cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2017)" : 6 Documents clear
Analisis Penggunaan Geotekstil di Lapisan Tanah Dasar Pada Proyek Pembangunan Jalan Poncosari – Greges Suriya Yuli Ariyawan, Kabul Basah Suryolelono, Zainul Faizien Haza
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, timbunan untuk jalan raya sering kali dibangun diatas tanah lempung lunak yang mempunyai kuat dukung tanah yang rendah. Tanahlempung lunak memiliki kuat geser yang rendah dan kompresibilitas yang tinggi.Tentunya hal ini akan sangat membahayakan konstruksi yangakan dibangun di atasnya. Jalan rayayang dibangun di atas tanah lempung lunak harus benar-benar memperhatikan danmemperhitungkan berapa besar daya dukung dan berapa besar penurunan tanahsehingga pembangunan tersebut mencapai kualitas terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil daya dukung tanah tanah dasar yang diberi perkuatan geotekstil tipe woven dan daya dukung tanah tanpa perkuatan geotekstil, dengan metode perbandingan perhitungan analisis manual dan perhitungan analisis Plaxis V.8.2. Program plaxis ini merupakan program elemen hingga yang digunakan untuk menghitung suatu keruntuhan tanah, adapun dalam perhitungannya dengan mengurangi nilainilai kohesi suatu konstruksi dengan sudut gesernya secara bertahap hingga mengalami keruntuhan. Pemasangan geotekstil di lapisan tanah dasar akan menyebabkan daya dukung meningkat. Dari perhitungan analisis Plaxis V.8.2,daya dukung tanah yang diberi perkuatan geotekstil pada lapisan tanah dasar adalah sebesar 590,04 kN/m2, faktor angka aman didapatkan hasil 1,53 > 1,2 (aman). Sedangkan daya dukung tanah tanpa perkuatan geotekstil pada lapisan tanah dasar sebesar 486,27 kN/m2, faktor angka aman didapatkan hasil 1,51 > 1,2 (aman).Dari hasil perhitungan manual, didapatkan daya dukung ultimit tanah sebesar tanpa perkuatan geotekstil sebesar 558,58 kN/m2, daya dukung ijin tanah sebesar 186,20 kN/m3, faktor angka aman akibat beban statis sebesar 2,21 > 1,2 (aman), faktor angka aman akibat beban  dinamis sebesar 1,87 > 1,2 (aman), faktor aman akibat beban kombinasi sebesar 1,59 > 1,2 (aman). Sehingga dapat disimpulkan lapisan tanah dasar tersebut tergolong jenis lapisan tanah dasar yang aman untuk pembangunan Jalan Pocosari-Greges Yogyakarta.
Pengaruh Transpor Sedimen Terhadap Gerusan Lokal di Hilir Bendung Sapon Ali Alatas 1), Chandra Hassan2), Zainul Faizien1)
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungapi Merapi secara periodik menghasilkan material erupsi berupa endapan vulkanik di lereng gunung. Pada musim hujan, material ini akan terangkut dan bergerak turun mengikuti alur anak sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi yang kemudian masuk dan mengisi bagian tengah serta hilir Sungai Progo sebagai material sedimentasi. Mekanisme angkutan sedimen ini akan disertai oleh proses sedimentasi yang terjadi di hilir sungai Progo, sebagaimana hasilnya bias mempengaruhi gerusan lokal pada bangunan-bangunan air seperti halnya yang pernah terjadi pada Jembatan Kebonagung dan Jembatan Srandakan yang berada di sungai Progo.Dari fenomena yang terjadi, Bendung Saponyang juga berada di sungai Progo, perlu mendapat perhatian, khususnya pada gerusan local yang dapat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan Bendung Sapon, oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji pengaruh transport sedimen terhadap gerusan lokal di hilir Bendung Sapon. Penelitian ini dimulai dengan pencarian data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait berupa data teknis Bendung Sapon dan data debit banjir Sungai Progo. Pembuatan model dua dimensi dan uji di laboratorium untuk mengetahui pengaruh transport sedimen terhadap gerusan lokal. Analisis data untuk menghitung kedalaman gerusan dengan menggunakan rumus Lacey, Wu, dan Verones.Dari hasil uji gradasi di laboratorium, ukuran butiran sedimen dapat dikategorikan hampir uniform. Hal ini, karena gradasi ukuran butiran sedimen yang besar sudah tertahan oleh bangunan-bangunan pengendali sedimen dan banyaknya aktifitas penambangan yang beroperasi di sekitar anak sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi. Dengan demikian recoveri gerusan cepat terjadi sehingga sangat membantu dalam stabilitas bangunan. Dari hasil penelitian gerusan di laboratorium, gerusan lokal (local scouring) yang terjadi di hilir bendung mencapai kedalaman 4,3 cm. dari hasil analisis gerusan lokal yang menggunakan rumus Lacey, Wu, dan Verones, gerusan terdalam dihasilkan dari rumus Verones (5.9257 m). Sementara itu gerusan lokal hasil tinjauan di lapangan 0.47 m, lebih rendah dari Verones. Bendung Sapon masih cukup aman, akan tetapi tetap perlu diwaspadai untuk waktu yang lebih lama.Gunungapi Merapi secara periodik menghasilkan material erupsi berupa endapan vulkanik di lereng gunung. Pada musim hujan, material ini akan terangkut dan bergerak turun mengikuti alur anak sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi yang kemudian masuk dan mengisi bagian tengah serta hilir Sungai Progo sebagai material sedimentasi. Mekanisme angkutan sedimen ini akan disertai oleh proses sedimentasi yang terjadi di hilir sungai Progo, sebagaimana hasilnya bias mempengaruhi gerusan lokal pada bangunan-bangunan air seperti halnya yang pernah terjadi pada Jembatan Kebonagung dan Jembatan Srandakan yang berada di sungai Progo.Dari fenomena yang terjadi, Bendung Saponyang juga berada di sungai Progo, perlu mendapat perhatian, khususnya pada gerusan local yang dapat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan Bendung Sapon, oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji pengaruh transport sedimen terhadap gerusan lokal di hilir Bendung Sapon. Penelitian ini dimulai dengan pencarian data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait berupa data teknis Bendung Sapon dan data debit banjir Sungai Progo. Pembuatan model dua dimensi dan uji di laboratorium untuk mengetahui pengaruh transport sedimen terhadap gerusan lokal. Analisis data untuk menghitung kedalaman gerusan dengan menggunakan rumus Lacey, Wu, dan Verones.Dari hasil uji gradasi di laboratorium, ukuran butiran sedimen dapat dikategorikan hampir uniform. Hal ini, karena gradasi ukuran butiran sedimen yang besar sudah tertahan oleh bangunan-bangunan pengendali sedimen dan banyaknya aktifitas penambangan yang beroperasi di sekitar anak sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi. Dengan demikian recoveri gerusan cepat terjadi sehingga sangat membantu dalam stabilitas bangunan. Dari hasil penelitian gerusan di laboratorium, gerusan lokal (local scouring) yang terjadi di hilir bendung mencapai kedalaman 4,3 cm. dari hasil analisis gerusan lokal yang menggunakan rumus Lacey, Wu, dan Verones, gerusan terdalam dihasilkan dari rumus Verones (5.9257 m). Sementara itu gerusan lokal hasil tinjauan di lapangan 0.47 m, lebih rendah dari Verones. Bendung Sapon masih cukup aman, akan tetapi tetap perlu diwaspadai untuk waktu yang lebih lama.
Analisa Job Mix Design Dan Job Mix Formula Kuat Tekan Beton Dengan Pasir Besi Pada Kontruksi Beton Berat Ari Putra Sidiq Pamungkas, Iskandar Yasin, Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling sering di pakai dan diminati karena merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk dibandingkan dengan konstruksi lainnya. Beton berat adalah salah satu jenis beton yang dipakai untuk suatu konstruksi berkebutuhan khusus. Pembuatan carnpuran beton dilakukan melaui dua tahap, yaitu melalui JMD (Job Mix Design dan JMF ( Job Mix Formula). Tahap pertama JMD untuk menentukan layak atau tidaknya rencana campuran tersebut digunakan. Tahap kedua JMF proses pembuatan campuran dengan menggunakan hasil dari JMD. Penggunaan pasir besi sebagai bahan pengganti campuran agregat halus pada campuran beton sangat membantu ditinjau dari segi aspek bobot pasir besi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Kulonprogo. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan percobaan menggunakan mix desain yang dimodifikasi menggunakan pasir besi dalam pembuatan betonnya. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Dari penelitian ini diketahui bahwa dengan pemakaian pasir besi, beton akan memiliki beban yang lebih berat di banding dengan beton normal. Nilai kuat tekan beton berat yang paling tinggi mencapai nilai 29,1Mpa.Beton merupakan material konstruksi yang paling sering di pakai dan diminati karena merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk dibandingkan dengan konstruksi lainnya. Beton berat adalah salah satu jenis beton yang dipakai untuk suatu konstruksi berkebutuhan khusus. Pembuatan carnpuran beton dilakukan melaui dua tahap, yaitu melalui JMD (Job Mix Design dan JMF ( Job Mix Formula). Tahap pertama JMD untuk menentukan layak atau tidaknya rencana campuran tersebut digunakan. Tahap kedua JMF proses pembuatan campuran dengan menggunakan hasil dari JMD. Penggunaan pasir besi sebagai bahan pengganti campuran agregat halus pada campuran beton sangat membantu ditinjau dari segi aspek bobot pasir besi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Kulonprogo. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan percobaan menggunakan mix desain yang dimodifikasi menggunakan pasir besi dalam pembuatan betonnya. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Dari penelitian ini diketahui bahwa dengan pemakaian pasir besi, beton akan memiliki beban yang lebih berat di banding dengan beton normal. Nilai kuat tekan beton berat yang paling tinggi mencapai nilai 29,1Mpa.
Analisis Kinerja Struktur High Rise Building Dengan Analisis Dinamik Menggunakan Metode Analisis Respons Spektrum Di Yogyakarta Alfitra Ruben Andreanta S M, Agus Priyanto, Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi bangunan, maka banyak dikembangkan analisis-analisis gempa terhadap struktur. Desain struktur bangunan tersebut merupakan perencanaan bangunan yang melalui berbagai tahapan perhitungan dengan mempertimbangkan berbagai variabelnya sehingga didapatkan produk yang berdaya guna sesuai fungsi kegunaannya. Analisis gempa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu analisis gempa statik dan analisis gempa dinamik. Pada bangunan-bangunan yang sangat tinggi, tidak beraturan, bertingkat banyak serta bangunan-bangunan yang memerlukan ketelitian yang sangat besar digunakan perencanaan analisis dinamik, yang terdiri dari analisis ragam respon spektrum dan analisis respon dinamik riwayat waktu. Analisis dinamis riwayat waktu dan analisis dinamis respon spektrum dapat memberikan pembagian gaya geser tingkat yang lebih tepat sepanjang tinggi gedung dibanding analisis statik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keamanan gedung dilihat dari displacement, drift dan base shear. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan program SAP2000 V 14.0 dan ETABS V 15.2.2. Simpangan antarlantai Story Drift arah X dan Y dinyatakan aman terhadap kinerja batas ultimit. Hasil dari simpangan antar tingkat displacement maksimum arah X didapat 0,054499 m dan arah Y didapat 0,06361 m sehingga masih memenuhi batas maksimum [(0,02hsx)/ρ] = 1,292307692 m. Nilai FS pada RSPX arah X didapat 0,578528 dan RSPY arah Y didapat 0,58973 telah kurang dari 1 hal ini berarti V dari dinamik respon spekrum telah lebih besar dari 0,85V statik ekivalen. Hal ini telah sesuai pada SNI 1726;2012. Hasil dari modal partisipasi Massa menunjukkan bahwa mode ke 14 mampu memenuhi syarat partisipasi massa (paling sedikit 90%) sesuai SNI 1726-2012 pasal 7.9.1. Hasil dari displacement analisis pushover lebih besar dibandingkan dengan analisis respon spektrum. Menurut ATC-40 level kinerja gedung berdasarkan analisis dinamik respon spektrum arah X dan Y adalah Immediate Occupancy.
Struktur Rumah Aman Gempa dengan Metode PP-BAND Mesh Seismic Retrofit Technology Dewi Astuti, Zainul Faizin, Dimas Langga
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkuatan dinding rumah yang terbuat dari batu bata bertujuan untuk mencegah banyaknya korban meninggal karena keruntuhan dinding yaitu dengan menggunakan metode pp-band mesh. Pada penelitian ini melihat perbandingan hasil simulasi dan analisis SAP2000 dengan ukuran dinding 985 x 1072 mm dan batu bata yang digunakan ukuran 210 x 60 x 100 mm. Pemodelan pada SAP2000 dibuat semirip mungkin dengan simulasi. Data material dinding yang digunakan pada program SAP2000 adalah batu bata (E = 15,7 kN/mm2; berat jenis = 0,17 kN; poisson’s ratio = 0,14; kuat tekan= 0,0805 kN/mm2), mortar (E = 8,6 kN/mm2; berat jenis = 0,22 kN; poisson’s ratio = 0,20; kuat tekan= 0,0082 kN/mm2) dan pp-band (kuat Tarik = 1,47 kN; ketebalan = 15,5 mm). Dari hasil analisis, pada simulasi didapatkan besaran gaya saat mencapai kondisi maksimum sebesar 265,625 kN, sedangkan pada hasil analisis SAP2000 sebesar 991,635 kN dengan rasio perbandingan sebesar 0,268. Pada kurva yang menunjukkan perbandingan hasil simulasi dan hasil analisis SAP2000 diperoleh gambaran bahwa hasil kedua analisis sangat berbanding jauh dengan besaran gaya pada hasil simulasi < 400 kN sedangkan besaran gaya pada SAP2000 > 800 kN.Perkuatan dinding rumah yang terbuat dari batu bata bertujuan untuk mencegah banyaknya korban meninggal karena keruntuhan dinding yaitu dengan menggunakan metode pp-band mesh. Pada penelitian ini melihat perbandingan hasil simulasi dan analisis SAP2000 dengan ukuran dinding 985 x 1072 mm dan batu bata yang digunakan ukuran 210 x 60 x 100 mm. Pemodelan pada SAP2000 dibuat semirip mungkin dengan simulasi. Data material dinding yang digunakan pada program SAP2000 adalah batu bata (E = 15,7 kN/mm2; berat jenis = 0,17 kN; poisson’s ratio = 0,14; kuat tekan= 0,0805 kN/mm2), mortar (E = 8,6 kN/mm2; berat jenis = 0,22 kN; poisson’s ratio = 0,20; kuat tekan= 0,0082 kN/mm2) dan pp-band (kuat Tarik = 1,47 kN; ketebalan = 15,5 mm). Dari hasil analisis, pada simulasi didapatkan besaran gaya saat mencapai kondisi maksimum sebesar 265,625 kN, sedangkan pada hasil analisis SAP2000 sebesar 991,635 kN dengan rasio perbandingan sebesar 0,268. Pada kurva yang menunjukkan perbandingan hasil simulasi dan hasil analisis SAP2000 diperoleh gambaran bahwa hasil kedua analisis sangat berbanding jauh dengan besaran gaya pada hasil simulasi < 400 kN sedangkan besaran gaya pada SAP2000 > 800 kN.
Analisis Kuat Lentur Balok Menggunakan Tulangan Kabel Streng Nokus Frans, Iskandar Yasin, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok merupakan salah satu dari elemen struktur yang digunakan untuk memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya. Elemen struktur horizontal ini diletakkan di atas dua elemen struktur vertikal yang merupakan konstruksi dasar yang sering digunakan. Untuk mengetahui karakteristik dari balok digunakanlah software SAP 2000 sebagai alat bantu menganalisis kekuatan model balok dan perilaku yang terjadi pada elemen struktur balok dan membandingkannya dengan hasil uji kuat lentur beton yang dilakukan dilaboratorium.  Pemodelan balok uji lentur 80 cm x 15 cm x 15 cm dan dianalisis kuat lentur model tersebut. Benda uji balok memiliki 3 varian yaitu balok tanpa tulangan, balok menggunakan tulangan baja dan balok menggunakan tulangan kabel streng. Pemodelan balok uji lentur balok menggunakan plane element yang merupakan eiemen solid 2 dimensi. Balok uji dimodelkan menggunakan elemen segi empat. Dengan cara memperhalus elemen di sekitar titik tangkap gaya didaerah perletakan, daerah pembebanan dan di daerah retakan benda uji. Hasilnya dibandingkan dengan kuat lentur balok uji dari hasil pengujian di laboratorium dan memberikan solusi model yang paling mendekati dengan hasil pengujian di laborarorium.  Balok beton bertulang kabel streng menggunakan dimensi ukuran 150 mm x 150 mm x 800 mm, mendapatkan hasil uji lentur balok reratanya adalah 3,06 Mpa dan besar momen kapasitas secara pengujian adalah 115,47% dari momen kapasitas secara teori.   Balok merupakan salah satu dari elemen struktur yang digunakan untuk memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya. Elemen struktur horizontal ini diletakkan di atas dua elemen struktur vertikal yang merupakan konstruksi dasar yang sering digunakan. Untuk mengetahui karakteristik dari balok digunakanlah software SAP 2000 sebagai alat bantu menganalisis kekuatan model balok dan perilaku yang terjadi pada elemen struktur balok dan membandingkannya dengan hasil uji kuat lentur beton yang dilakukan dilaboratorium.  Pemodelan balok uji lentur 80 cm x 15 cm x 15 cm dan dianalisis kuat lentur model tersebut. Benda uji balok memiliki 3 varian yaitu balok tanpa tulangan, balok menggunakan tulangan baja dan balok menggunakan tulangan kabel streng. Pemodelan balok uji lentur balok menggunakan plane element yang merupakan eiemen solid 2 dimensi. Balok uji dimodelkan menggunakan elemen segi empat. Dengan cara memperhalus elemen di sekitar titik tangkap gaya didaerah perletakan, daerah pembebanan dan di daerah retakan benda uji. Hasilnya dibandingkan dengan kuat lentur balok uji dari hasil pengujian di laboratorium dan memberikan solusi model yang paling mendekati dengan hasil pengujian di laborarorium.  Balok beton bertulang kabel streng menggunakan dimensi ukuran 150 mm x 150 mm x 800 mm, mendapatkan hasil uji lentur balok reratanya adalah 3,06 Mpa dan besar momen kapasitas secara pengujian adalah 115,47% dari momen kapasitas secara teori.

Page 1 of 1 | Total Record : 6