cover
Contact Name
Bayu koen Anggoro
Contact Email
bayu.koen@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bayu.koen@um.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Kota Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
ISSN : 08548277     EISSN : 25500635     DOI : https://doi.org/10.17977/2550-0635
The Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya is an international, peer-reviewed, open-access journal that reports on all aspects language, literature, arts, and their relation to teaching, the aim of this journal is to highlight research and development leading to an advancement in the field of language, literature, arts, and teaching methods. It publishes scientific articles on language, literature, and art, as well as their relation to teaching, including empirical and theoretical studies, original research, case studies, research or book reviews, and innovation in teaching and learning with various perspectives. Specific topics covered in the journal include: Art and Design Education Music Education Bilingual, Multilingual, and Multicultural Education Educational Assessment, Evaluation, and Research Educational Methods Educational Technology Higher Education Language and Literacy Education Online and Distance Education Special Education and Teaching Teacher Education and Professional Development
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 22, No. 2" : 5 Documents clear
Penyatiran tema dalam kalimat berstruktur Tema-rema bahasa Indonesia lisan Suparno, Suparno
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 22, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyantiran tema dapat dikenali sebagai fenomena sintaksis dan semantis kalimat berstruktur tema–rema dalam bahasa Indonesia lisan. Ada tiga strategi penyantiran dalam bahasa Indonesia, yakni penyantiran dengan pronomina, baik pronomina persona maupun pronomina demonstrativa, penyantiran dengan epitet, dan penyantiran dengan konstruksi yang. Penyantiran tema tidak hanya terdapat pada rema, tetapi juga terdapat pada tema lanjutan. Kehadiran santiran sebagai unsur sintaktis merupakan tuntutan pengungkapan informasi yang diperlukan dalam kalimat.
Masalah leksis dalam Bahasantara Mukminatien, Nur
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 22, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leksis adalah salah satu unsur bahasa yang diperoleh oleh pembelajar bahasa pada tahap-tahap awal, baik oleh pembelajar bahasa ibu (B1) maupun bahasa kedua/asing (B2). Dalam proses pemerolehan B2, terbukti bahwa pembelajar tidak hanya menghadapi masalah kesalahan struktur bahasa, tetapi juga masalah pemilihan leksis. Namun, patut disayangkan bahwa sampai saat ini para linguis terapan belum banyak yang berminat meneliti masalah leksis, sehingga permasalahan yang timbul dalam pengajaran B2 belum banyak mendapat alternatif pemecahan yang lebih baik. Oleh sebab itu, tulisan ini berusaha menunjukkan bahwa masalah leksis penting untuk dikemukakan, sama pentingnya dengan masalah unsur bahasa lainnya. Selain itu, bahasan ini juga menyajikan perihal perilaku dan peran leksis yang diambil dari Ronald Carter (1989), yang dikaitkan dengan pembelajaran B2 dan masalah-masalah yang muncul dalam bahasa antara. Kesalahan pemilihan leksis yang muncul dalam bahasa antara berupa penggabungan kata-kata dalam set leksikal yang tidak tepat secara kolokasional. Bahasan ringkas ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada para guru B2 tentang leksis agar mereka dapat mengatasi masalah yang timbul di kelas dengan lebih bijaksana.
Is the unitary competence hypothesis tenable? Sulistyo, Gunadi Harry
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 22, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Oller’s view (1979), the idea that language can be broken down into smaller, isolated segments falls short of validity. Instead, Oller hypothesizes the existence of a single faculty responsible for all language processing. Although his proposal is derived from several studies, this does not provide sufficient assurance for the validity of the theory he seeks to establish.
Tentang Whole language dalam pengajaran bahasa Aminuddin, Aminuddin
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 22, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whole language mengandung konsepsi bahwa bahasa merupakan gejala plural yang memiliki keutuhan. Oleh sebab itu, sebagai bahan pembelajaran, bahasa tidak dapat disikapi sebagai gejala yang tersegmentasi secara artifisial, melainkan dipahami sebagaimana penggunaannya dalam berbagai peristiwa komunikasi. Sebagai sebuah wawasan dalam konteks pengajaran bahasa, penerapan prinsip whole language berimplikasi pada cara memandang bahasa sebagai bahan pembelajaran, bentuk pembelajaran, asesmen, dan penilaian. Dalam arti luas, penerapan prinsip tersebut berimplikasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program pembelajaran.
Problematika bahasa Indonesia dan alternasi pemecahannya Oka, I Gusti Ngurah
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 22, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematik BI adalah masalah kebahasaan yang ditemui dalam bahasa Indonesia yang biasanya mengandung dan mengundang persoalan. Dalam tulisan ini, penulis menguraikan secara teknis problematika BI, meliputi penjelasan tentang wujud konkret problematik BI, kehadiran problematik BI, latar belakang munculnya problematik BI, bentuk-bentuk problematik BI, serta alternatif pemecahannya. Kehadiran problematik BI dapat diamati pada fakta pemakaian bahasa Indonesia, pada pertumbuhan bahasa Indonesia, dan pada upaya pembinaannya. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi kehadiran problematik BI adalah kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, kondisi objektif bahasa Indonesia sebagai bahasa yang relatif muda, serta perlunya perlindungan terhadap pertumbuhan bahasa Indonesia. Alternatif pemecahan yang disarankan penulis meliputi langkah-langkah memanfaatkan problematik BI sebagai sarana perbaikan yang positif, melokalisasi kehadiran problematik BI itu sendiri, serta membina problematik BI dengan mengendalikan pertumbuhan dan perkembangannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5