cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
buletin-reaktor@batan.go.id
Editorial Address
Pusat Reaktor Serba Guna Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung No. 31 Kawasan PUSPIPTEK, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15310
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
ISSN : 02162695     EISSN : 26148943     DOI : 10.17146
Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir "REAKTOR" ditebitkan oleh Pusat Serba Guna (PRSG) BATAN, frekuensi terbit enam bulanan. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis pengelolaan perangkat nuklir dan sebagainya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "VOL 18, NO 1 (2021)" : 6 Documents clear
MEKANISME KERJA MESIN SHREDDER DAN ANALISIS KEGAGALAN PADA OPERASI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT MATERIAL TERKONTAMINASI ajrieh setyawan; Hendro Hendro; Purwanta Purwanta
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6301

Abstract

MEKANISME KERJA MESIN SHREDDER DAN ANALISIS KEGAGALAN PADA OPERASI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT MATERIAL TERKONTAMINASI. Mesin Shredder adalah mesin pencacah atau penghancur, dalam penerapannya di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mesin shredder digunakan untuk mencacah limbah radioaktif padat material terkontaminasi yang memiliki dimensi besar. Limbah radioaktif padat seperti jerigen, drum High-density polyethylene (HDPE), drum korosi dan lainnya. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi terkait alat shredder dan mengetahui hubungan antara mekanisme kerja proses pengoperasi mesin shredder, serta analisis kegagalan dalam proses pengolahan limbah radioaktif padat material terkontaminasi. Metode yang digunakan meliputi pengoperasi alat, pengamatan dan analisis kegagalan operasi alat. Hasil kegiatan diperoleh bahwa kapasitas produksi operasi mesin shredder sebesar 288 kg/jam untuk material Drum HDPE. Untuk menjaga agar operasi mesin dapat berjalan dengan baik diperlukan perawatan secara berkala. Analisis kegagalan dalam proses operasi alat shredder dipengaruhi oleh : operator, sistem operasi mesin, metode operasi, dan material bahan yang diolah. 
ANALISA PENYEBAB TERJADINYA VIBRASI POMPA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER PA-02 AP001 Pranto Busono
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6276

Abstract

ABSTRAKANALISA PENYEBAB TERJADINYA VIBRASI POMPA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER PA-02 AP001. Pompa pendingin PA-02 AP001 telah dilakukan perawatan rutin berupa perawatan bulanan, perawatan 3 bulanan dan perawatan tahunan. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada perawatan antara lain: pengukuran suhu, pengukuran vibrasi, pengecekan level oli, uji coba pompa, penggantian oli dan alignment. Meskipun telah dilakukan perawatan rutin, pompa pendingin sekunder PA-02 AP001 mengalami vibrasi yang cukup besar yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021. Adanya vibrasi pada pompa PA-02 AP001 tersebut maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui penyebabnya penanganannya selanjutnya. Tindaklanjut yang telah dilakukan berupa pengukuran vibrasi, alignment dan penggantian karet kopling. Setelah penggantian karet kopling, maka telah dilakukan pengukuran vibrasi dan pengukuran kesegarisan poros. Hasil yang diperoleh ternyata tidak terjadi perubahan yang signifikan pada hasil pengukuran vibrasi dan kesegarisan. Dengan hasil tersebut, maka terjadinya anomali getaran pada motor PA-02 AP001 bukan disebabkan oleh faktor unbalance, misalignment, dan kerusakan pada bearing. Kemungkinan terbesar adalah adanya mechanical looseness, yaitu vibrasi yang disebabkan oleh kondisi baseplate. Untuk membuktikan hal ini maka perlu dilakukan pengujian selanjutnya, yaitu pengujian motor secara solo run pada rangka lain. 
PERHITUNGAN PRODUKSI 177Lu BERDASARKAN VARIASI WAKTU IRADIASI DI REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PROGRAM ORIGEN 2.1 Dewi Nur Riskiana; Mukhtar Effendi; Ariyawan Sunardi; Mochamad Imron; Abdul Aziz Rohman Hakim
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6281

Abstract

Telah dilakukan perhitungan radioaktivitas 177Lu (Lutetium-177) dengan variasi waktu iradiasi di Reaktor RSG-GAS. 177Lu merupakan radioisotop golongan lantanida yang sekarang banyak digunakan sebagai agen radioterapi kanker. Perhitungan ini menggunakan paket program ORIGEN 2.1 dengan memasukkan data inputan seperti fluks neutron (1 x 104 n/m2 s), massa lutetium oksida (3 miligram) dan lama iradiasi (4 hari,8 hari, dan 12 hari). Dalam penentuan massa lutetium dibedakan menjadi dua komponen yaitu massa 176Lu dan 175Lu yang berturut-turut sebesar 2 miligram dan 0,6 miligram. Perhitungan tersebut menghasilkan radioaktivitas produksi 177Lu tertinggi sebesar 30,939 GBq pada 12 hari iradiasi. Sedangkan, radioaktivitas produksi 177Lu terendah sebesar 15,939 GBq pada 4 hari iradiasi. Dari hasil tersebut, radioaktivitas produksi 177Lu dengan lama iradiasi mempunyai hubungan lininer. Kemudian radioaktivitas produksi 177Lu untuk melebihi 20 GBq dapat dimulai dari 8 hari iradiasi. Adapun radioaktivitas peluruhan 177Lu dengan waktu peluruhannya memiliki hubungan yang berbanding terbalik.
PERAN KESELAMATAN DNA DALAM BUDAYA KESELAMATAN KEBERLANJUTAN UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN DI DAERAH KERJA Edison Sihombing
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6296

Abstract

PERAN KESELAMATAN DNA DALAM BUDAYA KESELAMATAN KEBERLANJUTAN UNTUK MENGURANGI  KECELAKAAN DI DAERAH KERJAEdison Sihombing, Jaja Sukmana, Dicky Tri Jatmiko, Nazly Kurniawan                                        Pusat Reaktor Serba Guna-BATAN                              Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan- BANTEN                                                        edison@batan.go.idABSTRAK  PERAN KESELAMATAN DNA DALAM BUDAYA KESELAMATAN BERKELANJUTAN UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN DI DAERAH KERJA.  Faktor keselamatan kerja di Perusahaan sangat terkait dengan kinerja karyawan. Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu upaya dalam menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan untuk mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja. Upaya untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan bahaya di tempat kerja perlu dilakukan secara berkesinambungan berupa unsafe behaviour yang berasal dari sifat bawaan seseorang dalam membentuk sikap dan perilaku selamat, yaitu keselamatan DNA. Tujuan penyajian makalah ini adalah mendeskripsikan alur peran dan fungsi keselamatan DNA dalam membangun organisasi budaya keselamatan yang lebih efektif. Dalam penulisan makalah ini dilakukan suatu tahapan metode ilmiah agar dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun penelitian akan menitik beratkan pada peran Keselamatan DNA pada aspek sistem manajemen keselamatan dan budaya keselamatan secara holistik Keselamatan DNA adalah proses peningkatan pengetahuan tentang keselamatan yang akan membangun karakter individu dalam pelaksanaan BBS dalam penerapan budaya keselamatan. Karakteristik Safety Leadership dalam budaya keselamatan akan mendorong perubahan budaya keselamatan yang signifikan pada individu di semua fase penguatan budaya keselamatan organisiasi, tanpa melihat apakah organisasi sudah lama atau baru. Keselamatan DNA dapat dikategorikan sebagai katalis yang kuat untuk meningkatkan kinerja individu dan mendewasakan budaya keselamatan organisasi. Termasuk dengan komitmen enam cara untuk memastikan tempat kerja aman dan percepatan budaya keselamatan, yaitu menjadikan keselamatan sesuatu yang menyenangkan. Kata kunci: Safety DNA, Budaya Keselamatan, Kecelakaan Kerja ABSTRACTTHE ROLE OF DNA SAFETY IN SUSTAINABLE A SAFETY CULTURE TO REDUCE ACCIDENTS IN WORKING AREAS. The work safety factor in the Company is closely related to employee performance. The implementation of Occupational Safety and Health (OSH) is an effort to create a work place that is safe, healthy, and free from environmental pollution to reduce and / or be free from work accidents.  Efforts to prevent, reduce and control hazards in the workplace need to be carried out continuously in the form of unsafe behavior that comes from one's innate nature in shaping safe attitudes and behaviors, namely DNA safety. The purpose of presenting this paper is to describe the flow of the role of Safety & Task DNA in building a more effective safety culture organization. In writing this paper, a scientific method is carried out so that it can be implemented as expected. The research will focus on the role of DNA safety in the aspects of safety management systems and safety culture holistically. DNA safety is a process of increasing knowledge about safety that will build individual character in the implementation of BBS in the application of safety culture. The characteristics of Safety Leadership in safety culture will encourage significant safety culture changes in individuals at all phases of strengthening the organizational safety culture, regardless of whether the organization is old or new. DNA safety can be categorized as a powerful catalyst for enhancing individual performance and maturing an organization's safety culture. This includes a commitment to six ways to ensure a safe workplace and the acceleration of a safety culture, namely to make safety something fun. Keywords: Safety DNA, Safety Culture, Work Accidents
RANCANG BANGUN REPACKING DRUM 200 LITER KOROSI HASIL PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT Dzulfikri Pangestu; Ajrieh Setyawan; Hendro hendro
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6274

Abstract

RANCANG BANGUN REPACKING DRUM 200 LITER KOROSI HASIL PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT TERKOMPAKSI. Telah dilakukan repacking drum 200 liter korosi hasil pengolahan limbah radioaktif padat terkompaksi di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). Tujuan dari repacking adalah menjamin keselamatan radiasi dan penanganan lebih lanjut dari drum 200 liter yang mengalami korosi pada penyimpanan limbah di Interm Storage 2 (IS2) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Tahapan awal dimulai dengan melakukan pendataan terhadap drum 200 liter yang mengalami korosi serta analisa fisik dimensi dari drum 200 liter menjadi produk repacking dalam bentuk shell beton. Desain gambar menggunakan software google sketch up dengan mengubah 3 buah drum 200 liter korosi menjadi shell beton yang memenuhi standar kualitas IAEA (International Atomic Energy Agency) dengan kuat tekan sebesar 20 – 50 N.mm2. Hasil desain gambar diperoleh bahwa repacking  untuk 3 buah drum 200 liter korosi  diperoleh dimensi dengan tinggi 120 cm dan diameter 138 cm. Untuk mencapai kuat tekan yang sesuai standar IAEA digunakan matriks semen camp beton K500 lengkap dengan besi bertulang. Hasil akhir kegiatan repacking drum 200 liter korosi diperoleh bahwa untuk satu buah proses menggunakan 3 buah drum 200 liter yang mengalami korosi dan kualitas beton dapat diterima karena sesuai dengan standar IAEA
STEADY-STATE ANALYSIS ON COOLANT SYSTEM OPERATING OF THE TRIGA2000 USING FUEL PLATE TYPE sukmanto sukmanto dibyo
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir VOL 18, NO 1 (2021)
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2021.18.1.6308

Abstract

The TRIGA2000 is one of the nuclear research reactors in Indonesia. TRIGA reactor fuel element is rod type, studies of the TRIGA reactor using plate type fuel have been carried out. One primary coolant pump is required to overcome the safety factor on the core which uses plate-type fuel. Besides that, changes in the reactor core configuration have an effect on the ability to transfer heat from the core to the coolant. Therefore, it is necessary to analyze the operating parameters of the cooling system including temperature, pressure and flow rate. This operating data is important, which is required by the operator to estimate the reactor coolant condition. The purpose of this paper is to analyze the cooling system parameters under normal steady-state operation where the primary coolant capacity is 50 kg/s and the reactor power is determined to be 1 MW. Calculation of cooling system at normal condition is carried out using the ChemCAD.6.1.4 computer program. This is also required in providing the reactor's Safety Analysis Report (SAR) document. The results show that the TRIGA reactor which uses plate-type fuel elements can be operated safely. However, in case of coolant temperature to the reactor core exceeding the design data (35oC), it is necessary to be considered against the operational reliability of the cooling system

Page 1 of 1 | Total Record : 6