cover
Contact Name
I Wayan Batan
Contact Email
bobbatan@yahoo.com
Phone
+6285855541983
Journal Mail Official
bobbatan@yahoo.com
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medicine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017848     EISSN : 24776637     DOI : https://doi.org/10.24843/imv.2025.v14.i02
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Medicus Veterinus accepts scientific articles related to the field of veterinary medicine and animal health. Manuscripts relating to animals and all their aspects are also accepted for publication. The article must have a minimum of two authors. A manuscript written by only one author cannot be accepted by the editors because a study is a collaborative effort. Accepted articles are original manuscripts that have not been published in scientific journals or news media. The manuscript can be written in Indonesian or English and should contain at least 3000 words. The article must include an abstract in both Indonesian and English. The article must be approved for publication by all authors listed, and their approval should be marked with a signature stamp on the hard copy sent to the editor.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2025)" : 2 Documents clear
Kadar Blood Urea Nitrogen dan Kreatinin Tikus Model Toksisitas Rhodamin B dan Sakarin yang Disuplementasi Yogurt Rosela Ungu Ajeng Erika Prihastuti; Erfan Nurudin; Anna Safitri; Aldila Noviatri; Tiara Widyaputri; Citra Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Suara Satwa & Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/imv.2025.v14.i02.p01

Abstract

PENDAHULUAN: Rosela ungu (Hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman yang mengandung zat aktif antosianin dan memiliki antioksidan tinggi. Rosela ungu dapat dimanfaatkan untuk menangkal radikal bebas sehingga mencegah terjadinya kerusakan sel yang disebabkan oleh zat-zat toksik seperti rhodamin B dan sakarin.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt rosela ungu terhadap kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin dalam darah tikus (Rattus norvegicus) model toksisitas rhodamin B dan sakarin.METODE: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 28 ekor tikus jantan umur 8-12 minggu yang dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan. Kelompok K(-) tidak diberi perlakuan, K1 diberi rhodamin B, K2 diberi sakarin, K3 diberi rhodamin B dan sakarin, P1 diberi yogurt rosela dan rhodamin B, P2 diberi yogurt rosela ungu dan sakarin, serta P3 diberi yogurt rosela ungu, rhodamin B, dan sakarin. Dosis rhodamin B adalah 22,5 mg/kg BB, sakarin 157,77 mg/kg BB, dan yogurt rosela ungu sebanyak 1 mL/ekor, diberikan secara oral selama 14 hari menggunakan sonde lambung. Konsentrasi ekstrak rosela ungu yang ditambahkan pada yogurt adalah 15% (v/v). Data dianalisis dengan uji sidik ragam satu arah (One Way Analysis of Variance), dilanjutkan dengan uji post-hoc Tukey menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26.HASIL: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar BUN dan kreatinin yang signifikan (p<0,05) pada kelompok K(-) dibandingkan K1, K2, K3, P1, P2, P3 serta K1, K2, K3 dibandingkan dengan P1, P2, P3.SIMPULAN: Pemberian yogurt rosela ungu dapat mencegah terjadinya peningkatan kadar BUN dan kreatinin tikus model toksisitas rhodamin B dan sakarin. 
Bakteri dan Jamur Penginfeksi Kulit Burung Kakatua (Cacatua sp.) yang Mengalami Alopesia di Bali Bird Park I Gusti Ayu Oka Diva Santhini; Putu Ayu Sisyawati Putriningsih; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Indonesia Medicus Veterinus Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Suara Satwa & Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/imv.2025.v14.i02.p02

Abstract

PENDAHULUAN: Burung kakatua (Cacatua sp.) merupakan salah satu burung eksotis yang banyak ditemukan secara endemik di Indonesia bagian tengah dan timur serta sering mengalami gangguan kesehatan, salah satunya adalah alopesia.  Alopesia pada burung kakatua dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri dan jamur.  Infeksi ini dapat memicu rasa gatal yang berlebihan, sehingga burung menggaruk atau mencabut bulunya sendiri, yang pada akhirnyamenyebabkan kebotakan (alopesia).TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri dan jamur pada burung kakatua yang mengalami alopesia di Bali Bird Park.METODE: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui pengambilan sampel ulas/swab permukaan kulit delapan ekor dari beragam jenis burung kakatua yang mengalami alopesia. Sampel bakteri dikultur pada media Nutrient Agar, sedangkan jamur dikultur pada media Sabouraud Dextrose Agar.  Identifikasi bakteri dilakukan melalui pewarnaan Gram dan jamur dilakukan dengan pewarnaan menggunakan methylene blue.  Burung kakatua pada penelitian ini hanya menunjukkan tanda klinis berupa alopesia tanpa adanya gejala lain yang biasanya menyertai infeksi kulit, seperti kemerahan, bintik-bintik, pembengkakan, atau luka terbuka.  Alopesia pada burung kakatua di Bali Bird Park terjadi secara spesifik di area ventral, mencakup bagian dada dan perut.HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel burung kakatua positif mengandung bakteri dan jamur.  Bakteri yang teridentifikasi meliputi genus Staphylococcus, Streptococcus, dan Bacillus, sedangkan jamur yang ditemukan termasuk genus Candida dan Aspergillus.SIMPULAN: Pada penelitian ini, alopesia yang diamati kemungkinan besar tidak disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur mengingat tidak adanya tanda-tanda khas infeksi.  Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi peran bakteri dan jamur tersebut pada alopesia burung kakatua.

Page 1 of 1 | Total Record : 2