cover
Contact Name
Muh. Sulaiman Dadiono
Contact Email
sdadiono@gmail.com
Phone
+6282115234622
Journal Mail Official
gyandharmagmedia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lavender Perumahan Shamara Sumbang 2 Blok J5, Kel. Ciberem, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Academic Letters
ISSN : -     EISSN : 3090353X     DOI : https://doi.org/10.64781/620743
Academic Letters is a new experiment in open access academic publishing. We aim to publish short-form articles such as brief reports, case studies, reports of new findings, socio-political critiques, credible scholarly opinions, and ideas omitted from previously published works. Articles published in Academic Letters are no longer than 600-1500 words, excluding references. Academic Letters is published periodically (6 issues per year: January, March, May, July, September, and November).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 6 (2025)" : 5 Documents clear
Morfologi Ikan Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus) sebagai Dasar Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Perikanan Indra Surya Winata
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64781/669942

Abstract

Ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang tersebar luas di wilayah Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia. Eksploitasi yang intensif serta degradasi habitat terumbu karang menyebabkan populasi spesies ini mengalami tekanan yang signifikan. Studi morfologi menjadi pendekatan penting dalam memahami karakter biologis, variasi populasi, serta adaptasi ekologis spesies ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik morfologi ikan kerapu sunu berdasarkan kajian pustaka dan sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu, serta membahas implikasinya terhadap konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa P. leopardus memiliki ciri morfologi khas berupa tubuh memanjang dan pipih lateral, pola warna merah cerah dengan bintik biru, serta variasi ukuran tubuh yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan tekanan eksploitasi. Variasi morfometrik antar wilayah menunjukkan adanya adaptasi ekologis dan potensi diferensiasi populasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis morfologi sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan dan pengembangan budidaya ikan kerapu sunu di Indonesia.
Peanut: Relationship, Arginine, and Cardiovascular Health Sutrisno Adi Prayitno; Andalusia Trisna Salsabila; Devi Kartika Sari
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peanuts (Arachis hypogaea L.) are nutrient-dense legumes that play an important role in global food systems and human health. Beyond serving as an affordable source of energy and plant-based protein, peanuts are increasingly recognized as a functional food due to their rich content of unsaturated fatty acids, dietary fiber, minerals, phytosterols, and polyphenolic compounds associated with reduced cardiovascular disease (CVD) risk. Among these components, arginine—a semi-essential amino acid abundantly present in peanuts—has received considerable attention for its role in nitric oxide (NO) synthesis and vascular health. Arginine-derived NO is a key regulator of endothelial function, blood pressure, and platelet aggregation, and impaired NO bioavailability is closely linked to hypertension and atherosclerosis. Evidence from randomized controlled trials and meta-analyses published between 2020 and 2024 indicates that regular peanut consumption is associated with improvements in lipid profiles, inflammatory markers, and overall cardiometabolic health, particularly in individuals with metabolic disorders. The cardioprotective effects of peanuts are mediated through synergistic interactions between arginine, unsaturated fats, phytosterols, dietary fiber, and antioxidant compounds. Collectively, these findings support the inclusion of peanuts in balanced dietary patterns aimed at cardiovascular disease prevention.
Penemuan Ikan Coelacanth di Indonesia Makhluk Purba yang Masih Hidup di Laut Nusantara Rima Oktavia Kusuma; Muh. Sulaiman Dadiono; Pratiwi Restu Murti
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan coelacanth dikenal sebagai salah satu makhluk laut paling misterius di dunia karena selama puluhan juta tahun dianggap telah punah. Namun, penemuan ikan ini dalam keadaan hidup di perairan Indonesia mengejutkan dunia ilmu pengetahuan. Artikel esai ini membahas latar belakang penemuan coelacanth di Indonesia, mengenalkan ciri-ciri utamanya, serta menjelaskan mengapa temuan ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan dan upaya pelestarian laut. Pembahasan menunjukkan bahwa coelacanth Indonesia merupakan spesies berbeda dari coelacanth Afrika dan hidup di laut dalam yang relatif masih alami. Penemuan ini membuktikan bahwa laut Indonesia menyimpan kekayaan hayati luar biasa sekaligus menuntut perhatian serius dalam perlindungan ekosistem laut dalam.
Aerasi dan Oksigenasi dalam Budidaya Perikanan: Strategi Menjaga Keseimbangan Kualitas Air Rakhman Wira Subagja; Reny Tri Indaswari; Asro Nurhabib; Jefri Anjaini
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerasi dan oksigenasi merupakan komponen penting dalam sistem budidaya perikanan untuk menjaga kualitas air tetap optimal serta mendukung kebutuhan fisiologis organisme budidaya. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) menjadi indikator utama kualitas air yang secara langsung memengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Praktik akuakultur intensif sering menyebabkan penurunan kadar oksigen akibat tingginya kepadatan tebar dan akumulasi bahan organik dari sisa pakan serta hasil metabolisme. Makalah ini membahas teknologi aerasi dan oksigenasi yang umum digunakan, seperti aerator mekanis, sistem microbubble, dan teknologi nanobubble, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Teknologi nanobubble menonjol karena kemampuannya menjaga kestabilan oksigen terlarut sekaligus membantu mengikat polutan tersuspensi, sehingga meningkatkan kondisi kualitas air secara keseluruhan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aerasi yang tepat dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mencapai tingkat kelangsungan hidup hingga 100% pada beberapa spesies. Namun, keberlanjutan sistem aerasi masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan energi yang tinggi, ketidakstabilan pasokan listrik di daerah terpencil, serta fluktuasi biaya bahan bakar. Oleh karena itu, integrasi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin kontinuitas aerasi dan kestabilan kualitas air dalam sistem akuakultur.
Developing Fisheries Clusters to Increase Competitiveness Through Production Integration, Scale Efficiency, and Strengthening Institutions in Sustainable Aquaculture Systems Burhan Arianto; Naqilla Itsak Ramadhani; Anastasia Shafaa Nurayya; Violin Anathasya Athfal Two; Desti Diyan Mekar Meirika Diyana; Mukhamad Malik Al Najib; Risyad Aghniya Yahya; Jefri Anjaini; Asro Nurhabib
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of fisheries clusters is a strategic approach to improving the competitiveness of the aquaculture sector through production integration, scale efficiency, and institutional strengthening. Challenges faced by fisheries cluster development include environmental degradation, social inequality in the supply chain, global market instability, and weak governance. The purpose of this paper is to analyze the basic concept of fisheries clusters, the role of production integration, scale efficiency, and institutional strengthening in enhancing the competitiveness of the sustainable aquaculture sector. This paper demonstrates that optimally designed fisheries clusters can reduce operational costs, increase productivity, expand farmer access to technologies such as circulating water systems (RAS) and IoT, and strengthen the position of structured institutions.

Page 1 of 1 | Total Record : 5