cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2025)" : 13 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Urin Sapi dan Jumlah  Ruas Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canepora) Riki Rizki Yandapit; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/jjxrs883

Abstract

Pendahuluan. Kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia salah satunya adalah kopi robusta (Coffea canephora). Untuk mendapatkan tanaman unggul kopi robusta dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan cara menggunakan biji (Generatif) dan vegetatif salah satunya stek. Perbanyakan dengan setek pada tanaman kopi robusta mampu menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak serta memiliki sifat  yang sama dengan induknya. Bahan tanam yang unggul merupakan bahan tanam yang berasal dari varietas unggul dan umur bahan tanam yang tidak tua dan tidak muda Permasalahan yang sering dijumpai dalam perbanyakan tananaman setek ini yaitu proses pembentukannya akar yang sulit, oleh karena itu perlu penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk meningkatkan pembentukan akar. Hormon auksin dapat ditemukan dalam zat pengatur tumbuh alami dan sintesis, Secara alami auksin banyak terdapat pada urin sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) dan untuk mengetahui pengaruh beda ruas terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora). Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 3 kali ulangan yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor K (Konsentrasi urin sapi) dengan perlakuan K0 (0%), K1 (30%), K2 (50%), K3 (70%) dan faktor R (Ruas) dengan perlakuan R1 ( satu ruas), R2 (dua ruas), R3 (tiga ruas). Dengan parameter pengamatan yaitu Presentase stek hidup (%), Jumlah ruas, Jumlah pasang daun, Panjang tunas dan Panjang akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil dan Diskusi. Konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora ). Hal tersebut diduga penggunaan urin sapi yang digunakan, apabila konsentrasi penggunaan urin sapi yang mengandung auksin itu tepat akan memberikan pengaruh baik pada pertumbuhan, akan tetapi jika konsentrasi penggunaan urin sapi itu terlalu banyak akan menghambat proses pertumbuhan bahkan mati. Jumlah ruas berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Hal tersebut diduga karena pengaruh jenis tanaman, umur tanaman dan faktor endogen seperti karbohidrat, auksin dan hormon yang berperan pada pertumbuhan stek. Konsentrasi urin sapi dan jumlah ruas tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) beda ruas stek berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora).
Kajian Proses Pembuatan Gula Merah dari Macam Bahan Baku yang Berbeda Risdianto Cahyo Nugroho; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/f9deh514

Abstract

Pendahuluan. Gula merupakan salah satu sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (2020) menyebutkan bahwa, konsumsi gula nasional pada tahun 2020 itu  5,2 juta ton dan 2021 sebesar 5,3 juta ton, sedang produksi gula nasional tahun 2020 sebesar 2,13 juta ton dan 2021 sebesar 2,24 juta ton. Secara umum ada dua jenis gula konsumsi,  pertama gula kristal putih (gula pasir) yang diproduksi dari bahan dasar tebu, ke dua gula merah dan pada akhir-akhir ini dikenal juga ada gula stevia. Industri gula merah merupakan salah satu industri gula tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut data BPS (2020), volume produksi kelapa deres (bahan baku gula merah) tahun 2019 sebanyak 55.928 ton, dan volume produksi tahun 2020 sebanyak 55.600 ton mengalami penurunan cukup significant. Penurunan ini selain sebagai akibat minat generasi pewaris yang enggan meneruskan usaha leluhur, juga sebagai akibat adanya anggapan bahwa proses pembuatan gula merah beresiko tinggi dengan keuntungan yang kurang memadai. Pengrajin gula merah membuat gula merah dengan bahan baku alternatif tebu, bahan baku nira tebu lebih mudah diperoleh. Selain ketersediaan bahan baku nira aren dn nira kelapa selain sulit diperoleh juga tidak menentu bahkan keuntungan yang diperoleh kecil tidak sebanding dengan resiko dan beratnya kerja menderes buah palm itu.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam bahan baku nira terhadap rendemen dan kualitas gula merah yang dihasilkan serta volume bahan bakar dan waktu pemasakan. Metode Pengumpulan Data. Terdiri 6 perlakuan yaitu P0: nira kelapa 5 L ,P1 : nira tebu 5 L, P2 nira aren 5 L, P3 nira kelapa 2,5 L + nira tebu 2,5 L, P4 nira tebu 2,5 L + nira aren 2,5 L, P5 : Nira aren 2.5 L + nira kelapa 2,5 L. Dengan parameter pengamatan yaitu penentuan Kadar gula total, dan penentuan waktu pemasakan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAKNF). Hasil dan Diskusi. Macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter kadar gula total. Kadar gula total terbaik diperoleh dari P5 dengan nilai rata-rata 87,22 %, skor nilai 5, dan kriteria sangat baik. Waktu pemasakan berpengaruh nyata terhadap tingkat kemasakan gula yang dihasilkan. Waktu pemasakan tercepat pada perlakuan P4 (Nira Tebu + Nira Aren) dengan waktu pemasakan 69,75 menit. Simpulan. Hasil uji lapang dan laboratorium menunjukkan bahwa macam bahan baku gula merah berbengaruh nyata terhadap parameter nyata terhadap parameter kadar gula total dan waktu pemasakan.
Pengaruh Sinergitas Mikrobia dan Pupuk Blotong Terhadap Pertumbuhan Tebu di Kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI Galih Muhammad Zulfikar
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/e1z7kh90

Abstract

Pendahuluan. Permasalahan utama dalam industri gula adalah produksi gula kristal putih (GKP) yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional. Untuk meningkatkan kualitas dan produksi tanaman tebu, Teknik budidaya tanaman tebu perlu diperhatikan yaitu pemupukan pada tanaman. Pemupukan dapat menggunakan limbah dari PG Pradjekan yakni blotong. Penggunaan pupuk blotong dapat ditingkatkan efisiensinya dengan penambahan bakteri akar tebu. Selain itu penggunaan pupuk asam amino dapat membantu pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan nutrisi unsur hara makro dan mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sinergitas mikrobia dan pupuk blotong terhadap pertumbuhan tanaman tebu di kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung terhadap tanaman yang akan di uji coba secara berkala 1 bulan sekali selama 10 bulan atau proses penggilingan. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu B0 : Kontrol (50 tanaman) menggunakan pupuk kimia anjuran perusahaan dan B1 : Aplikasi Pupuk organik blotong, PGPR (plant growth promoting rhizobakteria), serta asam amino pada tanaman tebu (50 tanaman). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode uji T-test. Hasil dan Diskusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan di umur 2 BST, 3 BST, 4 BST, dan 5 BST. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi batang pada umur 3 BST, 4 BST, 5 BST, 6 BST, dan berpengaruh tidak nyata pada umur 7 BST. Diameter batang berpengaruh sangat nyata pada umur 5 BST, 6 BST, dan 7 BST pada tanaman tebu di kebun RVO Tapen PG Pradjekan PTPN XI. Selain itu sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh pada kadar brix dimana perlakuan T1 kadar brix lebih besar dibandingkan perlakuan T0. Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh  sangat nyata pada parameter jumlah anakan, diameter batang, dan tinggi tanaman serta berpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman umur 7 BST. Penelitian juga menunjukkan bahwa sinergitas mikrobia dan pupuk blotong berpengaruh dalam peningkatan kadar brix tebu di lahan RVO Tapen.

Page 2 of 2 | Total Record : 13