cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN" : 5 Documents clear
PERAN POLITIK PEREMPUAN MELALUI SINOMAN DI DESA GROBOG WETAN TEGAL DALAM PERSPEKTIF GENDER
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.3444

Abstract

Sinoman dirumuskan sebagai tradisi saling membantu antar anggota masyarakat dalam aspek politik, sosial dan agama. Sinoman lazim dilakukan perempuan baik berupa pemberian materi atau pekerjaan nir transaksional. Dalam konteks politik pemilihan kepala desa, sinoman menjadi mekanisme vote gatter, kampaye, memberi dan menyajikan logistik selama pemilihan kepala desa. Meski berperan penting, perempuan tidak otomatis menjadi figur yang berada di tengah kekuasaan atau masuk dalam inti struktur kekuasaan. Sebaliknya, ia menjadi bagian luar dari sistem kekuasaan atau politik yang berjalan. Peran penting mereka dalam politik desa didasarkan pada semangat ibadah yang bersumber pada ajaran patuh kepada perintah suami atau laki-laki yang berkedudukan sebagai imam. Karena pilihan politik suami menjadi pilihan politik yang harus dipatuhi istri atau saudara perempuan lainnya. Peran perempuan dalam Sinoman memiliki pengaruh atas pembagian kekuasaan untuk suami atau saudara laki-lakinya di desa.
PERAN PEREMPUAN KAPUK DALAM PEREKONOMIAN SUKU SAMIN TAPELAN
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.2589

Abstract

Domestifikasi peran perempuan dalam sektor ekonomi tidak dialami oleh perempuan Kapuk Samin Tapelan Bojonegoro. Meskipun suku Samin dikenal sebagai suku yang memiliki kekhasan adat, partisipasi perempuan dapat ditemukan dalam banyak aktivitas. Riset ini berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data melalui wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga bentuk peran perempuan Kapuk dalam sektor ekonomi. Pertama,sektor ekonomi publikutama yaitu berjualan Kapuk dengan sistem ngreyeng dan corek. Kedua,sektor publik sekunder adalah dengan memelihara ternak dan berladang, Ketiga,sektor relation-ekonomi dengan wirausaha warung, arisan, dan jualan ayam potong. Peran ekonomi perempuan Suku Samin Tapelan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian keluarga.Kata Kunci: Peran, Perempuan Kapuk, Samin, ekonomi 
PERAN ORGANISASI MASSA PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PERDAMAIAN (Studi Kasus Muslimat NU Jawa Tengah)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.3092

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap peran organisasi massa (ormas) perempuan dalam mewujudkan dan membangun perdamaian yang sering kali terabaikan dari perhatian publik. Ini dikarenakan pada umumnya ormas perempuan hanyalah sebagai badan otonom dari organisasi induknya. Padahal gerakan, kiprah, dan perjuangan mereka sangatlah signifikan, termasuk dalam upaya mewujudkan kerukunan intern dan antar umat beragama. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah merupakan salah satu ormas perempuan yang menaruh atensi terhadap pembangunan perdamaian di Jawa Tengah. Selama 2 tahun pertama masa khidmahnya (2016-2018), PW Muslimat NU Jawa Tengah telah melakukan upaye pembangunan perdamaian tersebut melalui model dialogue in communitydan dialogue of life yang dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu: melakukan capacity building di internal pengurus dan anggota PW Muslimat NU Jawa Tengah dengan mengedepankan sikap moderat dalam beragama, dan membangun harmonisasi intern dan antar umat beragama dengan bersinergi melakukan kesepakatan bersama lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan lainnya dalam rangka menghindarkan klaim kebenaran dan mengembangkan toleransi.Kata Kunci: Organisasi Massa Perempuan, Muslimat NU, Pembangunan PerdamaianABSTRACTThis article aims to reveal the role of women’s mass organizations in realizing and building peace that are often overlooked since in general they are only autonomous boards of their main organization. Data was collected by the method of documentation, interviews, and observations, and then analyzed descriptively-critically. The results of the study indicate that PW Muslimat NU Central Java is one of the women’s organizations that put attention on peace building in Central Java in the range of 2016-2018. PW Muslimat NU Central Java has made peace building efforts through a dialogue in community and dialogue of life model that can be classified into two forms, namely: capacity building in the internal management and members of the PW Muslimat NU Central Java by promoting moderate attitude in religion, and building internal and inter-religious harmonization by synergizing in agreement with government institutions and other religious organizations in order to avoid truth claims and develop tolerance.Keywords: Women’s Mass Organization, Muslimat NU, Peace Building
Fear of Success Perempuan Bekerja (Dalam Perspektif Budaya Jawa)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.3556

Abstract

Fear of Success (FOS) yang dimengerti sebagai ketakutan akan konsekuensi yang akan diterima jika keberhasilan diraih, menjadikan perempuan enggan untuk berprestasi. Tidak terkecuali pada perempuan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana dinamika FOS pada perempuan Jawa. Metode yang digunakan adalah dengan mendasarkan pada literature review dari berbagai sumber, antara lain dari hasil-hasil penelitian terdahulu dan buku-buku referensi terkait. Telaah ini menghasilkan gambaran bahwa perempuan Jawa,dengan predikatnya sebagai kanca wingking bagi suami, memang harus sedikit menahan prestasinya untuk tetap bisa diterima dalam budayanya. Agar perempuan Jawa tetap menjadi perempuan ‘baik-baik’, maka harus memperhatikan pranata-pranata yang berlaku, sehingga pada akhirnya itu yang menyebabkan munculnya  fear of success, terutama pada perempuan bekerja. Namun demikian, dengan intervensi budaya yang tidak terelakkan, FOS masih bisa direduksi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan meningkatkan self esteem, selalu merasa optimis dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa datang, serta tetap berusaha positif terutama terhadap kultur yang ada, perempuan Jawa  mampu mengaktualisasikan dirinya, meskipun tidak bisa dipungkiri FOS masih  muncul dengan tingkat yang minimal.
KEBIJAKAN RAMAH PEREMPUAN DALAM MERESPON ANTAGONISME INDUSTRI RAMBUT DAN BULU MATA PALSU DI KABUPATEN PURBALINGGA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.3311

Abstract

 Artikel ini mendiskusikan keberadaan industri rambut dan bulu mata palsu yang memberikan kemudahan aksesibilitas bagi perempuan untuk bekerja dan menghasilkan upah yang layak. Melalui kerja yang dibayar perempuan menjadi mandiri, dan memiliki status sosial yang meningkat. Namun masalah muncul pada saat perempuan bekerja, masalah tersebut berkaitan dengan pengasuhan dan pendidikan anak, beban ganda, disharmonisasi keluarga dan tingkat gugat cerai yang tinggi. Tujuan penulisan artikel ini menganalisis dampak industrialisasi dan respon negara dalam kebijakan ramah perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan subyek penelitian buruh perempuan dan keluarga, pelaku industri, aparat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan perempuan buruh memiliki peran baru sebagai pencari nafkah utama danmandirisecara ekonomi, peningkatan partisipasi kerja perempuan dan tata nilai baru dalam masyarakat yang menganggap perempuan lebih dominan dibandingkan laki-laki, kebijakan ramah perempuan belum menyentuh persoalan sebenarnya dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.

Page 1 of 1 | Total Record : 5