cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2017)" : 20 Documents clear
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKIF PADA WANITA YANG MENGALAMI INVOLUNTARY CHILDLESSNESS Ni Luh Krishna Ratna Sari; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p11

Abstract

Salah satu tujuan penting dari menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Hasil penelitian Blackmore, Lawton, dan Vartanian (2005) menunjukkan wanita memiliki keinginan yang besar untuk segera memenuhi tuntutan tradisionalnya untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu. Tidak semua wanita dapat memenuhi keinginan untuk dapat memiliki anak setelah menikah. Ada yang ingin memiliki anak namun mengalami kerusakan fisik yang menyebabkan peluang untuk hamil menjadi berkurang seperti infertilitas, hal ini disebut dengan involuntary childlessness. Mengalami involuntary childlessness membuat wanita merasakan berbagai penderitaan psikologis sehingga akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan melibatkan tiga orang responden yang mengalami involuntary childlessness. Metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan theoretical coding (open coding, axial coding, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness pada awalnya mengalami banyak afek negatif, namun melalui proses penyempitan atensi dengan afek negatif yang proporsinal dan dengan melakukan emotion-focused coping responden mampu membangun afek positif seperti merasa bersyukur dan rasa senang. Mengalami involuntary childlessness tidak lantas membuat wanita menjadi tidak puas dengan hidupnya, kepuasan diperoleh dari pekerjaan yang dimiliki dan kualitas hubungan pernikahan yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness adalah kepribadian, kualitas hubungan pernikahan, dukungan sosial, dan lingkungan sosial-budaya. Kata kunci: involuntary childlessness, kesejahteraan subjektif
EFEKTIVITAS SELF-TALK POSITIF UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA ATLET BASKET I.A. Saraswati Indraharsani; IGAP Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan self-talk positif pada atlet basket untuk meningkatkan performanya. Self-talk merupakan salah satu teknik mental training yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi intrinsik dalam diri atlet. Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang dibangun dalam diri pemain yang dapat memunculkan sebuah perilaku tertentu, sehingga cenderung lebih kuat serta tahan lama. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti merumuskan masalah apakah penggunaan self-talk efektif untuk meningkatkan performa atlet basket. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode ekperimen dengan rancangan kuasi-eksperimen. Subjek pada penelitian ini merupakan 12 orang atlet basket putra yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pencatatan poin setelah pemberian treatment self-talk, kuesioner self-talk, dan kuesioner pertanyaan terbuka. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner self-talk yang terdiri dari 20 item menyatakan bahwa terdapat dua item tidak valid sehingga jumlah item yang valid adalah 18 item dengan koefisien reliabilitas 0,886. Data yang diperoleh dari hasil pencatatan poin dianalisis dengan menggunakan uji-t non-parametrik yaitu uji Mann Whitney U. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian treatment self-talk (p<0,05, p=0,005) dan ditunjukkan pula pada nilai kelompok eksperimen antara sebelum dan setelah treatment self-talk (p,0,05, p=0,003). Dari hasil tersebut, dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa self-talk efektif untuk meningkatkan performa pemain basket diterima. Kata kunci : motivasi intrinsik, self-talk positif, atlet basket, performa
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI DALAM PERILAKU BELANJA ONLINE Winda Febri Mustika; Dewi Puri Astiti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p13

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar pada masyarakat dewasa ini. Hanya dengan akses internet, melalui media web ataupun telepon genggam individu sudah dapat melakukan pembelanjaan dimana saja. Hal ini menjadikan para pelaku pasar memilih media internet sebagai media yang baik. Jumlah pengunjung toko online di Indonesia dapat mencapai 73% per hari, dengan masing-masing konsumen 65% wanita dan 35% kaum pria. Ini membuktikan bahwa belanja online mendapat perhatian yang lebih oleh masyarakat khususnya perempuan. Terkait dengan remaja putri, perilaku belanja online menjadi hal yang menarik karena perdagangan melalui media online tidak hanya berupa toko online melainkan merambah pada jejaring sosial. Mengingat sebagian besar remaja putri merupakan pengguna aktif jejaring sosial, menjadikan remaja putri terbiasa melakukan perilaku belanja online. Hal ini tidak terlepas dari adanya kasus penipuan yang marak terjadi berkedok toko online. Tidak sedikit remaja yang pernah mengalami kasus penipuan pada belanja online. Akan tetapi perilaku belanja online pada remaja putri tidak menurun dan semakin meingkat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat gambaran pengambilan keputusan dalam perilaku belanja online pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian melibatkan lima orang remaja putri yang memiliki pengalaman buruk terhadap pembelanjaan secara online. Penggalian data dilakukan dengan teknik wawancara dengan preliminary study sebelumnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gambaran pengambilan keputusan membeli remaja putri melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut berupa pengenalan masalah akan kebutuhan, pencarian informasi terkait toko serta barang yang akan di beli, mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam pembelian, keputusan akhir untuk membeli dan perilaku pasca pembelian. Temuan lain yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi remaja putri dalam memilih media online sebagai media belanja adalah adanya kesenangan. Remaja putri yang melakukan belanja online merupakan konsumen dengan tipe recreation buyer, yang mana perilaku membeli yang terjadi lebih kepada proses dari pada barang yang akan dibeli. Kata kunci: Remaja putri, pengambilan keputusan, perilaku konsumen, belanja online
PEREMPUAN HINDU-BALI YANG NYEROD DALAM MELAKUKAN PENYESUAIAN DIRI Ni Made Dwi Mahardini; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p14

Abstract

Bali merupakan pulau yang memiliki warisan budaya leluhur yang beragam, salah satu warisan leluhur yang saat ini masih menjadi fenomena tersendiri dalam masyarakat Hindu di Bali adalah adanya sistem kasta, kasta adalah stratifikasi masyarakat India pada jaman dahulu, kasta di India membeda-bedakan harkat dan martabat manusia berdasarkan keturunan (Wiana & Santeri, 1993). Kasta hingga saat ini menjadi beban tersediri bagi perempuan Bali yang menyandang kasta tinggi dalam memilih pasangan, ketika perempuan dari kasta tinggi atau triwangsa menikah dengan laki-laki dari kasta yang paling rendah atau sudra wangsa atau yang disebut dengan perkawinan nyerod, beban dan diskriminasi yang dialami akan tampak beragam (Karmini, 2013). Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penyesuaian yang dilakukan perempuan Hindu di masyarakat Bali dalam menjalani peran sebagai perempuan nyerod. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan responden sebanyak 3 orang perempuan Hindu-Bali yang menjalani perkawinan nyerod, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in depth-interview. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam melakukan penyesuaian diri para perempuan Hindu-Bali yang nyerod dibagi menjadi lima aspek penyesuaian diri, antara lain: penyesuaian diri pribadi dilakukan dalam konteks hubungan dengan suami, pnyesuaian sosial dengan keluarga responden dilakukan dengan tetap berusaha menjalin hubungan baik, penyesuaian sosial dengan keluarga suami dilakukan dengan berusaha menerima dan bersikap baik, penyesuaian sosial dengan masyarakat dengan melakukan rasionalisasi, dan harapan yang masih ingin dicapai tidak ada karena sudah merasa bahagia dan tidak merasakan diskriminasi lagi. Kata kunci: Kasta, Nyerod, Penyesuaian diri, Perempuan Bali
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KONFLIK PERAN TERHADAP INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN BANK DI DENPASAR Nyoman Ayu Trisa Mustika Dewi; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p15

Abstract

Intensi turnover adalah keinginan dan pemikiran karyawan untuk menarik diri dari perusahaan secara sukarela dengan tujuan untuk mencari alternatif pekerjaan lain dan belum terwujud dalam bentuk perilaku nyata. Faktor yang dapat memengaruhi intensi turnover karyawan adalah kepuasan kerja dan konflik peran. Kepuasan kerja adalah keadaan dan emosi positif yang merupakan hasil dari evaluasi atau penilaian mengenai pekerjaannya yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Konflik peran adalah kondisi dimana terdapat tekanan peran berasal dari keluarga dan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menjalankan salah satu peran dan memengaruhi peran yang lain. Turnover karyawan dapat terjadi pada daerah-daerah yang permintaan tenaga kerjanya tinggi seperti di kota-kota besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kepuasan kerja, dan konflik peran terhadap intensi turnover pada karyawan bank di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 111 karyawan. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala intensi turnover, skala kepuasan kerja dan skala konflik peran. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukan bahwa kepuasan kerja dan konflik peran bersama-sama berpengaruh sebesar 51,9% terhadap intensi turnover karyawan bank di Denpasar (R=0,721). Kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=-0,168). Konflik peran berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=0,562). Kata Kunci: Intensi turnover, kepuasan kerja, konflik peran, karyawan bank.
MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN OLEH ORANGTUA PADA MASA ANAK-ANAK Yemima Yoela; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p16

Abstract

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Keluarga Berencana (KB) dan Perlindungan Perempuan (PP) Kota Denpasar, terdapat 148 kasus kekerasan pada tahun 2013, 143 kasus pada tahun 2014 dan 116 kasus di tahun 2015 (sampai bulan Oktober 2015). Sebanyak 80 persen kekerasan yang menimpa anak-anak dilakukan oleh keluarga, termasuk orangtua. Kekerasan yang dialami akan menimbulkan berbagai macam dampak yang terbawa hingga anak tersebut dewasa, seperti harga diri rendah, mengalami depresi pada masa dewasa, masalah dalam membina hubungan dengan orang lain, agresivitas, dan lain-lain. Kekerasan yang terjadi juga dapat merusak hubungan antara orangtua dengan anak. Salah satu cara agar individu dapat mengalami pemulihan dari dampak-dampak tersebut dan mengembalikan hubungan dengan pelaku adalah dengan memaafkan, yaitu kesediaan individu untuk melepaskan haknya untuk membalas, memberikan penilaian negatif dan menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap pihak yang melakukan kesalahan, merespons dengan belas kasihan, kemurahan hati serta kasih terhadap orang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses memaafkan perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan oleh orangtua pada masa anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang perempuan dewasa muda yang sudah memaafkan orangtuanya, beserta satu significant others dari masing-masing responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Kategori I: Kekerasan yang Dialami (bentuk kekerasan: emosional/psikis, penelantaran dan fisik, dan dampak kekerasan: diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial) dan Kategori II: Proses Memaafkan (fase menyadari kemarahan, fase memutuskan untuk memaafkan, fase berusaha untuk memaafkan dan fase mendalami). Kekerasan yang dialami ketiga responden, yaitu psikis, penelantaran dan fisik menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan masing-masing responden, kemudian ketiganya memutuskan untuk memaafkan orangtua yang melakukan kekerasan setelah menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni dan menginginkan ketiga responden untuk memaafkan. Proses memaafkan tersebut juga dibantu oleh komunitas yang mendorong ketiga responden untuk memaafkan. Kata Kunci: memaafkan, kekerasan pada anak, perempuan dewasa muda.
FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA DI DENPASAR Rizka Auliani; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p17

Abstract

Saat ini industri pariwisata sedang berkembang karena adanya tren perjalanan pada masyarakat. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan menyebabkan meningkatnya persaingan pada industri pariwisata. Pesatnya perkembangan perusahaan perjalanan wisata saat ini tentunya harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih baik dan profesional. Sebagai suatu industri, perusahaan perjalanan wisata memiliki sumber daya manusia atau karyawan untuk mencapai tujuan perusahaannya. Salah satu cara adalah dengan mensejahterakan karyawan sebagai penggerak perusahaan, yaitu mengetahui faktor kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau bangga seseorang terhadap pekerjaannya berdasarkan persepsi masing-masing individu dan perasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor kepuasan kerja pada karyawan perusahaan perjalanan wisata di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 118 karyawan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang disusun berdasarkan teori kepuasan kerja dari Wexley dan Yukl (1984). Hasil dari uji eksploratori faktor analisis menunjukkan terdapat sembilan faktor kepuasan kerja, yaitu faktor kelompok kerja, faktor kondisi fisik tempat kerja, faktor kompensasi, faktor promosi, faktor dukungan dari atasan, faktor pekerjaan yang menantang, faktor jabatan, faktor gaya kepemimpinan, dan faktor disiplin kerja. Kata kunci: industri pariwisata, tren perjalanan, kepuasan kerja, eksploratori faktor analisis
DINAMIKA MEMAAFKAN PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL I Nyoman Bagus Darma Yudha; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p18

Abstract

Dewasa ini semakin banyak kasus pelecehan seksual terjadi, korban pelecehan seksual tidak memandang usia dan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Reaserse Kriminal Umum Polda Bali, pada tahun 2014 tercatat 87 kasus pelecehan seksual, sedangkan di tahun 2015, hingga Maret 2015 baru tercatat 18 kasus pelecehan seksual. Pelecehan seksual dapat menimbulkan berbagai dampak, baik secara psikologis, fisik, maupun dalam bidang pekerjaan. Dalam mengatasi dendam kepada pelaku pelecehan seksual, memaafkan menjadi satu cara yang dapat dilakukan oleh para korban untuk menghapus trauma yang dirasakan. Memaafkan merupakan sesuatu yang penting tapi juga sulit untuk dilakukan. Memaafkan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan setiap individu akan mengalami proses yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana dinamika memaafkan pada korban pelecehan seksual dengan pelaku (teman baik, ayah, paman, tetangga) dan jenis kelamin korban pelecehan seksual (laki-laki dan perempuan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki-laki sebagai korban pelecehan seksual, beserta satu significant others dari satu responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam tiga fase, yaitu Fase I: Pengalaman, bentuk dan dampak pelecehan seksual, Fase II: Proses, tujuan dan motivasi perilaku memaafkan dan Fase III: Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memaafkan. Dalam penelitian ini, satu responden perempuan dan satu responden pria dapat memaafkan pelaku, sedangkan responden penelitian lainnya tidak dapat memaafkan pelaku, sehingga penelitian ini menemukan bahwa perilaku memaafkan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin korban. Kata Kunci: Dinamika memaafkan, pelecehan seksual, korban pelecehan seksual
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECERDASAN SOSIAL REMAJA AWAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI DENPASAR Kadek Indah Pratiwi; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p19

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalin hubungan dan kerjasama, mengorganisir, peka membaca reaksi dan perasaan orang lain, serta mampu menangani perselisihan yang muncul. Kecerdasan sosial merupakan aspek mental yang berkembang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola asuh dan konsep diri. Pola asuh autoritatif berperan dalam meningkatkan kecerdasan sosial karena orangtua lebih hangat, menunjukkan penerimaan yang positif, menerapkan komunikasi dua arah, dan tanggap terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial pada remaja awal. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja awal yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Denpasar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,559 dan koefisien determinasi sebesar 0,312, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan demikian terdapat peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh autoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,388, dan signifikansi 0,001 (p<0,05), sehingga pola asuh autoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menunjukkan nilai sebesar 0,223, dan signifikansi 0,047 (p<0,05), sehingga konsep diri berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Kata Kunci: Kecerdasan sosial, pola asuh autoritatif, konsep diri, remaja awal.
PENGARUH YOGA TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD NEGERI DI DENPASAR Putu Wirmayani; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p20

Abstract

Pendidikan memegang peran yang penting untuk dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya. Ketika belajar di sekolah, konsentrasi belajar menjadi salah satu faktor penentu prestasi belajar anak (Nisa, 2008 & Kintari, 2014). Kemampuan konsentrasi belajar anak pada usia Sekolah Dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana ketika berhadapan dengan system pendidikan yang baik. Menurut Margolis (1990), relaksasi dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Yoga adalah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan da nrelaksasi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pengaruh Yoga terhadap kemampuan konsentrasi belajar anak SD Negeri di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara acak melalui teknik two stages cluster sampling hingga didapat subyek yang berada di kelas IV SD N 1 Padangsambian sebanyak 73 siswa. Tahap penelitian terdiri dari pre-test, perlakuan yoga (untuk kelompok eksperimen), dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner kemampuan konsentrasi belajar yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0.859. Yoga diberikan selama dua kali seminggu selama 8 sesi dengan durasi 1 jam. Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan hasil yang signifikan (t = 2.390; p = 0.011 ? 0.05), yang artinya Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Yoga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri di Denpasar. Kata kunci: Yoga, Kemampuan Konsentrasi Belajar, Siswa SD Negeri

Page 2 of 2 | Total Record : 20