cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013" : 5 Documents clear
Kajian Implementasi Inspeksi Internal Keselamatan Radiasi di Fasilitas Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3901.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan kajian implementasi inspeksi internal keselamatan radiasi di fasilitas radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Inspeksi internal keselamatan radiasi di lingkungan BATAN didasarkan pada Keputusan Kepala BATAN No. 356/KA/VIII/1999. Inspeksi internal ini berlangsung sejak tahun 1999 s.d. 2005. Namun dengan terbitnya Keputusan Kepala BATAN No. 392/KA/XI/2005, maka inspeksi internal keselamatan radiasi tersebut tidak dilaksanakan lagi. Selanjutnya inspeksi internal/pemantauan keselamatan radiasi menjadi tanggung jawab masing-masing satuan kerja. Implementasi inspeksi internal keselamatan mengacu pada 19 elemen yang tercantum dalam Panduan Inspeksi Keselamatan Radiasi BATAN Revisi ke-3. Tahapan kegiatan inspeksi internal keselamatan radiasi meliputi: persiapan, pertemuan awal dan pemeriksaan dokumen, verifikasi lapangan, pertemuan akhir, serta penyusunan laporan inspeksi internal. Pelaksanaan inspeksi internal dilakukan oleh tim yang dikoordinir oleh ketua dengan surat tugas dari pejabat berwenang pada masing-masing satuan kerja. Persiapan inspeksi internal dilakukan dengan menyiapkan daftar periksa dan dokumen lainnya, alat ukur radiasi serta peralatan pendukung lainnya. Mengingat keterbatasan waktu dan personil yang ada, audit dan verifikasi lapangan hanya mengacu pada sebagian elemen/parameter inspeksi. Namun demikian, implementasi inspeksi internal dapat mencakup semua parameter inspeksi sebagaimana tercantum dalam Panduan Inspeksi Keselamatan Radiasi BATAN apabila diperlukan dan sumber daya yang dibutuhkan tersedia. Hasil pelaksanaan inspeksi internal kemudian disusun dalam suatu laporan hasil inspeksi. Kesimpulan dan saran-saran yang disampaikan dalam laporan menjadi landasan tindakan perbaikan yang harus ditindaklanjuti oleh penanggungjawab fasilitas radiasi.   ABSTRACT Internal inspections of radiation safety in radiation facilities has been performed at National Nuclear Energy Agency (BATAN). Internal inspections of radiation safety at BATAN based on the Decree of the Head BATAN No. 356/KA/VIII11999. The internal inspection lasted since 1999 till 2005. With the publication of Decree of Head BATAN No. 392/KA/Xl/2005, the internal safety inspections radiation are not executed anymore. Further internal inspection / monitoring radiation safety is the responsibility of each work unit. Implementation of internal safety inspection refers to 19 elements listed in the BATAN Radiation Safety Inspection Guide Revised 3rd The stages of internal inspections of radiation sofety activities include: preparation, initial meeting and inspection of documents, field verification, the end of the meeting, as well as the reporting of the internal inspection. Internal inspections carried out by a team coordinated by the chairman with the appointment letter from the competent authority in each working unit. Preparation of internal inspections carried out by preparing checklists and other documents, as well as the radiation measuring instruments and other support equipment. Given the limitations of time and personnel, audits and field verification only refers to the partial element / parameter inspection. However, the implementation of an internal inspection can cover all inspection parameters as listed in the Radiation Safety Inspection Guide BATAN if necessary and required resources available. The results of internal inspections are then arranged in an inspection report. Conclusions and suggestions are presented in the statement of the basis the corrective action must befollowed up by the responsible radiation facility.  
Sertifikasi Ulang Kamera Radiografi Gamma Industri Jenis Portabel B.Y. Eko Budi Jumpeno; Bunawas Bunawas
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4995.456 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah diuraikan metode pengujian pada sertifikasi ulang kamera radiografi gamma industri tipe portabel. Sertifikasi ulang tersebut mencakup 3 pengujian yaitu pengukuran laju dosis ekivalen ambien, uji kebocoran sumber radioaktif, serta uji visual dan ketahanan proyeksi peralatan radiografi gamma industri. Pengujian mengacu pada standar yang tercantum dalam SNI ISO 3999:2008, SNI 18-6650.2-2002, dan ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009. Laporan/sertifikat pengujian yang diterbitkan digunakan sebagai bahan pertimbangan BAPETEN dalam menerbitkan izin pemanfaatan radiografi industri. Para pemangku kepentingan yang meliputi BAPETEN, dunia industri radiografi, dan lembaga penguji harus duduk bersama untuk merumuskan protokol sertifikasi ulang dan menetapkan waktu berlakunya protokol tersebut. Apabila protokol tersebut disepakati oleh para pemangku kepentingan maka persyaratan keselamatan sebagaimana dinyatakan dalam Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009 dapat dipenuhi tanpa mengabaikan sisi ekonomi dalam pemanfaatan radiografi gamma industri. Komitmen bersama para pemangku kepentingan berdasarkan protokol yang disepakati merupakan suatu persyaratan utama dalam pelaksanaan sertifikasi ulang kamera radiografi gamma industri, ketika aspek teknis pengujian sudah siap diimplementasikan.   ABSTRACT Testing method already described in recertification of industrial gamma radiography camera type portable. The recertification includes 3 (three) testing, namely the ambient equivalent dose rate measurement, leak test of radioactive sources, and visual and endurance test of projected industrial gamma radiography equipment. The testing refers to the standard set forth in ISO 3999:2008, ISO 18-6650.2-2002, and safety provisions set out in the BAPETEN Chairman Regulation No. 7:2009. Test reporticertificate issued in the recertification program is used as a material consideration in issuing permits utilization BAP ETEN industrial radiography. Stakeholders in the recertification of program industrial gamma radiography camera type portable which includes BAP ETEN, community of industrial radiography, and independent testing body should discuss together to formulate protocols recertification and set the time of entry into force of the protocols. If recertification protocols of industrial gamma radiography camera was agreed by the stakeholder, so safety requirements as stated in the BAPETEN Chairman Regulation No. 7:2009 can be met without compromising the economic factor in the utilization of industrial gamma radiography. Commitment with stakeholders based on agreed-upon protocol is a key requirement in the implementation of recertification industrial gamma radiography camera, when the technical aspects oj the test is ready to be implemented.  
Analisis Evaluasi Program Pelatihan di Pusdiklat BATAN Endra Susila
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4978.692 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan analisis terhadap evaluasi program pelatihan Pusdiklat BATAN. Sampel data diambil dari pelaksanaan pelatihan pada Triwulan III tahun 2013 dengan 5 pelatihan yang telah dilakukan yaitu pelatihan: Tanggap Darurat, Pengkajian Dosis, ITN Guru SMA (II), Proteksi Fisik I untuk Medik dan Pengelolaan Limbah Radioaktif. Hasil analisis digunakan untuk perbaikan pelatihan yang akan datang. Analisis dilakukan terhadap hasil evaluasi pada semua komponen program pelatihan yang memiliki nilai pencapaian target mutu kurang dari 70% atau yang memiliki banyak keluhan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis evaluasi program pelatihan dengan nilai komponen program kurang dari 70% adalah pelatihan Pengkajian Dosis. Pelatihan yang memiliki banyak keluhan pelanggan pada komponen program adalah pelatihan Tanggap Darurat, ITN Guru SMA (II), Proteksi Fisik I, Pengelolaan Limbah Radioaktif.   ABSTRACT Training program evaluation analysis in the Center for Education and Training - BATAN has been done. Data are taken from 5 training courses in third Quarter of 2013, i.e. Emergency Response Training Course, Dose Assessment Training Course. Nuclear Technique Introduction for Senior High School Teacher II Training Course and Physic Protection 1 for Medical and Radioactive Waste Management Training Course. The result of the analysis is used for maintaining the next training course. Analysis has been done for all training program components which have quality less than 70% or have a 10/ of customer complaints. Based on the training program evaluation result with program component's grade less than 70% is Dose Assessment Training Course. Training courses which has a lot of customer complaints are Emergency Response Training Course, Nuclear Technique Introduction for Senior High School Teacher II Training Course and Physic Protection 1 for Medical and Radioactive Waste Management Training Course.  
Pembuatan Kurva Penyinaran Radiografi Ir-192 Menggunakan Persamaan Dosis Suparno Suparno; Makmur Rangkuti
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.82 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pembuatan kurva penyinaran radiografi dengan sumber radiasi Ir-192. Kurva penyinaran adalah kurva hubungan antara ketebalan material dengan paparan (curie menit). Kurva penyinaran dibuat dengan melakukan sederet penyinaran radiografi pada sebuah step-wedge dengan waktu penyinaran yang berbeda. Penentuan waktu penyinaran dilakukan dengan perhitungan menggunakan persamaan dosis radiasi. Perhitungan dilakukan dengan mengacu nilai dosis 1400 mRem. Kurva penyinaran dibuat dengan regresi linier hubungan antara tebal (X) sebagai absis dan logaritma paparan (Log E) sebagai ordinat, menggunakan kalkulator CASIO PX-350MS. Kurva yang dihasilkan memiliki persamaan Log E = 1,72153 + (0,022115 X) curie menit. Hasil uji radiografi terhadap kurva penyinaran pada tiga variasi ketebalan material menghasilkan nilai densitas 2,64; 2,43; 2,51.   ABSTRACT Making radiographic exposure chart of Ir-192 radiation source has been performed. Exposure chart is a curve that related between material thickness with exposure (curie minute). Exposure chart created by conducting a series of radiographic exposure on a step-wedge with exposure time varying. Determination of exposure time is done with calculations using the radiation dose equations. The calculation is performed with reference to the value of 1400 mrem of radiation dose. Exposure chart was made by linear regression relationship between the thickness (X) as the abscissa and the logarithm of exposure (log E) as ordinate, using CALCULATOR CASIO FX-350MS. The resulting curve has the equation log E = 1.72153 + (0.022115 X) curie minutes. Radiographic test results of the exposure chart at three variations of the thickness of the material produced density values of 2.64; 2.43; 2.51.  
Kajian Pelatihan Tanggap Darurat Yustina Tri Handayani
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3264.45 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanggap darurat atau Kesiapsiagaan Nuklir merupakan persyaratan keselamatan radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir, sesuai Peratuan Kepala (Perka) BAPETEN N0. 1 Tahun 2010. Kompetensi personil untuk melaksanakan hal tersebut dapat diperoleh melalui pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN memiliki tugas menyelenggarakan pelatihan, sehingga kompetensi personil dalam semua bidang yang diperlukan dapat dicapai. Penyelenggaraan pelatihan dilakukan dengan metode Systematic Approach to Training (SAT), meliputi analisis kebutuhan, pengembangan pelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan. Dalam pengembangan pelatihan dilakukan penyusunan kurikulum yang perlu dievaluasi atau dikaji untuk penyempurnaan penyelenggaraan lebih lanjut. Keberhasilan pencapaian kompetensi personil sangat ditentukan oleh kurikulum pelatihan. Pelatihan tanggap darurat yang sudah diselenggarakan oleh Pusdiklat BATAN adalah pelatihan Radiological Assesment, Emergency Preparedness and Responses, Pengkajian Dosis, yang masing-masing untuk mencapai kompetensi menyusun rencana tanggap darurat, menanggulangi kedaruratan tingkat lokal sesuai tingkat nasional, menghitung dosis okupasi dan dosis kecelakaan. Berdasarkan kompetensi yang akan dicapai dalam pelatihan tersebut, maka pelatihan tersebut dapat diurutkan, tingkat pertama adalah Emergency Preparedness and Responses yang diperuntukkan bagi petugas Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) dan sebaiknya kurikulum ditinjau ulang; Tingkat kedua adalah pelatihan Pengkajian Dosis diperuntukkan bagi Pengkaji Radiologi, dimana kurikulumnya sudah memenuhi kompetensi yang akan dicapai. Pengkaji Radiologi sebaiknya berpengalaman sebagai petugas PKD. Tingkat ketiga adalah pelatihan Radiological Assesment yang diperuntukkan bagi personil yang memiliki tanggung jawab menyusun rencana PKD Nuklir, antara lain Penanggung Jawab dan Pengendali Operasi PKD, dimana kurikulumnya sudah memenuhi kompetensi yang akan dicapai. Sebaiknya pesertanya pernah mengikuti pelatihan Environmental Radiation Monitoring dan Pengkajian Dosis.   ABSTRACT Emergency response or Nuclear Preparedness is a radiation safety requirements in the use of nuclear energy, in accordance with Bapeten 's Chairman Regulation NO. 1/2010. Competence of personnel to implement it can be acquired through training. Centre for Education and Training BATAN has conducted training tasks, so that the need of personnel competence in all fields can be achieved. Implementation of training was conducted using Systematic Approach To Training ( SAT) , including needs analysis, training development, implementation, and evaluation of training. In the development of training, curriculum need to be evaluated or assessed for the improvement of further implementation. The successful achievement of the personnel competence is determined by the training curriculum. Emergency response training has been organized by Center for Education and Training-BATAN is Radiological Assessment, Radiological Emergency Preparedness and Responses, Dose Assessment. Based on competencies to be achieved in the training, the training can be sorted by several level. First level is Radiological Emergency Preparedness and Responses Training for emergency worker and the curriculum should be reviewed; second level is Dose Assessment Training intended for Radiological Assessor . The curriculum has met the competencies to be achieved. Radiological Assessor should be experienced as an emergency worker. Radiological Assessment training is for personnel who have the responsibility to plan Nuclear Emergency, such as Person in Charge and Operations Controller. The curriculum meets the competencies to be achieved. Training participants should have followed the Environmental Radiation Monitoring and Dose Assessment.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5