cover
Contact Name
Mulyo Kurniati
Contact Email
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Phone
+6281215305293
Journal Mail Official
mulyokurniati@uit-lirboyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Jl. KH. Wahid Hasyim 62 Kediri Telp. (0354) 772879
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 31235980     EISSN : 31235980     DOI : https://doi.org/10.33367/multatuli
Core Subject : Education,
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia hanya memuat artikel penelitian dan survei lengkap yang orisinal dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, yang mencerminkan penelitian dan perkembangan terbaru baik dalam aspek teoritis maupun praktis dari kajian pendidikan bahasa dan budaya. Cakupan topik meliputi pendidikan bahasa, linguistik terapan (termasuk sosiolinguistik dan psikolinguistik) dalam pendidikan bahasa, kajian sastra & pendidikan sastra, studi budaya & pendidikan budaya, seni, pendidikan antarbudaya, serta studi terjemahan dan pendidikan terjemahan, serta BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 02 (2025): Desember" : 6 Documents clear
Peran Santri dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Literasi Santri Pondok Ngunut: Membangun Tradisi dan Inovasi Andy Prasetyo
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.6742

Abstract

Pondok Pesantren Ngunut memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan budaya lokal dan meningkatkan literasi di kalangan santrinya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, pondok ngunut tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga berperan dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan budaya lokal kepada generasi penerus. Santri di Pondok Ngunut diajarkan untuk memahami dan mengapresiasi kesenian tradisional, sastra lokal, serta nilai-nilai budaya yang ada di sekitar mereka. Selain itu, pesantren ini juga memberikan pendidikan literasi yang menggabungkan aspek agama dan budaya lokal, dengan melibatkan santri dalam kegiatan membaca, menulis, dan mendokumentasikan budaya daerah melalui teknologi digital. Melalui kolaborasi antara tradisi dan inovasi, Pondok Pesantren Ngunut menciptakan generasi santri yang tidak hanya terampil dalam ilmu agama, tetapi juga aktif dalam melestarikan dan memajukan budaya lokal, serta mengembangkan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kesantunan Tindak Tutur Direktif di Lingkungan Sekolah Berdasarkan Teori Facework Erving Goffman Dwiky Yoga Karuniawan; Agusniar Dian Savitri
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.6807

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah berdasarkan teori wajah (facework) Erving Goffman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan langsung di SMAN 7 Kediri. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teori face Goffman, yang mengklasifikasikan wajah positif dan wajah negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan wajah positif mencerminkan kebutuhan untuk dihargai dan diterima, seperti terlihat pada arahan guru kepada siswa yang disampaikan dengan motivasi dan penghargaan. Sementara itu, kesantunan wajah negatif mencerminkan penghormatan terhadap kebebasan dan otonomi, misalnya pada permintaan siswa yang menyisipkan kesan tidak memaksa. Fungsi kesantunan tindak tutur direktif meliputi meningkatkan efektivitas komunikasi, membangun hubungan interpersonal, dan mendukung pembentukan karakter siswa. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan dalam tindak tutur direktif meliputi hubungan sosial, konteks formalitas, hierarki sosial, dan tujuan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kesantunan tindak tutur direktif di lingkungan sekolah tidak hanya mendukung komunikasi yang efektif tetapi juga membangun budaya komunikasi yang harmonis. Kata Kunci: kesantunan, tindak tutur direktif, lingkungan sekolah, dan teori facework
Penggunaan Jargon pada Content Youtube Bella Kuku Tanesia dan Gerry Girianza Aziz Fauzi; Ardhya Cahyani; Nasyiatul Aisyah
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8437

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bahasa atau jargon yang digunakan oleh para YouTuber atau pembuat konten di Indonesia saat ini. Hal ini bermula dari munculnya para youtuber dan vlogger akibat populernya platform YouTube di kalangan generasi muda saat ini sebagai salah satu media online menggantikan berbagai media tradisional. Para pembuat konten ini pun berlomba-lomba membuat konten video yang menarik dari segi konten, bahasa, dan gaya penyampaiannya. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif yang berupaya menemukan data deskriptif kata dan ungkapan melalui metode penelitian pengumpulan referensi seperti singkatan, penggalan, bahasa asing dilakukan dengan menonton konten video youtube tersebut dan mencatat percakapan lalu dianalisis gaya dan jargon yang digunakan kedua creator tersebut.. Peran Bella Kuku Tanesia dan Gerry Girianza sebagai influencer seringkali memberikan pendapat dan pengalaman pribadi dalam mengonsumsi produk makanan tertentu, sebagai sumber informasi bagi konsumen untuk memilih produk makanan yang tepat.
Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan dan Kelas Sosial dalam Novel Entrok: Kajian AWK Tiga Dimensi Fairclough Imraatus Shalihah; Ahmad Ridwan
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8447

Abstract

Artikel ini membahas kekerasan simbolik terhadap perempuan dan masyarakat kelas bawah dalam novel Entrok karya Okky Madasari dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis tiga dimensi Fairclough. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana bahasa, struktur narasi, dan praktik sosial membangun serta melegitimasi dominasi pada masa Orde Baru. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari dialog, narasi, dan konteks sosial-budaya yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik hadir melalui peran gender yang dinormalisasi, kontrol negara, dan penindasan berbasis kelas. Bentuk dominasi tersebut direproduksi lewat bahasa sehari-hari, tokoh berotoritas, dan norma budaya yang divisualisasikan dalam novel. Penelitian menyimpulkan bahwa Entrok berfungsi sebagai kritik sastra yang memperlihatkan bagaimana wacana menaturalisasi ketimpangan sosial.
Konsep Dasar Alih Wahana dan Implementasi di Sekolah Moh Yusuf Fanani; Shinta Oktaviana Putri; Sindy Febrianti; Dewi Triana; Moh Fikri Zulfikar
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8502

Abstract

Transfer seni adalah perubahan dari satu jenis seni ke jenis seni lainnya. Transfermencakup kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, dan memindahkan dari satu jenisseni ke jenis seni lainnya. Pembahasan mengenai transfer wahana pada dasarnya tidakdapat dipisahkan dari hubungan antar media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimakna sebenarnya dari konsep dasar transfer wahana dalam pembelajaran karya sastra.Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif dan gayapenulisan deskriptif kualitatif, yang menjelaskan secara rinci pembahasan berdasarkansubjek berupa ikon, indeks, dan simbol dalam karya sastra. Metode pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca dan memahami jenis-jenistransfer wahana, mengidentifikasi bentuk perubahan dalam transfer wahana, sertamenjelaskan beberapa tahapan transfer wahana. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa banyak konsep dasar digunakan dalam pembelajaran karya sastra
Pengaruh Bahasa Gaul di Era Digital terhadap Kemurnian Bahasa Indonesia Rizki Amsari Saragih; Ratna Isnawati; Mulyo Kurniati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8588

Abstract

Bahasa gaul Adalah salah satu bentuk variasi Bahasa nonformal yang berkembang cepat di kalangan reemaja Indonesia, khususnya sejak era digital dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah melahirkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinnya degradasi kemurnian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang memiliki peran penting dalam persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Bahasa gaul terhadap kemurnian Bahasa Indonesia, baik dari segi kosa kata, struktur kalimat, sikap Bahasa penutur, mauoun fungsi sosial Bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi Pustaka, analisis wacana, observasi penggunaan Bahasa di media sosial, serta dokumentasi contoh-contoh tuturan Bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa gaul memberikan pengaruh signifikan terutama bterutama pada perkembangan kosa kata nonbaku dan sikap Bahasa generasi muda yang cenderung lebih menyukai ragam informal daripada formal. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Bahasa gaul tidak serta-merata mengancam keberadaan Bahasa Indonesia baku, selama pengguna mampu membedakan konteks formal dan informal. Dengan demikian, Bahasa gaul merupakan salah satu dinamika perkembangan Bahasa yang wajar terjadi dalam Masyarakat multilingual dan multicultural. Upaya menjaga kemurnian Bahasa Indonesia harus terus dilakukan melalui Pendidikan, literasi Bahasa, dan pembiasaan penggunaan Bahasa baku dalam konteks formal.

Page 1 of 1 | Total Record : 6