cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2019): November 2019" : 5 Documents clear
Model Analisis Numerik pada Sirkulasi Alam Fasa-Tunggal di Untai Rektangular FASSIP-01 MOD.1 Berdasarkan Posisi Heater Renaldy Sharin Lesmana; Mulya Juarsa; Arya Adhyaksa Waskita
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.274 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5670

Abstract

Kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang terjadi di Fukushima tahun 2011 disebabkan karena gempa bumi yang menyebabkan tsunami yang kemudian merendam generator Diesel untuk pendingin reaktor sehingga terjadi ledakan hidrogen. Penggunaan sistem pasif mulai diperhatikan untuk membantu sistem reaktor ketika pendinginan aktif gagal berfungsi. FASSIP-01 merupakan alat uji eksperimen yang menggunakan konsep sirkulasi alam. Penelitian yang dilakukan adalah membuat model numerik dan menganalisis hasil numerik berdasarkan simulasi computer code (MATLAB) pada sirkulasi alam fasa-tunggal di untai rektangular FASSIP-01 Mod.1 berdasarkan posisi heater. Metode yang dilakukan adalah menentukan parameter, menyusun persamaan matematis, membuat algoritma numerik, dan menjalankan program MATLAB dengan variasi heater 0°, 30°, 45°, 60°. Hasil yang didapatkan adalah grafik hubungan antara faktor gesekan terhadap bilangan Reynolds. Semakin besar bilangan Reynolds, maka faktor gesekan semakin kecil, dikarenakan pertukaran kalor yang meningkat sehingga menyebabkan viskositas air menjadi lebih kecil. Viskositas air yang kecil akan menurunkan gesekan aliran. Kata kunci: PLTN, FASSIP-01, Sirkulasi alam, Bilangan Reynolds, Faktor Gesekan.
Analisis Keandalan Perawatan Sub-sistem Elektrik, Instrumentasi dan Kontrol RSG-GAS Mike Susmikanti; Entin Hartini; Aep Saepudin; Purwadi Purwadi
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.836 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5681

Abstract

Analisis keandalan sub-sistem merupakan faktor utama pada manajemen penuaan RSG-GAS. Laporan Operasi RSG-GAS belum digunakan secara optimal untuk kajian keandalan khususnya sub-sistem elektrik,  instrumentasi, dan kontrol. Sistem basis data RSG-GAS belum digunakan untuk membantu pencarian data kegagalan dan perawatan sub-sistem.  Demikian pula, analisis keandalan belum dilakukan untuk memantau kinerja sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis keandalan pada sub-sistem elektrik, instrumentasi dan kontrol. Kegiatan penelitian meliputi pencarian data dan informasi melalui sistem basis data, khususnya kegagalan untuk sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol pada Teras nomor 53 sampai 88 pada rentang tahun 2005-2015. Dilakukan perhitungan frekuensi kegagalan pada sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol, kemudian dilakukan uji kesuaian untuk bentuk sebaran data waktu kegagalan serta perhitungan parameter rata-rata waktu kegagalan. Hasil analisis dilakukan untuk memperoleh sebaran yang sesuai  untuk masing-masing sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol yang mengalami kegagalan dalam kurun waktu tersebut. Berdasarkan jenis sebaran yang sesuai diperoleh parameter rata-rata waktu kegagalan sub-sistem. Dilakukan perbandingan rata-rata waktu kegagalan terhadap interval waktu perawatan sub-sistem. Apabila rata-rata waktu kegagalan lebih lama dari interval waktu perawatan yang telah ditetapkan, maka perawatan untuk sub-sistem elektrik, instrumentasi, dan kontrol relatif baik. Melalui analisis keandalan perawatan, diperoleh bahwa sub-sistem elektrik, instrumentasi. dan kontrol relatif masih dalam kondisi baik.Kata kunci: Manajemen Penuaan, Analisis Keandalan, Perawatan dan Kegagalan, Sub-sistem Elektrik, Sub-sistem Instrumentasi dan Kontrol, RSG-GAS
Analisis Deviasi Alat Ukur Laju Aliran pada Untai FASSIP-01 dan FASSIP-02 Try Hutomo Putra; Giarno Giarno; Sumantri Hatmoko; G.B. Heru K; Mulya Juarsa
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.114 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5682

Abstract

Pengembangan sistem keselamatan pasif dengan mengandalkan kerja natural circulation menggunakan Untai uji FASSIP-01 dan FASSIP-02 memerlukan alat ukur dengan spesifikasi laju aliran rendah. Salah satu jenis alat ukur pendingin adalah Ultrasonic Flowmeter TUF-2000M (US-FM) yang perlu dipersiapkan untuk penggunaan pada eksperimen sistem keselamatan pasif. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan deviasi pengukuran laju aliran antara US-FM dengan alat ukur lainnya. Eksperimen dilakukan dengan mengukur laju aliran pada Untai uji BETA menggunakan flowmeter tersebut dengan konfigurasi laju alir yang berbeda yaitu 0 - 100 LPM, 0 - 50 LPM dan 0 - 20 LPM. Hasil perbandingan pengukuran pada sensor elektromagnetik didapat nilai deviasi 6,32 % untuk konfigurasi 0 - 100 LPM, 2,12 % untuk konfigurasi 0 – 50 LPM, dan 1,16 % untuk konfigurasi 0 - 20 LPM. Data untuk melakukan karakterisasi dapat diperoleh pula ketika mengukur laju aliran dengan membaca nilai arus yang bekerja pada sensor pada flowmeter. Dari hasil karakteristika linear terhadap semua flowmeter tersebut terlihat bahwa semakin rendah formasi pengukuran maka diperoleh nilai deviasi juga semakin kecil.Kata kunci : sistem pendingin pasif, alat ukur laju aliran, deviasi, FASSIP-01, FASSIP-02
Studi Awal Desain Sistem Injeksi Aerosol Pada Pengembangan Fasilitas Eksperimen Pengungkung Containment (FESPeCo Mod.1) Arif Adtyas Budiman; Almira Citra; Joko Prasetio W
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.942 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5683

Abstract

Salah satu skenario kecelakaan reaktor nuklir berpendingin air ringan yaitu adanya lepasan zat radioaktif akibat terjadinya kebocoran sistem pemipaan primer. Simulasi kecelakaan dengan skenario tersebut dapat dilakukan menggunakan Fasilitas Eksperimen Simulasi Pendingin Containment (FESPeCo). Untuk memenuhi kebutuhan penelitan saat ini, revitalisasi FESPeCo dilakukan dengan menambahkan sistem injeksi aerosol menjadi FESPeCo Mod.1. Sistem injeksi aerosol terdiri dari unit kompressor, pengaduk, dan pengatur aliran fluida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandidat desain tabung aerosolsebelum dilakukan fabrikasi. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) digunakan sebagai perangkat utama analisis dinamika fluida.. Untuk melihat pengaruh dinamika fluida terhadap bentuk geometri, variasi tekanan operasi diberikan pada keempat model diantaranya TAB 01, TAB 02, TAB 03, dan TAB 04. Berdasarkan hasil analisis terhadap keempat model tersebut, bentuk geometri ruang silinder memegang peranan penting dalam pengadukan. Selain itu, perbedaan ukuran inlet dan outlet dapat mempengaruhi kuantitas keluaran aerosol yang signifikan,ditinjau dari besar kecepatan aliran dan beda tekanannya. Oleh karena itu, model TAB 04 dapat direkomendasikan sebagai kandidat utama tabung aerosol bertekanan pada sistem injeksi aerosol. Kata kunci : Aerosol, Sistem Injeksi Aerosol, Laju Aliran, Beda Tekanan, FESPeCo Mod.1.
Estimasi Laju Aliran Sirkulasi Alam Berdasarkan Beda Temperatur pada Untai FASSIP-01 Almadesya Rinaldi; Lovini Gabriella N; Giarno Giarno; Joko Prasetio; Mulya Juarsa
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.818 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5669

Abstract

Penguasaan terhadap kapasitas pendinginansystem pendinging pasif dilakukan melalui penelitian di laboratorium Termohidrolika PTKRNBATAN. Untai FASSIP-01 telah dikonstruksi untuk studi fenomena sirkulasi alam. Tujuanpenelitian adalah untuk mengestimasi laju aliran sirkulasi alam berdasarkan beda temperatur dibagian heater (BCH, blanket ceramic heater) dan di bagian cooler atau WCT (water coolingtank). Metode penelitian dilakukan dengan menentukan perubahan di WCT untuk variasitemperature 10℃, 20℃, 30℃, 40℃ dan 50℃, serta perubahan temperature di BCH yaitu60℃, 70℃, 80℃, 90℃ dan 100℃. Parameter geometri Untai FASSIP-01 seperti tinggi untai600 cm, lebar untai 350 cm dan diameter pipa sebesar 2,56 cm dimasukkan dalam perhitungan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar perbedaan temperatur anatara BCH danWTC, maka akan semakin besar pula laju aliran air pada untai FASSIP-01. Ketika perbedaantemperatur BCH dan WTC 10˚C, laju aliran bernilai paling kecil yaitu 0,2903 m/s, sedangkanketika perbedaan temperatur BCH dan WTC 90˚C, laju aliran bernilai paling besar yaitu 1,0456m/s. Kata Kunci : laju aliran, sirkulasi alami, BCH dan WCT, temperatur, untai FASSIP-01

Page 1 of 1 | Total Record : 5