cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 18 Nomor 1 Januari 2015" : 5 Documents clear
UJI BANDING METODE SSA DAN AAN PADA ANALISIS UNSUR MAYOR DAN MINORDALAM MINERAL ZIRKON KALIMANTAN. C. Supriyanto, Sukirno, Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.641 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2825

Abstract

UJI BANDING METODE SSA DAN AAN PADA  ANALISISUNSUR MAYOR DAN MINORDALAM MINERAL ZIRKON KALIMANTAN. Telah dilakukan perbandingan metode spektrometri serapan atom (SSA) dan analisis aktivasi neutron (AAN) pada analisis unsur mayor dan minor (Cr, Fe, Al, Si, Hf dan Zr) dalam cuplikan mineral zirkon dari Kalimantan. Validasi metode uji SSA dan AAN dilakukan dengan melakukan analisis unsur Cr, Fe, Al, Si, Hf dan Zrdalam CRM pasir zirkon buatan PTAPB-BATAN tahun 2009. Berdasarkan perhitungan secara statistik, diperoleh nilai akurasi dan presisi dengan metode SSA dan AAN masing-masing berada pada rentang persyaratan 95 – 110 %  dengan presisi masing-masing < 5 %. Diperoleh kadar  unsur Cr, Fe, Al,Si, dan Zr dalam cuplikan dengan metoda SSA masing-masing Cr : 0,123 ± 0,004 %, Fe : 3,522 ± 0,119 %, Al : 0,345 ± 0,002%, dan Zr : 38,161 ± 1,022 %, dengan metode AAN Cr : 0,110 ± 0,007 %, Al : 3,764 ± 0,320 %, Al : 0,549 ± 0,006 %, dan Zr : 38,986 ± 0,330 %. Hasil uji t menunjukkan rerata konsentrasi unsur Cr, Fe, dan Zr pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 5 %, tidak ada perbedaan rerata konsentrasi unsur karena masing-masing nilai t0< tt(5%). Sedangkan unsur Al terdapat perbedaan rerata konsentrasi karena nilai t0> tt(5%) (2,793 > 2,28), meskipun demikian pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 1 %  tidak ada perbedaan rerata konsentrasi karena nilai t0< tt(1%) (2,793 < 3,169). Hasil uji F terhadap kedua metode uji menunjukkan  untuk analisis unsur Cr dan Zr pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 5 % tidak ada perbedaan kecermatan, karena masing-masing diperoleh nilai F0< Ft(5%),(3,063 dan 0,104 < 5,05). Sedangkan unsur Fe dan Al terdapat perbedaan kecermatan karena masing-masing diperoleh nilai F0> Ft(5%)(7,231 dan 9,0 >5,05), meskipun demikian pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 1 %  tidak ada perbedaan kecermatan uji karena masing-masing diperoleh nilai F0<Ft(1%), (7,231 dan 9,0  <10,97).
EVALUASI ASPEK FARMASETIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN-VITRO KIT DIAGNOSTIK 99mTc-KANAMYCIN Eva Maria Widyasari; Maula Eka Sriyani; Iim Halimah; Hendris Wongso; Teguh Hafiz Ambar Wibawa; Iswahyudi Iswahyudi; Ahmad Sidik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.402 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2786

Abstract

Angka kematian akibat infeksi dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbagai usaha terus dilakukan guna menekan angka kematian yang ada, salah satu contohnya dengan pengembangan metode diagnostik berbasis nuklir. 99mTc-Kanamycin merupakan kit diagnostik potensial untuk dikembangkan menjadi senyawa bertanda yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit infeksi. Kanamycin adalah sebuah antibiotik berspektrum kerja luas yang telah lama digunakan dalam menekan pertumbuhan bakteri baik itu bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Selain harus memenuhi standar sifat fisika dan kimia, 99mTc-Kanamycin juga harus melalui tahapan uji preklinis sebelum diuji cobakan pada manusia (uji klinis). Berbagai aspek farmasetik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji sterilitas, uji pirogenitas dan uji toksisitas, serta uji aktivitas antibakteri. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sediaan 99mTc-kanamycin steril, bebas pirogen, tidak toksik dan daya hambat terhadap bakteri relatif sama dengan kanamycin tidak bertanda radioaktif. Uji uptake sediaan terhadap bakteri optimum pada waktu 24 jam inkubasi pada suhu 37oC. Hasil uji uptake maupun uji daya hambat terhadap bakteri menunjukkan bahwa 99mTc-kanamycin lebih aktif terhadap bakteri S. aureus dibandingkan terhadap E.coli.
PENAKSIRAN KONTAMINASI LOGAM BERAT DAN KUALITAS SEDIMEN SUNGAI CIMADUR, BANTEN Th Rina Mulyaningsih; Siti Suprapti
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.342 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2842

Abstract

Asesmen kualitas sedimen sungai  dapat dilakukan melalui perhitungan  indek polusi.  Adanya kegiatan penambangan emas di Cikotok, ditengarai  berdampak terhadap penurunan kualitas sungai Cimadur.  Telah dilakukan  perhitungan indeks polusi oleh logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn terkandung dalam sedimen Sungai Cimadur Cikotok Banten.  Sampling sedimen dilakukan di 9 lokasi sampling sepanjang sungai Cimadur. Kuantifikasi  logam berat dalam sampel dilakukan dengan menggunakan teknik analisis aktivasi neutron. Hasil asesmen berdasarkan nilai faktor pengkayaan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan konsentrasi logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn karena faktor antropogenik. Berdasarkan nilai indek geoakumulasi diketahui bahwa lokasi sampling telah tercemar, terutama oleh Hg dan As. Logam berat terkandung dalam sedimen memberikan resiko ekologis terhadap lingkungan dengan urutan Cr<Zn<As<Hg. Berdasarkan nilai indek beban polusi (PLI), semua lokasi sampling tercemar oleh logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn.  Logam berat ini dapat bersumber dari bebatuan alam dan karena kegiatan penambangan emas. Evaluasi berdasarkan nilai indek resiko ekologis potensial, menunjukkan bahwa pencemaran logam berat  ini akan memberikan dampak resiko ekologis terhadap lingkungan sekitarnya dari tingkat rendah hingga tinggi, sehingga perlu pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang tepat untuk menurunkan beban pencemaran yang ada di lokasi tersebut.
KINETIKA PELINDIAN TITANIUM DALAM ILMENIT MEMAKAI HCl MV Purwani; Suyanti Suyanti; Herry Poernomo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.38 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2850

Abstract

Telah dilakukan penelitian pelindian ilmenit dari tailing pengolahan pasir zirkon. Tailing pengolahan pasir zirkon mengandung Zr, Ti, Nb dan Fe. Pada penelitian ini akan dilakukan penentuan kimetika pelindian (leaching) Ti dalam ilmenit memakai HCl.  Pada penentuan laju reaksi meliputi pengaruh perbandingan HCl dengan berat ilmenit, M HCl dan suhu reaksi. Percobaan untuk menentukan tetapan laju reaksi dilakukan dengan memvariasi suhu reaksi dengan parameter waktu mulai 0 sampai 250 menit dan suhu proses mulai 700C sampai 1080C.   Dari hasil penelitian pelindian Ti dalam ilmenit memakai HCl, dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar perbandingan HCl dengan berat ilmenit, M HCl dan suhu reaksi, laju reaksi semakin cepat. Laju reaksi pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0021 – 0,0032 gmol/l.menit dan laju reaksi pada 250 menit berkisar antara 0,0005 – 0,0007 gmol/l.menit untuk variasi perbandingan HCl dengan berat ilmenit = 4 – 20.  Laju reaksi pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0012 – 0,0026 gmol/l.menit dan laju reaksi pada 250 menit berkisar antara 0,0004 – 0,0006 gmol/l.menit untuk M HCl = 8 – 12,23 M.. Laju reaksi pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0012 – 0,0032 gmol/l.menit dan laju reaksi pada 250 menit berkisar antara 0,0002 – 0,0006 gmol/l.menit pada reaksi = 70 – 1080C. Reaksi pelindian Ti dalam ilmenit merupakan reaksi orde kedua. hubungan antara suhu (T) dengan tetapan laju reaksi (k).  ln k = -5383,5/T  + 6,6149 atau k = 6,6149.e- 5383,5/T, faktor frekuensi A = 746,130, energi aktivasi E = 44758,419 kj/mol.
KARAKTERISASI FISIKO-KIMIA RADIOISOTOP TERBIUM-161-KLORIDA (161TbCl3) HASIL IRADIASI BAHAN SASARAN GADOLINIUM OKSIDA ALAM Azmairit Aziz, Nana Suherman
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.026 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2824

Abstract

ABSTRAK KARAKTERISASI FISIKO-KIMIA RADIOISOTOP TERBIUM-161-KLORIDA (161TbCl3) HASIL IRADIASI BAHAN SASARAN GADOLINIUM OKSIDA ALAM. Saat ini jumlah penderita kanker meningkat setiap tahun  di Indonesia dan menjadi penyebab kematian ke tiga setelah penyakit jantung dan darah tinggi. Terbium-161 (161Tb)  merupakan  pemancar-β- lemah (Eβ- = 0,155 MeV,  T1/2 = 6,9 hari) yang sangat mirip dengan  177Lu baik dari segi waktu paro, energi beta dan sifat kimianya. Akan tetapi,  161Tb juga memancarkan elektron konversi dan elektron Auger yang  dapat memberikan efek terapi yang lebih besar dibanding 177Lu. Radioisotop 161Tb dapat dibuat dalam bentuk bebas pengemban (carrier-free) untuk digunakan dalam penandaan biomolekul sebagai radiofarmaka spesifik target untuk terapi sel kanker. 161Tb diperoleh melalui reaksi inti 160Gd (n,γ) 161Tb dengan penembakan neutron termal pada bahan sasaran gadolinium oksida alam sebanyak 100 mg di RSG-G.A.Siwabessy pada fluks neutron termal ~1014 n.cm-2.s-1 dan diikuti dengan pemisahan radiokimia 161Tb dari isotop Gd menggunakan metode kromatografi ekstraksi. Karakterisasi fisiko-kimia larutan radioisotop 161TbCl3 telah dilakukan meliputi penentuan kemurnian radionuklida menggunakan  spektrometry-γ dengan detektor HP-Ge yang dilengkapi multichannel analyzer (MCA). Kemurnian radiokimia ditentukan menggunakan metode kromatografi kertas dan elektroforesis kertas. Hasil menunjukkan bahwa radioisotop 161TbCl3 memiliki pH 2, kemurnian radiokimia 99,64 ± 0,34%, kemurnian radionuklida sebesar 99,69 ± 0,20%, aktivitas jenis dan konsentrasi radioaktif pasca iradiasi  masing-masing sebesar 2,26 – 5,31 Ci/mg dan 3,84 – 9,03 mCi/mL. Larutan 161TbCl3 stabil  selama 3 minggu pada temperatur kamar dengan kemurnian radiokimia sebesar 98,41 ± 0,42%. Larutan radioisotop 161TbCl3 hasil iradiasi bahan sasaran gadolinium oksida alam memiliki karakteristik fisiko-kimia yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka.

Page 1 of 1 | Total Record : 5