cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999" : 4 Documents clear
Daerah Geologi Cileungsi Jawa Barat Sebagai Daerah Kerja Praktek Lapangan Diklat Prospektor II Sumantri Sumantri
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam rangka meningkatkan pengetahuan eksplorasi Uranium bagi para teknisi/prospektor telah dilakukan Diklat Prospektor I sebanyak 3 (tiga) kali. Untuk lebih meningkatkan profesionalisme maka perlu diadakan Diklat Prospektor II yang disertai dengan kerja praktek lapangan. Faktor-faktor yang digunakan untuk mempertimbangkan pemilihan lokasi kerja praktek lapangan adalah prioritas eksplorasi, materi Diklat dan data non teknik. Berdasarkan faktor-faktor tersebut diatas maka telah dipilih daerah Geologi Cileungsi Jawa Barat sebagai daerah kerja praktek lapangan yang sesuai. 
Faktor Gamma Γ Usman Kadir
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Banyaknya foton yang melalui suatu luasan tertentu dalam satu detik disebut fluks. Jika foton tersebut dengan fluks tertentu berinteraksi dengan udara, maka sebagian energi radiasi tersebut akan diserap oleh udara. Besarnya energi yang diserap per satuan massa udara per satuan waktu disebut laju dosis serap,  selanjutnya dapat diperoleh besaran laju paparan dari hubungan coulomb dengan joule. Dengan menggunakan faktor konversi dari grey ke sievert, akan diperoleh besaran laju dosis ekivalen. Dari ke tiga besaran radiasi yaitu laju paparan, laju dosis serap dan laju dosis ekivalen, akan muncul suatu nilai konstan yang disebut faktor gamma yang mempunyai satuan yang berbeda dan masing-masing dinamakan konstanta laju paparan, konstanta laju dosis serap dan konstanta laju dosis ekivalen. ABSTRACT The number of foton through a unit area in a second is called flux. When foton with a certain flux pass through a media of air, some of its energy will be absorbed by air. The energy absorbed in a unit of mass of air in a unit of time is named as absorbed dose rates. Using the relationship between coulomb and jou1e, the absorbed dose rates can be converted to exposure rates. Then by using conversion factor from grey to sievert, it can be obtained equivalent dose rates. From these three rates, one can get a constant which is called gamma factor. Gamma factor has unit that differs for each rates and the name for each rates are respectively exposure rates constant, absorbed dose rates constant, equivalent dose rates.
The Basic Safety Standard (Standar Keselamatan Radiasi) B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam kerangka kerja the Inter-Agency Committee on Radiation Safety (IACRS), telah dibentuk suatu sekretariat bersama oleh enam organisasi internasional pada tahun 1991. Beberapa anggota komite ini yaitu IAEA, ILO, OECD/NEA, FAO, PAHO dan WHO kemudian mensponsori terbentuknya the International Basic Safety Standards for Protection against Ionizing Radiation and for the Safety of Radiation Sources atau dikenal dengan the Basic Safety Standard (BSS). Setelah disetujui oleh semua organisasi sponsor, BSS diterbitkan dalam IAEA Safety Series No. 115 pada tahun 1996. Dalam tulisan ini akan diuraikan sejarah singkat standar keselamatan radiasi, pengertian tentang efek radiasi, practices dan interventions, tujuan pembentukan BSS, ruang lingkup BSS, kewajiban dalam BSS, serta persyaratan dalam pelaksanaan BSS. ABSTRACT Under an umbrella of the Inter-Agency Committee on Radiation Safetv (lACRS) and under coordinationship of the International Atomic Energy Agency, six international organizations have founded a joint-secretariate in 1991. The members of the secretariate. i.e. IAEA, ILO, OECD/NEA, FAO, PAHO and WHO then worked on to establish the International Basic Safety Standards for Protection against ionizing Radiation and .for the Safety of Radiation Sources or the Basic Safety Standard (BSS). The standard was issued as IAEA Safety Series No. 115 in 1996. This paper covers a brief discussion on radiation safety standard radiation effects, practices and interventions. It also covers a presentation on the goal and scope of the BSS and what have to be prepared for the implementation of the BSS.
Sumberdaya Manusia Dalam Konteks Organisasi Pada Program Pertambangan Uranium di Eko Remaja, Kalimantan Barat Wahlan Wirakusumah
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2159.44 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejumlah personil Batan dan buruh lokal, kira-kira seluruhnya berkisar 70 - 150 orang per tahun telah bekerja pada penelitian pertambangan di daerah mineralisasi uranium Eko-Remaja, yaitu meliputi pekerjaan eksplorasi sistimatik, pemboran/estimasi cadangan sehingga mendapatkan cebakan uranium dan jumlah sumberdaya yang terukur, serta penelitian lainnya meliputi penelitian-penelitian penambangan, pengolahan bijih, limbah dan lingkungan. Evaluasi paling akhir terhadap hasil penelitian tersebut, diarahkan kepada pengembangan kegiatan menuju usaha pertambangan. Dalam kegiatan usaha pertambangan, antara lain kesiapan dan tersedianya sumberdaya manusia yang memenuhi kriteria kerja. Dalam telaahan ini didapat paling sedikit 8 jenjang jabatan fungsional menjadi 8 kategori. Mereka adalah personil yang profesional tidak saja berasal dari lulusan pendidikan formal, namun diperlukan pengalaman dan telah mengikuti pelatihan keahlian. Pendidikan cara magang, berlatih sambil bekerja adalah cara paling efektif dan efisien untuk segala jabatan, khususnya untuk tingkat operator; dan selama penelitian pertambangan berlangsung telah berhasil dilaksanakan, pesertanya terdiri dari buruh lokal kemudian menjadi buruh yang terampil sebagai operator/juru (skilled labour). 

Page 1 of 1 | Total Record : 4