cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
panipahanf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiir@uinsa.ac.id
Editorial Address
Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, State Islamic University (UIN) Sunan Ampel Surabaya Address: Dr. Ir. H. Soekarno Street No. 682, Gununganyar, Surabaya, Indonesia, Postal Code 60294, Phone (031) 8479384, Fax (031) 8413300 (Zaky), E-mail: jiir@uinsa.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Integrative International Relations
ISSN : 24773557     EISSN : 27970345     DOI : https://doi.org/10.15642/jiir
Core Subject : Humanities, Social,
Journal of Integrative International Relations (JIIR) published by Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya in association with The Indonesian Islamic Studies and International Relations Association (INSIERA). The journal published multi-disciplinary, inter-disciplinary, and trans-disciplinary approach articles on various issues in the field of International Relations. Special attention is given to the acedemic articles related to Islamic Integration methodology which synthesis critically between Islamic Studies and International Relations.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2020): November" : 5 Documents clear
Telaah Hubungan Bilateral Arab Saudi-Israel sebagai Manifestasi Teori Bandwagoning terhadap Iran Ilman Nur Alam; Amjad Fitria; Talitha Aulia Ahdana; Siti Masruroh
Journal of Integrative International Relations Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2020.5.2.86-101

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pembahasan pada hubungan bilateral yang terjalin antara Arab Saudi dan Israel dengan menggunakan perspektif bandwagoning. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, dalam tatanan politik internasional, Arab Saudi sudah seharusnya menjaga jarak dengan Israel karena tindakannya yang tergolong kooperatif dengan Israel sangat bertentangan dengan ideologi negara tersebut. Di sisi lain, fenomena kedekatan hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Israel terjadi ketika hubungan antara Arab Saudi dan Iran terbilang memanas. Iran sendiri merupakan salah satu aktor internasional yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah khususnya bagi Arab Saudi. Di tengah konflik ideologi dan geopolitik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran, sikap kooperatif Arab Saudi terhadap Israel pada dasarnya merupakan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan sekaligus menghindari ancaman dari Iran. Dengan menggunakan teori bandwagoning, sikap Arab Saudi untuk dapat bertahan dalam sistem internasional yaitu dengan cara berlindung atau mengekor negara lain yang lebih kuat setidaknya dapat dipahami dengan jelas. Selain itu, penulis juga mencoba menjelaskan alasan mengapa Arab Saudi menjadikan Israel sebagai negara banwagoning dengan membandingkan kekuatan Israel dan Iran dalam sistem internasional.
Uyghur Diaspora in Indonesia: from Nationalism to Terrorism Al Chaidar; Herdi Sahrasad; Dedy Tabrani
Journal of Integrative International Relations Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2020.5.2.68-85

Abstract

Uyghurs, especially ethnic Turkestan originating from northwest China in Xinjiang province, have become a real part of jihad terror groups that are globally active. Uyghur jihadists first spread to various parts of the world when the United States and its allies attacked Afghanistan in 2001. While continuing their cooperation with the Taliban under the banner of the East Turkestan Islamic Movement (ETIM), Uyghur jihadists have now spread to Southeast Asia and the Middle East. ETIM members are part of the Turkestan Islamic Party fighting with the Al-Qaeda umbrella group in Syria, but other Uyghurs have joined ISIS in Syria and Iraq, and others have joined local terror groups in Indonesia. However, Uyghurs are currently under-examined as active participants in jihadist organizations. Their struggle against the Chinese Government or narrowly describes certain groups where Uyghurs have become participants. This paper explores the scope and scale of activities of foreign Uyghur fighters in various locations, their implications and how their participation in global jihad groups can develop in such a way.
Pengaruh Konflik Natuna terhadap Kondisi Ekonomi dan Keamanan Indonesia Moh. Fathoni Hakim; Alma Puri Adriani; Ryan Eko Pramono; Annisa Astri Amaliya; Thoriqul Rizky Hidayatullah; Adiyat Abdullah
Journal of Integrative International Relations Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2020.5.2.128-139

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meneliti bagaimana keadaan pasca konflik natuna yang masih menegang antara China dan Indonesia mempengaruhi kondisi perekonomian dan keamanan Indonesia. Penulis menggunakan teori conflict prevention dan peneliti menggunakan metode kuantitatif dimana pengolahan data berupa angka dan grafik untuk menemukan tingkat ekonomi dan keamanan. Tulisan ini bertujuan untuk melihat perubahan ekonomi dan keamanan yang dialami Indonesia setelah konflik natuna terjadi, bagaimana penyelesaian masalah dilakukan, dan bagaimana kondisi stabil dapat tetap dipertahankan.Kedua faktor iniĀ  menjadi aspek penting karena bersangkutan langsung dengan kestabilan negara. Secara keseluruhan, dapat diketahui nantinya apa saja usaha-usaha Indonesia dalam merespon, mengatasi dan mempertahankan kondisi wilayah Natuna agar tetap stabil baik dalam sektor ekonomi maupun keamanan.
Diplomasi K-Pop sebagai Kebijakan Luar Negeri Korea Selatan terhadap Indonesia Aji Adira Fadia Putri Padmo; Achbil Khumain Fajrin Muhammad; Adityamas Perdana Al-Hafidh; Muhammad Aria Senna
Journal of Integrative International Relations Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.5.2.102-113

Abstract

Korea Selatan menerapkan soft power strategy yaitu diplomasi budaya melalui Korean Wave dalam hubungan diplomatiknya dengan Indonesia. Strategi ini telah memberikan respon positif terhadap hubungan kedua negara karena Korean Wave kini menjadi salah satu budaya yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Paper ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepentingan diplomasi budaya K-Pop terhadap hubungan kerjasama Korea Selatan dan Indonesia. Korean Wave yang merupakan bagian dari diplomasi budaya Korea di Indonesia dan memiliki pengaruh yang besar terhadap hubungan bilateral kedua Negara. Korea Selatan mempunyai peluang yang besar atas ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap musik K-Pop karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan sosial budaya.
ANALISIS GEOPOLITIK TERHADAP PERANG PROKSI ARAB SAUDI-IRAN SEBAGAI BENTUK PERGOLAKAN KAWASAN TIMUR TENGAH Saradiva Azzahra
Journal of Integrative International Relations Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2020.5.2.114-127

Abstract

This paper seeks to explain how the situation in the Middle East conflict has not yet reached its final phase. Iran and Saudi Arabia became key actors in the various upheavals that occurred in the Middle East region. Both of them compete with each other to achieve their national interests. This condition is considered as the source of a number of conflicts in the Middle East involving allied countries. Nonetheless, basically the political competition between Saudi Arabia and Iran continues to increase. Allied countries that are on the side of Iran and Saudi Arabia are considered to have certain goals and interests in this situation. This paper also analyzes the occurrence of this proxy war from the perspective of geopolitical studies. This paper also focuses on the strategies used by each country in maintaining interests in the region which are also the cause of upheaval in the Middle East region. The author believes that both Iran and Saudi Arabia are making mutual efforts in terms of balance of power to achieve regional hegemony.

Page 1 of 1 | Total Record : 5