cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 17 Nomor 1 Januari 2014" : 6 Documents clear
EKSTRAKSI KONSENTRAT NEODIMIUM MEMAKAI TRI OKTIL AMIN THE EXTRACTION OF NEODYMIUM CONCENTRATES USING TRI OCTYL AMINE MV Purwani; Prayitno .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.134 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1296

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi konsentrat Nd hasil olah pasir monasit. Tujuan penelitian ini memisahkan Nd dari pengotornya : Y, Ce dan La. Sebagai fasa air adalah konsentrat Nd(OH)3 dalam HNO3 dan sebagai ekstraktan atau fasa organik adalah tri oktil amin (TOA) dalam kerosen. Variabel yang diteliti konsentrasi HNO3, konsentrasi umpan, konsentrasi TOA dalam kerosen, waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian optimasi proses ekstraksi neodimium dari konsentrat Nd(OH)3 hasil olah pasir monasit dengan ekstraktan TOA, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: konsentrasi HNO3 yang optimum 2M, konsentrasi umpan 5 gram/10 mL, konsentrasi TOA dalam kerosen 6 %, waktu pengadukan yang optimum 15 menit, kecepatan pengadukan 200 rpm. Pada kondisi ini diperoleh Kd Nd = 0,56; efisiensi ekstraksi Nd = 35,70%; FP Nd-La = ≈6,48; FP Nd-Ce = 3,72 dan FP Nd-Y = 1,38.Kata kunci : ekstraksi, tri oktil amin (TOA), neodimium ≈
UJI INTERKOMPARASI METODE AAN DAN XRF UNTUK ANALISIS SAMPEL SEDIMEN IAEA INTER COMPARISON TEST OF NAA AND XRF METHOD FOR IAEA SEDIMENT SAMPLE ANALYSIS Syukria Kurniawati; Indah Kusmartini; Diah Dwiana Lestiani; Woro Yatu Niken Syahfitri
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.808 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1298

Abstract

Laboratorium Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri mengikuti kegiatan interkomparasi IAEA tahun 2011. Sampel uji yaitu sedimen dengan kode IAEA 457. Metode uji meliputi Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Dilakukan perbandingan metode AAN dan XRF untuk mengevaluasi kinerja masing-masing metode dan mengetahui kesesuaian kedua metode tersebut dalam analisis unsur pada sampel interkomparasi IAEA. Evaluasi kinerja masing-masing metode dilakukan dengan uji akurasi dan perhitungan z-score sedangkan kesesuaian metode diuji dengan uji t-berpasangan. Hasil analisis sampel menggunakan AAN diidentifikasi enam unsur Al, Fe, Cr, Co, Mn dan Zn sedangkan XRF diidentifikasi delapan unsur Al, Fe, Cr, Co, Cu, Mn, Pb dan Zn. Hasil uji akurasi pada AAN, unsur Al dan Fe kurang memuaskan sedangkan pada XRF unsur Co memiliki hasil yang kurang baik. Hasil perhitungan z-score, hampir semua unsur memberikan hasil yang memuaskan kecuali Al menggunakan metode AAN. Uji t-berpasangan yang dilakukan pada hasil analisis sedimen menggunakan AAN dan XRF memberikan hasil t-hitung < t-tabel, artinya tidak ada perbedaan hasil analisis antara kedua metode. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode AAN dan XRF dapat saling melengkapi untuk analisis unsur pada sampel IAEA 457. Secara umum, kedua hasil analisis unsur menunjukkan kesesuaian yang baik sehingga memperkuat validitas hasil analisis sampel interkomparasi IAEA.
ADSORBSI HAFNIUM (Hf) DALAM RESIN PENUKAR ANION DOWEX-1X8 ADSORBTION OF HAFNIUM (Hf) IN DOWEX - 1X8 ANION EXCHANGE RESIN Endang Susiantini; Moch Setyadji
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.347 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1293

Abstract

Hafnium memiliki titik lebur yang tinggi dan kemampuan menyerap neutron per luas penampang 600 kali lebih besar dari Zr sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan batang pengendali reaksi fisi nuklir. Berbagai metode pemurnian Hf dari Zr telah dikembangkan salah satunya adalah dengan menggunakan resin penukar ion. Pada penelitian ini digunakan umpan berbentuk sulfat dari hafnium murni dan hafnium-zirkonium campuran hasil proses pengolahan pasir zirkon. Umpan hafnium sulfat murni dibuat dengan melebur HfO2 SPEX dengan H2SO4 pekat pada suhu 3500C selama 30 menit sedang umpan campuran dibuat dengan melarutkan Zirkonium sulfate Zr(SO4)2.H2O hasil proses. Kedua umpan tersebut dibuat dalam suasana H2SO4 2,1 N. Umpan ini diadsorbsi pada resin anion Dowex - 1X8 secara batch kemudian kadar Hf di dalam cairan dianalisis menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan data-data yang diperlukan pada simulasi dalam pemisahan Zr-Hf dengan Continuous Annular Chromatography (CAC). Diperoleh hasil analisis umpan campuran dari pengolahan pasir zirkon mengandung sekitar 3,59% Hf. Di dalam umpan mengandung anion Hf/Zr(SO4)3-2 yang dapat dipertukarkan dengan anion Cl- pada resin Dowex-1X8. Dipelajari pengaruh interaksi Hf dengan Zr, diperoleh data bahwa interaksi Hf dengan Zr pada konsentrasi rendah dapat diabaikan. Harga koefisien distribusi untuk hafnium-sulfat murni dan hafnium-zirkonium campuran hampir sama, artinya, adanya Zirkonium-sulfat di dalam larutan campuran tidak mempengaruhi kemampuan adsorpsi resin terhadap hafnium-sulfat. Koefisien distribusi Zr lebih besar daripada Hf berarti afinitas Zirkonium terhadap resin lebih besar daripada hafnium.
PERANAN ISOLAT BAKTERIINDIGENOUS SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI PERAIRAN YANG TERKONTAMINASI URANIUM Mochd Yasid
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.955 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1300

Abstract

Telah dilakukan penelitian peran isolat bakteri indigenous sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peranan Bacillus sp dan Pseudomonas sp yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah untuk dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi radionuklida tersebut di lingkungan yang mencakup : efisiensi dan lokasi pengikatan uranium, perbandingan efisiensi pengikatannya dengan bakteri non indigenous serta pengaruh pemberian stimulan. Pengujian kemampuan pengurangan konsentrasi uranium dilakukan dengan penimbangan biomassa bakteri tersebut, sedangkan pengukuran konsentrasi uranium dilakukan menggunakan spektrofotometer. Penentuan letak pengikatan uranium oleh bakteri dilakukan dengan cara mensuspensikan pellet ke dalam aquadest steril. Penambahan stimulan asam asetat dilakukan dengan variasi konsentrasi 1, 2 dan 3 mM dan volume 1,5 ml; 3,5 ml; 5,5 ml dan 7,5 ml. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : efisiensi pengurangan uranium untuk isolat bakteri indigenous yaitu Pseudomonas sp sebesar 84,99 % dan Bacillus sp efisiensinya sebesar 52,70 %; sedangkan untuk isolat bakteri non indigenous yaitu Pseudomonas aeruginosa sebesar 78,47 % dan Bacillus subtilis sebesar 45,22 %, setelah waktu inkubasi 54 jam. Lokasi pengikatan uranium yang dominan terdapat pada dinding sel. Penambahan stimulan asam asetat berpengaruh terhadap rentang waktu pencapaian fase pertumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa isolat Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. indigenous yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah dapat berperan sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium sampai dengan konsentrasi 60 ppm, dengan rerata efisiensi pengikatan yang lebih tinggi dibandingkan bakteri non indigenous yaitu 52,70 % - 84,99 %. waktu inkubasi 54 jam. Penambahan stimulan asam asetat dapat meningkatkan efisiensinya menjadi 99,8 %.Kata Kunci : bakteri indigenous, uranium, bioremediasi, lingkungan
MONITORING LOGAM BERAT DALAM IKAN LAUT DAN AIR TAWAR DAN EVALUASI NUTRISI DARI KONSUMSI IKAN Th. Rina Mulyaningsih
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.342 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1295

Abstract

Ikan adalah bahan makanan sumber mineral. Serapan logam berat pada ikan dapat berasal dari air, sedimen maupun pakan ikan. Telah dilakukan monitoring mineral dan kontaminan dalam ikan untuk evaluasi nutrisi dan keamanan pangan, menggunakan teknik analisis aktivasi neutron. Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung (Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri (Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mas (Cyprinus carpio), ikan bawal (Colossoma macropomum), yang disampling dari 6 pasar di Jakarta Utara. Hasil monitoring menunjukkan bahwa, mineral esensial yang terkandung dalam ikan adalah Fe, K, Na, Zn, Ca, Mg, dan Se. Konsentrasi Ca dan Se dalam ikan air laut lebih tinggi dibandingkan dalam ikan air tawar. Konsentrasi unsur esensial lainnya bervariasi tergantung jenis ikan. Konsentrasi logam berat As dalam ikan laut 3 kali lebih tinggi dari ikan air tawar. Logam Hg dan Cr terdeteksi dalam semua jenis ikan diamati. Dari evaluasi kecukupan nutrisi, dengan asumsi konsumsi ikan 86,68 gr/hari, untuk laki-laki umur 19 - 30 tahun, dan mengacu data dari Institute of Medicine USA, maka asupan Ca : 2,5 - 6,3; Cl : 1,5 - 3,3; Fe : 11,5 - 26,9; Na : 1,5 - 4,1; K : 3,4 - 6,7 dan Zn 3,9 - 7,2 % dari nilai yang direkomendasikan. Asupan Cr melebihi dari nilai yang direkomendasikan, sedangkan As dan Hg tidak direkomendasikan ada dalam bahan pangan. Pada kenyataannya logam tersebut terkandung di dalam ikan diteliti, tetapi konsentrasinya masih di bawah nilai baku mutu yang dikeluarkan oleh BPOM.
UJI HOMOGINITAS DAN STABILITAS KANDIDAT BAHAN STANDAR ZIRKONIL KLORIDA (ZrOCL2) HASIL OLAH PASIR ZIRKON KALIMANTAN DENGAN METODE F-AAS THE HOMOGENEITY, AND STABILITY TEST OF ZIRCONYL CHLORIDE (ZrOCL2) PRODUCT FROM KALIMANTAN BY FLAME ATOMIC ABSORPTION SPE Supriyanto C.; Samin Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.943 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1639

Abstract

Pembuatan bahan standar zirkonil klorida hasil olah pasir zirkon perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan pilot plant pembuatan zirkonia di PTAPB-BATAN. Tujuan pembuatan bahan standar adalah untuk mengontrol kualitas produk zirkonia, validasi metode dan kalibrasi alat. Persyaratan yang harus dipenuhi sebagai kandidat bahan standar antara lain bahan tersebut homogen dan stabil, sehingga diperlukan uji homogenitas dan uji stabilitas. Uji homogenitas dan uji stabilitas dilakukan dengan metode statistik berdasarkan data kadar Zr dan Fe yang diperoleh secara F-AAS. Diperoleh nilai kepekaan dan presisi alat uji yang memenuhi persyaratan, masing-masing dengan kepekaan 0,019 ppm (persyaratan 0,040 ppm), dan presisi 0,762 % (persyaratan 1 %). Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan uji F diperoleh harga F hitung pada kadar Zr dan Fe masing-masing 0,389 dan 2,903. Karena harga F hitung < harga F tabel (= 3,779), maka dapat disimpulkan bahwa kandidat bahan standar sudah homogen. Diperoleh nilai selisih antara rerata hasil uji kedua dan rerata hasil uji homogenitas (Xi–Xhm) masing-masing 0,0349 dan 0,2645. Sedangkan nilai dari 0,3 x nIQR (0,3 tetapan APLAC, nIQR adalah selisih kuartil 3 dan 1 yang ternormalisasi) masing-masing 0,0551 dan 0,2774. Harga (Xi–Xhm) < 0,3 (nIQR), maka dapat disimpulkan bahwa kandidat bahan standar sudah stabil. Kadar Zr yang diperoleh dengan metode F-AAS bila dibandingkan dengan kadar Zr yang diperoleh dengan metode XRF pada signifikansi 1 % menunjukkan harga t0 < t tabel (2,37 < 3,169), sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan rerata hasil antara kedua metode uji.In order to support the pilot plant of zirconia production at PTAPB-BATAN, standard materials of zirconyl chloride is absolutely needed. The aim of preparation of standard materials to be used to control the quality product of zirconia, validation the method, and for calibration instruments. Homogeneity and stability of sample play an important role in the fulfillment of candidate standard materials zirconyl chloride production requirements. To test the homogeneity, and stability using statistically data processing based on the content of Zr and Fe element were obtained by flame atomic absorption spectrophotometry (AAS) method. In the calibration of AAS test equipment, the values of sensitivity and precision test equipment obtained meets the requirements, such as a sensitivity of 0.019 ppm (0.040 ppm requirement), and the precision of 0.762% (1% requirement). Based on the calculation using F test statistically data processing were obtained that the values of calculated F were Zr 0.3890, and Fe 2,9036 respectively. The obtained value of calculated F were smaller than F table, so that the sample of candidate standard material zirconyl chloride were homogeneous. At the stability test based on the content of Zr and Fe element, the values of the differences between the mean values of the second test and the mean of the homogeneity ( Xi - Xhm ) were 0.0349 and 0.2645 respectively. Whereas the value of 0,3 x nIQR (0.3 constanta from APLAC, nIQR were the difference in quartile 3 and quartile 1 were normalized) were obtained that 0.0551 and 0.2774 respectively. The value of ( Xi - Xhm ) were obtained smaller than the value of 0,3 x nIQR, so that the sample of candidate standard material zirconyl chloride were stable. The content of Zr element in sample of candidate standard material zirconyl chloride was obtained by F-AAS method to compaired with XRF method showed that at level of significant 5 % was obtained t0=2,37 > ttable =2.28, show that the difference of average concentration, but lower than at level of significant 1 % (ttable= 3.169). Based on calculation of statistically data processing were conclusied that the candidate of standard materials zirconyl chloride were homogeneous and stable. The results of comparative tests of Zr content with XRF method showed no difference in sigifikance 1 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 6