cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2: JANUARI 2016" : 7 Documents clear
CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS Wagiyo Honggowiranto; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.99 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4202

Abstract

CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS. Cathode materials of LiFePO4 for rechargeable-lithium ion battery were synthesized by combination of sonication and hydrothermal method. The reaction has been carried out by mixing of FeSO4.7H2O, H3PO4, LiOH and ethylene glycol. The mixtures were sonicated by ultrasonic prior to a hydrothermal process. The crystal structure, microstructure and electrical properties of LiFePO4 products were characterized by usingX-ray diffraction (XRD), a Scanning ElectronMicroscope (SEM), and an Impedance Spectroscopy, respectively. The X-ray data showed that the crystal structure of LiFePO4 belongs to the P m n a space group (olivine structure). The crystalline size of sample non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 730.2; 3068.0 and 639.4 Å, respectively. Performances of half cell batteries were measured by Impedance spectroscopy and by using Battery Analyzer BST-8.The EIS data from half cell batteries of nonsonic, sonic and commercial LiFePO4 were 269.92; 149.85 and 106.2 Ω, respectively. Meanwhile, the specific capacities at 0.1C of non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 98.70; 120.17 and 125.23 mAh/g, respectively.As confirmed by SEM image, the particle distribution of sonic-LiFePO4 were more homogenous, and had properties similar to the commercial ones. It is concluded that the sonication procedure carried out prior to hydrothermal has improved performance of the lithium ion battery.
SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BES Diana Rakhmawaty Eddy; Atiek Rostika Noviyanti; Dini Janati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4207

Abstract

SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BESI. Silika merupakan material yang menarik perhatian para peneliti karena aplikasinya yang luas dan pembuatannya yang mudah. Salah satu metode pembuatan silika adalah metode sol-gel. Silika yang dihasilkan bersifat amorf dengan densitas yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai penyangga fotokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis TiO2 -SiO2 untuk menurunkan kadar logam kromium dan besi dalam air. Tahapan penelitian adalah sintesis silika dengan variasi konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi, imobilisasi TiO2 pada SiO2 , dan uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 terhadap kadar logam kromium dan besi dari air Sungai Cikijing. Untuk mengetahui gugus fungsi, morfologi, bentuk kristal, komposisi TiO2 dalam fotokatalis TiO2 -SiO2 , dan kadar logam dilakukan analisis dengan menggunakan Fourier Transform - Infra Red (FT-IR), Scanning Electron Microscope (SEM-EDX), X-Ray Diffractometry (XRD), dan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS).Dalam penelitian ini, jumlah konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi divariasikan yaitu; 12,5% dan 25% dengan suhu kalsinasi 400C, 500C, dan 600C. Hasil analisis FT-IR menunjukkan bahwa puncak silika muncul pada bilangan gelombang 3447 cm-1 (regang –OH), 1638 cm-1 (regang Si-O) dan 1107 cm-1 (regang Si-O-Si). Hasil pengukuran TiO2 -SiO2 10% dengan XRD menunjukkan bahwa puncak pada 2θ = 25,26° adalah TiO2 anatase dan 2θ = 23,86° adalah SiO2 amorf sehingga diketahui bahwa TiO2 terimobilisasi pada SiO2 dengan komposisi TiO2 sebesar 10,05% dari hasil pengukuran SEM-EDX. Uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 10% memiliki aktivitas optimum dalam menurunkan kadar logam kromium sebesar 95,30% dan besi sebesar 93,62% pada konsentasi awal kromium 3,832 mg/L dan besi 2,039 mg/L.
SINTESIS MEMBRAN KOPOLIMERISASI SELULOSA ASETAT-GLUTARALDEHID MENGGUNAKAN IRADIASI BERKAS ELEKTRON UNTUK PERVAPORASI ETANOL-AIR E. Evy Ernawati1; Meri Suhartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.996 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4203

Abstract

SINTESIS MEMBRAN KOPOLIMERISASI SELULOSA ASETAT-GLUTARALDEHID MENGGUNAKAN IRADIASI BERKAS ELEKTRON UNTUK PERVAPORASI ETANOL-AIR.Membran selulosa asetat dapat digunakan untuk pervaporasi etanol-air, namunmembran inimemiliki derajat penggembungan tinggi sehingga kinerjanya rendah maka perlu dimodifikasi. Modifikasi pada studi ini dilakukan dengan mengkopolimerisasimembran selulosa asetat danmonomer glutaraladehidmenggunakan inisiator iradiasi berkas elektron. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh glutaraldehida dan iradiasi berkas elektron terhadap karakteristik serta kinerjamembran selulosa asetat termodifikasi terhadap pervaporasi etanol-air. Karakterisasi yang dilakukan meliputi penentuan derajat kopolimerisasi dan penggembungan, kekuatan tarik, dan morfologi (SEM) dari membran selulosa asetat termodifikasi. Sementara penentuan kinerja membran selulosa asetat termodifikasi meliputi fluks dan selektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan glutaraldehida 1%, dan dosis iradiasi 30 kGy, terjadi penurunan nilai derajat penggembungan sebesar 66,16%, peningkatan kekuatan tarik sebesar 49,75%, peningkatan nilai selektivitasnya sebesar 16,5 kali dan penurunan nilai fluks sebesar 0,7 kali. Modifikasi selulosa asetat dengan dengan penambahan glutaraldehida dan radiasi berkas elektron dapat memperbaiki karakteristik dan kinerja membran selulosa asetat untuk pervaporasi etanolair.
PENGARUH IMPLANTASI ION ARGON PADA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA AISI 430 UNTUK BAHAN STRUKTUR REAKTOR. Agus Hadi Ismoyo; B. Bandriyana; Parikin Parikin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.721 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4208

Abstract

PENGARUH IMPLANTASI ION ARGON PADA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA AISI 430 UNTUK BAHAN STRUKTUR REAKTOR. Rekayasa permukaan dengan teknik implantasi ion argon (Ar+) dapat meningkatkan sifat bahan terutama kekerasannya. Implantasi ion argon ini dilakukan pada baja komersial AISI 430 untuk aplikasi bahan komponen reaktor. Perubahan struktur mikro dan kekerasan setelah implantasi diteliti untuk analisis perubahan sifat mekanik bahan. Proses implantasi ion dilakukan pada energi percepatan sebesar 100 keV dengan arus ion 10mA dan waktu implantasi divariasi 30, 60 dan 90menit. Pengamatan struktur mikro dan fasa dilakukan dengan pengujian mikroskop optik dan uji XRD (X-ray diffraction), sedang pengujian kekerasan dilakukan dengan metode pengukuran Vickers. Hasil uji mikroskop optik menunjukkan terjadi proses difusi ion argon ke permukaan baja komersial AISI 430 dengan kedalaman difusi sekitar 0, 5 mikron untuk waktu implantasi 60 menit dan 2 mikron untuk 90 menit implantasi. Hasil uji XRD untuk sampel sebelum dan sesudah implantasi menunjukkan identifikasi refleksi puncak bidang (110), (200) dan (211) berturutan muncul pada sudut difraksi 2θ= 44,57°; 64,86° dan 82,11°. Implantasi ion tidak menumbuhkan puncak dan fasa baru yang menunjukkan hanya terjadi proses substitusi dan bukan interstisi argon terhadap atombesi atau atom krompada kisi kristal BCC. Hal ini disebabkan karena jari-jari atomargon 0,987 Å hampir sama dengan jari-jari kovalen besi yaitu 1,17 Å seperti ini ditunjukkan pada pergeseran sudut difraksi. Perubahan kekerasan terjadi pada proses implantasi sesuai dengan dosis ionArgonmelalui penambahan waktu implantasi.Nilai kekerasan bajameningkat setelah diimplantasi ion argon, semakin lama proses implantasi semakin tinggi kekerasannya.Mula-mula saat baja komersialAISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 30 menit kekerasannya adalah 190,78 HV, kemudian setelah baja komersial AISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 60 menit kekerasannya menjadi 222,53 HV dan setelah baja komersial AISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 90 menit kekerasannya menjadi 241,46 HV.
PENGARUH SUHU REAKSI PADA POLIMERISAS IHIDROGEL BERBASIS KITOSAN Lik Anah; Nuri Astrini; Agus Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.364 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4204

Abstract

PENGARUH SUHU REAKSI PADA POLIMERISAS IHIDROGEL BERBASIS KITOSAN. Polimer hidrogel kitosan-g-poli(asam akrilat) telah dipreparasi dalam larutan melalui polimerisasi radikal bebas (free radical polymerization) menggunakan benzoyl peroxide (BPO) sebagai inisiator dan methylene bisa crylamide (MBA) sebagai agen ikatan silang (crosslinking agent). Percobaan dilangsungkan dalam reaktor gelas leher tiga yang dilengkapi dengan kondensor, waterbath dan pengaduk mekanik di bawah kondisi inert atmosphere. Sebagai variabel tetap dalam proses kopolimerisasi cangkok (grafted copolymerization) monomer asamakrilat pada kitosan adalah ratio asam akrilat (AA) terhadap kitosan (CTS) = 7,2; konsentrasi BPO 2,44% w/w; konsentrasi MBA 2,44%w/w, agitasi 200 rpm dan waktu reaksi 3 jam. Suhu polimerisasi divariasikan pada 30, 50, 70, dan 90oC. Kemampuan penyerapan air (water absorbency) oleh kopolimer cangkok (graft copolymer) hidrogel kitosan-g-poli (asam akrilat) (CTS-g-PAA) diuji melalui analisa swelling ratio dalam air distilat dan larutan NaCl 9%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses polimerisasi pada suhu 90 oC memberikan hasil kapasitas swelling (swelling capacity) tertinggi yaitu sebesar 41,68 g/g dalam air distilat dan 42,55 g/g dalam larutan NaCl 9%. Hasil analisa FT-IR menunjukkan bahwa pada hidrogel CTS-g-PAA telah terjadi enam puncak baru pada bilangan gelombang 1577, 1404, 1172, 1076, 713, dan 632 cm-1. Hasil analisa morfologi permukaan menggunakan SEM menunjukkan bahwa hidrogel CTS-g-PAA memiliki struktur yang porous dan lebih kompak daripada kitosan murni.
PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATA Asron Ferdian Falaah; Adi Cifriadi; Mochamad Chalid
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.563 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4205

Abstract

PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATAN.Vulkanisat karet bantalan jembatan diproduksi melalui beberapa tahapan meliputi pemilihan bahan baku karet, perancangan formulasi kompon, pencampuran, dan vulkanisasi. Pemilihan karet alamuntuk vulkanisat bantalan jembatan merupakan tahapan penting karena mempengaruhi sifat produk akhir. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis karet alam seperti sit asap, karet kompo, karet sit rakyat dan karet standar Indonesia terhadap sifat fisika vulkanisat karet untuk produk bantalan jembatan. Penelitian ini melakukan uji sifat teknis bahan baku karet yang digunakan meliputi uji plastisitas awal (P0); indek ketahanan plastis (PRI); kadar abu; kadar zat menguap; kadar kotoran dan melakukan perancangan kompon karet dan pengujian sifat fisika vulkanisat berupa uji kekerasan; kuat tarik; perpanjangan putus; pengusangan; pampatan tetap; ketahanan ozon yang mengacu pada SNI3967:2013 untuk bantalan jembatan. Hasil penelitian menunjukkan karet sit asap mempunyai sifat teknis yang lebih baik dibandingkan dengan jenis karet mentah lain berdasarkan nilai PRI, kadar abu dan kadar kotoran. Hasil uji sifat fisika untuk parameter kekerasan, kuat tarik, dan perpanjangan putus tidak berbeda nyata, namun setelah pengusangan menunjukkan perbedaan nyata pada nilai kuat tarik dan perpanjangan putus.
PENGARUH KONSENTRASI POLIETILEN GLIKOL(PEG) TERHADAP KARAKTERISTIK NANO FLUIDA AIR-ALUMINA Pipih Nurhidayati; Dani Gustaman Syarif; Hasniah Aliah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.314 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4206

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI POLIETILEN GLIKOL(PEG) TERHADAP KARAKTERISTIK NANO FLUIDA AIR-ALUMINA. Telah dilakukan penelitian pengaruh Polietilen Glikol (PEG) terhadap transfer panas pada nanofluida air alumina (Air-Al2O3). Sintesis nanofluida dilakukan dengan mendispersikan nanopartikel alumina (Al2O3) ke dalam fluida konvensional air (H2O). Pada penelitian ini dikaji pengaruh penambahan PEG terhadap karakteristik nanofluida air-Al2O3. Karakterisasi nanofluida yang dilakukan adalah pengukuran zeta potensial, viskositas, konduktivitas termal, dan Critical Heat Flux (CHF). Serbuk Al2O3 untuk nanofluida dianalisis menggunakan Scanning ElectronMicroscope (SEM) dan X-RayDffactometer (XRD), luas permukaannya diukur dengan alat surface areameter dengan menggunakan metode Brunauer-Emmett-Teller (BET). Penambahan Al2O3 sebesar 1 gram dapat meningkatkan konduktivitas termal sebesar 6% dan peningkaktan CHF sebesar 149% dibandingkan dengan konduktivitas termal dan CHF air. Nilai optimum konsentrasi PEG adalah 0,3%. Penambahan PEG 0,3% dapat meningkatkan konduktivitas termal sebesar 7,6% dan CHF sebesar 232% di bandingkan dengan konduktivitas termal and CHF air.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue