Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMISAHAN LANTHANUM DARI LIMBAH HASIL PENGOLAHAN TIMAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN BERTINGKAT Hastiawan, Iwan; Firmansyah, Fajar; Juliandri, Juliandri; Eddy, Diana Rakhmawaty; Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.439 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10678

Abstract

Di Indonesia mineral  mengandung unsur tanah jarang terdapat di dalam mineral bawaan pada komoditas utama terutama emas dan timah. Unsur tanah jarang sesuai namanya merupakan unsur yang langka, di alam berupa senyawa kompleks fospat dan karbonat. Lanthanum merupakan unsur dengan nomor atom 57 dan termasuk dalam golongan unsur tanah jarang ringan. Lanthanum oksida digunakan secara ekstensif pada aplikasi lampu karbon, terutama di industri perfilman untuk lampu studio dan proyeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar lanthanum oksida yang diperoleh dari hasil pemisahan dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat. Langkah pertama adalah destruksi dengan menggunakan natrium hidroksida. Lalu pembentukan tanah jarang klorida dengan penambahan asam klorida. Selanjutnya pengendapan selektif  untuk memisahkan tanah jarang hidroksida. Kemudian pemisahan lanthanum  dengan cara pengendapan bertingkat menggunakan ammonium hidroksida. Pengendapan dilakukan dalam  tingkatan pH yang berbeda. Lantanum hidroksida dilarutkan dengan asam nitrat untuk kemudian diendapkan dengan penambahan asam oksalat. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 1000°C selama 2 jam untuk pembentukan lanthanum oksida. Lanthanum oksida dianalisis dengan menggunakan SEM-EDX. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa lanthanum oksida yang diperoleh dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat mempunyai kadar sebesar 86,59%. Efisiensi dari metode pengendapan bertingkat dengan menggunakan ammonium hidroksida sebesar 64,57%.
Preparasi Elektrode Glassy Karbon-AuNP Dan Aplikasinya untuk Penentuan Cr(III) Secara Voltammetri dengan Pengaruh Cd(II), Cu(II), Zn(II), Dan Cr(VI) Hartati, Yeni Wahyuni; Wyantuti, Santhy; Fadhilah, Riana Adisti; Eddy, Diana Rakhmawaty
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.883 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14608

Abstract

Kromium di alam berada dalam bentuk Cr(III) yang bersifat essensial dan Cr(VI) yang bersifat racun. Untuk itu diperlukan suatu metode yang sensitif dan efektif untuk menganalisis Cr(III). Metode voltammetri merupakan metode yang menjanjikan, karena dapat menggunakan elektrode kerja yang bisa secara luas dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ion logam Cd(II), Zn(II), Cu(II) dan Cr(VI) serta mengetahui akurasi, limit deteksi, dan presisi dari penentuan Cr(III) secara voltammetri pulsa differensial menggunakan elektrode glassy karbon nanopartikel emas. Prosedur yang dilakukan adalah pembuatan larutan-larutan, pembuatan koloid nanopartikel emas, modifikasi elektrode glassy karbon, pengaruh ion logam Cd(II), Zn(II), Cu(II), dan Cr(VI) serta analisis Cr(III) dalam limbah tekstil secara voltammetri menggunakan elektroda glassy karbon nanopartikel emas. Dari penelitian ini didapatkan hasil modulasi amplitudo optimum 0,05 V, limit deteksi 4,6889 ppm, presisi pengukuran sebesar 98,19%, akurasi sebesar 96,17%. Adanya ion logam lain dapat mengganggu puncak arus Cr(III).
SINTESIS PARTIKEL NANO TITANIUM DIOKSIDA PADA KAIN KATUN DAN APLIKASINYA SEBAGAI MATERIAL SELF-CLEANING Eddy, Diana Rakhmawaty; Lestari, Mastuti Widi; Hastiawan, Iwan; Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.386 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10923

Abstract

Katun merupakan salah satu serat alami yang sering digunakan sebagai bahan pakaian. Namun sebagian besar orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaan dan tidak mempunyai waktu untuk membersihkan pakaiannya sehari-hari. Maka dari itu perlu dilakukan pengembangan sifat kain katun yang dapat mendekomposisi sendiri kotoran yang mengenainya, atau self-cleaning. Partikel nano TiO2 dengan sifat fotokatalitiknya mampu memberikan sifat self-cleaning pada kain katun. Sintesis partikel nano TiO2 pada kain katun dilakukan dengan metode sonokimia. Titanium Tetraisopropoksida (TTIP) digunakan sebagai prekursor partikel nano TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi TTIP dengan cara memvariasikan volume penambahan TTIP (0,1; 1; 2; 3,1; dan 4,2 mL) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pengembanan partikel nano TiO2 pada kain katun dan aktivitas self-cleaning-nya. Katun-TiO2 terbukti mempunyai aktivitas self-cleaning yang dapat menghilangkan sendiri noda Rhodamin B baik dengan bantuan sinar matahari maupun lampu UV. Katun-TiO2 2 (volume TTIP 2 mL) mempunyai aktivitas menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B terbaik, yaitu sebesar 96,932% pada lampu UV dan 32,890% pada tempat gelap. Sedangkan kain katun blanko hanya menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B sebesar 8,647% pada radiasi lampu UV dan 2,800% pada tempat gelap. Berdasarkan analisis SEM diketahui bahwa partikel nano telah terdistribusi pada permukaan kain katun walaupun masih terdapat agregrat di beberapa bagian. Analisis XRD menunjukkan bahwa partikel nano TiO2 baik yang terbentuk pada kain katun maupun dalam bentuk padatan mempunyai fase anatase dengan ukuran kristal 14,05 nm.
Cangkang Telur Ayam sebagai Sumber Kalsium dalam Pembuatan Hidroksiapatit untuk Aplikasi Graft Tulang Noviyanti, Atiek Rostika; Haryono, Haryono; Pandu, Rinal; Eddy, Diana Rakhmawaty
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.017 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16057

Abstract

Hidroksiapatit dengan struktur heksagonal merupakan biomaterial yang berpotensi sebagai implan tulang maupun gigi, karena memiliki sifat biokompatibilitas, dan bioresorbabilitas. Karakteristik kimia dan kristalinitas hidroksiapatit yang mirip dengan sifat tulang dan gigi manusia, menyebabkan kehadirannya dalam tubuh mudah diterima. Tujuan penelitian ini untuk menyintesis hidroksiapatit dengan metode basah menggunakan kalsium hasil isolasi dari cangkang telur ayam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan reaksi metode basah. Proses sintering optimum diamati dengan variasi waktu 3, 5 dan 9 jam. Karakterisasi struktur, morfologi, dan komposisi unsur hidroksiapatit masing-masing menggunakan XRD dan TM-EDX. Hidroksiapatit terbanyak diperoleh pada waktu sintering selama 5 jam, yaitu sebesar 74,74%, dengan rasio massa Ca/P 1,67. Pola difraksi XRD hidroksiapatit hasil sintesis mirip dengan ICSD #157481.
Microencapsulation of Lime Peel Essential Oils (Citrus aurantifolia) with Complex Coacervation Methods using Gelatin/Sodium Alginate Coating Sandra Puspita; Diana Rakhmawaty Eddy; Tatang Wahyudi; Euis Julaeha
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v6i1.14618

Abstract

Lime (Citrus aurantifolia) peel essential oils are complex metabolites mainly used as natural preservatives. The principal constituents include d-limonene, β-pinene, and terpineol. Moreover, essential oils (EOs) are potentially known volatile and unstable compounds, hence, they require proper packaging techniques, e.g., microencapsulation. The purpose of this study is to evaluate the binary methods of lime peel essential oils microencapsulation using complex coacervation. This involves the application of gelatin and sodium alginate coatings under two specific conditions, termed core/coating ratio 1:1.2, with modified stirring and core/coating ratio 1:2.0, with stirring speed of 600 rpm, respectively. The results showed the EOs preparation generated 0.70% yield characterized by good quality, fresh aroma, and pale-yellow coloration. Also, microcapsules delivered 37.06% yield, 39.18% oil content, 31.53% encapsulation efficiency (EE), and less smooth-edged SEM surface under condition I. Meanwhile, condition II demonstrated 51.46% yield, 58.66% oil content, 92.04% encapsulation efficiency (EE), and flat-curved, SEM surface. Furthermore, it was carefully observed condition II produced more superior microcapsules
The Use of Rice Husk Silica in Modified Zinc Oxide Photocatalysts to Reduce Chromium Concentration Diana Rakhmawaty Eddy; L Ahmad Na’ani; Rustaman Rustaman; Solihudin Solihudin
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v6i1.12324

Abstract

Rice husk ash contains approximately 90-98% dry weight of silica and they have been reported to have several advantages compared to mineral silica. One of these is its application as a filler in ZnO photocatalysts using the sol-gel method. This study was, therefore, conducted to determine the effect of adding rice husk silica to increase the ability of ZnO/SiO2 photocatalyst to reduce chromium concentration. Meanwhile, a previous effort has been made to degrade methylene blue dyes by 89%. This current research involved preparing rice husk charcoal using pyrolysis tubes after which they were extracted to produce silica while ZnO/SiO2 composites were made at a 95/5, 90/10, and 85/15 (w/w) ratio and composite activity test was conducted to determine its ability to reduce chromium concentration from practicum discharge. The SEM-EDS results showed the formation of SiO2 composites in ZnO while 82.6% decrease in total chromium concentration from waste was obtained after 2 hours irradiation with 95/5 composites using ultraviolet radiation.
Pengaruh Surfaktan Biner Cetil Trimetil Amonium Bromida (CTAB)- Hexametilen Triamin (HMT) pada Pembentukan Perak Nanorods menggunakan Katalis Natrium Hidroksida Atiek Rostika Noviyanti; Iwan Hastiawan; Akrajas Ali Umar; Diana Rakhmawaty Eddy; Gani Abdilah
Al-Kimia Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v5i1.2843

Abstract

Nanoparticles have different physical properties and more interesting than that of bulk material. Nanoparticles are highly preferred for applications in various technologies as a catalyst, the raw material of electronic components, and as an antimicrobial agent. The aim of the research is synthesize of silver nanorods.  The effect of a binary surfactant CTAB-HMT on the morphology and homogeneity were investigated using UV/Vis spectrophotometer, TEM, and XRD. Base on the UV/Vis spectra and TEM morphology, silver nanoparticles have two types, spherical and rods shapes.  The best product of nanorods was obtained  at the composition of CTAB 0.15 M : HMT 0.15 M. The structure of nanorods obtained were face center cubic (fcc).
PEMISAHAN LANTHANUM DARI LIMBAH HASIL PENGOLAHAN TIMAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN BERTINGKAT Iwan Hastiawan; Fajar Firmansyah; Juliandri Juliandri; Diana Rakhmawaty Eddy; Atiek Rostika Noviyanti
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.439 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10678

Abstract

Di Indonesia mineral  mengandung unsur tanah jarang terdapat di dalam mineral bawaan pada komoditas utama terutama emas dan timah. Unsur tanah jarang sesuai namanya merupakan unsur yang langka, di alam berupa senyawa kompleks fospat dan karbonat. Lanthanum merupakan unsur dengan nomor atom 57 dan termasuk dalam golongan unsur tanah jarang ringan. Lanthanum oksida digunakan secara ekstensif pada aplikasi lampu karbon, terutama di industri perfilman untuk lampu studio dan proyeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar lanthanum oksida yang diperoleh dari hasil pemisahan dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat. Langkah pertama adalah destruksi dengan menggunakan natrium hidroksida. Lalu pembentukan tanah jarang klorida dengan penambahan asam klorida. Selanjutnya pengendapan selektif  untuk memisahkan tanah jarang hidroksida. Kemudian pemisahan lanthanum  dengan cara pengendapan bertingkat menggunakan ammonium hidroksida. Pengendapan dilakukan dalam  tingkatan pH yang berbeda. Lantanum hidroksida dilarutkan dengan asam nitrat untuk kemudian diendapkan dengan penambahan asam oksalat. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 1000°C selama 2 jam untuk pembentukan lanthanum oksida. Lanthanum oksida dianalisis dengan menggunakan SEM-EDX. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa lanthanum oksida yang diperoleh dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat mempunyai kadar sebesar 86,59%. Efisiensi dari metode pengendapan bertingkat dengan menggunakan ammonium hidroksida sebesar 64,57%.
Preparasi Elektrode Glassy Karbon-AuNP Dan Aplikasinya untuk Penentuan Cr(III) Secara Voltammetri dengan Pengaruh Cd(II), Cu(II), Zn(II), Dan Cr(VI) Santhy Wyantuti; Riana Adisti Fadhilah; Diana Rakhmawaty Eddy; Yeni Wahyuni Hartati
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.883 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14608

Abstract

Kromium di alam berada dalam bentuk Cr(III) yang bersifat essensial dan Cr(VI) yang bersifat racun. Untuk itu diperlukan suatu metode yang sensitif dan efektif untuk menganalisis Cr(III). Metode voltammetri merupakan metode yang menjanjikan, karena dapat menggunakan elektrode kerja yang bisa secara luas dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ion logam Cd(II), Zn(II), Cu(II) dan Cr(VI) serta mengetahui akurasi, limit deteksi, dan presisi dari penentuan Cr(III) secara voltammetri pulsa differensial menggunakan elektrode glassy karbon nanopartikel emas. Prosedur yang dilakukan adalah pembuatan larutan-larutan, pembuatan koloid nanopartikel emas, modifikasi elektrode glassy karbon, pengaruh ion logam Cd(II), Zn(II), Cu(II), dan Cr(VI) serta analisis Cr(III) dalam limbah tekstil secara voltammetri menggunakan elektroda glassy karbon nanopartikel emas. Dari penelitian ini didapatkan hasil modulasi amplitudo optimum 0,05 V, limit deteksi 4,6889 ppm, presisi pengukuran sebesar 98,19%, akurasi sebesar 96,17%. Adanya ion logam lain dapat mengganggu puncak arus Cr(III).
SINTESIS PARTIKEL NANO TITANIUM DIOKSIDA PADA KAIN KATUN DAN APLIKASINYA SEBAGAI MATERIAL SELF-CLEANING Diana Rakhmawaty Eddy; Mastuti Widi Lestari; Iwan Hastiawan; Atiek Rostika Noviyanti
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.386 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10923

Abstract

Katun merupakan salah satu serat alami yang sering digunakan sebagai bahan pakaian. Namun sebagian besar orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaan dan tidak mempunyai waktu untuk membersihkan pakaiannya sehari-hari. Maka dari itu perlu dilakukan pengembangan sifat kain katun yang dapat mendekomposisi sendiri kotoran yang mengenainya, atau self-cleaning. Partikel nano TiO2 dengan sifat fotokatalitiknya mampu memberikan sifat self-cleaning pada kain katun. Sintesis partikel nano TiO2 pada kain katun dilakukan dengan metode sonokimia. Titanium Tetraisopropoksida (TTIP) digunakan sebagai prekursor partikel nano TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi TTIP dengan cara memvariasikan volume penambahan TTIP (0,1; 1; 2; 3,1; dan 4,2 mL) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pengembanan partikel nano TiO2 pada kain katun dan aktivitas self-cleaning-nya. Katun-TiO2 terbukti mempunyai aktivitas self-cleaning yang dapat menghilangkan sendiri noda Rhodamin B baik dengan bantuan sinar matahari maupun lampu UV. Katun-TiO2 2 (volume TTIP 2 mL) mempunyai aktivitas menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B terbaik, yaitu sebesar 96,932% pada lampu UV dan 32,890% pada tempat gelap. Sedangkan kain katun blanko hanya menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B sebesar 8,647% pada radiasi lampu UV dan 2,800% pada tempat gelap. Berdasarkan analisis SEM diketahui bahwa partikel nano telah terdistribusi pada permukaan kain katun walaupun masih terdapat agregrat di beberapa bagian. Analisis XRD menunjukkan bahwa partikel nano TiO2 baik yang terbentuk pada kain katun maupun dalam bentuk padatan mempunyai fase anatase dengan ukuran kristal 14,05 nm.
Co-Authors Adhitya Pratama Agus Surya Mulyawan Ahlam Nauval Mahendra Akrajas Ali Umar Alfi Ikhlasul Amal Alfi Ikhlasul Amal Alfian Nur Firdaus Amal, Alfi Ikhlasul Annisa Luthfiah Atiek Rostika Noviyanti Ayu Wanda Marita Azhari Yusuf Azman Bin Ma'Amor Azmi Prasasti Bimasakti Dea Fauziah Fitri Dini Janati Diyanthi, Erlinda Widyasmara Eko Prabowo Hadisantoso, Eko Prabowo Eneng Maryani Euis Julaeha Fadhilah, Riana Adisti Fajar Firmansyah Ferli Septi Irwansyah Ferry Arifiadi Firdaus, Muhammad Lutfi Firmansyah, Fajar Gani Abdilah Haryono Haryono Haryono Haryono Hasna Rofifah Novianti Herwinta, Syifa Rahmalia Ida Usman Idamayanti, Dewi Imam Supardi Iman Rahayu Iwan Hastiawan Iwan Hastiawan Iwan Hastiawan Jakariya Nugraha Juliandri Juliandri Khairani, Raisya Fakhira Kiagus Ahmad Mirza Azuri L Ahmad Na’ani L. Ahmad Na’ani La Aba Laelaturrohmah Laelaturrohmah Luthfia Pratiwi M. Diki Permana M. Lutfi Firdaus M. Lutfi Firdaus M. Lutfi Firdaus Mastuti Widi Lestari Mastuti Widi Lestari, Mastuti Widi Mohammad Rofik Usman Nila Sari Pandiangan Nuari, Sindhi Ika Nurqisthi, Faisha Pandu, Rinal Rahma, Aqilla Irfa Muthia Riana Adisti Fadhilah Rifky Adhia Pratama Rinal Pandu Risdiana Risdiana RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Rukiah Rukiah Rustaman Rustaman Sahrul Hidayat Salma Nur Zakiyyah Sandra Puspita Sandra Puspita Sanidya Saraswati B Santhy Wyantuti Shariffuddin Bin Md Zain Solihudin Solihudin Solihudin Solihudin Soraya Nur Ishmah Sovia Islamiah Suryana Suryana Syamsiyatul Fajriyah Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Toto Subroto Yeni Wahyuni Hartati Yuni Nurhayati Yusi Deawati Zakiyyah, Salma Nur