cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 4 (2013)" : 12 Documents clear
Terfenadine Meningkatkan Aktifitas Caspase-9 pada Kultur Sel Melanoma Maligna Sjafrida, Sjafrida; Sadono, Elfina G
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 4 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.302 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.04.2

Abstract

Pencarian agen anti kanker baru pada melanoma maligna yang lebih selektif merupakan prioritas utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian terfenadine terhadap aktifitas caspase-9 pada kultur melanoma maligna cell line CRL 1872 dan hubungan antara perubahan dosis terfenadin dengan perubahan aktivitas caspase-9. Penelitian ini merupakan analitik eksperimental pada kultur melanoma maligna cell line CRL 1872 yang dipapar dengan terfenadine. Kultur cell line melanoma maligna dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol, kultur+5 μM terfenadine, kultur+10 μM terfenadine, kultur+25 μM terfenadine, kultur+40 μM terfenadine. Spesimen diinkubasi selama 8 jam lalu dilakukan pengecatan imunohistokimia menggunakan antibodi caspase-9. Aktivitas caspase-9 diamati dengan mikroskop okular dengan pembesaran 1000x, sel-sel aktivitas  caspase-9 ditunjukkan dengan warna coklat pada inti sel dengan counter stain warna biru. Data hasil pengamatan dilakukan analisa statistik dengan uji ANOVA, uji Tukey, uji korelasi dan regresi. Terdapat perbedaan efek terfenadine pada setiap perlakuan terhadap aktivitas caspase-9 pada kultur melanoma maligna cell line CRL 1872 (p<0,001). Korelasi pemberian terfenadine dengan aktivitas caspase-9 pada kultur melanoma maligna cell line CRL 1872 (r=0,844; p=0,000) mempunyai korelasi positif yang signifikan. Pemberian terfenadine berpengaruh dalam meningkatkan aktifitas caspase-9 pada kultur melanoma maligna cell line CRL 1872. Kata Kunci: Apoptosis, caspase-9, melanoma maligna, terfenadine
Determinan Lama Rawat Inap Pasien Balita dengan Diare Poerwati, Endang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 4 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.681 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.04.12

Abstract

Gastroenteritis akut merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang bayi dan anak. Penyebab utama rawat inap pada anak usia di bawah 5 tahun dengan gastroenteritis akut adalah dehidrasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien, derajat klinis dan suplementasi diare pada lama rawat inap diare akut pada anak usia di bawah 5 tahun, dilakukan dengan desain observational analitik pada 102 anak-anak berusia antara 1 bulan sampai 5 tahun, yang menderita diare akut dengan atau tanpa dehidrasi yang dirawat di RSUD Pasar Rebo Jakarta pada bulan Oktober 2011 sampai bulan Maret 2012. Hasil menunjukkan kejadian diare lebih banyak pada pada bayi <2 tahun (65,7%), anak laki-laki sebanyak 53 (52%). Pada pemeriksaan awal, sebagian besar berada pada derajat dehidrasi ringan-sedang yaitu  sebanyak  89 orang (87,3%). Lebih dari separuh, pasien dalam studi ini tidak diberikan terapi zink dan/atau probiotik yaitu sebanyak 53 orang (52%). Rerata lama masa rawat  pasien adalah  66,19 jam (SD=16,66 jam) atau 2,8 hari. Usia (p=0,09), jenis kelamin (p=0,165) dan derajat dehidrasi tidak mempunyai hubungan dengan lama perawatan, sedangkan berat badan (p=0,913) dan tinggi badan (p=0,014) mempunyai pengaruh terhadap lama perawatan. Pemberian suplementasi zink saja (mean=56,68) atau zink (mean=56,48) dengan probiotik memberikan masa rawat inap inap yang secara signifikan (p=0,01) lebih pendek dibandingkan tanpa suplemen (mean=75,07). Tidak ada perbedaan signifikan (p=1) lama rawat inap antara suplementasi zink saja atau dengan kombinasi probiotik. Derajat diare tidak mempunyai hubungan signifikan dengan lama perawatan. Dapat disimpulan bahwa suplementasi zink menurunkan lama rawat inap.Kata Kunci:  Gastroenteritis akut, lama perawatan, suplementasi zink

Page 2 of 2 | Total Record : 12