cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018" : 8 Documents clear
Perunutan Serapan Fosfor (P) Tanaman Sorgum Berasal dari 2 Jenis Pupuk yang Berbeda Menggunakan Teknik Isotop (32P) Anggi Nico Flatian; Sudono Slamet; Ania Citraresmini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.54 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4529

Abstract

Seberapa besar tanaman menyerap hara fosfor (P) yang berasal dari pupuk dapat diketahui dengan teknik perunutan menggunakan isotop 32P. Informasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penyerapan P oleh tanaman, sehingga dapat bermanfaat untuk menentukan pengelolaan pemupukan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya serapan P tanaman sorgum berasal dari dua jenis pupuk P yang berbeda. Serapan P dirunut menggunakan isotop 32P metode tidak langsung. Pupuk P yang diuji pada penelitian ini yaitu pupuk P kimia sintetis (SP-36) dan pupuk P alami berasal dari fosfat alam yang ditingkatkan kelarutannya menggunakan pendekatan biologis (Eco-Fos). Percobaan pot dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pemupukan SP-36 dengan dosis 20 ppm P (P 25%), 40 ppm P (P 50%), 60 ppm P (P 75%) dan 80 ppm P (P 100%) serta pemupukan Eco-Fos dengan dosis 80 ppm P. Perlakuan tanpa pemupukan P dijadikan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar P yang diserap tanaman sorgum umur 46 hari setelah tanam (HST) berasal dari tanah. Pada perlakuan SP-36, sebanyak 5.7%-45.7% serapan P berasal dari pupuk dan 54.3%-94.3% lainnya berasal dari tanah. Serapan P dari perlakuan pupuk Eco-Fos adalah 24.7% dan 75.3% lainnya berasal dari tanah. Perlakuan SP-36 dosis tertinggi (80 ppm P) menyumbang P terbesar bagi tanaman, secara statistik berbeda nyata dengan perlakuan lainnya kecuali perlakuan SP-36 dosis 60 ppm P. Sumbangan P dari SP-36 dan Eco-Fos tersebut secara statistik tidak mampu meningkatkan berat kering tanaman sorgum.
Pengaruh Super Water Absorbent (SWA) Hasil Iradiasi Gamma dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassica Juncea L.) dan Populasi Mikroba Tanah Evi Ambarsari; Anas Iswandi; Rahayu Widyastuti; Darmawan Darwis; Tita Puspitasari; Dewi Sekar Pengerteni; Sri Sulisawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.627 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4654

Abstract

Super Water Absorbent (SWA) merupakan polimer hidrogel yang mempunyai struktur tiga dimensi dan dapat menyerap air lebih dari 100 kali berat keringnya. SWA tidak larut dalam air tetapi dapat mengembang (swelling). SWA dapat meningkatkan kelembaban tanah sehingga lingkungan mikroba tanah menjadi lebih baik. Aplikasi SWA dari pati singkong sangat diperlukan dalam bidang pertanian karena SWA ini menahan air sehingga meningkatkan ketersediaan air dalam tanah dan dengan mudah dapat diuraikan oleh mikroba tanah sehingga tidak meninggalkan residu yang dapat berdampak negatif pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh SWA dari pati singkong hasil iradiasi gamma dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan caisim dan populasi mikroba tanah. Penelitian dilakukan di rumah kaca menggunakan pot dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga faktor yang diteliti adalah (1) takaran SWA (0,0 g/kg tanah, 0,1 g/kg tanah dan 0,2 g kg tanah); (2) Cara penempatan SWA (melingkari tanaman dan dikonsentrasikan 4 titik sekitar tanaman); dan (3) frekuensi penyiraman (setiap hari, setiap 2 hari dan setiap 4 hari). Sintesis SWA berbasis pati singkong dengan iradiasi gamma pada dosis 10 kGy menghasilkan SWA dengan karakteristik kemampuan absorbsi air pada suhu kamar dan pH 7 hingga 150 kali berat kering dan fraksi gel 87%. Aplikasi SWA sampai dengan dosis 0,2 g/kg tanah dapat meningkatkan kadar air tanah, total populasi mikroba tanah dan fungi tanah beserta respirasi tanah namun tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman caisim dan tidak mengurangi frekuensi penyiraman. Teknik penempatan SWA di dalam tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan caisim dan populasi mikroba tanah. 
Frequencies of Micronucleus in Mononucleated Cells of People Living in Takandeang Village – A High Level of Natural Radiation Area in Indonesia Sofiati Purnami; Masnelli Lubis; Suryadi Suryadi; Siti Nurhayati; Dwi Ramadhani; Mukh Syaifudin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.156 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4624

Abstract

Our previous study showed that the micronucleus frequencies of Botteng Village inhabitants in Mamuju (a high background radiation area) were higher compared to control samples even though the difference was not significant. To validate our previous study result, here in this study we assessed the micronucleus frequencies in mononucleated cells of Takandeang Village inhabitants. Twenty seven healthy adult subjects from Takandeang Village and normal background radiation area were included in this study. Micronucleus numbers (MN) in 1000 mononucleated cells (MNC) were evaluated in this study. Results showed that mean MN numbers in MNC (MNMNC) of Takandeang Village inhabitants were significantly higher compared to control samples [3.96 ± 0.488 vs 1.96 ± 1.675; p<0.05]. The age and gender factors did not affect the MNMNC in all samples (p>0.05). It is possible that the high background radiation exposure received by Takandeang Village inhabitants induced not only the clastogenic but also aneugenic effect in lymphocytes. Overall our study showed that scoring of MNMNC can provide additional information in cytokinesis block micronucleus (CBMN) assay. Further study should be performed to validate this study results. The 24 hours culture time should be used in the further study to obtain more comprehensive results. 
Pemanfaatan Iradiasi Gamma pada Ikan Tuna dalam Pembuatan Sushi/Sashimi Joshua Agustinus Setyawan; Efendi Oulan Gustav Nata Buana; Warsono El Kiyat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.208 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4393

Abstract

Sushi/sashimi merupakan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan foodborne disease. Teknik suhu tinggi tidak dapat diterapkan pada makanan ini karena menyebabkan perubahan tekstur yang signifikan. Iradiasi merupakan teknik pengolahan yang tepat untuk menurunkan jumlah cemaran karena tidak menyebabkan perubahan tekstur. Sampel tuna diberi kombinasi perlakuan iradiasi gamma dengan laju dosis 1 kGy/jam (dosis 0; 2; dan 4 kGy) dan penyimpanan pada suhu 0°C (1 dan 3 hari). Pada setiap sampel dilakukan uji Angka Lempeng Total (ALT), koliform, Escherichia coli, Salmonella sp., nilai D10 dan resistensi antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sebesar 4 kGy merupakan dosis yang efektif karena dapat menurunkan jumlah cemaran ALT dan koliform sebesar ± 3 log. E. coli yang didapat dari pasar modern (D10 = 0,128 kGy) resisten terhadap antibiotik amoxicillin dan cefoxitin, sedangkan E. coli dari pasar swalayan (D10 = 0,174 kGy) hanya resisten terhadap amoxicillin. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah cemaran sampel dari pasar modern lebih besar dari pasar swalayan dan sashimi lebih besar dari ikan tuna iradiasi.
Cover Vol. 14 No. 2 Asih Nariastuti, B.Sc
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.782 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.5287

Abstract

Cover Volume 14 Nomor 2
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Eliminasi Mikroorganisme dan Perubahan Kadar Protein Pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) Alvin Christopher; Efendi Oulan G.H.N.B.; Warsono E.K.; Harsojo Harsojo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.963 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4256

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan mudah ditemui di pasar-pasar di Indonesia. Kurangnya pemahaman akan pentingnya sanitasi menyebabkan ikan bandeng mudah terkontaminasi mikroorganisme. Teknik pengawetan makanan dengan iradiasi gamma dapat diaplikasikan untuk mengawetkan ikan bandeng karena mampu mengeliminasi mikroorganisme tanpa mengubah karakteristik dan kandungan nutrisi ikan bandeng. Pada penelitian ini, ikan bandeng yang diperoleh dari dua pasar berbeda diiradiasi pada laju dosis 1,0 kGy dengan dosis 0; 1,5; dan 3,0 kGy serta disimpan selama 0, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pengujian ALT dan total bakteri koliform menunjukkan bahwa iradiasi gamma terbukti ampuh menurunkan jumlah cemaran mikroorganisme pada ikan bandeng. Escherichia coli (E. coli) yang diisolasi dari kedua ikan bandeng memiliki nilai D10 yang berbeda. Akan tetapi, pada pengujian ketahanan E. coli terhadap antibiotik diketahui bahwa kedua isolat E. coli memiliki sensitivitas tinggi terhadap tetrasiklin dibandingkan sefoksitin dan amoksisilin. Hasil pengukuran kadar protein dengan metode Kjeldahl menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang besar pada kadar protein secara signifikan antara ikan bandeng sebelum dan sesudah iradiasi.
Pengaruh Radiasi Pengion Terhadap Kerusakan DNA pada Sel Limfosit Pekerja Medis dengan Menggunakan Uji Komet Teja Kisnanto; Dalina Darlina; Tur Raharjo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4664

Abstract

              Pemanfaatan teknologi nuklir dibidang medis sudah banyak digunakan untuk diagnosa maupun terapi. Pasien maupun pekerja radiasi yang bertindak sebagai operator yang membantu pasien berisiko terpapar radiasi. Paparan radiasi pengion dapat menginduksi mutasi dan transformasi sel terutama sebagai konsekuensi dari kerusakan pada DNA Dengan demikian perlu dievaluasi kerusakan DNA dengan membandingkan dengan kontrol. Uji Comet merupakan salah satu biomarker untuk mengevaluasi kerusakan DNA karena paparan radiasi dengan mengukur tingkat migrasi DNA di limfosit darah tepi. Salah satu parameter yang umum digunakan pada uji komet adalah panjang ekor komet (Tail Length/TL). Pada penelitian ini dilakukan analisis TL pada citra komet dari sampel pekerja radiasi medis suatu Rumah Sakit di Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa TL kelompok pekerja radiasi medis lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Nilai TL pada pekerja radiasi medis pria lebih tinggi dibandingkan wanita. Dengan demikian aspek proteksi dan keselamatan radiasi terhadap paparan radiasi dosis rendah tidak dapat diabaikan lagi dan harus mulai untuk diprioritaskan.
Perlakuan Sinar Gamma pada Substrat Jerami Padi dan Kapang Phanerochaete Chrysosporium untuk Meningkatkan Delignifikasi melalui Fermentasi Padat Dadang Sudrajat; Nana Mulyana; Tri Retno Diah Larashati; Anna Muawanah; Anisa Ulfatu Aeni
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4635

Abstract

ABSTRAK  Delignifikasi pada biomasa lignoselulosa perlu dilakukan untuk mempermudah hidrolisis selulosa. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan efisiensi delignifikasi substrat jerami padi oleh kapang Phanerochaete. chrysosporium dengan perlakuan sinar gamma. Metode delignifikasi yang digunakan yaitu metode solid state fermentation. Perlakuan pada penelitian ini adalah iradiasi dosis rendah pada kapang P. chrysosporium 0, 500, 1000, 1500, 2000 Gy, iradiasi dosis tinggi pada jerami padi 0, 50, 100 kGy dan pretreatment NaOH (0%, 1%,2%, 3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delignifikasi dengan fermentasi padat oleh kapang P. chrysosporium yang dipapari sinar gamma 1000 Gy dan substrat jerami padi yang di pretreatment NaOH 2% dan diiradiasi 100 kGy dapat meningkatkan efisiensi delignifikasi 85,95% lebih tinggi dibandingkan tanpa iradiasi. Hasil delignifikasi maksimum pada hari ke-12 dengan kadar lignin sebesar 1,634

Page 1 of 1 | Total Record : 8