cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "JFN Vol 3 No 1 Mei 2009" : 6 Documents clear
PERAN KEAHLIAN TEKNOLOGI PROSES DAN SINTESIS BAHAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRI NUKLIR DI INDONESIA . Kusnanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.384 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.289

Abstract

Energi telah menjadi basic need, yang setara dengan kebutuhan pangan. Dengan pandangan jauh ke depan, kini sudah tiba saatnya untuk mengupayakan pengurangan ketergantungan pada sumber energi primer fosil dan dengan serius mengembangkan sumber energi primer baru yaitu energi nuklir, sinergi dengan pengembangan energi baru dan terbarukan yang lain. Pengembangan reaktor maju menjadi mutlak diperlukan bila energi nuklir akan tetap digunakan sebagai andalan teknologi pemenuhan energi. Peluang untuk mengembangkan industri proses bahan semakin terbuka di Indonesia. Kekayaan alam, mineral dan energi merupakan modal besar bila ditopang dengan kemampuan penguasaan teknologi dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada kemampuan dan kemandirian bangsa. Bila hydrogen diproduksi menggunakan reaktor maju dapat diproduksi secara komersial, dapat dipastikan kebutuhan zircon oxide, yang merupakan produk antara industri zirconium logam, akan sangat tajam meningkat kebutuhannya, yaitu untuk fuel cell. Fuel cell jenis SOFC diyakini paling efisien untuk digunakan sebagai alat konversi energi yang menggunakan bahan bakar hydrogen. Agar kemandirian bangsa ini dapat terwujud, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian teknologi proses. Keahlian tidak dapat diperoleh hanya melalui pendidikan formal di perguruan tinggi. Keahlian diperoleh melalui 3 tahapan yaitu: a) Pendidikan; b) Pelatihan c) Pengalaman kerja. Pelatihan dan pengalaman kerja memiliki kontribusi besar terhadap keahlian seseorang. Oleh karena itu sertifikasi keahlian/profesi yang terdiri atas aspek pelatihan atau pengalaman kerja menjadi hal-hal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di atas.
ADSORPSI RADIONUKLIDA AM-241, CS-137 DAN SR-90 MENGGUNAKAN HASIL IMOBILISASI BENTONIT-ASAM HUMAT Kris Tri Basuki
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.994 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.3292

Abstract

ADSORPSI        RADIONUKLIDA        AM-241,         CS-137        DAN        SR-90MENGGUNAKAN HASIL IMOBILISASI BENTONIT-ASAM HUMAT. Telahdilakukan adsorsi Am-241, Cs-137 dan Sr-90 menggunakan hasil proses imobilisasi asam humat dengan bentonit (bentonit-asam humat).  Tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan pembuatan bahan adsorben dari hasil imobilsasi asam humat kedalam mineral  bentonit,  beserta  karakterisasinya  dengan  spektroskopi  infra  merah  dandifraktometer  sinar-X dan (2) aplikasi adsorpsi Am-241,  Cs-137, dan Sr-90 pada berbagai pH. Hasil percobaan menunjukan bahwa imobilisasi bentonit-asam humat yang dilakukan dengan umpan 100 gr bentonit optimum pada berat asam humat 60 g, kuat ion 0,1 M NaNO3, dan pH 2,5. Pada kondisi optimum bentonit dapat mengikat gugus  COOH  maksimum  sebesar  75,2  %.    Berdasarkan  data  spektroskopi  infra merah dan difraktometer sinar-X, asam humat dapat termobilisasi kedalam mineral bentonit   membentuk   bahan  paduan  bentonit-asam   humat.                                                                                                 Aplikasi   adsorpsi radionuklida Am-241, Cs-137 dan Sr-90, menunjukan bahwa bentonit-asam humat dapat mengadsorpsi padarentang pH 3 hingga pH 10.  Melalui umpan masing-masing0,001 mMol/l, kuat ion 0,1 M NaNO3 dan pH 5 ternyata bentonit-asam humat dapat mengadsorpsi  98,50% - 99,1% radionuklida Am-241, Cs-137 dan Sr-90
PENANDAAN DNA DENGAN 32P UNTUK DETEKSI RESISTENSI Mycobacterium tuberculosis TERHADAP ISONIAZID Sofiati Purnami; Mukh. Syaifudin; Giyatmi .
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.241 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.311

Abstract

Telah dilakukan penandaan DNA dengan 32P untuk deteksi resistensi M.tuberculosis terhadap isoniazid dengan teknik biologi molekuler berbasis nuklir. Tuberkulosis (TB) menempati urutan pertama penyebab kematian akibat penyakit infeksi di Indonesia. Salah satu penyebab sulitnya pengendalian TB adalah merebaknya M.tuberculosisyang resisten terhadap isoniazid. Dalam penelitian ini resistensi isoniazid dideteksi dengan menganalisis gen inhA yang merupakan salah satu penyandi resistensi isoniazid. Analisis dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) untuk mengamplifikasi deoxyribonucleic acid (DNA) dari gen inhA sekaligus dilabel dengan alfa 32P deoxy cytosin triphosphat ([α-32P]dCTP). DNA hasil amplifikasi dianalisis dengan teknik single strand conformation polymerism (SSCP) yang didasarkan pada perubahan mobilitas pita DNA dalam gel poliakrilamid setelah divisualisasi dengan autoradiografi. Hasil analisis terhadap 100 sampel yang diuji, diketahui bahwa 13,0% sampel diduga resisten terhadap isoniazid. Teknik biologimolekuler dapat digunakan untuk mendeteksi resistensi secara lebih cepat dan sensitif, serta dapat digunakan sebagai data pendukung pengobatan pasien TB. Perubahan mobilitas pita DNA gen inhA dapat digunakan untuk analisis resistensi M.tuberculosis terhadap isoniazid.
EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP Noor Anis Kundari; Djoko Marjanto; Ardhani Dyah W
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.74 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.3293

Abstract

EVALUASI  UNJUK  KERJA  REAKTOR  ALIR TANGKI  BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP. Penelitian evaluasi unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) menggunakan perunut radioisotop telah dilakukan.  Penelitian  ini  dimaksudkan  untuk  mengkaji  kebenaran  penganggapan bahwa pengadukan atau pencampuran dalam reaktor alir tangki berpengaduk adalah sempurna. Untuk dapat menyelidiki dinamika proses aliran fluida dalam reaktor digunakan radioisotop I-131. Fluida/air yang keluar dari reaktor dicuplik pada waktu13 detik sampai dengan 1373 detik dan dianlisis kadar I-131nya. Unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk dinyatakan dalam bilangan dispersi (D/uL) dan mengikuti model dispersi aksial sebagai fungsi waktu tinggal rata-rata dan bilangan Reynold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D/uL = 9X10-4(ts*)2  – 6,9X10-1(ts*) + 148 dan D/uL = 65,7 e0,0003/Re. Nilai bilangan  dispersi berkisar antara 11,08 sampai  21,4,selalu  jauh  di atas  0,01  ini  berarti  pencampuran  yang terjadi  dalam reaktor  alir berpengaduk yang dievaluasi dapat dianggap ideal.
FENOMENA TRANSPORT KOBALT-60 PADA LAPISAN TANAH Ngasifudin .
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.518 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.331

Abstract

The transport phenomena of cobalt-60 (Co-60) in the soillayer has been investigated using column and batch methods. The association of Co-60 with soil and its components were studied by extraction methods. The concentration profile of Co-60 in the soil column was composed of two logarithmic curves that showing Co-60 would be consist of mobile and immobile fraction. The immobile fraction of Co-60 was adsorbed by soil and was distributed near in the top of column. Although the mobile Co-60 was little sorbed by soil and migrated through the soil column, themaximum concentration of Co-60 in the effluents decreased slightly with increasing length of the soil column. Extraction of Co-60 from the soil and from its components showed that Co-60 was sorbed by manganese oxide and clay minerals. Manganese oxide is one of the soil components that could be decrease the maximum concentration of Co-60 in the effluents. Although the content of manganese oxide in the soil was 0.24-0.29%, manganese oxide is the important component to preventthe migration of Co-60 in the low acidic solution.Keywords : Transport phenomenon, Cobalt-60, soil component Telah dilakukan penelitian tentang fenomena gerakan Kobalt-60 (Co-60) pada lapisan tanah yang dilakukan secara kolom dan batch. Penggabungan Co-60.dengan tanah dan komponennya dipelajari dengan serangkaian teknik ekstraksi. Gambaran konsentrasi Co- 60 di dalam kolom tanah tersusun oleh dua kurva logaritma yang menunjukkan Co-60 terdiri atas fraksi gerak dan tidak-gerak. Fraksi Co-60 tidak-gerak diserap oleh tanah dan didistribusikan di dekat bagian atas kolom. Meskipun Co-60 fraksi gerak hanya sedikit terserap oleh tanah dan di-transportkan melalui kolom tanah, konsentrasi maksimum Co- 60 di dalam efluen sedikit menurun dengan kenaikan panjang kolom tanah. Ekstraksi Co-60 dari tanah dan komponennya menunjukkan bahwa Co-60 diserap oleh mangan dioksida dan komponen lempung. Mangan oksida merupakan salah satu komponen tanah yang dapat menurunkan konsentrasi maksimum Co-60 di dalam efluen. Bahkan kandungan mangan oksida 0,24-0,29% dalam tanah menjadi komponen penting untukmencegah proses transport Co-60 pada larutan keasaman rendah.Kata kunci : Fenomena transport, Kobalt-60, komponen tanah 
NUCLEAR ENERGY IS THE ANSWER TO COPE WITH THE LACK OF ENERGY AND GLOBAL WARMING Wisnu Arya Wardhana
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.584 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.3294

Abstract

NUCLEAR ENERGY IS THE ANSWER TO COPE WITH THE LACK OF ENERGY AND GLOBAL WARMING. This paper of nuclear energy is the answer to cope with the lack of energy and global warming based on the analysis of energy demand which is increasing rapidly, meanwhile the energy reserve is limited and decreased. Mostly world’s energy is generated by fossil fuel energy, mainly oil and coal. Fossil fuel energy and industrial activities produce green house gases (GHG) such as : COx, CH4, N2O, and CFC which cause of global warming. Global warming gives bad impact to environment and to human being. Every country in the world needs  sufficient  energy,  but  the  energy resources  is limited  and  decreased.  The answer for this solution must be an energy source which doesn’t produce green house gases. Why nuclear energy is chosen to cope with the lack of energy and global warming will be explained briefly in this paper.

Page 1 of 1 | Total Record : 6