cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011" : 7 Documents clear
Sintesis Hidrogel Campuran Poli (Vinil Alkohol) (PVA)— Natrium Alginat dengan Kombinasi Beku-Leleh dan Radiasi Gamma untuk Bahan Pembalut Luka Erizal .; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.143 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan menaikkan sifat mekanik hidrogel campuran poli (vinil alkohol) (PVA) - natrium alginat (NaAlg) untuk aplikasi pembalut luka yang diproses dengan kombinasi beku-leleh dan iradiasi gamma serta dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Fraksigel, rasio swelling dan persentase penguapan air hidrogel diuji secara gravimetri, perpanjangan putus hidrogel diuji dengan Instron meter. Spektra FT-IR secara jelas menunjukkan terjadinya ikatan silang antara PVA dengan NaAlg melalui ikatan hidrogen. Kombinasi proses beku-leleh dan iradiasi dapat meningkatkan fraksi gel dan perpanjangan putus hidrogel secara signifikan dibandingkan hanya proses beku-leleh. Hidrogel PVA-NaAlg hasil kombinasi beku-leleh dan iradiasi selayaknya dapat dimanfaatkan untuk pembalut luka.
Manufacturing of Kapur Wood (Dryobalanops spp.) Particle Board and Its UV-Radiation Curing of Surface Coatings Sugiarto Danu; Darsono .; Adjat Sudradjat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.259 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.495

Abstract

Research on manufacturing the kapur (Dryobalanopsspp.) particle board has been conducted using the mixture of clover leaf oil by products andtannin after being mixed with phenol and formaldehyde as adhesives. Particle board was prepared by molding process while pressing and heating. Particle board measured by usingSNI 01-2105-1991 have physical properties i.e. density, water content, thickness swelling meet the standard whereas the mechanical properties i.e. modulus of elasticity, modulus of rupture, internal bond strength, and screw holding strength do not meet the standard. Ultra-violet cured polyester coatings on particle board have pencil hardness of 2B — 2H, medium gloss (36— 58 %), adhesion meet ASTM D 2571-71, and most failure patterns occur on particle board part. In general, polyester coats do not resist against 10 % sodium hydroxide solution
Kerusakan Morfologis dan Histologis Organ Reproduksi Lalat Buah Bactrocera carambolae (Drew & Hancock) (Diptera; Tephritidae) Jantan yang Dimandulkan dengan Iradiasi Gamma Achmad Nasroh Kuswadi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.956 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.486

Abstract

Telah diketahui bahwa iradiasi gamma dosis 90 Gy padakepompong lalat buah Bactrocera carambolae (Drew & Hancock) dapat menyebabkan kemandulan pada lalat jantan dewasa, namun belum banyak diinformasikan penyebab terjadinya kemandulan. Untuk mengetahui hal tersebut, telah diteliti perubahan morfologisdan histologis yang terjadi pada alat reproduksi jantan (testis) lalat mandul sebagai akibat iradiasi gamma. Kepompong umur 9 hari diradiasi dengan sinar gamma 90 Gy dan lalat jantan umur 7 hari dan 14 hari yang muncul dari kepompong dibedah, untuk diisolasi testisnya. Testis dari lalat iradiasi dan lalat normal kemudian diamati morfologinya, dan diukur panjang dan lebarnya di bawah mikroskup, masing-masing dengan 10 kali ulangan. Irisan testis kedua umur lalat tersebut diamati struktur histologinya dibawah mikroskup perbesaran 400 x.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan pada jaringan alat reproduksi akibat iradiasi, sehingga pertumbuhannya terganggu terlihat dari ukuran testis lalat iradiasi mengecil sementara testis lalat normal membesar. Pada umur 7 hari panjang dan lebar testis lalat iradiasi masing-masing lebih kecil 25,9% dan 30,2%, dibandingkan testis lalat normal,sementara pada umur 14 hari perbedaannya menurun lebih besar, yaitu 39.20% dan 44.42%. Kemandulan pada lalat jantan iradiasi terjadi karena adanya kerusakan pada sel-sel germinal yang menyebabkan proses spermatogenesis terganggu. Selain ukuran testis yang lebih kecil, pengamatan menunjukkan bahwa  pada preparat testis iradiasi ditemukan adanya sel-sel germinal yang mati. Perubahan morfologi dan ukuran testis ini juga merupakan ciri yang membedakan antara lalat normal dan lalat mandul iradiasi.
Pembuatan dan Karakterisasi Kopolimer c-PTFE-g-stirena dengan Metode Pencangkokan Prairadiasi Oktaviani .; Ambyah Suliwarno; Tita Puspitasari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.21 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.496

Abstract

Kopolimer ikatan silang poli(tetrafluoroetilena) tercangkokstirena (c-PTFE-g-stirena) telah berhasil dibuat dengan metode pencangkokan prairadiasi. Iradiasi film c-PTFE dilakukan menggunakan sinar gamma pada dosis iradiasi 15, 30, dan 45kGy dan temperatur ruang. Stirena selanjutnya dicangkokkan pada film c-PTFE dengan variasi temperatur 600 - 900C. Parameter yang diamati adalah derajat pencangkokan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa derajat pencangkokan meningkat dengan semakin besarnya dosis iradiasi. Derajat pencangkokan tertinggi sebesar 25,44 % diperoleh pada temperatur 700C dan masih meningkat sampai 25,73 % dengan semakin lama waktu pencangkokan. Waktu optimum untuk proses pencangkokan adalah 2 jam. Film c-PTFE-g-stirena selanjutnya dianalisis sifat kimia dan fisiknya menggunakan spektrofotometer infra merah dan Scanning Electron Microscopy (SEM).
Biosolubilisasi Batubara Hasil Iradiasi Gamma oleh Kapang Trichoderma sp. Pingkan Aditiawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.854 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.487

Abstract

Biosolubilisasi batubara adalah proses yang memiliki potensi untuk mengubah batubara padat menjadi bahan bakar cair dengan bantuan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untukmengamati kemampuan kapang Trichoderma sp. dalam mencairkan batubara dari jenis subbituminus hasil iradiasi gamma. Dosis iradiasi yang digunakan adalah 5, 10, dan 20 kGy dan sebagai pembanding adalah kontrol, yaitu batubara tidak diiradiasi. Metode yang digunakan adalah submerged culture dan inkubasi dilakukan pada suhu ruang dan agitasi 150rpm selama 28 hari. Parameter yang diukur adalah kolonisasi, pH medium dan produk solubilisasi berdasarkan nilai absorbansi pada λ250nm dan λ450nm serta analisis GC/MS untuk perlakuan terbaik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa biosolubilisasi batubara dapat ditingkatkan dengan iradiasi gamma. Kapang dapat tumbuh dengan baik dalam medium yang mengandung batubara hasil iradiasi dan pH medium menjadi lebih asam. Tingkat biosolubilisasi mengalami peningkatan tidak sebanding dengan dosis iradiasi. Dosis terbaik perlakuan adalah 20 kGy dengan produk biosolubilisasi berupa senyawa yang cenderung setara dengan bensin dan solar. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkanbahwa pra perlakuan batubara dengan iradiasi gamma memiliki potensi untuk digunakan dalam meningkatkan biosolubilisasi.
Profil Kit-Kering Radiofarmaka Siprofloksasin Wadah Tunggal Nurlaila Z.; Maula Eka S; Eva Maria W. Maria W.
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.177 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.493

Abstract

Teknesium-99m siprofloksasin (99mTc-siprofloksasin) merupakan radiofarmaka yang digunakan dalam bidangkedokteran nuklir untuk diagnosis infeksi dengan metode pencitraan. Radiofarmaka ini tersedia dalam bentuk kit-kering yang dikemas dalam 1 vial dan penyiapannya dilakukandengan menambahkan radionuklida 99mTc ke dalam kit-kering tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kit-kering radiofarmaka siprofloksasin wadah tunggal. Telah dilakukan pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin dalam wadah tunggal dengan metode liofilisasi. Pengujian kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasin dilakukanmenggunakan 2 macam sistem kromatografi, yaitu kromatografi kertas Whatman I/metil etil keton dan instant KLT-silika gel dengan fase gerak campuran etanol - air - amonia (2:5:1). Penentuan stabilitas 99mTc-siprofloksasin, stabilitas dalam plasma secara in-vitro dan stabilitaskit-kering siprofloksasin dilakukan dengan melihat kemurnian radiokimianya. Selain itu dilakukan juga pengujian pengaruh besarnya volume larutan Na99mTcO4 terhadap kemurnianradiokimia 99mTc-siprofloksasin serta sterilitas kit-kering. Dari hasil proses liofilisasi diperoleh kit-kering siprofloksasin wadah tunggal yang steril dan vakum. Hasil percobaan menunjukkanbahwa 99mTc-siprofloksasin mempunyai kemurnian radiokimia 92,07 ± 1,39% yang stabil selama 30 menit baik pada suhu kamar (26 ± 1 oC) maupun pada suhu 4 ± 1 oC. Uji stabilitas99mTc-siprofloksasin dalam plasma in-vitro menunjukkan bahwa kemurnian radiokimia lebih besar dari 90% bertahan hingga 5 jam penyimpanan dimana penggunaan larutan Na99mTcO4 dengan volume lebih besar dari 1,6 mL memberikan kemurnian radiokimia lebih kecil dari 90%. Uji stabilitas kit-kering siprofloksasin terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 7 minggu pada suhu 4 oC, kit tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian radiokimia di atas 90 %.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrizha Roxb.) Iradiasi yang Mempunyai Aktivitas Antikanker Ermin Katrin Katrin; Susanto .; Hendig Winarno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.757 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.494

Abstract

Pasteurisasi simplisia dan produk obat herbal telah dilakukan oleh beberapa perusahaan obat herbal, namun informasi tentang keamanan obat herbal yang diradiasi masih sedikit, bahkan pengaruh iradiasi gamma untuk tujuan pasteurisasi terhadap toksisitas simplisia temulawak belum pernah diteliti. Ekstrak etanol temulawak mempunyai aktivitas berpotensi sebagai antikanker. Pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol dari rimpang temulawak yang tidak dan yang diradiasi dengan dosis 5 dan 10 kGy. Uji toksisitas akut ekstrak etanol dilakukan pada mencit dengan mengamati pengaruh ekstrak terhadap perilaku hewan (profil farmakologi) setelah pemberian dosis tunggal bahan uji, perkembangan bobot badan hewan percobaan dan kematian setiap hari selama 14 hari serta pengamatan bobot beberapa organ pada hari ke-14.Hasil uji toksisitas akut setelah pemberian ekstrak pada mencit jantan dan betinamenunjukkan bahwa sampai dosis 7500 mg/kg bobot badan (BB) tidak ada kematian dan efektoksik yang bermakna, maka ekstrak etanol dari rimpang temulawak yang tidak dan yangdiradiasi dengan dosis 5 dan 10 kGy dapat dinyatakan aman. Dengan demikian DL50 dariekstrak etanol dari rimpang temulawak yang tidak dan yang diradiasi (5 dan 10 kGy) padamencit lebih besar dari 7500 mg/kg BB.

Page 1 of 1 | Total Record : 7