cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perangkat Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Perangkat Nuklir (Journal of Nuclear Equepments), terbit dua kali setiap tahun bulan Mei dan November sejak 2007. Partisipasi aktif berupa saran dan pendapat maupun kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas jurnal. Alamat: Gedung 71, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15310, Indonesia, Telepon: (021) 7560896, Penerbit: Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
PERANCANGAN RUANGAN RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN SUMBER Co-60 Kristiyanti Kristiyanti; Budi Santoso; Abdul Jalil; Sukandar Sukandar
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 6, No 2 (2012): Nopember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.829 KB)

Abstract

Radiotherapy roomdesign has been done using the isotope Co-60 source with activity 8000 Ci. The purpose of thedesign is to determine room wall thickness consisting of primary and secondary part. The materialis planned to use concrete walls. The thickness calculations is based on the provision of radiationsafety according to BAPETEN regulation, where the wall thickness depends on the distance of thesource, workload, use factor and factor usages. From  the calculation  results of primary wallthickness  1300 mm, 500 mm length  and 610 mm the secondary wall. By using the wall thicknessthat has been design the radiation exposure exit from the the wall will comply with BAPETENregulatoin No 7, 2009 Telah dilakukan perancangan ruangan radioterapi eksternal menggunakan sumber isotop Cobalt-60 (Co-60) dengan aktivitas 8.000 Ci yang memberikan radiasi gamma (γ). Tujuan dari perancangan untuk menentukan tebal dinding ruangan yang terdiri dari dinding primer dan dinding sekunder. Bahan dinding direncanakan menggunakan beton. Perhitungan ketebalan berdasarkan ketentuan keselamatan radiasi sesuai ketentuan keselamatan BAPETEN dimana ketebalan dinding tergantung dari jarak sumber isotop ke dinding, beban kerja, faktor penggunaan dan faktor pemakaian.  Dari hasil perhitungan didapatkan tebal dinding primer 1300 mm dengan panjang 500 mm  dan tebal dinding sekunder 610 mm. Dengan menggunakan ketebalan dinding yang telah dirancang diharapkan paparan radiasi yang keluar dinding akan sesuai dengan peraturan SK BAPETEN No 7 Th 2009.  
PERANCANGAN PERANGKAT EMBEDDED CONTROLLER SEBAGAI KENDALl LAJU ALIR DEMINERALIZED WATER AND BORIC ACID UNTUK SIMULATOR PLTN TIPE PWR Dian Fitri Atmoko; Junus Junus; Usep Gunawan; Sutomo Budihardjo
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 1, No 2 (2007): Nopember 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.924 KB)

Abstract

Perancangan perangkat embedded controller sebagai kendali laju alir demineralize water and boric acid untuk simulator PL TN tipe PWR. Telah dirancang perangkat embedded controller dengan kemampuan untuk kendali valve laju alir demineralized water and boric acid pad a simulator PL TN tipe PWR. Dalam perancangan ini modul utamanya menggunakan PLC , dengan signal analog 0-5 volt dc sebagai masukkannya, dan signal pwm 0-100 Khz sebagai hasll keluarannya. Untuk memperkuat signal keluaran ditambahkan modul penggerak motor dc dengan semikonduktor mosfet yang terpasang secara push pull (penguat kelas C) sebagai penguat arusnya. Hal ini diperlukan agar asupan arus ke motor dc tercukupi. Dan gerakan valve dapat membuka atau menutup. Salah satu keunggulan perangkat kendali ini adalah dengan membenamkan algoritma PID pada PLC, sehingga perangkat dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus terkoneksi pad a PC.
PEREKAYASAAN SISTEM DETEKSI VIRUS FLU BURUNG DALAM TUBUH PASIEN Budi Santoso; Romadhon Romadhon; Sukandar Sukandar; Istofa Istofa
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 4, No 7 (2010): Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.737 KB)

Abstract

ENGINEERING OF AVIAN INFLUENZA VIRUS DETECTION SYSTEM IN A PA TlENT'S BODY. The avian influenza virus detection equipment in a patient's body has been made. Currently, detection of avian influenza virus carried out by expensive laboratory equipments, so only certain hospitals can perform this detection. This developing equipment is expected to be cheaper than existing equipment and the diagnosis can be known immediately. The sensing device is made using the principle of nuclear radiation detection. Radiation comes from a drunk labelled tamiflu (oseltamivir) which is drunk to the patient. Tamiflu is a drug to catch H5N1 viruses in a patient's body. A labelled tamiflu is tamiflu which is labelled by 1-131 radioisotopes. The presence of virus in the body is proportional to the amount of radiation captured by the detector. The equipment is composed of a Geiger-Mueller (GM) pancake detector type, a signal processor, a counter, and a data processor (computer). The GM detector converts the radiation that comes into electrical signals. Electrical signal is then converted into TTL level pulses by the signal processor. Pulse counting results are processed by data processor. The total count is proportional to the amount of virus captured by labelled tamiflu. The measurement threshold can be set by medical officer through software. At a certain threshold can be inferred identified patients infected with avian influenza virus. If the measurement below the threshold means that the patient is still within safe limits. This equipment is expected to create avian influenza virus detection system that cheaply and quickly so that more and more hospitals are using to detect the avian influenza virus.  PEREKAYASAAN SISTEM DETEKSI VIRUS FLU BURUNG DALAM TUBUH PASIEN. Telah dibuat perangkat pendeteksi virus flu burung dalam tubuh pasien. Saat ini pendeteksian virus flu burung dilakukan dengan peralatan laboratorium yang mahal, sehingga hanya rumah sakit tertentu saja yang dapat melaksanakan pendeteksian ini. Alat yang dikembangkan ini diharapkan lebih murah dari peralatan yang sudah ada dan hasil diagnosisnya dapat diketahui dengan segera. Alat pendeteksi yang dibuat menggunakan prinsip pendeteksian radias
DESAIN PENGENDALIAN SISTEM PENGAMBILAN PANAS REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL Agus Cahyono; Khairul Khairul Handono; Sapta Teguh Prasaja; Dian Fitri Atmoko
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 10, No 2 (2016): Nopember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.34 KB)

Abstract

DESAIN PENGENDALIAN SISTEM PENGAMBILAN PANAS REAKTOR     DAYA KSPERIMENTAL. Reaktor daya eksperimental (RDE), yang merupakan salah satu program unggulan BATAN, didisain untuk menggunakan bahan bakar pebble dan pendingin gas helium serta material grafit sebagai material struktur teras, yang meliputi reflektor atas, bawah, dan samping. RDE, yang merupakan tipe reaktor berpendingin gas temperatur tinggi (high temperature gas-cooled reactor/HTGR) ini, memanfaatkan sistem pengambilan panas secara pasif melalui sirkulasi alami. Desain pengendalian sistem pengambilan panas RDE berperan penting dalam pengoperasian instalasi secara selamat. Desain pengendalian melibatkan sistem kendali cascade dua tingkat, dimana kontroler tingkat atas menghitung setpoint untuk kontroler tingkat bawah. Desain ini diterapkan pada sistem kendali batang kendali, sirkulator helium, dan katup air umpan. Pada pengendalian batang kendali, aliran air umpan (feed water) digunakan sebagai masukan umpanmaju (feed-forward input), temperatur uap sebagai variabel terukur tingkat pertama, dan fluks neutron sebagai variabel terukur tingkat kedua. Luaran dari sistem kendali ini adalah aktuasi naik/turun batang kendali RDE. Sistem kendali sirkulator helium menggunakan aliran air umpan sebagai masukan umpan-maju (feed-forward input) dan temperatur uap sebagai masukan umpanbalik (feedback input). Sementara itu, sistem kendali katup air-umpan menggunakan aliran beban modul (module load) sebagai masukan umpan-maju (feed-forward input) dan laju alir air umpan (feed water flowrate) sebagai masukan umpan-balik (feedback input). Contoh simulasi pengendalian daya pada RDE ini juga ditampilkan.
ANALISIS STATIK RANGKA PEMEGANG PERISAI RADIASI PADA ALAT SCINTIGRAPHY MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS Muhammad Awwaluddin; Edy Purwanta; Kusdi Prijono; Priyono Priyono; Samuel Praptoyo
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 7, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.245 KB)

Abstract

Radiation shield frame holder is an important part of scintigraphy which is used to support in various operating conditions, so that the strength of the frame must be considered in the manufacturing process and material selection. In this analisis two operational conditions was considered, namely when the position detector towards the bottom (directly above the patient) and at the detector to one side direction, because the conditions have maximum loads on the operational. The analisis process was carried out on the section by giving a static load and simulated in ANSYS software. The purpose of this analisis was to determine the deformation or vector transition and critical areas of the structure that has been created. Analisis result shows that Von Misses stress has maximum of 2.2399 x 107 N/m2 for the position under the direction of the detector with vector shift or deformation value of 0.2626 mm and a maximum Von Misses 2.6452 x 107 N/m2 for the position detector to one side and shift vector or deformation value of 0.25329 mm. Analisis result is expected to be good suggestion to the structure that has been made or will be developed both in the safety and selection of the material.  ANALISIS STATIK RANGKA PEMEGANG PERISAI RADIASI PADA ALAT SCINTIGRAPHY MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS. Rangka pemegang perisai radiasi merupakan bagian penting dari alat scintigraphy yang berfungsi sebagai peyangga perisai radiasi dalam berbagai kondisi operasionalnya, sehingga kekuataan rangka harus diperhatikan dalam proses pembuatan maupun pemilihan materialnya. Dalam analisis ini ditetapkan dua kondisi operasional yaitu saat posisi detektor kearah bawah (tepat di atas pasien) dan pada saat detektor kearah samping, dikarenakan beban maksimum terjadi pada kondisi operasional tersebut. Proses analisis dilakukan pada kondisi tersebut dengan memberikan beban statik yang disimulasikan dalam software ANSYS. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui deformasi atau vektor peralihan yang terjadi serta daerah kritis dari struktur yang sudah dibuat. Setelah proses analisis dilakukan maka didapatkan tegangan Von Misses maksimum sebesar 2,2399 x 107 N/m2 untuk posisi detektor kearah bawah, juga didapatkan vektor peralihan/ deformasi sebesar 0,2626 mm serta Von Misses maksimum sebesar 2,6452 x 107 N/m2 untuk posisi detektor kearah samping dan vektor peralihan/ deformasi sebesar 0,25329 mm. Hasil analisis ini diharapkan dapat dijadikan masukkan yang baik untuk struktur yang sudah dibuat maupun yang akan dikembangkan baik dalam proses keselamatan maupun pemilihan material.
UJI LAPANGAN PENCACAH RIA BATAN UNTUK PENGUKURAN PROGESTERON SAPI DALAM PENENTUAN WAKTU PROSES INSEMINASI BUATAN Wiranto Budi Santoso; Wahyuni Z. Imran; I Putu Susila; Leli Yuniarsari
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 4, No 8 (2010): Nopember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.718 KB)

Abstract

Field Test of BATAN's RIA Counter for Cow Progeteron Measurement in Determination of Artificial Insemination Time. The field test of RIA BA TAN counter for cow progesteron measurement in determination of artificial insemination time has been done. The test was conducted by comparing sampels meeasuring result between using BATAN's RIA counter and using imported RIA counter. Cow milk samples was taken from 40 cows which were owned by farmer under KUD Bayongbong, Garut, management. The samples were taken at 0-, 11-, and 21-days after artificial insemination process was conducted. In this study, the test was cemea out for two types of BATAN's IA counter (IP3 and IP8 types). Average deviation for BATAN's RIA counter type IP3 is 0.11. While average deviation for BATAN's RIA counter type IP3 is 0.15. From the above result could be concluded that counting results of BA TAN's RIA counters are equal to the imported one.   Field Test of BATAN's RIA Counter for Cow Progeteron Measurement in Determination of Artificial Insemination Time. The field test of RIA BA TAN counter for cow progesteron measurement in determination of artificial insemination time has been done. The test was conducted by comparing sampels meeasuring result between using BATAN's RIA counter and using imported RIA counter. Cow milk samples was taken from 40 cows which were owned by farmer under KUD Bayongbong, Garut, management. The samples were taken at 0-, 11-, and 21-days after artificial insemination process was conducted. In this study, the test was cemea out for two types of BATAN's RIA counter (IP3 and IP8 types). Average deviation for BATAN's RIA counter type IP3 is 0.11. While average deviation for BATAN's RIA counter type IP3 is 0.15. From the above result could be concluded that counting results of BA TAN's RIA counters are equal to the imported one.
DESAIN MEKANIK DAN PENGENDALIAN GERAKAN RAK SUMBER ISOTOP PADA IRADIATOR GAMMA 200 kCi Ari Satmoko; Hyundiyanto Arif Gunawan
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 9, No 2 (2015): Nopember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.548 KB)

Abstract

Desain Mekanik dan pengendalian gerakan rak sumber isotop pada iradiator Gamma 200 kCi. Iradiator gamma 200 kCi dirancang untuk proses pengawetan bahan pangan menggunakan sumber radioaktif Cobalt-60. Iradiator tersebut menggunakan sumber isotope Cobalt-60 yang disusun dalam rak-rak dan disimpan di dalam kolam air. Pada saat akan digunakan untuk mengiradiasi produk, rak sumber isotop diangkat ke atas permukaan kolam dan produk yang akan diiradiasi didekatkan ke sumber isotop tersebut. Selesai pengoperasian, rak sumber isotope kembali diturunkan hingga ke dasar kolam. Desain mekanisme naik turun rak sumber menjadi bahasan dalam makalah ini yang meliputi desain mekanik dan desain pengendalian gerakan rak sumber. Sistem gerakan rak sumber terdiri atas beberapa komponen: tali seling, perangkat pneumatic sebagai sumber penggerak, dan modul transmisi. Modul transmisi terdiri dari pasangan tiga puli tetap dan tiga puli gerak. Ketika silinder pneumatik mendorong poros puli gerak secara sliding, seling mengulur menyebabkan rak sumber bergerak ke bawah. Desain diawali dengan pemodelan gaya pada seling dan poros puli. Hasil perhitungan mengantarkan pada diameter seling sebesar 1/8” tipe 1x7 SS 304 dan desain poros dengan diameter bertingkat dengan diameter paling kritis adalah 20 mm. Pengendalian gerakan rak sumber dikembangkan dengan cara mekanis dan elektronik. Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan system pneumatic. Sementara pengendalian elektronik dilakukan dengan pemrograman komputer. Berkat sensor-sensor yang diisediakan, kejanggalan fenomena pengoperasian naik turun rak sumber dapat terdeteksi.
RANCANG BANGUN PENGATUR GERAK MOTOR STEPPER UNTUK PERALATAN BRAKITERAPI Ahmad Rifai; Usep Setia Gunawan; Indarzah Masbatin Putra
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 5, No 2 (2011): Nopember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.511 KB)

Abstract

DESIGN AND CONSTRUCTION OF STEPPER MOTOR CONTROLER FOR BRACHY-THERAPY EQUIPMENT. Based on a microcontroller, a stepper motor controller for brachy-theraphy equipment has been designed and prototyped. The embedded control program routine and its other associated routines enable the microcontroller to generate required pulses via external commands for stepper motor based position control. The controller receives ASCII text command via a serial port. The constructed algorithm implements the widely used method that allows motor to rotate in three phases, i.e: acceleration, constant speed, and deceleration.   RANCANG BANGUN PENGATUR GERAK STEPPER MOTOR UNTUK PERALATAN BRAKITERAPI. Telah dilakukan perekayasaan sistem pengatur gerak stepper motor untuk brakiterapi dengan menggunakan mikrokontroler. Kode program subrutin pengaturan gerak dan subrutin yang berkaitan ditanamkan agar mikrokontroler dapat membangkitkan pulsa yang diperlukan untuk melakukan kontrol posisi berbasis stepper motor dengan perintah eksternal. Perintah pengaturan berupa teks ASCII diberikan melalui saluran komunikasi serial. Algoritma umum dipakai dalam pengaturan gerak motor, yaitu terdiri dari 3 fase: gerak dengan percepatan, kecepatan konstan, dan perlambatan.
PENGGUNAAN MESIN BERKAS ELEKTRON SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN BATU BARA Kristiyanti Kristiyanti
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 3, No 05 (2013): Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.059 KB)

Abstract

AN APPLICATION OF THE ELECTRON BEAM MACHINE AS AN ALTERNATIVE FLUE GAS TREA TMENT FROM COAL BURNING. The aim of this study is to recognize the process of flue gas treatment from the coal burning in a steam power plant system. The coal burning will produce flue gas that contains SOx and NOx that can cause acid rain which is not safe for environment. A study using comparison method, conventional process and irradiation process from electron beam machine (MBE) system, has been implemented. The study shows that the flue gas produced by coal burning that contains SOx and NOx can be processed futher using irradiation of MBE to become safe for environment. The process using irradiation of MBE is more efficient than the conventional process, because it requires limited area for the process and the reduction process of SOx and NOx is done simultaneously. Moreover, using the optimal parameter process will produce the maximal result. PENGGUNAAN MESIN BERKAS ELEKTRON SEBAGAI AL TERNA TIF PENGOLAHAN GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN BA TUBARA. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan gas buang hasil pembakaran batubara padai Pusat Listrik Tenaga Uap (PL TU). Hasil pembakaran batubara yang mengandung SOx dan NOx bisa menyebabkan hujan asam sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan. Metode yang digunakan adalah mengkaji pengolahan secara konvensional dan secara radiasi menggunakan irradiasi electron dari Mesin Berkas Elektron (MBE). Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa gas buang hasi/ pembakaran batubara mengandung SOx dan NOx yang merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan bisa diatasi dengan pengolahan gas buang menggunakan MBE. Dibandingkan dengan pengolahan gas buang secara konvensional, pengolahan gas buang menggunakan berkas elektron lebih efisien karena penggunaan lahan terbatas dan proses reduksi SOx dan NOx secara serentak. Apabila menggunakan parameter yang optimal maka akan didapatkan hasi/ yang maksimal
SPESIFIKASI DESAIN SISTEM ELEKTRIKAL PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR 1000 MWe UNTUK PLTN DI INDONESIA Yan Bony Marsahala; Harno Garnito; Donny Nurmayadi; Edi karyanta
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 8, No 2 (2014): Nopember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.615 KB)

Abstract

SPESIFIKASI DESAIN SISTEM ELEKTRIKAL PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR UNTUK PLTN 1000 MWE DI INDONESIA. Dari road map energy nasional tahun 2005 diketahui bahwa PLTN akan masuk program energi nasional pada tahun 2016 dan 2017. Pada saat itu akan dibangun 2 PLTN jenis PWR kapasitas masing-masing 1000 MWe. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk membangun pabrik elemen bakar nuklir yang diharapkan dapat memasok kebutuhan bahanbakar PLTN tersebut. Salah satu bagian dari desain fasilitas ini adalah rancangan sistem listrik,berupa rancangan dasar yang mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aspek teknologi, aspek ekonomi dan juga aspek lingkungan dalam bentuk spesifikasi desain. Tujuannya agar system elektrikal untuk fasilitas ini mampu menyediakan suplai daya yang cukup, aman, handal dan selamat. Desain ini disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia di mana sistem, dirancang agar dapat digunakan pada kondisi lingkungan dengan temperatur udaramaksimum 40°C, dan minimum 18°C, pada kelembaban relatif 80%, di lingkungan atmospir tropis, pada ketinggian <100 m di atas permukaan laut. Kebutuhan catu daya utama disuplai dari jaringan distribusi PLN 20 KV melalui Gardu Induk. Rancangan sistem distribusinya fleksibel dan handal sesuai dengan persyaratan operasional, dan stabil pada semua kondisi operas. Sistem distribusi didesain untuk dapat melayani operasional pabrik pada dua jalur proses, yaitu jalur AUK (AmmoniumUranil Karbonat), dan jalur JKT (Jalur Kering Terintegrasi). Dari hasil pembahasan diperolehbahwa beban terpasang maksimum adalah 421.5 KVA. Dengan asumsi faktor daya adalah 0.85,maka catu daya listrik untuk fasilitas ini dapat dipenuhi oleh satu unit transformator 500 KVA.Untuk backup power disediakan satu unit standby generator 500 KVA. Untuk keperluan sisteminstrumentasi dan kendali elektrikal disediakan UPS 220 Volt 2 KVA dan sistem DC 24 Volt, 500VA. Hasil tersebut di atas dapat dilihat pada diagram satu garis sistem kelistrikan.

Page 5 of 11 | Total Record : 104