cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017" : 9 Documents clear
Kajian Pra Kelayakan PLTN SMART Lepas Pantai Jenis Struktur Berbasis Gravitasi Untuk Indonesia Sahala Maruli Lumbanraja; Dharu Dewi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3267

Abstract

KAJIAN PRA KELAYAKAN PLTN SMART LEPAS PANTAI JENIS STRUKTUR BERBASIS GRAVITASI UNTUK INDONESIA. PLTN SMART lepas pantai jenis struktur berbasis gravitasi (gravity based structure, GBS) merupakan reaktor air tekan, berdaya kecil (100 MWe), dan tapaknya berada di lepas pantai. Teknologi ini dikembangkan berdasarkan teknologi PLTN SMART yang telah ada dan teknologi pengeboran lepas pantai dengan jenis struktur berbasis gravitasi. Hal ini sebagai respons pasca kecelakaan Fukushima,  Jepang (2011), untuk meningkatkan sistem keselamatan, mengatasi keterbatasan lahan, dan meminimalisir penolakan masyarakat pada kasus PLTN di tapak daratan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengkaji prakelayakan implementasi PLTN GBS di Indonesia baik dari segi kelayakan teknologi maupun regulasi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dan selanjutnya dilakukan analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa PLTN SMART lepas pantai patut dipertimbangkan karena menawarkan peningkatan aspek keselamatan, ketersediaan tapak lepas pantai, dan penerimaan masyarakat yang lebih baik. Sejauh ini PLTN SMART lepas pantai belum dapat diimplementasikan di Indonesia karena dibatasi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perijinan Instalasi Nuklir Dan Pemanfaatan Bahan Nuklir, yang menyatakan tapak adalah lokasi di daratan dan PLTN yang dapat dibangun di Indonesia harus sudah teruji.
Hal Muka JPEN 2017 Volume 19 Nomor 1 Juni Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3587

Abstract

Temperature Dependence of Primary Species G(values) Formed from Radiolysis of Water by Interaction of Tritium β-Particles Sofia Loren Butarbutar; Sriyono Sriyono; Geni Rina Sunaryo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3134

Abstract

TEMPERATURE DEPENDENCE OF PRIMARY SPECIES G(VALUES) FORMED FROM RADIOLYSIS OF WATER BY INTERACTION OF TRITIUM β-PARTICLES. G(values) are important to understand the effect of radiolysis of Nuclear Power Plant (NPP) cooling water. Since direct measurements are difficult, hence modeling and computer simulation were carried out to predict radiation chemistry in and around reactor core. G(values) are required to calculate the radiation chemistry. Monte Carlo simulations were used to calculate the G(values) of primary species , H•, H2, •OH dan H2O2 formed from the radiolysis of tritium β low energy electron. These radiolytic products can degrade the reactor components and cause corrosion under the reactor operating conditions. G(values) prediction can indirectly contribute to maintain the material reliability. G(values) were calculated at 10-8, 10-7, 10-6 and 10-5 s after ionization at temperature ranges. The calculation were compared with the G(values) of g-ray 60Co. The work aimed to understand temperature effect on the water radiolysis mechanism by the tritium β electron. The results show that the trend similarity was found on the temperature dependence of G(values) of tritium β electron and g-ray 60Co. For tritium β electron, G(values) for free radical were lower than g-ray 60Co, but higher for molecular products as temperature raise at 10-8 and 10-7. The significant differences for these two type of radiations were on G(H2), G(•OH) and G(H•) at 10-6and 10-5 s above 200 oC.
Hal Belakang JPEN 2017 Volume 19 Nomor 1 Juni Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3588

Abstract

Analisis Termohidrolik Fasilitas Eksperimen SAMOP (Reaktor Subkritik Produksi Isotop 99Mo) Prof.Ir. Syarip Syarip; Tri Nugroho HS
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3354

Abstract

ANALISIS TERMOHIDROLIK FASILITAS EKSPERIMEN SAMOP (REAKTOR SUBKRITIK PRODUKSI ISOTOP 99Mo). Telah dilakukan analisis termohidrolik dari fasilitas eksperimen sistem reaktor subkritik atau Subcritical Assembly for 99Mo Production (SAMOP). SAMOP adalah sistem reaktor subkritik dengan bahan bakar larutan uranil nitrat. Tujuananalisis termohidrolik ini adalah mengevaluasi sistem perpindahan panas, sehingga dapat diketahui cukup atau tidaknya kapasitas sistem pendinginan dalam  mencegah terjadinya pemanasan lebih pada larutan bahan bakar. Metode yang digunakan adalah perhitungan parameter termohidrolik reaktor SAMOP menggunakan Computational Fluid Dynamic (CFD)-Fluent. Hasil analisis simulasi diperoleh distribusi temperatur pendingin reaktor SAMOP dengan temperatur tertinggi 37,14 °C. Nilai heat flux total sebesar 802,86 watt/m2, dengan profil distribusi berbentuk cosinus yaitu serupa dengan distribusi fluks neutron di dalam teras reaktor. Berdasarkan hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa pendinginan teras reaktor dengan desain sistem konveksi paksa SAMOP mampu menjaga sistem bahan bakar larutan dari pemanasan lebih. 
Boric Acid Radiolysis in Primary Coolant Water of PWR at Temperature of 250oC Geni Rina Sunaryo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3192

Abstract

BORIC ACID RADIOLYSIS IN PRIMARY COOLANT WATER OF PWR AT TEMPERATURE OF 250oC. The existence of oxygen in the primary coolant system of PWR could lead to corrosion, hence it is very important to suppress the oxygen concentration in the system. Therefore, study of the effect of boric acid addition into the primary coolant water system of PWR to suppress oxygen concentration resulted from gamma-ray radiation is essential to be performed. The aim of this research is to understand reaction mechanism at temperature of 2500C and the effect of boric acid adding toward oxygen concentration in the PWR primary coolant water. Methodology used is simulation using Facsimile software. Input for the software namely radiolysis reaction mechanism for pure water, G value from radiolysis product, dose rate of 1 and 104 Gy/s, aeration and deaeration system, and specific reaction of boric acid with hydroxyl radical and hydrated electron at temperature 250C and 3000C. The output are in the form of irradiation time vs oxygen concentration time series. The results show that the oxygen production increase significantly with the irradiation time and reach the saturated concentration at 107s. Based on the plot of oxygen’s concentration at 107s vs boric acid, several results are as following: oxygen concentration significantly suppressed by boric acid addition and gives the exponential decreasement, the higher dose rate gives the higher concentration of oxygen, the aeration system gives no effect on suppressing oxygen concentration at boric acid addition up to 0.1M.
Rantai Pasok Industri Baja untuk Pembangunan PLTN di Indonesia Dharu Dewi; Sahala Maruli Lumbanraja
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3549

Abstract

RANTAI PASOK INDUSTRI BAJA UNTUK PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA. Dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dibutuhkan material baja untuk pembuatan komponen berat maupun material struktur untuk konstruksi sipilnya. Industri nasional diharapkan mampu memasok komponen baja PLTN khususnya untuk kebutuhan komponen non nuklir. Rantai pasok industri baja sangat diperlukan untuk mengetahui potensi industri baja dari hulu sampai hilir yang diharapkan dapat mendukung pembangunan PLTN tersebut secara berkelanjutan. Jenis baja yang dibutuhkan dalam konstruksi  PLTN adalah  baja struktur, rebar, pelat baja dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai pasok industri baja dari industri hulu sampai hilir sehingga dapat melihat kemampuan industri nasional dalam memasok kebutuhan baja untuk pembangunan PLTN. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan survei industri dengan cara purposive sampling test yakni mengirimkan kuesioner dan melakukan kunjungan teknis ke industri yang dianggap berpotensi  memasok komponen baja untuk konstruksi PLTN. Dari hasil analisis terhadap kuesioner dan survei telah diperoleh industri baja Indonesia yang mampu memasok baja untuk bahan konstruksi PLTN non nuklir, yaitu PT. Krakatau Steel, PT. Gunung Steel Group (PT. Gunung Garuda dan PT. Gunung Raja Paksi), PT. Cilegon Fabricators dan PT. Ometraco Arya Samanta. Sedangkan bahan baja untuk komponen utama dengan grade nuklir, seperti bahan baja untuk bejana reaktor dan bejana tekan, industri baja Indonesia belum mampu memasoknya, karena belum memenuhi persyaratan spesifikasi, kode dan standar grade nuklir Oleh karena itu, industri baja Indonesia harus meningkatkan kemampuan, baik dalam pengolahan bahan baku dan kemampuan fabrikasi agar dapat memenuhi persyaratan tersebut.
Bouguer Density Analysis using Nettleton Method at Banten NPP Site Yuliastuti Yuliastuti; Hadi Suntoko; Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3565

Abstract

BOUGUER DENSITY ANALYSIS USING NETTLETON METHOD AT BANTEN NPP SITE. Sub-surface information become crucial in determining a feasible NPP site that safe from external hazards. Gravity survey which result as density information, is essential to understand the sub-surface structure. Nevertheless, overcorrected or under  corrected will lead to a false interpretation. Therefore, density correction in term of near-surface average density or Bouguer density is necessary to be calculated. The objective of this paper is to estimate and analyze Bouguer density using Nettleton method at Banten NPP Site. Methodology used in this paper is Nettleton method that applied in three different slices (A-B, A-C and A-D) with density assumption range between 1700  and 3300 kg/m3. Nettleton method is based on minimum correlation between gravity anomaly and topography to determine density correction. The result shows that slice A-B which covers rough topography difference, Nettleton method failed. While using the other two slices, Nettleton method yield with a different density value, 2700 kg/m3 for A-C and 2300 kg/m3 for A-D. A-C provides the lowest correlation value which represents the Upper Banten tuff and Gede Mt. volcanic rocks in accordance with Quartenary rocks exist in the studied area.
Analisis Kinerja Bahan Bakar Reaktor Tipe HTGR Sebagai Penghalang Produk Fisi Erlan Dewita; Siti Alimah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3531

Abstract

ANALISIS KINERJA BAHAN BAKAR REAKTOR TIPE HTGR SEBAGAI PENGHALANG PRODUK FISI. Reaktor tipe HTGR merupakan reaktor berpendingin gas temperatur tinggi (~ 900oC). Terdapat 2 tipe elemen bakar HTGR yaitu prismatik dan pebble bed. Kedua tipe elemen bakar tersebut tersusun dari partikel berlapis TRISO yang terdiri dari lapisan IPyC, SiC dan OPyC yang berfungsi sebagai pengungkung produk fisi dan menjaga integritas bahan bakar. Reaktor beroperasi dengan temperatur tinggi, sehingga kinerja/ kemampuan bahan bakar dalam menahan produk fisi perlu diketahui. Tujuan studi adalah untuk memperoleh  pemahaman tentang  karakteristik produk fisi yang dihasilkan bahan bakar, karakteristik penghalang dan kinerja bahan bakar dalam menahan produk fisi. Metode yang digunakan adalah kajian dan analisis dengan mengevaluasi kemampuan penghalang (barrier) dalam menahan produk fisi pada elemen bakar prismatik dan pebble. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat beberapa  mekanisme potensial lepasnya produk fisi, yaitu: difusi melalui lapisan, kerusakan lapisan, korosi SiC oleh produk fisi palladium dan dekomposisi termal SiC. Bahan bakar merupakan penghalang pertama terhadap lepasnya radionuklida produk fisi sedangkan lapisan SiC merupakan penghalang utama yang menahan sebagian besar produk fisi gas dan padat pada temperatur operasi normal (< 1250°C). Produk fisi penting yang terbentuk adalah 137Cs, 107 Pd, 106Rh, 106Ru, 110mAg, 134I, 131Cs, 137Cs, 90Sr, 88Kr dan 133Xe, 132Te, 140La dan 239Pu. Di antara produk fisi tersebut, paladium (Pd) yang lepas dari kernel dan mencapai lapisan SiC dapat bereaksi dan menyebabkan korosi. Berdasarkan hal itu, untuk menjaga integritas bahan bakar harus dilakukan pembatasan kondisi operasi reaktor, seperti: temperatur, derajat bakar, energi aktivasi produk fisi dan kualitas bahan bakar. Pada bahan bakar tipe prismatik, terdapat 8 penghalang, yaitu: kernel bahan bakar, lapisan SiC dan PyC, matriks grafit, kompak (pil) bahan bakar, sleeve grafit, sirkuit primer, blok grafit heksagonal dan bangunan reaktor. Sedangkan pada bahan bakar pebble terdapat 6 penghalang, yaitu kernel bahan bakar, lapisan SiC dan PyC, matriks grafit, lapisan grafit sebelah luar, sirkuit primer dan bangunan reaktor. Namun, jumlah  penghalang bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan adanya kemungkinan lepasnya  produk fisi ke lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue