cover
Contact Name
Remegises Danial Yohanis Pandie
Contact Email
remegissesdypandie@gmail.com
Phone
+62 838-7873-9647
Journal Mail Official
cilwit@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tj. Duren Barat I Blok G No.1 D-1L, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja
ISSN : -     EISSN : 31093256     DOI : https://doi.org/10.54793/jsb.v1i02
Tehilla adalah nama perempuan Ibrani yang berarti "kemuliaan" atau "pujian". Nama ini berasal dari kata Ibrani "tehillah" yang berarti "pujian, nyanyian pujian". Kata ini juga berkaitan dengan akar kata Ibrani "halal" yang berarti "bersinar, memuji, atau membanggakan" Tehilla : pujian-pengagungan, seringkali dikonotasikan dengan rasa syukur atau pengucapan-syukur (thanksgiving).Tehillah dapat diekspresikan secara verbal (diucapkan) ataupun dalam bentuk nyanyian. Mazmur 34:2 "Aku hendak memuji (barak) Tuhan pada segala waktu; puji-pujian (tehillah) kepadaNya tetap di dalam mulutku. Tidak satupun dari ketujuh ekspresi yang bersumber dari tujuh kata Ibrani tersebut memiliki tingkatan yang lebih penting satu dari lainnya, sehingga dengan melakukan yang satu kita dapat mengabaikan sisanya. Setiap kata memiliki maknanya masing-masing dan mewakili ekspresi yang sesuai dengan setiap ‘pujian’ yang kita naikkan kepadaNya. Mazmur 47:8 – Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran (sing praises with understanding (NKJV) = nyanyikanlah pujian dengan pengertian!). Menaikkan pujian kepada Tuhan tidak cukup hanya diekspresikan dengan ucapan verbal ataupun nyanyian. Pujian yang tulus memang bersumber dari hati; meluap melalui mulut disertai ekspresi sikap tubuh yang sesuai dengan isi hati ataupun isi pujian yang kita nyanyikan. Matius 22:37 "Jawab Yesus kepadanya : “ Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu". Tehilla merupakan jurnal daring yang memuat hasil-hasil penelitian para pendidik, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta maupun lembaga lain yang memiliki kajian sejenis dalam bidang senin budaya dan musik gereja. Hal ini bertujuan untuk memajukan pemikiran tentang musik secara umum dan musik gereja secara khusus. Jurnal ini dikelola oleh Prodi Sarjana Musik Gereja Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta dan terbit dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Ruang Lingkup Tehilla: Seni Musik Gereja Kajian Seni Musik Gereja Tradisi Musik Gereja Pendidikan Musik Gereja Musik Gereja Secara Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 01: Mei 2025" : 5 Documents clear
Implikasi Progresi Akor Penyembahan Pada Pemilihan Melodi Penyembahan Oleh Pemimpin Pujian Dan Backing Vocal Studi Kasus Di Gereja Bethel Indonesia Gunung Sahari VII A Jakarta Samuel Fuad; Raden A. Kusumawardana; Dominikus C. Raharja
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja Vol. 1 No. 01: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/jsb.v1i01.217

Abstract

pada melodi penyembahan oleh pemimpin pujian dan backing vocal di Gereja Bethel Indonesia Gunung Sahari VII A Jakarta (GBI GS) dan untuk mengetahui apa saja kesulitan pemimpin pujian dan backing vocal di GBI GS saat menyanyikan penyembahan dalam progresi akor (PA) tertentu. Tujuan tersebut didasari oleh pemimpin pujian dan backing vocal di GBI GS yang seringkali sulit melantunkan melodi penyembahan (MP) dengan tidak sumbang pada PA tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dua pendekatan, dengan melakukan observasi terhadap MP yang dilantunkan pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS sesuai dengan PA pilihan peneliti. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS untuk menggali kesulitan mereka dalam menyanyikan MP. Hasil penelitian ini, diketahui bahwa PA yang sering didengar memengaruhi pitch control narasumber terkait. Kesulitan yang dihadapi oleh pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS dalam melantunkan MP adalah PA yang jarang didengar, PA monoton, dan kurangnya musikalitas dari pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, implikasi PA terhadap MP adalah pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS dapat melantunkan MP dengan tidak sumbang pada PA tertentu yaitu PA I – vi – ii – V dan I – vii – vi – IV. Selain itu, PA yang dirasa nyaman oleh pemimpin pujian dan backing vocal GBI GS turut mendukung untuk menghasilkan lantunan MP yang tidak sumbang.
Tingkat Kemampuan Permainan Bass Elektrik Dalam Pujian Penyembahan Ibadah Komunitas God’s DNA Daniel Ari Wibisono
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja Vol. 1 No. 01: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/jsb.v1i01.218

Abstract

Penelitian ini diadakan untuk memenuhi dua tujuan, yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan pemain bass elektrik dalam band pengiring di komunitas Remaja God’s DNA serta mengetahui pentingnya tingkat kemampuan bermain bass elektrik di dalam Pujian Penyembahan dalam Ibadah Remaja God’s DNA. Peneliti menemukan bahwa seringkali pemain bass elektrik di komunitas God’s DNA hanya sekedar “bisa” dalam bermain dan kurang teliti dalam membaca nada dan menerapkan teknik, bahkan seringkali tidak harmonis secara ritmis dan harmoni dengan band pengiring Pujian Penyembahan. Melalui penelitian ini diharapkan agar pemain bass elektrik dalam ibadah lebih diperhatikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data didapat melalui observasi terhadap salah satu ibadah di komuntias God’s DNA, serta dilakukan wawancara mendalam terhadap beberapa narasumber pemain bass elektrik maupun non pemain bass elektrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain bass elektrik di komunitas God’s DNA sudah bukan berada pada tingkat pemula namun belum mencakup keseluruhan tingkat profesional. Pemain bass elekrik di komunitas God’s DNA juga dapat menyesuaikan dengan tim band pengiring dengan porsi yang cukup. Selain itu ditemukan juga bahwa instrumen bass elektrik merupakan instrumen penting yang dapat berpengaruh dalam jalannya Pujian Penyembahan Ibadah, sehingga penting untuk selalu meningkatkan kemampuan/skill agar semakin lebih baik dan meminimalisir kesalahan dalam bermain.
Kontekstualisasi Musik Etnik Kontemporer Dalam Liturgi Gereja Karismatik Indonesia: Studi Kasus Pada Tiga Gereja Di Kawasan Urban Andi Sulistiadi
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja Vol. 1 No. 01: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/jsb.v1i01.242

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontekstualisasi musik etnik kontemporer dalam liturgi gereja karismatik di perkotaan Indonesia dan dampaknya terhadap atmosfer ibadah, ekspresi spiritual jemaat, serta retensi dan pertumbuhan jemaat baru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di tiga gereja di Jakarta dan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik etnik, dengan penggunaan alat musik tradisional dan bahasa daerah, berhasil membumikan ibadah, meningkatkan partisipasi jemaat, serta membuka ruang ekspresi iman yang otentik dan inklusif. Musik ini juga berkontribusi positif dalam mempertahankan dan menarik jemaat, khususnya yang memiliki latar budaya lokal. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan inkulturasi dalam praktik keagamaan yang responsif terhadap keragaman budaya dan kebutuhan rohani jemaat urban. Namun, tantangan seperti resistensi budaya dan keterbatasan sumber daya tetap harus dikelola secara strategis.
Implementasi Progresi Akor Pemusik Dalam Mengiring Penyembahan : Ibadah Raya Gereja Sidang Pentakosta Di Indonesia Karawaci Talita Tiatira Tessalonica; Daniel Ari Wibisono; Dominikus C. Raharja
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja Vol. 1 No. 01: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/jsb.v1i01.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, memaparkan serta memberikan perubahan kepada pemusik di gereja GSPDI Filadelfia Karawaci untuk dapat menerapkan, memgaplikasikan progresi akor yang harmonis yang mampu memberikan kekompakan kepada pemusik ketika mengiringi peyembahan dalam ibadah raya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang memberikan deskripsi atau penjelasan didalamnya. Melalui latar belakang masalah yang ditemukan, maka dalam penelitian ini peneliti berusaha memberikan jalan keluar serta solusi untuk dapat memecahkan masalah yang dialami oleh pemusik di gereja. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya ketidakharmonisan progresi akor yang diterapkan yang menyebabkan ketidakompakan pemusik ketika mengiringi penyembahan. Berdasarkan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan maka pemusik di gereja GSPDI Filadelfia Karawaci sudah menemukan gambaran dari progresi akor yang sudah disepakati bersama untuk menjaga kekompakan dalam penerapan progresi akor yang diterapkan.
Meningkatkan Kualitas Pemain Musik Ibadah Cool : Melalui Metode Basic Worship Guitar Junior Church Next Generation Di Gereja Bethel Indonesia Kampung Melayu Tangerang Tomi Silitonga; Johanes Kristianto; Kinayati Djojosuroto
Tehilla: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja Vol. 1 No. 01: Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/jsb.v1i01.244

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemain musik ibadah COOL GBI Kampung Melayu melalui pembelajaran dengan menggunakan metode basic worship guitar. Penelitian ini dianggap penting bagi jalannya ibadah dan pelayanan dalam setiap ibadah COOL. Tujuan Basic worship guitar sendiri yaitu memberikan pengetahuan dasar dan sistematis tentang bermain gitar, untuk mengiringi lagu-lagu praise atau worship yang sederhana untuk saat teduh pribadi, membangun mezbah keluarga yang senang menyembah, sehingga kualitas pujian penyembahan di setiap keluarga dapat semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan metode action research atau penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam siklus tersebut terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas permainan para pelayan musik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode basic worship guitar yang didukung dengan hasil pretest, posttest, dan uji t, yaitu hasil belajar dari 6 orang partisipan pada siklus I pertemuan 1-14 rata-rata ketuntasannya adalah 83,33%

Page 1 of 1 | Total Record : 5