cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023): Oktober" : 9 Documents clear
- Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Dipo Lokomotif Purwokerto Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA): Dipo Lokomotif Purwokerto Putri Zulfa Azzahra; M Agus Salim; Besty Afriandini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.14749

Abstract

Risiko kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang mungkin terjadi saat bekerja yang berdampak pada pencapaian suatu pekerjaan. PT Kereta Api Indonesia merupakan salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dibidang transportasi, perusahaan ini selalu mengutamakan kualitas, kepuasan dan keselamatan penumpang salah satu caranya dengan melakukan pengecekan lokomotif secara berkala. Dipo Lokomotif Purwokerto merupakan tempat pengecekan dan perawatan lokomotif baik sesudah digunakan atau sebelum digunakan, dalam pelaksanaan ini pekerja harus memperhatikan SOP K3 guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dianalisis dengan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), dan menggunakan alat ukur kuisioner dengan jumlah responden 31 orang pekerja pelaksana perawatan dan daily check. Hasil dari penelitian ini diketahui terdapat dua mode kegagalan yang dominan diantara mode kegagalan lainnya yaitu menghirup debu berlebih dan suara bising mesin dengan nilai RPN tertinggi yaitu sebesar 27. Penyebab mode kegagalan tersebut adalah penggunaan APD yang tidak lengkap.
Perancangan Ulang Struktur Atas Jembatan Tipe Tied Arch Bridge Bentang 82 Meter Algazt Aryad Masagala; Bagus Jatmiko
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15607

Abstract

Dalam Perancangan Ulang Struktur Atas Jembatan Tipe Tied Arch Bridge Bentang 82 Meter dengan Studi Kasus Jembatan Ruas Tawang – Ngalang Gunung Kidul, Jembatan Tipe Tied Arch Bridge dipilih sebagai solusi alternatif karena dianggap mampu membuat jembatan menjadi lebih kuat dan mampu menyalurkan distribusi pembebanan serta yang dirasa paling efektif untuk menampung volume lalu lintas pada tahun yang akan datang dan desain tersebut lebih memberikan kesan yang monumental.  Analisis perancangan ulang menggunakan program SAP2000 untuk pemodelan struktur. Analisis hitungan mengacu pada aturan atau standard yang berlaku yaitu RSNI T03-2005, SNI 1725 2016, SNI 2833-2016, dan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Metode analisis struktur menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) yaitu suatu perencanaan yang mengacu pada kondisi batas, atau limit state design. Kondisi batas yang ditinjau adalah batas kekuatan (ultimate strength) dan kombinasi beban yang digunakan adalah dengan beban terfaktor. Dari hasil perhitungan serta analisis Perencanaan menggunakan profil baja dengan mutu baja BJ 37 dengan fu: 370 MPa dan fy: 240 MPa. Dalam perencanaan jembatan ini digunakan profil baja: Stringer BOX 500.500.25.19, Cross Girder BOX 800.600.45.45, Cable ∅63 mm, Arch 1 BOX 800.600.45.45, Arch 2 BOX 800.600.45.45, Vertical Web BOX 800.600.45.45, Diagonal Web BOX 800.600.45.45, Bottom Chord BOX 800.600.45.45, Top Bracing BOX 800.600.45.45, dan Top Wind BOX 500.500.25.19. Nilai lendutan tertinggi terletak pada tengah bentang jembatan sebesar 91,99 mm dengan lendutan ijinnya 103,20 mm, sehingga jembatan aman terhadap lendutan.
Perencanaan Struktur Pondasi Gedung Parkir Universitas Muhammadiyah Purwokerto Isnaenni Putri Intan Prayogi; Amris Azizi; Besty Afriandini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15747

Abstract

Universitas Muhammadiyah Purwokerto menghadapi masalah kekurangan lahan parkir untuk kendaraan roda dua karena peningkatan jumlah mahasiswa. Sebuah gedung parkir sepeda motor sudah dibangun, tetapi jumlah kendaraan terus bertambah sehingga perlu perencanaan gedung parkir bertingkat dengan konstruksi beton bertulang. Penelitian ini fokus pada perencanaan struktur pondasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui beban dan gaya yang bekerja pada struktur atas, kapasitas daya dukung tanah, jenis pondasi yang sesuai, serta dimensi dan penulangan pondasi. Daya dukung menggunakan Metode Schmertmann-Nottingham berdasarkan data sondir (CPT). Dari hasil penelitian didapatkan beban maksimum Pondasi Tipe 1 sebesar 3328 kN, Pondasi Tipe 2 sebesar 5144 kN. Pada kedalaman 4,6 m diperoleh kapasitas daya dukung tanah sebesar 59,84 ton. Berdasarkan beberapa pertimbangan, jenis pondasi yang sesuai adalah Tiang Pancang Mini (Minipile) tipe persegi diameter 25 cm x 25 cm dengan menggunakan tulangan utama 4D16.  Didapatkan 2 jenis ukuran pilecap yaitu pilecap tipe 1 berukuran 2,65 m x 1,35 m x 0,6 m dan pada pilecap tipe 2 berukuran 2,65 m x 2 m x 1 m. . Pada pondasi pilecap tipe 1 digunakan 8 tiang. sementara untuk penulangan pilecap digunakan tulangan tekan D19 – 300, tulangan tarik D22–220. Sedangkan pada pondasi pilecap tipe 2 digunakan 12 tiang, untuk penulangan pilecap digunakan tulangan tekan D19–180, dan tulangan tarik D22–120
Evaluasi Kerusakan Jaringan Irigasi Menggunakan Sistem Informasi Geografis Muhamad Noer Cholik; Lilik Hendro Widaryanto; Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15774

Abstract

Dalam pemanfaatan sumber daya air yang digunakan untuk industri, perikanan, pertanian dan usaha lain secara maksimal diperlukannya infrastruktur penunjang berupa jaringan irigasi yang berfungsi sebagai mendistribusikan air dan menjaganya agar sampai pada pintu terjauh atau pintu akhir. Di era Modern ini diperlukan sistem informasi geografis yang akurat guna menyajikan data inventarisasi fasilitas jaringan irigasi. Daerah Irigasi Gamping yang terletak di Kabupaten Sragen mempunyai lahan pertanian yang harus dilayani air seluas 175 Ha dan meliliki 120 titik jaringan dan 26 titik fasilitas jaringan irigasi permanen. Sebanyak 1785,7 m sudah dibangun fasilitas irigasi permanen dan 5691,2 m belum dibangun fasilitas jaringan irigasi permanen maupun sementara. Sebanyak 1785,7 m panjang saluran irigasi yang memiliki fasilitas irigasi dimana sebanyak 640 m (35,84%) sangat baik, selanjutnya 845,5 m (47,35%) daerah irigasi dalam kondisi baik. Sebanyak 2 m (0,11%) dalam kondisi rusak ringan, sementara 15,4 m (0,86%) mengalami kerusakan sedang dan 282,8 m (15,84%) dalam kondisi kerusakan berat bahkan membutuhkan renovasi maupun pembangunan ulang.
Studi Penataan Lahan Parkir Dan Retribusi Terminal Sebagai Pendapatan Asli Daerah Jufri Noho; M. Taufiq Y. S.; Edward R Ahadian; Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15804

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa kapasitas dan ketersediaan lahan parkirserta kontribusi dari Terminal Sarimalaha untuk selanjutnya mendesainpenataan petak parkir yang ideal dan kontribusi terminal terhadapPendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tidore Kepulauan. Penelitian dilakukandari pukul 06.00-18.00 (12 Jam) selama 1 minggu (7 hari) dari tanggal 2-8 Juli 2022bertempat di Terminal Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan. Analisis Parkiran terdiridari menghitung akumulasi parkir, volume parkir, durasi parkir, indeks parkir,turnover parking, kebutuhan ruang parkir, desain penataan parkir dan potensiparkir. Dan untuk analisis retribusi terdiri dari menghitung pertumbuhanpenerimaan retribusi, efektivitas penerimaan retribusi, kontribusi retribusiterhadap PAD. Kondisi eksisting lahan parkir Terminal Sarimalaha adalah 30petak parkir sepeda motor dan 30 petak parkir mobil. Efektifitas retribusi terminalSarimalaha di tahun 2021 dikategorikan kurang efektif karena presentasenya55,75%. Desain pola parkir 30o mendapatkan 17 petak parkir mobil, dan motor12 petak parkir. Pola parkir 45o mendapatkan 21 petak parkir mobil dan 18petak motor. Pola parkir 60 o mendapatkan 27 petak parkir mobil, dan motor 22 petak parkir, dan pola parkir 90o didapatkan sebanyak 34 petak parkir untukmobil, dan 28 petak parkir untuk motor. Desain pola parkir yang efektifdigunakan yaitu parkir 90o dengan menambah potensi petak parkir diareakosong terminal sehingga petak parkir mobil menjadi 60 petak dan 30 petakparkir motor. Dan kontribusi retribusi terminal terhadap PAD adalah sebesar0,054%.
Analisis Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Menggunakan Metode MKJI 1997 (Studi Kasus: Simpang Tiga Berjan Purworejo) Hesti Anggita; Eko Riyanto; Larashati B'tari Setyaning
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15928

Abstract

Simpang Tiga Berjan merupakan salah satu simpang yang padat akan lalu lintas kendaraan. Simpang tersebut terletak pada kawasan bangkitan dan tarikan pergerakan sehingga menyebabkan sering terjadi kemacetan karena tingginya arus lalu lintas dan mengakibatkan tingginya waktu tunggu. Hal ini juga menyebabkan arus lalu lintas meningkat terutama pada jam-jam tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu solusi yang efisien. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Simpang Tiga Bersinyal dengan metode MKJI 1997 dan menganalisa solusi untuk meningkatkan kinerja Simpang Tiga Bersinyal Berjan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei geometrik, kondisi lingkungan, dan volume lalu lintas yang diambil selama tiga hari yaitu hari senin, kamis, dan minggu dengan jam sibuk pagi 06.30 – 08.30, siang 12.00 – 14.00 dan jam sibuk sore 15.30-17.30. Data sinyal lampu lalu lintas didapatkan di lapangan dengan cara menghitung setiap pendekat. Data sekunder berupa jumlah penduduk yang diambil dari Badan Dinas terkait Kependudukan seperti Badan Pusat Statistik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Simpang Bersinyal MKJI 1997. Hasil analisis kondisi eksisting operasional simpang menunjukan nilai DS  terbesar  pada pendekat Selatan yaitu 0,8193 yang berarti bahwa kondisi simpang ini dalam keadaan  kurang baik. Untuk tundaan simpang rata-rata 61,8155  det/smp, sehingga didapat tingkat pelayanan simpang bernilai F (buruk). Rekomendasi solusi terbaik yang dapat dilakukan yaitu menggunakan alternatif III dengan melakukan pelebaran jalan pada setiap lajur dan perubahan waktu siklus karena didapat nilai DS = 0,7576 (<0,85) dan tundaan rata-rata = 35,3523 det/smp dengan tingkat pelayanan D lebih meningkat daripada kondisi eksisting.
Analisis Perbandingan Data Curah Hujan Dalam Tiga Bulan Di Beberapa Stasiun Kabupaten Jember Amri Gunasti; Dimas Prayuga; Dimas Ardiansyah; Ken Anda Saka Wijaya
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.16348

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Dikarenakan iklim global, Curah hujan di kabupaten jember saat ini tidak menentu. Untuk karena itu dibutuhkan analisis perbandingan data curah hujan untuk menentukan data ini signifakan terhadap data pada yang lain. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Kuantitatif serta data sekunder dikarenakan menggunakan data dari masa lampau. Peneliti menganalisis data menggunakan perangkat lunak IBM SPSS dan menggunakan metode uji One-way Anova dalam analisis ini dengan dimulai menganlisis apakah data tersebut normal dengan membaca tabel uji Case Processing Summary dan test Normally dan didapat bahwa penelitian ini didapat perbedaannya tidak signifikan.
Kuat Tekan Dan Porsitas Beton Porous Dengan Subsitusi Agregat Kasar Limbah Pecahan Genteng Farhan Arifin; Rivan Bima Risqiantok; Dewi Sulistyorini; M Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.16875

Abstract

Penggunaan beton sebagai salah satu pilihan konstruksi bangunan sipil lebih dikenal luas dibandingkan dengan bahan konstruksi lain seperti kayu dan baja. Beberapa alasan mengapa digunakan beton, karena beton memiliki kekuatan yang tinggi, proses produksi yang relatif mudah, harga relatif terjangkau, serta ketahanan terhadap cuaca yang sangat baik. Namun demikian, disamping keunggulan beton,  beton memiliki beberapa kelemahan diantaranya emisi karbon yang cukup tinggi, berat satuan yang  besar (2400 kg/m3) dan sifatnya yang kedap air. Sifat yang kedap air tersebut, apabila dilihat dari perpektif lingkungan pada konteks perkerasan jalan merupakan sebuah masalah.  Permukaan yang kedap membatasi air hujan untuk bisa meresap ke tanah, sehingga air menjadi limpasan yang kemudian terbuang ke saluran drainase. Hal ini merupakan hal yang kurang ramah lingkungan, sehingga perlu dicari upaya agar beton menjadi lebih porous sehingga mampu menjadi solusi perkerasan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, diperlukan inovasi dalam hal produksi beton yang mampu meloloskan air / porous sebagai aplikasi dalam perkerasan yang ramah lingkungan. Pembuatan beton yang lolos air / porous (pervious concrete) secara teori akan sangat tergantung pada pembentukan rongga udara dalam beton dengan faktor penting gradasi agregat dan faktor air semen yang digunakan. Untuk menjawab kesulitan tersebut, penelitian ini akan mencoba mengaplikasikan material limbah genteng dalam menciptakan beton dengan rongga udara yang cukup untuk meloloskan air / porous. Penggunaan limbah genteng berkorelasi positif dengan nilai porositas beton. Nilai otimum antara kuat tekan dan porositas diperoleh dari penggunaan limbah genteng sebesar 15%
PEMODELAN BERBASIS UJI NON-DESTRUKTIF DAN SEMI-DESTRUKTIF YANG DIVALIDASI FREKUENSI ALAMI PADA ASESMEN RELIABILITAS PONDASI JIB CRANE Heri Khoeri; Naufal Rafif Rizqullah; Badaruddin Badaruddin; Haryo Koco Buwono
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.17132

Abstract

To ensure the safety of operating the Jib crane, regular inspections and evaluations need to be conducted, including on the foundation structure system. The allowable load specified by the manufacturer only applies when the crane is positioned relatively flat against its support; thus, if the crane is tilted due to settlement at the support during operation, the allowable load will drastically decrease and may cause an overturning. This study was conducted to assess the reliability of the current foundation system after 10 years operation. The foundation system of the Jib crane under investigation consists of steel pipe piles connected to a pile cap at the top and reinforced with bracing between the pipes. Inspections were carried out using non-destructive and semi-destructive testing to obtain actual dimensions and quality of the structural elements. All test data were compiled to serve as input for structural modeling. To ensure the validity of the model, verification was performed with vibration test results. The determination of the number of points and types of tests affects the validity of the model, where the more numerous and comprehensive the tests, the more accurately the model represents actual conditions. The analysis results of the model produced a natural frequency of 1.48 Hz, while the dynamic load test result was 1.5 Hz, with closely matching frequencies indicating sufficiently valid input data, resulting in dynamic structural responses close to reality. The analysis results of the model indicate that the Jib crane foundation is still reliable with a safety factor of 3.1. However, to slow down the corrosion rate of the steel, protective measures are necessary, including periodic painting of the surface of the steel pipe foundation and its supporting bracing, injection into cracked concrete, and protecting concrete from alkali-silica reaction by applying corrosion-resistant bituminous-based painting.

Page 1 of 1 | Total Record : 9