, dengan tingkat resistensi lebih tinggi pada komunitas.Kata Kunci: Ampisilin, antibiotic sensitivity test, Staphylococcus aureus
Akurasi Fibrinogen dan Hs-CRP sebagai Biomarker pada Sindroma Koroner Akut Setiawan, Ivan; Wardhani, Viera; Sargowo, Djanggan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.915 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.10

Abstract

Peran fibrinogen dan Hs-CRP menunjukkan potensinya sebagai biomarker pada sindrom koroner akut. Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan potong lintang yang berlangsung dari bulan Februari dampai dengan Juli 2011. Jumlah subjek untuk tiap kelompok kasus maupun kontrol adalah 76, berusia antara 35 sampai dengan 80 tahun. Kedua kelompok diukur kadar fibrinogen dan Hs-CRP. Cut off masing-masing biomarker diukur dengan Receiver Operating Curve. Akurasi dr nilai diukur dengan sensitivitas, spesifitas, rasio kemungkinan, nilai duga positif dan nilai duga negatif, baik secara kombinasi maupun terpisah. Umur rerata pada kedua kelompok 57,5 tahun. Kadar fibrinogen pada kelompok kasus (5,8±1,56 g/L) berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (3,78±1,78 g/L). Kadar Hs-CRP pada kelompok kasus (4,04±1,94 mg/L) berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol (1,98±1,25 mg/L). Kedua biomarker baik secra kombinasi atau terpisah dapat dipakai sebagai alat diagnostik pada sindrom koroner akut. Fibrinogen dan Hs-CRP mempunyai nilai diagnostik terbaik dibanding bila digunakan secara terpisah.Kata Kunci: Atherosklerosis, biomarker, fibrinogen, Hs-CRP, inflamasi, sindrom koroner akut

Page 2 of 2 | Total Record : 12