cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "JFN Vol 6 No 1 Mei 2012" : 14 Documents clear
Perubahan Molekular Gen Penekan Tumor P-53 Akibat Pajanan Radiasi Pengion Mukh Syaifudin
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3731.429 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.67

Abstract

dalam uji coba
KESIAPAN SUMBER DAYA PENGAWAS PLTN DI INDONESIA Aris Sanyoto; Eko Legowo
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.848 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.360

Abstract

KESIAPAN SUMBER DAYA PENGAWAS PLTN DI INDONESIA. Rencana pembangunan PLTN di Indonesia memperoleh tanggapan beragam dari masyarakat, salah satunya penolakan. Salah satu alasan penolakan adalah kekawatiran terhadap kemampuan sumber daya dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelolanya. Untuk menjawab kekawatiran tersebut, maka dibutuhkan sebuah badan pengawas yang memadai yang mampu memastikan terpenuhinya semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan PLTN secara aman dan selamat. Menurut IAEA Safety Guide No. GS-G-1.1,  supaya memadai sebagai Badan Pengawas, BAPETEN harus memiliki kemandirian sumber daya yang meliputi berbagai aspek seperti politik, legislatif, financial, informasi public, internasional dan kompetensi.  Hasil analisa menunjukkan bahwa organisasi BAPETEN telah memiliki kemandirian sumber daya seperti rekomendasi IAEA. Kemandirian dari aspek politik dapat dilihat dari Undang-Undang No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, dimana kedudukan BAPETEN langsung di bawah Presiden Republik Indonesia, sedangkan kemandirian dari aspek legislatif yaitu struktur organisasi BAPETEN telah memiliki fungsi-fungsi yang dibutuhkan dalam proses pengawasan seperti fungsi pengembangan regulasi dan pedoman, fungsi review & penilaian, fungsi perijinan dan inspeksi, fungsi riset dan pengembangan, fungsi penanggulanan kedaruratan dan fungsi hubungan internasional. Selanjutnya supaya BAPETEN dapat melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan secara memadai maka harus memiliki technical expertise meliputi kerangka kompetensi seperti yang direkomendasikan IAEA dalam tecdoc 1254.. Hasil analisa terhadap silabus program pelatihan SDM BAPETEN menunjukkan bahwa jenis-jenis kompetensi yang direkomendasikan IAEA sebagian besar sudah terakomodir dalam program pelatihan. Namun demikian untuk memastikan level kompetensi yang sudah dimiliki SDM BAPETEN, khususnya 262 yang memiliki kualifikasi pendidikan teknik, perlu dilakukan penilaian melalui proses Training Needs Assessment (TNA). Hasil dari proses ini akan memberi gambaran mengenai gap (kesenjangan) antara level kompetensi standar  dan kompetensi yang sudah ada (existing).
Uji Tak Merusak Komponen Lock Actuator Menggunakan Teknik Radiografi Neutron Juliyani Juliyani; Setiawan Setiawan; Sutiarso Sutiarso
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.233

Abstract

Telah dilakukan uji tak merusak komponen lock actuator menggunakan teknik radiograji neutron. Lock actuator adalah perangkat mekanik yang dikontrol oleh Central Lock lvlodule yang berisi rangkaian elektronik, yang mengatur agar lock actuator bekerja untuk membuka atau mengunci pintu mobil. Uji tak merusak menggunakan teknik radiograji neutron ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan dari komponen lock actuator dengan membandingkan yang rusak dengan yang baru. Metoda yang dipakai untuk ~lji tak merusak komponen lock actuator adalah metoda jilm (metoda langsung). Dari hasil radiograji terbukti ba/nva pengambilan gambaI' telah memenuhi standar radiograji ASTM dengan densitas background 2.2, 7 garis, 3 lubang pada sensitivity indicator (SI) dan hasilnya memberikan gambaI' yang cukup baik. Pada lock actuator bani terlihat motor DC-nya masih dalam kondisi baik, sedangkan lock actuator yang rusak terlihat lapisan isolator pembatas kumparan sudah meleleh. Dengan ~lji tak merusak menggunakan teknik radiograji neutron dapat dideteksi secm'a dini jenis kerusakan komponen lock actuator yang terdapat pada bagian dalamnya tanpa harus membongkarnya.
Ketahanan Korosi Wadah Limbah Radioaktif Aktivitas Rendah dan Tinggi Aisyah Aisyah
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3719.237 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.68

Abstract

dalam uji coba
KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRESERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA Sri Nitiswati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.8 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.361

Abstract

KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRE-SERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA. Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang “kebijakan energi nasional” menyebutkan bahwa Indonesia telah memasukkan opsi nuklir ke dalam energi mix nasional untuk mendukung kebutuhan energi di masa mendatang. Artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sudah menjadi salah satu pilihan bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi. Pembangunan PLTN tidak bisa terlepas dari kebutuhan sumber daya manusia (SDM) termasuk SDM uji tak rusak yang penting pada tahap pabrikasi komponen PLTN yaitu untuk melakukan pemeriksaan/inspeksi komponen hasil fabrikasi atau yang biasa disebut dengan inspeksi pre-service. Data pemeriksaan komponen hasil dari fabrikasi digunakan sebagai informasi data awal kondisi komponen PLTN sebelum dioperasikan. Makalah ini membahas kebutuhan SDM uji tak rusak untuk inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN pertama di Indonesia khususnya untuk memeriksa/inspeksi hasil pabrikasi komponen. Metode dengan cara melakukan identifikasi komponen-komponen yang berada di dalam sistem primer reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), identifikasi bagian dari komponen yang harus diperiksa, metode uji tak rusak dan tekniknya serta kebutuhan SDM nya. Tujuannya adalah diperolehnya kebutuhan SDM uji tak rusak untuk melakukan inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN I di Indonesia. Dari studi yang dilakukan disimpulkan bahwa SDM dengan kompetensi uji tak rusak metode visual, volumetrik dan permukaan diperlukan untuk inspeksi pre-service komponen-komponen hasil fabrikasi. Kebutuhan SDM berdasarkan volume pekerjaan adalah  untuk kompetensi UTR visual level 1: 10  orang, level 2 :8 orang, level 3 : 5 orang. Kompetensi UTR volumetrik level 1: 22 orang, level 2 : 13 orang, level 3 : 9 orang. Kompetensi UTR permukaan level 1: 8  orang, level 2 :7 orang, level 3 : 4  orang.
Hubungan AntaraLaju Dosis Serap Air dengan Lapangan Radiasi Berkas Elektron C Tuti Budiantari; Nurman R.
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2717.852 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.63

Abstract

Makalah ini sedang uji coba
Penerapan Sistem Seifgrad Nuklir dan Tantangannya Eri Hiswara
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2780.195 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.69

Abstract

dalam uji coba
KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN Ferhat Aziz; Yaziz Hasan
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.291 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.362

Abstract

KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN. Pengembangan program PLTN harus didasarkan pada komitmen untuk menggunakan tenaga nuklir hanya untuk tujuan damai, dengan cara yang aman dan selamat, yang mengharuskan adanya infrastruktur nasional yang berkelanjutan yang melibatkan berbagai aspek, seperti kerangka peraturan perundangundangan. Kerangka tersebut berkaitan dengan pembentukan badan regulator independen dan penyusunan peraturan tentang nuklir, yaitu proteksi radiasi, bahan radioaktif dan sumber radiasi, keamanan instalasi nuklir, kesiapsiagaan kedaruratan dan tindakan tanggap darurat, penambangan dan pengolahan, transportasi, limbah radioaktif dan bahan bakar bekas, pertanggungjawaban kerugian nuklir dan kompensasi, proteksi, kontrol ekspor dan impor, dan proteksi fisik, sesuai konvensi dan standar internasional. Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan berbagai peraturan perundang-undangan di bidang nuklir guna menjamin keamanan dan keselamatan pekerja, masyarakat maupun lingkungan hidup dari bahaya radiasi yang mungkin timbul. 
Uji Banding Kit Irma CA-125 Produksi PPR-BATAN dengan Produk Immutech Puji Widayati; Sri Hartini; Agus Ariyanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2251.564 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.64

Abstract

Dalam uji coba
Modifikasi Sistem Kendali Motor Pompa Pendingin Sekunder RSG-GAS Untuk Menanggulangi Kedip Listrik yayan Adriyanto; M. Tufiq; Adin Sudirman; Koes Indrakoesoema
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3302.078 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.70

Abstract

dalam uji coba

Page 1 of 2 | Total Record : 14